Apakah Allah di PL dengan Tuhan Yesus itu sama?

MALAIKAT TUHAN = TUHAN YESUS? Kenapa gak di tulis TUHAN itu sendiri aja? Kenapa ada kata Malaikat?
Trus sama tidak artinya dari penulisan ini, ALLAH, Allah, TUHAN, Tuhan? Knp penulisannya gak pake huruf besar semua aja?

Saya mula2 juga seperti kamu, bingung bacanya, harus di bantu alkitab bahasa inggris dan chinese, karena alkitab bahasa indo, kurang mantap penjelasannya, kenepa menulis seperti itu, wah harus menanyakan pada penulis alkitab bahasa indo yang pertama, paling baik adalah cocok kan dengan alkitab bahasa lain.

Pertama2 kalau baca alkitab, perjanjian lama dan perjanjian adalah berkesinabungan, perjanjian baru menggenapkan nubuat2 yang ditulis di PL, jadi kalau baca alkitab, harus melihat secara keseluruhan seperti kita sedang belajar sesuatu, tidak bisa kamu belajar sepotong2 , yang akan membuat kamu bingung sendiri.

Kamu bisa belajar di pemahaman alkitab dan pemuridan di gereja.
juga di forum ini kalau rajin baca dari orang2 yang telah menulis di ajaran kristen, itu akan banyak menambah pengenalan akan Tuhan.
jangan menyerah , belajar terus. :cheesy: :cheesy:

Setiap tindakan penghukuman Allah dalam PL selalu diikuti oleh tindakan kasih dan juga janji tentang mesias yang akan menebus dan membaharui hidup manusia. Allah menghukum manusia karena dosa, bukan karena Ia kejam. Hukuman adalah konsekuensi dosa. Yesus dalam Injil dan PB, mengasihi manusia tetapi meminta komitmen untuk tidak berbuat dosa lagi. Jadi Allah dlm PL dan Yesus di dalam PB sama. Pandangan yang membedakan adalah pandangan Gnostik, sebuah sekte kristen yang berkembang ketikan gereja mula-mula berdiri. Pandangan ini ditolak oleh para Rasul maupun Bapa-Bapa Gereja

Intinya adalah Allah tu cuma satu. namanya juga Tuhan Yang Maha Esa.
jadi gak ada beda nya Tuhan buat agama kita n buat Agama sebelah. cuma kadang cara mereka dan cara kita berbeda.

Tuhan hanya satu tapi tiga pribadi bro !

Saya kutip tulisan sebuah buku,sbb :

BUKANKAH ALLAH PERJANJIAN LAMA ADALAH ALLAH YANG PEMBENCI SEDANGKAN ALLAH PERJANJIAN BARU ADALAH ALLAH YANG PENGASIH?

Tuduhan yang sering dilontarkan terhadap Alkitab ialah bahwa didalamnya terdapat dua konsep yang berbeda tentang Allah. Menurut dugaan orang Perjanjian Lama memperkenalkan Allah yang suka murka saja, sedangkan Perjanjian Baru diduga melukiskan Allah yang penuh kasih saja.

Dalam Perjanjiam Lama terdapat cerita-cerita tentang perintah Allah untuk membinasakan kota Sodom, pembasmian orang-orang Kanaan, dan banyak cerita lainnya mengenai hukuman dan murka Allah. Para penuduh itu mengatakan bahwa hal ini memperlihatkan dewa primitif yang suka perang yang bertentangan dengan ajaran Yesus tentang kasih sebagaimana terdapat dalam Khotbah di Bukit.

Tampaknya gagasan-gagasan tentang Allah ini saling bertentangan. Akan tetapi, bila kita memikirkan kembali sejenak akan nyata hal yang sebaliknya. Yesus sendiri menyatakan bahwa Perjanjian Lama boleh disimpulkan dalam perintah-perintah untuk mengasihi Allah dan sesama kita (Matius 22:37-40). Ia juga berkata bahwa Allah dalam Perjanjian Lama senantiasa menghedaki kasih dan belas kasihan lebih daripada persembahan (Matius 9:13; Matius 12:7).

Sikap ini dapat terlihat dengan pernyataan-pernyataan seperti, “Apakah Aku berkenan kepada kematian orang Fasik?.. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup?” (Yehezkiel 18:23).

Allah tidak mungkin membinasakan bangsa-bangsa tertentu, kecuali Ia adalah Allah yang adil dan kejahatan bangsa-bangsa itu tidak dapat lagi dicegah dan dimaafkan.

Ia memang bermaksud dan ingin menghukum mereka sebagai suatu bagian dari rencanaNya. Apa yang dikehendakiNya sesuai dengan perangaiNya yang suci. Ia lakukan dalam keadilan, dalam kasus mereka, asalkan mereka belum bertobat dan menyesuaikan diri dengan sifatNya (Yeremia 18).

Dalam kasus orang Amori, Allah memberikan mereka waktu ratusan tahun untuk bertobat, namun mereka tidak bertobat (Kejadian 15:16). Nuh berkotbah 120tahun lamanya kepada orang-orang sezamannya sebelum air bah tiba (Kejadian 6:3). Gambaran Perjanjian Lama yang sebenarnya ialah mengenai Allah yang sangat sabar, yang memberikan kepada bangsa-bangsa ini kesempatan-kesempatan yang tak terhitung banyaknya untuk bertobat dan kembali ke dalam hubungan yang harmonis dengan Dia. Hanya jika mereka terus-menerus menolak, maka Ia mengadili dan menghukum mereka karena perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu.

Bertentangan dengan kepercayaan yang populer, pernyataan-pernyataan yang paling tegas tentang pernghukuman dan murka dalam Alkitab telah diucapkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Dalam Matius 23, misalnya Ia mengecam pemimpin-pemimpin agama pada zamanNya, mengatakan mereka orang munafik dan pemimpin palsu, serta memberitahukan mereka bahwa mereka akan dibuang selama-lamanya dari hadapan Allah.

Dalam Matius 10:34 Yesus berkata bahwa tujuan misiNya bukanlah untuk mempersatukan, melainkan untuk menceraikan. “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai, melainkan pedang”. Selanjutnya Ia berkata bahwa firmanNya akan menyebabkan akan menyebabkan seorang ayah anak laki-laki, seorang ibu melawan anak perempuannya, dan seorang menantu perempuan melawan ibu mertuanya (Matius 10:35).

Kita menjumpai penghukuman maupun kasih tersebar diseluruh Perjanjian Baru; belas kasihan, dan juga penghukuman tersebar diseluruh Perjanjian Lama. Allah adalah tetap dan tidak berubah, tetapi keadaan keadaan yang berbeda menuntut penekanan-penekanan yang berbeda pula. Oleh sebab itu, waktu kita membaca kedua Perjanjian itu dengan semestinya, keduanya menyatakan Allah Kudus yang sama, yang kaya akan rahmat, namun yang tidak akan membiarkan dosa tanpa dihukum.

Dikutip dari buku :
Josh Mc Dowel & Don Steward, JAWABAN BAGI PERTANYAAN ORANG YANG BELUM PERCAYA, Halaman 84-85.
http://www.sarapanpagi.org/allah-di-pl-dan-di-pb-vt15.html#p33

Sama.
Reff Artikel Yesus Kristus adalah YHVH Perjanjian Lama, di http://www.sarapanpagi.org/yesus-kristus-adalah-yhvh-vt41.html#p99

Ini adalah “penafsiran,” bahwa Malaikat TUHAN atau Malak YHVH adalah “theofani” Yesus Kristus, tapi ini masih debatable :slight_smile:
Karena pengertian ini dapat dibelokkan kepada pengertian kalangan SSY yang memang menganggap Yesus Kristus adalah inkarnasi dari Malaikat Mikhael.

Lihat artikel di http://www.sarapanpagi.org/bagaimana-pandangan-alkitab-tentang-malaikat-vt383.html bandingkan dengan http://www.sarapanpagi.org/yesus-kristus-adalah-malaikat-mikhael-vt2325.html#p12578

Tapi itu hanya dapat dimengerti oleh Chinese Speaker :slight_smile:

Penulisan dalam terjemahan bahasa Indonesia sebenarnya sudah cukup representatif, tidak perlu dipersalahkan.

Mengenai variasi tulisan dalam Alkitab Bahasa Indonesia yang menulis “Tuhan Allah”, “TUHAN Allah”, “Tuhan ALLAH”, dan “TUHAN ALLAH” (dalam variasi huruf minuscule-majuscule) dijelaskan di : http://www.sarapanpagi.org/yhvh-yehovah-study-kata-vt7.html#p12804

Selanjutnya Anda dapat mempelajari:
NAMA ALLAH (STUDY KATA 1), di http://www.sarapanpagi.org/nama-allah-study-kata-1-vt5.html#p10

NAMA ALLAH (STUDY KATA 2), di http://www.sarapanpagi.org/nama-allah-study-kata-2-vt6.html#p11

Saya pikir hal ini mudah.

Allah dan TUHAN adalah YHWH dalam PL. Dlm PB, Allah adalah Bapa dan Tuhan adalah YESUS. Jadi Bapa dan YESUS adalah YHWH dalam PL.

Simple faith…this is what so great about Christianity.

@ Robin,

Sementara saya setuju dengan kamu, pengakuan @ chris tidak bertentangan dengan pernyataan kamu. Cuma dia menulis dari sudut yg lain iaitu untuk membandingkan.

@ chris,

Sementara saya tidak mempermasalahkan statements kamu tentang keesaan Allah, saya keberatan apabila anda mengatakan bahwa Tuhan kita sama dengan Tuhan org seberang. Dalam beberapa hal saya setuju ia sama tapi sebagian besar jelas banget pertentangannya. Dari segi istilah, iya sama cth keesaan, kenabian dll tapi dari segi konsep sangat beda banget bahkan bertentangan. Cth, keesaan Allah, menurut Al-Kitab keesaan kita bersifat tritunggal dan relational manakala keesaan al-quran (Islam) mirip matematika/angka (satu seperti 1, 2, 3 dll).

Salam semua.

Salah satu kekhilafan kita ialah TIDAK melihat/menafsir PL dalam konteks PB. Karena itulah kita berkesimpulan bahwa Allah PB beda dengan Allah PL.

Btw, sila baca pertanyaan anda yg saya bold.

Jawapan di sini.

Yoh 8:58
Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”

“AKU TELAH ADA” dalam bahasa aslinya (Yunani) lebih jelas yakni EGO EIMI yang paralel dengan gelaran/apelatif YHWH dalam PL yakni ANI HU. PL dalam bahasa Yunani (Septuaginta) menterjemahkannya sebagai EGO EIMI. Jadi sangat tidak terbantahkan bahwa Yesus mengklaim diri-Nya YHWH, Allah yg disembah oleh umat PL.

Salah satu yang menyebabkan YESUS diteriaki “salibkan Dia, salibkan Dia” karena Dia berkata “Ego Eimi”, perhatikan ayat ini :

* Markus 14:61-62
14:61 LAI TB, Tetapi Ia tetap diam dan tidak menjawab apa-apa. Imam Besar itu bertanya kepada-Nya sekali lagi, katanya: “Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?”
KJV, But he held his peace, and answered nothing. Again the high priest asked him, and said unto him, Art thou the CHRIST, the Son of the Blessed?
The Orthodox Jewish Brit Chadasha, “But Rebbe, Melech HaMoshiach was silent and did not answer anything. Again the Kohen Gadol was questioning him and says to him, 'Are you the Rebbe, Melech HaMoshiach, HaBen Hamevorakh?”
TR, ο δε εσιωπα και ουδεν απεκρινατο παλιν ο αρχιερευς επηρωτα αυτον και λεγει αυτω συ ει ο χριστος ο υιος του ευλογητου
Interlinear, ho de {tetapi} esiôpa {tetap diam} kai {dan} ouden {sama sekali ridak} apekrinato {menajwab} palin {lagi} ho arkhiereus {imam Besar} epêrôta {bertanya} auton {dia} kai {dan} legei {berkata} autô {kepadaNya} su {Engkau} ei {adalah} ho khristos {MESIAS} ho huios {ANAK} tou {DARI} eulogêtou {YANG TERPUJI?}

14:62 LAI TB, Jawab YESUS: “Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit.”
KJV, And JESUS said, I am: and ye shall see the Son of man sitting on the right hand of power, and coming in the clouds of heaven.
The Orthodox Jewish Brit Chadasha, And Rebbe, Melech HaMoshiach said, 'Ani hu, and you will see the BEN HAADAM YOSHEV LIMIN HaGevurah UVA IM ANENEI HASHOMAYIM".
TR, ο δε ιησους ειπεν εγω ειμι και οψεσθε τον υιον του ανθρωπου καθημενον εκ δεξιων της δυναμεως και ερχομενον μετα των νεφελων του ουρανου
Interlinear, ho de {lalu} iêsous {YESUS} eipen {berkata} egô eimi {AKULAH DIA} kai {dan} opsesthe {kamu akan melihat} ton huion {Anak} tou anthrôpou {manusia} kathêmenon {duduk} ek {di} dexiôn {kanan} tês dunameôs {Yang Maha Kuasa} kai {dan} erkhomenon {datang} meta {dengan} tôn nephelôn {awan-awan} tou ouranou {di langit}

14:63 Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: "Untuk apa kita perlu saksi lagi?
14:64 Kamu sudah mendengar hujat-Nya terhadap Allah. Bagaimana pendapat kamu?" Lalu dengan suara bulat mereka memutuskan, bahwa Dia harus dihukum mati.

Penjelasan lanjut, bisa baca artikel AKULAH – I AM – ANI HU - EGÔ EIMI
di http://www.sarapanpagi.org/akulah-i-am-ani-hu-ego-eimi-vt2829.html#p16002

ia bener… tp intinya Tuhan kan cuma satu. n gak ada Allah lain selain Aku. seperti patik ke3.
yang km maksud tiga pribadi tu kan Allah Tritunggal. benar tak??

Thanks atas penjelasannya ya. Tapi saya sangat tidak setuju jika dikatakan TUHAN kita sama dengan tuhan agama sebelah.

Sodara kura- kura , Allah di perjanjian lama terlihat kejam karena "perjanjiannya " berbeda

Perjanjian lama adalah hukum taurad dimana hukum taurad adalah "hukum yang diminta umat israel sendiri "
kira-kira anda bisa berpikir gini g? seumpama anda meminta peraturan sama mama anda , tetapi anda melanggar peraturan yang diminta anda sendiri ?

nah perjanjian baru adalah "kasih karunia " dimana Allah sendiri lah yang memberikan anugerah kepada kita dengan cuma-cuma

jadi harus bisa dibedakan sodara kura-kura antara perjanjian baru dan perjanjian lama !

sekian

semoga bermanfaat

GBU

Sudah jelas berbeda bro, mereka tidak menerima Satu Allah yang terdiri dari 3 Pribadi, Allah Bapa , Allah Anak, Allah Roh Kudus.

Jawaban pertanyaan ini secara detail bisa dilihat di
The Case for Faith oleh Lee Strobel
http://www.4shared.com/document/keA0YuIl/evanglico_-lee_strobel-the.html

Salam

@semua, kenapa YESUS berkata “sebelum Abraham jadi”? Kenapa tidak berkata “sebelum alam semesta ini jadi”? Sehingga tidak menimbulkan kerancuan?
Aku pernah mendengar bahwa YESUS itu ciptaan? Bagaimana tanggapan kalian? Walupun aku sendiri masih yakin YESUS itu TUHAN.
Lalu mengapa dalam PL bangsa israel di izinkan untuk berperang dan membunuh? Apakah itu tidak mengotori tangan mereka dengan darah? Apakah dapat aku katakan kalau perbuatan itu sama aja dengan pengikut agama sebelah yang membunuh dengan mengatasnamakan allah sebagai pembelaan diri? Apakah perbuatan itu dapat dibenarkan?

Syallom…
Allah Maha Kasih, jaman PL dan jaman sekarang masih sama…
Allah cemburuan, jaman PL dan jaman sekarang masih sama…
Allah menghukum manusia yang tidak menurut, jaman PL dan sekarang masih sama…

Ananias dan Safira hidup di zaman PB, kan mrk juga kena hukuman langsung…sekarang ini, bukan tak mungkin banyak orang yg telah menemui ajalnya merupakan hukuman Tuhan tapi kita tidak tahu…Kematian massal di Menara Kembar, di Tsunami Aceh, dan di tempat2 lain juga mungkin merupakan hukuman yang diijinkan Tuhan bagi mrk yang melawan Tuhan… GBU.

Karena Tuhan Yesus sedang berbicara dengan bangsa Yahudi yang sangat menghormati Abaraham, sewaktu menjelaskan keadaan orang mati dan orang hiduppun, Tuhan Yesus memakai Abaraham.

Tuhan Yesus adalah Anak Allah, penciptaan juga di lakukan oleh Anak Allah, kejadian dan Yoh 1 .

Apa yang di katakan Alkitab, dengan jelas mengatakan tentang kesatuan Allah Bapa dan Allah Anak, di Yohanes, itulah yang menjadi kepercayaan kita.

Saksi Yehuwa, mengatakan Tuhan Yesus adalah ciptaan, yang mereka ambil dari Amsal, tetapi kita menolak itu, karena Alkitab jelas mengatakan bahwa Tuhan Yesus adalah Anak Allah.

Mengenai sejarah bangsa Israel, memang itulah yang terjadi, kehendak Allah memusnahkan penyembahan berhala, Israel hanya melakukan apa yang di perintahkan Allah, bukan meniru agama seberang, tetapi justru mereka meniru bangsa Israel.

Allah Kudus, membenci dosa, Allah pencemburu, tidak mengijinkan kita berpaling pada berhala, bagaimana cara Tuhan bekerja, keadilan Allah yang menghendaki penghukuman atas dosa.

Bagi kekudusan dan keadilan Allah, hal yang menjijikkan, penyembahan berhala.

Perintah Allah adalah benar, manusia tidak dapat mempertanyakan cara bekerja Allah yang adil dan kudus.

Jika begitu adanya, berarti perbuatan agama sebelah membunuh dan membantai orang2 dengan mengatasnamakan allah mereka adalah benar?
Kalau begitu, bukankah kita juga dapat melakukan hal yang sama terhadap mereka?