"Apakah Alkitab Tidak Pernah Salah"

Sobatku seiman… ada di sebuah akun FaceBook yang mencoba menyerang dasar keimanan Kristen. ceidot!!!

http://ja-jp.facebook.com/topic.php?uid=10499196110&topic=13463

KITAB PERJANJIAN LAMA KRISTEN (SAMA PASAL DAN AYAT, TETAPI BEDA ARTI)

  1. Menurut Alkitab Kristen tahun 1928 dan 2001, Kitab Radja-Radja 4:26, jumlah kandang Solaiman 40.000, tetapi menurut Kitab Terjemahan Baru 1991, Kitab Radja-Radja 4:26, jumlah kandang Soelaiman 4.000 (Jumlah kandang tidak jelas). Apakah ini firman Tuhan? Tuhan tidak pernah salah berfirman.

  2. Menurut Al Kitab Kuno tahun 1928, Kitab Tawarikh XXXVI:9, Oemoer Jehojakhim 8 tahun, tetapi menurut Alkitab tahun 2001 dan 1991, Kitab 2 Tawarikh 36:9, “Yoyakhim menjadi raja umurnya 18 tahun” (Prediksi umur tidak tepat). Apakah ini firman Tuhan?. Tuhan tidak pernah salah berfirman.

  3. Menurut Al Kitab Kuno tahun 1928, Kitab 2 Samoeil 24:13, “masa kelaparan 7 tahun”, tetapi menurut Alkitab 1991 dan 2001, Kitab 2 Samuel 24:13, “masa kelaparan 3 tahun”. (Prediksi tahun tidak tepat). Apakah ini firman Tuhan? Tuhan tidak pernah salah berfirman.

  4. Menurut Alkitab tahun 1928, Kitab Mazmur 92:11, “cula badak”, tetapi menurut Kitab tahun 2001 dan 1991, Kitab Mazmur 92:11, “tanduk banteng”. (Dari badak jadi banteng supaya bisa nanduk). Apakah ini firman Tuhan?. Tuhan tidak pernah salah berfirman.

  5. Menurut Alkitab Kuno tahun 1928, khususnya Kitab Ulangan 14:7, melarang makan “kelinci”, tetapi menurut Alkitab Kristen tahun 1991 dan 2001, Kitab Ulangan 14:7, diubah menjadi “kelinci hutan”. Selanjutnya, menurut Alkitab Kuno tahun 1928, khususnya Ulangan 14:8, haram makan “babi”, tetapi menurut Alkitab tahun 1991 dan 2001, hanya “babi hutan” yang diharamkan. Sama saja, Boss!!! Babi tetap haram.

  6. Menurut Alkitab Kuno tahun 1928, khususnya Kitab Imamat 11:7, haram makan “babi”, tetapi menurut Alkitab tahun 1991 dan 2001, Kitab Imamat 11:7, yang haram “babi hutan”, sedangkan babi kampung, kota, ngepet dan babi bule, OK… OK saja!. Mau babi hutan atau babi apa saja, yang namanya babi, tetaplah babi, haram!!!.

  7. Alkitab Kristen tahun 1928, khususnya Kitab Mazmur 51:2, dengan tegas menuduh Nabi Daud berzina dengan Batsyeba, istri Uria, tetapi menurut Kitab Kristen tahun 1991 dan 2001, Daud tidak berzina, tetapi hanya menghampiri doank!.

Setelah kita menelusuri kontradiksi makna ayat-ayat Alkitab Perjanjian Lama Kristen, tentunya muncul tanda tanya besar. Bukankah Alkitab Kristen itu sendiri berkata: “Firman Tuhan tidak boleh ditambah atau dikurangi” (Wahyu 22:18-19), lalu mengapa justru dalam kenyataannya terdapat ayat-ayat yang ditambah dan dikurangi sesuai selera dan kehendak manusia, sehingga jumlah 40.000 menjadi 4.000, cula badak menjadi tanduk banteng?. Apakah ini bukan tindakan dosa - yang membuat manusia menyimpang dari jalan Tuhan (tersesat)?. Sungguh terlalu banyak kebohongan yang tertulis dalam kitab suci Kristen. Silahkan, tergantung manusia yang memilihnya. Selaku hamba Allah SWT, kami hanya dapat memotivasi dan menginformasikan kepada Saudara, tetapi pilihan ada pada Saudara. Believe or not, up to you!! (Kebenaran Islam menurut Mantan Pendeta, DR. Muhammad Yahya Waloni, hlm. 276-278)

mohon tanggapannya… maaf klo Repost

Saya punya saran untuk anda
silahkan mengunjungi link di bawah ini :

http://www.sarapanpagi.org/kontradiksi-perjanjian-lama-vt549-20.html#p1085"

karna disitu akan diulas lebih lengkap lagi, klo dibahas disini peluang OOTnya besar sekali

Tuhan tidak pernah salah, terjemahan alkitab mungkin saja bisa salah, dan perubahan ayat2 terkadang disengaja oleh golongan2 tertentu untuk mendukung dogmanya. Ada politik dimana2. Oleh sebab itu kita sebagai orang kristen harus mempercayakan keselamatan kita pada Kristus saja. Siapa yang tulus mencari Kristus tentu akan disertaiNya dan dibimbingNya sampai kesurga.
Yang penting secara keseluruhan kita tahu bahwa Kristus adalah satu2nya juru selamat. Kita boleh berdoa langsung padaNya dan mengharapkan pertolongan juga padaNya.

Yup :wink:

Baca yg ini.

(1) Al-Kitab asli tidak bisa salah-khilaf.

(2) Al-Kitab salinan, bisa salah-khilaf.

(3) Al-Kitab terjemahan, bisa salah-khilaf.

Pendapat FB masuk poin 2 dan 3. Irrelavants dan percuma membahaskan poin 2 dan 3, udah salah-khilaf mau bahas apa lagi. Sebetulnya apa yg dibutuh mereka ialah penjelasan, penjelasan di mana salah-khilafnya dan upaya2 untuk mengurangkan kesalahan-kekhilafan itu.

Syalom.

gmn yach cara merespon?

http://ja-jp.facebook.com/topic.php?uid=10499196110&topic=13463

maklum dah lama ga intens di FB

dan ini bukan serangan kok, ini hanya ketidakpahaman saja, mudah kok dijawabnya

:slight_smile:
GBU

KITAB ADALAH FIRMAN TUHAN ( PERKATAAN TUHAN ),
JIKA KITAB KITA SUDAH BERUBAH SEPERTI INI ?
APA YANG DAPAT DI SIMPULKAN ?
BERARTI SELAMA INI , YESUS ITU TUHAN YANG TIDAK KONSISTEN .

itulah usaha setan memutar kata lidah ucapan dan perbuatn

ketidakkonsistenan ini adalh senjata setan

keraguan timbul karena kesalahan dan itulah ujung tombaknya

arti untuk firman TUHAN yang sebenarnya dalam kiasan satu oktaf titikpun tidak akan berubah

adalah kenyataan ajaran kebaikan dan kebenaran itu akan terus ada tidak akan akan ada yang bisa

mengubahnya sampai akhir kiamat…satu titikpun ajaran kebaikan dan kebenaran tidak akan berubah…

walaupun diungkapkan dengan huruf kata2 isyarat atau perbuatan ajaranm kebenaran itu selalu BENAR

walaupun perubahan ada tapi TUHAN selalu mengirim orang2 ynag tau akan kebenaran itu akan selalu terus

memperbaiki kesalahan2 yang dibuat orang2 maka itulah tujuan utama diadakan banyak PENDETA untuk

mengingatkan memperbaiki kesalahan2 itu…

saya nasehatkan bahwa teruslah tetap menjadi DIRI ANDA karena tanpa sadar anda adalah ORANG2 yang

telah diberi akal budi oleh ALLAH untuk memmperbaiki kesalahn dari POSTINGN anda

bukan huruf yang menjadi PATOKAN tetapi titik akhir KEBENARN itulah yang tidak akan berubah

KIASAN tuhan tentang titik iokta tak akan hilang begitu indah

karena kebenaran tetap ada sampai sekarang

AMIN TRIMA KASI KOREKSI ANDA INI :afro:

Bila keluar terjemahan baru, berarti terjemahan lama diralat,
Kesalahan adalah milik manusia, Tuhan tak pernah salah, jadi karena manusia yang menulis, mengetik, pasti manusianya yang salah, Alkitab hanya diwahyukan, kalau salah, pasti si Wahyu yang salah!

:afro: bener broder…karena banyak wahyu2 di dunia kita ini

jadinya kadang bukan hanya wahyu yang salah tapi yang bikin wahyu jg ikut2 disalahkan

hahahhaha :D…

mang makin aneh DUNIA KAMI ini Tuhan

TIDAK SEMUA NAS ISI ALKITAB adalah Firman ALLAH dan TIDAK SEMUA FIRMAN ALLAH TERTULIS DALAM ALKITAB

Maka ada bagian yang bukan firman allah ya, seperti pada bagian yang kacau itu (tidak akurat)
itulah sebabnya diadakanPERJANJIAN BARU

Apa Tang PERJANJIAN BARU KATAKAN ITU ADALAH KEBENARAN
1 )PERJANJIAN LAMA SUDAH USANG
2)HUKUM TAURAT BATAL (segala perintah dan ketentuannya termasuk perpuluhan wajib)
3) kitab para nabi (dari kejadian sd malaekhi berlaku sampai zaman Yohanes (sekarang sudah tidak berlaku lagi jadi peduli amat mau kandangnya berapapun)
4 )Tesus berkata “Sudah selesai” maka kasus closed

Trus yang tidak boleh ditambahkan bukanlah firman Allah, akan tetapi kitab ini (kitab WAHYU)

Tuhan yesus memberkati
Han

setuju…

Terjemahan bisa saja salah tetapi bahasa asli tidak salah sama sekali. Jika terjemahan salah, itu hal yg wajar.

Terlepas dari akun Fb yang dikutip di atas saya ingin menginformasikan sebuah buku yang sekarang ini(atau setidaknya beberapa waktu lalu) dijual di salah satu toko buku terbesar di negeri ini. Buku itu berjudul “Ada Apa Dengan Alkitab”. Isi dari buku itu adalah mengutip nas demi nas dalam Alkitab yang “bermasalah” baik memiliki pengertian yang absurd, kontradiktif satu dengan yang lain, atau adanya kesalahan-kesalahan di dalamnya (salah contoh yang saya ingat adalah dalam kitab Ayub yang menyebutkan bahwa kalelawar ada dalam kategori burung).

Saya pun pernah membaca bahwa nas Lukas 22 : 43 - 44 serta Yohanes 7 : 53 - 8 : 11 tidak ada pada teks aslinya, sama halnya bagian akhir dari Kitab Markus. Bahkan dalam Markus 2 : 25 - 26 YESUS menyebutkan bahwa menerima makan roti sajian waktu Abyatar menjadi Imam Besar. Sedang dalam 1 Sam. 22 : 1 - 10 disebutkan bahwa Imam Besar pada masa itu adalah Ahimelekh bukan Abyatar.

Pertanyaannya, apakah kita akan memungkiri hal ini? Ataukah kita takluk pada fakta ini dan kemudian murtad dari iman Kristen kita?

Dalam bukunya “Merekayasa YESUS” (Fabricating JESUS), Craig A. Evans menyebutkan sebagian orang yang murtad dari iman Kristen karena permasalahan yang mereka temukan dalam Kitab Suci. Orang-orang tersebut adalah Robert Funk, James Robinson, Robert Price, dan Bart Ehrman.

Permasalahan dari orang-orang ini adalah bahwa mereka, umumnya, memandang Kitab Suci sebagai Firman Allah yang ineran (nihil kesalahan). Pemahaman seperti ini secara nyata telah menghasilkan monster-monster seperti tokoh-tokoh di atas.

Dalam buku “Memandang Sabit Melalui Mata Salib” Dr. Nabeel memaparkan beberapa teori mengenai penulisan Kitab Suci. Dalam Kekristenan Alkitab dipercaya ditulisa melalui perantaraan manusia yang memperoleh inspirasi dari Allah (ROH KUDUS). Oleh karena itu, adalah pantas jika kita memaklumi keabsurdan, kasalahan, atau kontradiksi dalam Kitab Suci. Sebab yang terpenting bukanlah detail-detail kecil seperti jumlah kandang, babi hutan atau babi biasa, dlsb, melainkan maksud Allah dalam kisah-kisah tersebut. Berbeda halnya dengan cara kita memandang Kitab Suci, kaum Muslim mempercayai bahwa Quran diturunkan secara mekanis. Hal ini diilustrasikan demikian, bahwa Muhammad menuliskan Quran berdasarkan contekan Kitab yang diklaim dilihatnya dari Allah. Sehingga dalam pemahaman seperti sedikit saja ditemukan kesalahan maka otoritas Kitab tersebut sebagai Kitab Suci akan runtuh.

Masalahnya, apakah Quran tidak memiliki kesalahan?

Ali Dashti, seorang rasionalis Iran, menelurkan sebuah buku berjudul “Twenty-Three Years : The Life of Prophet Muhammad” yang mengungkapkan kesalahan-kesalahan dalam Quran. Selain itu, saat ini di internet banyak sekali link-link yang mengupas kesalahan-kesalahan Quran. Beberapa link itu seperti :

trulyislam.blogspot.com

islamfobia.blogspot.com

indonesia.faithfreedom.org

Saya tidak akan menjabarkan seluruh isi link tersebut. Tapi intinya beberapa topik yang dikupas dari link tersebut menyebutkan masalah-masalah yang muncul dalam Quran. Bahkan di Quran sendiri dikenal adanya ayat setan. Salah satu contohnya adalah ketika Muhammad mengiyakan penyembahan al-Lat, al-Uzza, dan al-Manat yang disebut puteri-puteri Allah (Dewa Bulan). Pada peristiwa ini kemudian Muhammad ditegur oleh pengikutnya dan “bertobat”. Sungguh aneh jika Muhammad dikenal sebagai orang yang cacat dosa harus melakukan tobat. Bisa jadi klaim bahwa Muhammad adalah kekasih Allah yang tidak pernah melakukan dosa adalah mitos belaka.

Nah, jadi kita melihat bahwa baik Quran maupun Alkitab “tidak nihil dari kesalahan”.

Dari sini yang terpenting adalah bagaimana kita memandang Kitab Suci. Muslim, dalam menghadapi kesalahan-kesalahan Quran, kerap kali berdalih, mencocok-cocokan, atau balik menyerang Alkitab. Sejujurnya, iman yang dimiliki kaum Muslim cenderung pada iman buta yang tidak logis. Hal ini dibuktikan dengan keengganan mereka untuk membedah Quran dengan metode hermeneutika, sebuah metode yang telah lama diterapkan pada studi kritis Alkitab. Bukankah ini aneh?

Sebaliknya, Kekristenan tidak malu untuk dikritisi. Studi demi studi atas Alkitab, dengan metode kritis apa pun, diadakan demi pengertian yang lebih baik atas Allah dan karya-Nya yang kudus. Kita tidak malu untuk memaklumi kesalahan perspektif kita dan maju memperbaikinya, bukannya takluk pada pengertian iman yang kaku (seperti yang ditunjukkan agama abad 7).

Kurasa, inilah alasan yang tepat bagi kita untuk mempertahankan iman Kekristenan. Iman bukan tidak membutuhkan logika, logika dibutuhkan untuk memahami karya Allah lebih mendalam. Supaya kita percaya bukan pada dongeng belaka, melainkan pada kesaksian para rasul mengenai YESUS historis dengan pemahaman yang semakin hari semakin baik. Bukankah Bapa Gereja kita juga mengajak untuk tidak mempercayai dongeng dan ajaran-ajaran manusia?

Iman kepada KRISTUS adalah sebuah iman yang dapat dipertanggungjawabkan secara logis. Saya telah membuktikannya.

Tuhan YESUS memberkati.

@ts
Tentang salah benar didalam perbedaan itu @sarapan pagi sudah banyak membahas hal itu. Tetapi satu hal menarik yang saya ingin bahas yaitu pola pikir Tuhan kenapa mengijinkan beberapa terlihat salah padahal cendikiawan israel (orang paling pintar didunia) sudah meneliti alkitab sepanjang paling tidak 4000 tahun sampai sekarang. Apakah mereka tidak melihat semua keganjilan itu?? Kita rasional saja, baca novel aja kita bisa tahu ada kesalahan eja kok ini ribuan tahu diteliti bisa gak ketahuan?? Jadi kesimpulannya apa??

  • tidak ada manusia sepintar apapun yang berani megubah apapun isi alkitab. Bener gak? Ini kita bicara alkitab asli bukan terjemahan.

Kedua, anda bisa bayangkan gak kalau semua nabi adalah “orang sempurna”, dan Tuhan gak ijinkan kesalahan sedikitpun, kira kira, anda dan saya ada diposisi mana?? (Bisa tolong dijawab pertanyaan saya ini??)

@velmar18: mengenai Quran, tidak perlu dibahas di sini. Biarlah itu menjadi bagian mereka yang mengimaninya. Kita di sini hanya memberi penjelasan tentang kitab kita saja :slight_smile:

Salam

Thx masukannya.

Dulu aku sempat murtad dari iman Kristen gara2 bingung melihat perbedaan Alkitab dengan Quran. Di Alkitab dibilang Ishak, di Quran dibilang Ismael. Di Quran dibilang Abraham mendirikan Ka’bah, di Alkitab peristiwa sebesar itu tidak disebutkan apa2. Makanya, pada waktu itu aku berkesimpulan Tuhan membiarkan kebingungan seperti ini.

Belum lagi rasanya kritik terhadap Alkitab itu gak berenti-berenti. Sebaliknya, klaim agama tetangga sebelah menyebutkan bahwa Quran nihil kekeliruan. Dengan minimnya pengetahuanku itulah akhirnya aku mempertanyakan otoritas Alkitab dan meninggalkan iman Kristen. Sekalipun sekarang uda tobat lagi :smiley:

Anyway, thx atas masukannya.

Gbu.