Apakah bahasa roh sifatnya wajib?

Persoalan tentang bahasa roh adalah salah satu persoalan yang sangat simpang siur dalam gereja Kristen, khususnya dikalangan kharismatik.

Mengapa bahasa roh yang dalam gereja tententu malah diharuskan?

Jawabannya ADA DISINI, pak !
1 Korintus 14 :
22 Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.
Kira2 apakah orang yg berbahasa Roh itu perlu DIBANGGAKAN atau PERLU DIISI untuk terus Belajar menaikkan Iman Bayinya menjadi Iman yg Dewasa, pak ? Bisa ambil kesimpulan dari ayat diatas !
Ini sekedar ayat Tambahan lainnya :
1 Korintus 12 :
27 Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.
28 Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh.
29 Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat,
30 atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh?
31 Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi.

I Korintus 14 :
1 Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.
2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
3 Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur. 4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.
5 Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun.

6 Jadi, saudara-saudara, jika aku datang kepadamu dan berkata-kata dengan bahasa roh, apakah gunanya itu bagimu, jika aku tidak menyampaikan kepadamu penyataan Allah atau pengetahuan atau nubuat atau pengajaran? 7 Sama halnya dengan alat-alat yang tidak berjiwa, tetapi yang berbunyi, seperti seruling dan kecapi–bagaimanakah orang dapat mengetahui lagu apakah yang dimainkan seruling atau kecapi, kalau keduanya tidak mengeluarkan bunyi yang berbeda? 8 Atau, jika nafiri tidak mengeluarkan bunyi yang terang, siapakah yang menyiapkan diri untuk berperang?
9 Demikianlah juga kamu yang berkata-kata dengan bahasa roh: jika kamu tidak mempergunakan kata-kata yang jelas, bagaimanakah orang dapat mengerti apa yang kamu katakan? Kata-katamu sia-sia saja kamu ucapkan di udara!
10 Ada banyak–entah berapa banyak–macam bahasa di dunia; sekalipun demikian tidak ada satupun di antaranya yang mempunyai bunyi yang tidak berarti. 11 Tetapi jika aku tidak mengetahui arti bahasa itu, aku menjadi orang asing bagi dia yang mempergunakannya dan dia orang asing bagiku. 12 Demikian pula dengan kamu: Kamu memang berusaha untuk memperoleh karunia-karunia Roh, tetapi lebih dari pada itu hendaklah kamu berusaha mempergunakannya untuk membangun Jemaat.

13 Karena itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia harus berdoa, supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya.

Simpang siur maksudnya apa?

Adakah gereja/denom yg mengharuskan? apa alasannya?

Setahu saya, tidak ada gereja yang mewajibkan bahasa roh. Tapi gak tahu ya kalau ternyata ada gereja yang mewajibkannya. Mungkin lebih tepatnya mengajak jemaat untuk berdoa bersama, nanti Tuhan yang beri karunia bahasa roh.

Salam kenal, Sdr. Daniel.
Saya mau nanya nih, apakah bisa berbahasa roh adalah suatu tanda mutlak bila seseorang memiliki Roh Kudus di dalam hatinya?
Terima kasih.

Tidak mas bro…itu karunia…:smiley:

Thanks atas jawaban anda, Sdri. Rennati.

Salam
hihi tambahin dikit ya om. :ashamed0002:
Bahasa Roh itu yg berbahaya kl kita tidak mengerti yg kita ucapkan, apakah memuliakan Tuhan or menghujat Tuhan?mana tau kan tidak ada penerjemah sedangkan Rasul Paulus menyatakan harus.

Dan kalau tanya kenapa lebih kepada Kharismatik= Kharis=karunia2 dan nubuatan.
Jadi memang hanya org Kharismatik yg lebih fokus dlm mendapatkan Karunia2 dan nubuatan akan hari depan.
Bahasa Rohnya akan terlihat ketika masuk dalam Penyembahan sebelum kotbah dimulai biasanya. :slight_smile:

Ouwww, sdr atau sdri Rennati nih? :slight_smile:

Sodara aja bro…

Sdr tapi penampilannya kaya propictnya?

setahu ane alkitab mengatakan bahasa roh itu untuk membangun diri/iman sendiri. Apakah harus atau tidak saya tidak tahu, tapi ya perlu, karena kita kan perlu dibangun.

Propic tidak menggambarkan siapa saya mas bro…kalau saya pake propic buaya, masa iya artinya saya buaya?

Kalau ga dapat karunia ya jangan maksa harus bisa bahasa roh mas…:smiley:

Klo yang wajib itu bukan bahasa roh, namun buah roh itu memang seharus wajib dimiliki oleh setiap orang percaya sedangkan karunia roh (khususnya bahasa roh) tidak wajib. sebab?

Lanjutkan bro :afro:

bahasa roh yang sekarang hanya gaya2an… biar kelihatan LEBIH ROHANIS… he he, apa itu rohanis…
ANAK ANAK TUHAN HARUS ROHANIS… :uglystupid2:
what a lie…

Bahasa roh tidak wajib, sebab karunia roh (bahasa roh) tidak semua orang miliki, tidak semua orang diberikan karunia itu.

Sama juga hal dengan mengajar ada orang diberikan, tetapi yang lain tidak, ada orang diberikan karunia kesembuhan, yang lain tidak.

Jadi pemberian karunia itu bergantung dari Roh sebagaimana kata alkitab 1Kor. 12:11Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya. (dibaca mulai dari ayat 8)

Sehingga dengan mewajibkan orang berbahasa roh maka itu adalah pemaksaan 1 karunia rohani terhadap semua orang dan ini jelas bertentangan dengan sifat karunia yang diberikan menurut kehendak ROH KUDUS.

1Kor. 12:8 Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. 12:9 Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. 12:10 Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. 12:11 Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.

klo di lingkungan gereja ane sih(kharismatik) klo ada jemaat yg ga bisa bahasa roh bakalan dikucilkan dari pergaulan(walaupun bahasa roh itu sendiri tidak diwajibkan).even if they don’t want to admit it but they still do it unconsciously.

setuju banget deh,salah satu alasan yg bikin ane ogah ikut komsel di area ane skrng krn sudah berubah jd ajang siapa yg doanya paling keren & ngeroh(sementara pengajaran & sharing firmannya cenderung cetek banget & ga membangun :mad0261: ).klo ane komplain malah ditanggepinnya kira2 begini “Emang situ bisa lebih baik dari saya?” :capekdeh .

Digerejaku kalau belum berbahasa Roh,oleh bpk gembalaku dianggap blm dipenuhkan dg ROH KUDUS.Orang tsb sdh ada ROH KUDUS dlm hatinya,tetapi blm penuh.
Hatinya itu spt gelas yg terisi air hny setengah/ sebagian saja.
Kl sdh bisa berbhs Roh barulah dibilang sdh penuh RK.
Oleh sebab itu beliau selalu mendorong jemaatnya untuk teruuus meminta spy dipenuhkan dg RK.
Apa benar demikian?

Kalau ada ayatnya berarti benar… :smiley: