Apakah ajaran protestan = alkitab (alkitabiyah)?

berdasar fenomena yang ada:

ketika kita sedang bicara infalliblitas Gereja maka, akan terjadi penolakan dengan dalih:

“tidak ada yg infallible kecuali alkitab,”.

ketika kita berbicara mengenai sebuah doktrin katolik:

“doktrin katolik menentang kitab suci…!”

ketika diberi argumen bahwa itu hanyalah telaah anda/gereja anda tentang alkitab yg tentu saja sangat mungkin berbeda dengan telaah katolik. "alkitab menurut siapa? menurut gereja a, b, c? "
biasanya protestan akan ngotot… dan biasanya saya ajak untuk saling menghormati pendapat… karena belum tentu menentang kitabsuci, kita semua punya pendapat yg berbeda tentang kitabsuci… :smiley:

sering protestan lebih suka menggunakan argumen ngototnya, bahwa yg diutarakan bukan telaah akan kitab suci, namun kitab suci. dan ini sangat khas! :slight_smile:

saya kira hal itu karena protestan menganut solascriptura, jadi tidak ada yg namanya telaah, yg ada kitab suci saja, cukup! sehingga apa yg sebenernya dinamakan ajaran yg merupakan hasil telaah, sering disamakan dengan kitabsuci.

sehingga tak jarang umat protestan sering menyamakan antara doktrin solascriptura dengan Scriptura, sehingga tidak solascriptura = tidak scriptura
.

bahkan sampai di hadapkan pada kenyataan bahwa sesama solascripturis pun terdapat perbedaan mengenai “apa kata kitabsuci”

sebenarnya dari hal seperti itu, kita tau bahwa pada tahap implementasi ternyata protestan menggunakan formula seperti ini:

Scripture (kitabsuci) + Magisterium (telaah pribadi/pendeta/Tokoh panutan)

sebab kalau memang yg terimplementasi adalah SOLASCRIPTURA (beneran),
adakah alasan ataupun sebab untuk beda2 ajaran? Kitab nya sama persis! dan hanya pakai kitabsuci saja! lalu apanya yg buat/menyebabkan beda? harusnya sangat seragam kan?! :smiley:

yah, itulah doktrin protestan yg hanya bisa diimani tanpa bisa diterima nalar…

ok, mari kita uji sedikit…

jadi apakah ajaran protestan itu sama dengan kitabsuci (alkitabiyah) ?

mohon di coba dulu jawab dengan Yes/No saja, baru kalau ada penjelasan dijelaskan belakangan supaya jelas dulu posisinya… percayalah tidak ada yg bisa menjebak kebenaran, dan tidak perlu dikhawatirkan, dan tidak perlu curiga, karena berangkat dari niat yang baik…

pertanyaan:

  1. apakah ajaran protestan infallible?
  2. apakah alkitab infallible?
  3. apakah ajaran protestan = alkitab (alkitabiyah)

terimakasih, damai, damai, damai…

Dulu aku pernah denger cerita tentang diskusi sehat katolik dan protestan…
pertanyaan mengenai penafsiran Kitab suci/ alkitabiah,
Orang katolik bertanya : "Kenapa Protestan2 Sekarang ada 44.000 Denominasi, diberi 3 Kemungkinan logis :

  • Alkitabnya Saling Berbeda2, tetapi Roh Kudusnya sama;

  • Alkitabnya Sama, tetapi ROH KUDUS-Nya Beda2;

  • Alkitab dan Roh Kudusnya sama, tetapi Roh Kudusnya berbohong kepada 43.999 denominasi hanya jujur kepada 1 denominasi.

Teman Protestan itu kebingungan dan tidak menjawab, karena si orang yang bertanya tidak ingin orang protestan kebingungan jadi ditambahkan lah 1 kemungkinan logis lagi :

  • Alkitabnya sama, Roh Kudusnya jujur dan sama, Tetapi GEMBALA SIDANGNYA BEDA.

Akhirnya dapatlah teman protestan itu memilihnya => Yaitu Kemungkinan yang terakhir…! :slight_smile:

  1. Tidak.

  2. Ya.

  3. Tidak.
    Wahhh… ini subyektif sekali, meski saya coba membangun argumen dengan obyektif.
    Jawaban 1 saya pilih TIDAK. Karena dari namanya saja, menurut pemahaman saya, sudah jelas/kelihatan. Ajaran Protestan saya artikan sebagai Ajaran yang mengandung nilai-nilai yang perlu diprotes, dan/atau ajaran dihasilkan oleh kegiatan protes. Nah, menurut pemahaman saya, sesuatu yang perlu diprotes ialah sesuatu yang dipertanyakan nilai kebenarannya. Sebaliknya, hasil dari kegiatan protes, sungguh sangat layak diprotes lagi, baik terkait dengan metode protes yang dilakukan, atau substansi yang menjadi obyek protes, atau siapa pelaku/tokoh yang menggagas protes, dll, dll.

  4. Saya jawab YA. Alkitab, menurut pemahaman saya adalah ‘sesuatu’ yang berisikan hal-hal mengenai Tuhan, di mana Tuhan berkehendak diperlakukan demikian (dituliskan dalam Alkitab), sehingga pada saat proses penulisan Alkitab, Tuhan campur tangan, sehingga penulisan Alkitab itu terhindar dari sebarang kesalahan. Setelah selesai penulisan Alkitab, maka selesai sudah kehendak Tuhan ‘menyetujui’ pernyataan tentang diriNya yang dicatatkan dalam Alkitab, termasuk mengungkapkan bahwa kehendak Tuhan tidak terbatas pada apa-apa yang telah ditulis dalam Alkitab tersebut. Maka, apa-apa yang telah tertulis dalam Alkitab mengenai Tuhan, itu sudah tertulis, tidak perlu ditambah atau dikurang. Tetapi, perlu dicatat, bahwa kehendak Tuhan tidak terbatas hanya seperti yang telah ditulis dalam Alkitab.
    Setelah Alkitab selesai ditulis, maka Alkitab menjadi sumber iman bagi pembacanya, jika pembaca itu mengikuti apa yang diarahkan, atau ditulis, atau diminta, atau dilarang oleh hal-hal yang telah diruliskan dalam Alkitab. Jika pembaca Alkitab tidak merespon apa yang dibacanya dari Alkitab, maka Alkitab tidak dapat berbuat apa-apa, atau mengeluarkan suara, atau berkembang biak. Alkitab tetap seperti benda-benda mati lainnya.
    Dalam hal seperti itu, maka saya berpendapat bahwa Alkitab juga infallible, sebab, bagaimana kita menyatakan sesuatu sebagai fallible jika sesuatu itu tidak dapat berbuat apa-apa? Sesuatu yang dapat berbuatlah yang dimungkinkan berbuat benar, atau berbuat salah. Sesuatu yang tidak dapat berbuat, tidak fallible, alias infallible.
    Jadi, saya memahami, selama proses pembentukan Alkitab terjadi infallible dan setelah Alkitab itu jadi, atau selesai dikerjakan, dia tetap infallible, sebab Alkitab tidak dapat berbuat apa-apa. Yang dapat berbuat adalah pembacanya, apakah memberikan respons positip atau negatip.

  5. Saya jawab TIDAK. Dengan salah satu atau kedua jawaban 1 dan 2 saja yang TIDAK, maka dengan sendirinya jawaban 3 adalah TIDAK.

pertanyaan: 1. apakah ajaran protestan infallible? 2. apakah alkitab infallible? 3. apakah ajaran protestan = alkitab (alkitabiyah)

jawab:

  1. tidak
  2. ya
  3. tidak

penjelasan:

  1. ajaran protestan adalah telaah tafsir, exegesis Alkitab, hal mana proses manusia, yang mestinya secara obyektif mengandung sifat manusia yaitu: bisa salah. jika sebaliknya merupakan suatu pelanggaran kodrat manusia.

  2. Alkitab adalah murni Firman Allah

  3. sudah sangat jelas, yang satu Sumber Kebenaran yang satunya telaah/tafsir/eksegesis atas Sumber tersebut, ya jelas nggak sama dong.

salam

pertanyaan: 1. apakah ajaran protestan infallible? 2. apakah alkitab infallible? 3. apakah ajaran protestan = alkitab (alkitabiyah)

Jawab :

  1. Ya
  2. Ya
  3. Ya

krn memegang solascriptura yg benar2.

http://www.bible.ca/sola-scriptura-start.htm]http://www.bible.ca/sola-scriptura-start.htm

  1. Alkitab saja tanpa kredo. (yaitu kredo iman Rasuli, kredo Nicea.)
  2. Alkitab saja tanpa konsili. (yaitu Konsili Ekumenis.)
  3. Alkitab saja tanpa kanon gereja. (spt Kanon Dort.)
  4. Alkitab saja tanpa pernyataan iman. (kebanyakan gereja bikin)
  5. Alkitab saja tanpa tradisi lisan. (kecuali bila ditemukan dalam Alkitab.)
  6. Alkitab saja tanpa tradisi gereja. (kecuali jika ditemukan dalam Alkitab.)
  7. Alkitab saja tanpa “penafsir gereja”. (bukan individu.)
  8. Alkitab saja tanpa iluminasi pribadi dari ROH KUDUS. (percaya bahwa mereka secara pribadi dibimbing oleh ROH KUDUS untuk menafsirkan Alkitab dgn benar.)
  9. Alkitab saja tanpa inspirasi dan nabi modern. (bbrp denom mengklaim memiliki nabi yang hidup)

kl pakai embel2 macam2, jdnya tdk infallible. kl murni, semuanya jelas infallibe, krn = alkitab

amen sodara?

Damai bagimu pakbrengos.

Bagaimana ceritanya ajaran protestan infallible? Wong namanya saja sudah Protestan, berarti hasil dari proses protes, sementara ajaran Tuhan itu adalah YA dan AMEN, alias tanpa protes. Ajukan argumen dong? Jika memegang Sola Scriptura yang bila diindonesiakan ialah hanya Alkitab, lantas yang diprotes sehingga bernama ptotestan itu apanya? Dengan perkataan lain, apanya yang diprotes hingga dinamai Protestan?

Atau, pakbrengos juga menganut sesuatu yang tidak sesuai namanya? Saya katakan demikian karena, jika mengikuti pengertian Sola Scriptura seperti bible.ca yang Anda sebut, itu artinya Alkitab dijadikan pegangan tanpa ditafsirkan, tanpa diintervensi Roh Kudus, tanpa hal-hal lain. Kenapa menjadi tidak berterima di pikiran saya, ya?

Betapa absurdnya jika hanya pegang Alkitab tanpa ditafsirkan, baik oleh institusi atau perorangan? Lalu, bagaimana dinamika kumpulan orang yang menamakan diri sebagai pengikut Kristus jika tidak ada interpretasi atas Alkitab? Sementara di sisi lain, Yesus sendiri mengatakan agar para muridNya mengajar, seperti tertulis pada Mat 28:20? katanya, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.

Bagaimana cara para murid perdana Yesus mengajarkan pengenalan akan Yesus Kristus tanpa mengartikan Alkitab? Sementara pengkanonan Alkitab (PB) sendiri baru terjadi tahun 300-an? Apakah semua tulisan yang dipandang sebagai Alkitab (Injil) sebelum dikanon, cukup dibacakan saja? Tanpa perenungan yang biasa disebut sebagai khotbah? Sungguh, saya merasa aneh. Sungguh, jika jawaban ketiga soal itu adalah Ya, Ya, Ya, bagi saya terasa seperti bunyi iklan.

Damai, damai, damai.

Kalau ajaran protestan tidak sama dengan alkitab…

berarti…

ajaran protestan itu TIDAK ALKITABIYAAHAHHHHA HA HA

protestan=pro-testament=solascriptura, bukan tukang protes. ngerti???

mgkn levelmu blm sampe … kamu msh kena indoktrinasi paus dgn segala tradisinya.

ajaran TYK sangat simple … dan juga Dia akn menyertai kita, lalu apa yg kamu khwatirkan?

mmg demikian adanya … alkitab infallible. yg bersolascriptura pastilah infallible jg. tdk perlu nafsir yg aneh2, ntar malah jd bikin embel2, statement of fiath, dllllsb

amen??

para pemikir bilang kesimpulan ini “SALAH KATEGORI”.

contoh pertanyaan SALAH KATEGORI:

“Lho, kok pria bujangan itu nggak datang bersama istri dan anak-anaknya ke pesta malam ini?”

pertanyaan ini nggak usah dijawab, karena PENGKATEGORIAN yang menimbulkan pertanyaannya sudah SALAH.

salam

makanya yg bener :

Jawab :

  1. Ya
  2. Ya
  3. Ya

amen?

Pak brengos…

bapak setuju al- kitab itu infallibel adalah al -kitab yang mana …?
Al-Kitab yang dikanonisasi paus apa Al-Kitab buatan pak brengos yang masih dalam taraf pembuatan tersebut?

Maksudnya pertanyaan nya seharusnya apakah ajaran Protestan “TULIP” adalah infallibel gitu yah bro :slight_smile:

Ditujukan pada denominasi mana nih :slight_smile:
Menurut saya Katolik adalah salah satu denominasii dari puluhan ribu yang ada, dan semua denominasi yang bukan Katolik cenderung disebut Protestan.

:afro: bro. Selamat Pagi orang BATAM :slight_smile:

salam

bro brengos anda seorang yang STRAIGHT FORWARD (menurut saya pribadi lho).

pernyataan anda selalu berada “paling ujung”.

Untuk jawaban ya,ya,ya itu adalah KEBENARAN ASASI Kristen Protestan: “THE ONLY BIBLE”.

Saya setuju soal ini.

Namun, ‘nuansa’ yang dikedepankan TS bro ond32 adalah “ajaran”, yang saya persepsikan sebagai PERUMUSAN.

jadi, dari kacamata itu terbentuklah jawaban tidak,ya,tidak.

Kalo ALKITAB 100% amin bro kumis :afro:

salam

penafsiran Putera tidak sehakekat dengan Bapa, bisa salah juga dong…? :smiley:
Allah Putera dan Allah Roh Kudus juga bisa salah dong, karena Alkitab tidak pernah mencatat ada Allah Roh Kudus…? :smiley:

kayaknya kata “bisa” sudah diisi muatan nih guru limited.

“bisa salah” kan sebuah statement “possibility” sebuah kemungkinan, jadi bukan berarti “salah”.

presiden “bisa salah”, bukan berarti segala sesuatu yang dibuat presiden adalah salah, melainkan sederhana bahwa “himpunan semua perbuatan presiden, diyakini bahwa did alamnya ada perbuatan salah, misalnya menunjuk WAMEN itu”.

“bisa salah” disini diterapkan pada sebuah HIMPUNAN yang berisi “semua aktivitas menafsirkan/mengajarkan yang dilakukan oleh gereja”.

jadi “tafsiran Reformed bisa salah” itu berlaku untuk SEMUA TAFSIRAN REFORMED SEJAK REFORMASI sampai masa yang akan datang. Dna itu bukan berarti apa yang anda sebuat misalnya “Perumusan TRINITAS itu salah”.

Perumusan Reformed sampai saat ini baik-baik aja tuh.

Misalnya conotoh mudahnya :

Tukang bangunan bisa salah hitung kekuatan Bangunan MAL X. Dan Mal X sudah berhasil dibangun. Setelah 20 tahun tidak ada tuh yang salah dengan gedung Mal X itu. Meski demikian para Insinyur tetap berkata bahwa insinyur itu “bisa salah”.

Jadi karya dari manusia yang “bisa salah” bukan berarti SALAH SEMUA, melainkan bahwa mereka berpotensi melakukan kesalahan. hanya masalah POTENSI.

Sisi lain dari sifat “bisa salah” adalah, bahwa apabila KESALAHAN ITU MENCUAT, maka secara jujura akan ada REFORMASI/PERBAIKAN/PEMBAHARUAN.

hanya karena ada PENYANGKALAN SIFAT MANUSIAWI BISA SALAH itulah maka REFORMASI/PEMBAHARTUAN dianggap tabu.

salam

seperti biasa, ‘bussseeeeeeet panjang banget’… ;D

saya rangkum yah petra dari yang ‘bussseeeeeeet panjang banget’ ini :
Menurut Petra :

  1. Frase ‘Bisa Salah’ menunjukan kemungkinan benar dan kemungkinan salah.
  2. Trinitas termasuk yang ‘Bisa Salah’
  3. Tetapi Penafsiran Reform sampai saat ini masih berpegang pada Trinitas.

begitu yah petra…??

=====
kalo begitu saya lanjut,
Jika suatu saat nanti ‘Trinitas’-Nya reform berubah bagaimana tanggapan Petra…?
dan Bagimana dengan Nasib umat yang sebelumnya percaya Trinitas dengan ‘umat yang Jika’…??

anda masih salah mengertinya guru limited.

bisa salah diterapkan pada HIMPUNAN.

X = himpunan dari perumusan-perumusan Reformed {x1, x2, x3, …, xn}

x1 = perumusan TRINITAS

sudah 500-an tahun berlalu setelah Reformasi, x1 sudah dichallenge, diselidiki ke ALKITAB, dan tidak ditemukan kesalahannya, itu berarti FUNDAMENTAL dari doktrin x1 itu sudah sangat kokoh dan tidak ada ambigu dalam diri pelajar2 ALkitab dari kalangan Reformed. Artinya apa??? Perumusan tersebut ALKITABIAH.

contoh 2 :

ada perumusan lain berkata:

x1 = “Paus tidak bisa salah dalam hal ex-chatedra”.

setelah sekian tahun berlalu ada penyelidik Alkitab yang menemukan bahwa x1 tersebut TIDAK ADA DASAR ALKITAB. Maka berpegang pada prinsip “bisa salahnya manusia”, maka x1 perlu di BAHARUI/DIHILANGKAN.

Jadi sepanjang sebuah x dapat ditelusuri dasarnya dalam ALKITAB dan konsekuensi dan konsistensinya maka tidak ada alasan untu MEREFORMASI ajaran x tersebut karena SUDAH ALKITABIAH.

intinya atas himpunan X = {x1, x2, …, xn], jika ada x yang bertentangan dengan ALKITAB, maka harus dihapuskan.

salam

anda benar bro petra…

jadi hal yg ingin saya kemukakan juga adalah bahwa:
0. katolik, protestanisme atau aliran apapun itu disebut ajaran.

  1. ajaran =/= alkitab, ajaran adalah hasil telaah/perumusan akan kitabsuci
  2. ke infallible-an kitab suci tidak menjamin, atau tidak berakibat pada infallibilitas-an ajaran.
  3. kemutlakan kitab suci juga tidak ber implikasi pada kemutlakan ajaran.

jadi, bagaimana kira2 jadinya jika kita mengimani hal yg tidak infallible?

atau bagaimana seorang bisa beriman 100%, sementara disisi lain orang tersebut tidak memastikan, atau masih memberi kemungkinan salah pada ajarannya?

menurut saya orang tersebut tidak mungkin beriman 100%, kalau mereka ada yg beriman 100% itu tanda bahwa mereka sesungguhnya menyatakan bahwa ajarannya infallible, hanya mereka tidak sanggup menyebutkannya… :smiley:

umat katolik lebih fair, dan lebih nyata dalam merumuskan ajarannya…
dari point2 diatas, bahwa kemutlakan kitab suci tidak otomatis berakibat pada kemutlakan ajaran, maka umat katolik melihat bahwa ajaran itu haruslah mutlak, karena umat katolik percaya bahwa TUhan ingin memberikan wahyunya secara pasti. dan tentu saja untuk memastikan ajaran itu juga mutlak, maka intrument penapsir yg merumuskan ajaran haruslah juga dibuat mutlak oleh Tuhan. sehingga dengan demikian mutlaklah ajaran yg diterima umat beriman, sehingga umat beriman dapat mengimani ajaran 100%.

berangkat dari fakta diatas, bahwa ke infalliblelan kitab suci, kemutlakan kitab suci tidak berimplikasi logis pada kemutlakan ajaran… maka dengan demikian bagi kami umat katolik bahwa Solascriptura/Kitabsuci saja adalah Tidak Cukup untuk menjamin ajaran yg benar.

dan disamping itu semua, saya juga ingin menghimbau pada orang2 protestan pada umumnya…

Bahwa: Tidak ada orang Kristen aliran manapun yg dengan sengaja melawan Firman Tuhan atau alkitab, sebab logikanya kalau orang melawan kitab suci atau FT Kristen, mereka jelas tidak punya alasan untuk terus beraga Kristen.

jika ada beda doktrin, itu bukanlah melawan kitabsuci, yg dilawan adalah pendapat anda akan kitab suci… ya, anda dan saya berada pada level yg sama, yaitu sesama penelaah kitabsuci… maka tidak perlu anda geser pendapat anda akan kitab suci menjadi kitab suci itu sendiri, dengan demikian anda dengan mudah berkata kepada saya dan orang lain yg beda pendapat dengan anda sebagai pelawan kitabsuci. saya melawan pendapat anda akan kitab suci, bukan melawan kitab suci.

untuk itulah, jika konsepsi ditempatkan pada posisi yg sebenernya maka saya yakin diskusi akan lebih bermutu…
dan kalimat kanak2 yg berbunyi: ikut YESUS bukan ikut Paus, atau gembala YESUS, bukan gembala Paus… juga adalah kalimat yg tidak menempatkan pada konsespsi yg sebenernya… karena tentu saja yg bener adalah ikut gembala/pendeta gerejaku atau ikut Paus dalam mengikut YESUS?

semoga anda bs jadi protestan yg tidak ABK, dan memberi pengaruh posistif pada fenomena anti katolik dalam protestan.

protestan tentu saja artinya tidak katolik. namun tidak perlu sampai anti katolik, apalagi sampai anti yg asal2-lan (ABK). beda pendapat ttg FT adalah wajar, tapi penyalah tampilan suatu ajaran adalah bukan kewajaran, melainkan kejahatan…