apakah anak kecil/bayi yang meninggal masuk kedalam KerajaanNya?

apakah anak kecil/bayi yang meninggal masuk kedalam KerajaanNya?
begitu banyak ibu muda yang melakukan aborsi,dan juga banyak pula anak kecil yang meninggal karena sakit,karena kecelakaan,karena bencana alam,dll.
tapi rasa penasaran yang menjadi pertanyaan?

Salam damai sejahtera dalam Kristus Yesus.

Sekalipun manusia memiliki kuasa atas manusia, kuasa itu tidak berlaku terhadap bayi dalam kandungan sampai usia delapan hari, karena itu adalah Allah langsung yang berkuasa atas itu.

Tentang masuk ke dalam kerajaan surga, hanya karena Dua Kasih Terutama, manusia dapat tinggal selamanya di surga, tidak hanya dengan salah satu dari Dua Kasih Terutama itu saja.

Bayi dalam kandungan sampai usia delapan hari memiliki tujuan dalam hidupnya sesuai yang ditetapkan oleh Allah yaitu mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri.

Bayi yang mati pada saat kandungan sampai usia delapan hari, apakah ada manusia yang menyalahkan ibunya?

Apakah ada juga yang berkata bahwa jika seorang anak dilahirkan dan ibunya meninggal dunia, berarti anak itu yang membunuh ibunya?

Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. (Roma 5:12

Ada yang beranggapan bahwa keselamatan bayi tidak ada hubungannya dengan keadilan bagi anak kecil maupun keadilan Allah. Namun, mengingat sifat kemurahan Allah, dapat kita katakan bahwa Allah tidak mungkin menjatuhkan penghukuman kekal pada bayi.

Pada Kejadian 18, Abraham berbicara pada Allah tentang penangguhan penghancuran Sodom dan Gomorah. Abraham memohon kemurahan Allah, “Masakan hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil? (ayat 25)” Bagi Abraham tidak mungkin Allah menjatuhkan hukuman pada mereka yang tidak layak menerimanya. Ia menantang Allah sebagai hakim yang adil pastilah melakukan yang hal benar. Sebagai jawabnya, Allah berjanji tidak akan menghancurkan kota itu jika didapati sepuluh orang benar yang tidak berbuat kejahatan. Sayangnya, tidak terdapat sepuluh orang benar disana. Walaupun demikian Allah membuktikan kemurahannya dengan menyelamatkan Lot dan anak-anak perempuannya dari kehancuran.

Selama ia tidak mengetahui baik atau jahat, tidak melakukannya seperti Adam dan Hawa dulu, Ia pasti masuk kerajaan surga, Tuhan menilai dari pengetahuan kita, kalau kita tahu dan tetap melakukan kejahatan, upah dosa itu maut!

Shalom,
Thread ini kayanya dulu udah ada di FK… sampai pada berpendapat :

  • Semua Bayi yang mati akan masuk dalam kerajaan Sorga ( have no Sin )
  • Bayi itu akan diselamatkan oleh Iman orang Tua nya .
  • Bila ORTU nya bertobat dan terima YESUS maka bayi tersebut selamat.
    Kalau dari buku kesaksian “Embraced by the Light” sepertinya semua bayi yang mati baik itu Aborsi/ lahir mati/ kecelakaan semua kembali ke Sorga dan akan bertemu kembali dengan ORTU nya nanti… ( Tuch juga kalau Ortunya mengasihi Tuhan YESUS )

JESUS Blessing.

Status bayi dan anak yang meninggal tetap dalam status berdosa, karena dosa Adam.

Tetapi perbuatannya belum berdosa, karena bayi belum berbuat apa2.

Karena status yang berdosa memerlukan penebusan darah Kristus, kembali lagi hanya Tuhan yang mengetahui keadaan bayi dan anak2 yang meninggal.

Sis RITA nggak usah bingung akan status bayi itu, dan jangan lupa yang dikatakan Paulus, Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. (Roma 5:12)

Perhatikan yang dikatakan Paulus “semua orang telah berbuat dosa” oleh karena dosa yang masuk kedunia yang disebabkan oleh dosa satu orang (Adam). Artinya Paulus sudah men-cap bahwa semua orang termasuk bayi itu sudah melakukan dosa. Kalau bayi itu keburu mati …

Bayinya kan belum dapat melakukan apa2, status memang seperti di katakan Paulus, status berdosa.

Doing dan Being berbeda, being nya dosa, tetapi doing nya belum melakukan apa2 , lalu meninggal, harus di bedakan.

Tetap saja Tuhan yang memilih , merupakan rahasia Allah.

@ardilin
Saya melihat dari sisi ini…
Ayat alkitab menyatakan, apabila seorang anak menginsyafi apa yang dilakukan oleh ortunya dan tidak melakukan kejahatan yang dilakukan ortunya maka dia akan mendapat pengampunan dan dilepaskan dari kutuk yang ditujukan kepada ortunya sebagai hukuman atas kejahatannya.
Nah mari kita lihat bayi, dari titik nol sampai dia bisa berfikir, katakanlah kurang lebih balita. Dalam masa itu seorang anak apakah melakukan dosa ortunya? Misal ortu berzinah apakah anak itu juga berzinah? Tidak. Jadi sampai dalam koridor waktu tertentu, sang anak sudah menginsyafi dosa ortunya. Jadi “pengampunan” Tuhan sudah ditangan.
Tentang penyembahan, apakah bayi tahu apa yang dilakukannya? Tidak. Jadi sampai koridor waktu tertentu bayi itu masih tetap ditangan Tuhan sampai dia bisa memutuskan sendiri. Jadi mereka masih dikatakan dalam koridor “menginsyafi” kejahatan ortu.

Lalu bagaimana dengan dosa waris? Ada. Tetap ada. Tapi ingat, dia secara pribadi tidak melakukan kejahatan itu, jadi dosa waris tidak mengikat keselamatan dia menurut saya karena dosa itu masih merupakan “benih dosa”. Logic nya begini. DNA sang ayah mewariskan sifat yang sangat jelek, yaitu ringan tangan dan emosi sangat tinggi serta egois, tetapi apakah dia sudah melakukan itu? Tidak anak masih hanya punya benih, bukan punya pohon, jadi dia gak bisa dihakimi dengan buah yang dihasilkan karena didalam dirinya hanya ada benih bukan pohon yang berbuah.

Demikian sejauh yang saya pahami dari pernyataan Tuhan didalam FT. Karena Tuhan itu adil. Dia akan menetapkan segala sesuatu secara adil. Ingat taurat ada untuk menjadikan dosa adalah dosa, maka apa yang dosa menjadi jelas dan dimengerti manusia, sehingga manusia bisa dihakimi. Kalau bayi sama sekali belum mengerti artinya “penghakiman atas dia dengan dasar hukum tertulis tidak akan dilakukan Tuhan”. Tetapi hukum kasih karunia yang berlaku bagi sang bayi. Dan kasih karunia terbesar adalah “pengampunan Tuhan”. Jadi siapapun bapaknya atau ibunya, sejahat apapun, dan percaya atau tidak kalau dia masih dalam batasan “belum bisa mengerti”, maka pengampunan Tuhan masih berlaku “secara otomatis”.

Kata Yesur :

biarkanlah anak anak dtang kepadaku

GBU