Apakah benar, ada dosa besar dan dosa kecil?

Beberapa waktu yang lalu kebetulan saya mengikuti kebaktian bulanan yang dilaksanakan oleh perusahaan tempat saya bekerja. Yang membawa Kotbah pada waktu itu salah seorang ibu dari salah satu gereja.

Saya merasa kurang nyaman pada waktu itu ketika sang “hamba Tuhan” menyebutkan bahwa ada dosa yang tidak membawa kepada kebinasan.

Mungkin saya masih berpegang teguh kepada pemahaman bahwa upah dosa ialah maut. Rom 6:23 (baca: semua dosa membawa kebinasaan).

Bagaimana tanggapan anda, apakah memang benar ada pengklasifikasian dosa?

Bisa diperjelas lagi mba/mas…?
Apa dasar ayat sang ibu berkata demikian ?

Setahu saya semua dosa besar kecil sama saja.
Dosa = kecemaran.

akibat nila setitik rusak susu sebaskom.

Mungkin ibu itu sedang mencontohkan pembunuhan yg tidak disengaja…?

Misalnya dia sedang mengendarai mobil yg dia tak tahu bahwa mobilnya rem blong… terus dia nabrak anak kecil sampai mati. Itu pembunuhan tapi dia kan ngga sengaja.

Mungkin begitu…

salam

coba baca 1 Yoh 5:16-17.
cicil pernah buka topic sejenis ini, coba saja baca di “dosa yg tidak mendatangkan maut” thread pendalaman alkitab

1 Yoh 5 : 16 - 20

sis cicilia.

Semua manusia sudah berdosa, karena Dosa Adam yang telah menjalar ke umat manusia.
Didalam status berdosa, manusia hanya mampu berbuat dosa, mereka sudah berada dibawah penghukuman Tuhan.

Oleh kasih karunia Tuhan yaitu pemberian cuma2 yang diberikan pada manusia berdosa yang tidak layak, pengampunan bagi siapa yang menerima Tuhan YESUS sebagai Tuhan dan Juru selamat.

ROH KUDUS yang bekerja didalam hati manusia, memampukan dia untuk mengerti dan menyadari dosa2nya, berbalik dari hidupnya yang lama, dan dikuduskan oleh Tuhan, dipisahkan dari dunia dan di khususkan bagi Allah.

Ayat 19 Seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.

Itu makanya kita yang telah dipisahkan dari dunia dan dikuduskan dilahirkan dari Allah, kita mempunyai kemampuan untuk menolak dosa. dengan pertolongan ROH KUDUS.

Karena ayat 18, mengatakan kita yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi, karena Allah melindungi kita.

Dosa yang mendatangkan maut adalah apa saja yang dilakukan orang2 yang masih berada di dalam status berdosa, dia tetap berada dalam maut, karena dia hanya mampu berbuat dosa.

Dosa yang tidak mendatangkan maut, adalah bagi anak2 Tuhan yang sudah dikuduskan, yang lahir dari Allah.

Orang ini walaupun sudah lahir baru, dalam keadaan masih didalam daging, dia tetap dapat jatuh kedalam dosa.

Selam kita masih di dunia ini, perjuang kita melawan roh2 yang ada di udara, pengikut setan dan setan.

Daging kita lemah, kata Paulus di Roma. itu makanya kita tetap dapat jatuh didalam dosa.

Itulah perjuang hidup kita selama di dunia ini, karena setan juga tidak mau diam.
Kedagingan dan keinginan kita yang masih di dunia masih ada, memang itu perjuangan kita sampai kita dipanggil Tuhan.

Karena karya salib Tuhan YESUS, darah Nya yang menyucikan kita, apabila kita minta ampun dengan sungguh, maka Dia yang adalah setia, mau mengampuni dosa kita.
Karena pengudusan yang telah dilakukan oleh Tuhan, sekali untuk selamanya.

Tapi bukan berarti kita boleh hidup eenaknya Roma 6

Itulah perbedaan antara dosa yang mendatangkan maut, yaitu bagi orang belum percaya pada Tuhan.

Dosa yang tidak mendatangkan maut adalah dosa yang dilakukan orang2 yang telah percaya.

cheesy

hooo… kurang ya kak…
oceoce…

tp penjelasan kakak tetep keren… :smitten:

Utk Sdr. Cicilia, thanks ya atas infonya, maklum aku baru bergabung dalam forum ini.

Sedangkan utk Sdr. Rita Ratina, saya semakin bertambah tidak nyaman dengan penjelasannya khususnya dalam kalimat/paragraf penutup yang menyatakan sbb: “Dosa yang tidak mendatangkan maut adalah dosa yang dilakukan orang2 yang telah percaya”.

Inti daripada kalimat yang Sdr.sebutkan itu hampir persis sama dengan apa yang disampaikan oleh “hamba Tuhan” yang saya sebutkan diatas. Seakan-akan orang-orang percaya masih diberi ruang untuk melakukan dosa dengan alasan, antara lain kita masih berada di dunia, masih hidup dalam kedagingan kita, dstnya.

Tentu kita tidak diperkenankan untuk berbuat dosa. Namun kita masih hidup di dalam kedagingan kita sebagai manusia, yang masih dapat berbuat dosa. Jika kita mengaku “tidak berdosa” maka kita adalah “pembohong/pendusta”, itulah sebabnya ada bagian dalam doa Bapa kami, yang mengakui dosa dan memohon ampunan.

1 Yohanes
1:8. Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.
1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
1:10 Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita

Salam

Ada dosa yang mendatangkan maut dalam arti tidak bisa diampuni yaitu dosa menghujat Roh Kudus.
Barang kali hamba Tuhan itu ingin membandingkan dengan dosa menghujat Roh Kudus ini.

Kalau kamu tetap takut, bagus, karena hati nurani kamu peka.
Orang yang sudah lahir baru, telah di kuduskan oleh darah Kristus yang mati untuk menebus kita, oleh Roh Kudus kita diberi hati yang baru dan hati yang mau taat, untuk melakukan kehendak Tuhan.

Hanya saja kita ini masih tinggal dalam daging, sudah di selamatkan, SUDAH,sudah di kuduskan, SUDAH, tapi selama kita masih masih tinggal dalam daging, seperti yang di katakan Paulus di Roma, kita masih dapat jatuh dalam dosa, kan bro santo sudah jelasi.

Kita dapat jatuh dalam dosa,karena kita belum sempurna mendapatkan keseluruhan dari keselamatan kita, kalau nanti kita sudah mendapat tubuh bangkit yang baru, setelah kedatangan Tuhan yang ke dua kali, barulah kesempurnaan itu terjadi pada kita.

Tapi selama kita masih hidup di dunia ini, Paulus mengatakan, aku melakukan yang tidak aku suka, dia juga berjuang melawan dosa, ini lah hidup kita yang harus kita jalani di dunia ini.

Hanya saja, ada Roh Kudus yang mendampingi kita selama perjalanan ini, puji Tuhan, Roh Kudus memampukan kita didalam perjuangan ini, Efesus 6 mengatakan perlawanan kita adalah pada roh2 yang ada di udara ini, pakailah perlengkapan rohanimu, janganlah takut, karena Tuhan senantiasa mendampingi kita di dalam pergumulan ini, juga saudara2 seiman senantiasa menolong dan menguatkan dan saling mendoakan, percaya lah kamu dapat melaluinya.

dosa besar adalah : percaya bhw dosa kecil itu tidak sanggup dihapuskan oleh darah Tuhan

salam kenal semua …

ttg topik dosa besar & dosa kecil , dosa yg mendatangkan maut & dosa yang tidak mendatangkan maut di atas ,

saya masih bingung …

menurut sis rita dosa yg tidak mendatangkan maut adalah dosa yg dilakukan oleh orang yang telah percaya ( anak Tuhan ) 1 yoh 5 :16-20

jadi , jika orang sudah percaya Yesus adalah Tuhan dgn segenap hati & jiwa, telah dibaptis, namun kadang jatuh ke dalam dosa karena kedagingan yang ada dalam dirinya , mohon ampunan , diampuni oleh Tuhan Yesus, maka Tuhan Yesus akan menghapus dosa dosa kecil tsb dan tidak mempermasalahkan hal itu lagi sehubungan dengan keselamatan ybs di kemudian hari , karena berpegang pada ayat 1 Yoh 5 : 16 - 20 & 1 Yoh 1 :8-10

pertanyaan no 1 : darimana kita bisa tahu seseorang adalah anak Tuhan atau bukan ? yg menilai diri pribadi ybs atau orang lain atau Tuhan ?

pertanyaan no 2 : Lantas bagaimana dgn ayat yg fenomenal Roma , yg mengatakan Upah dosa adalah maut ? tidak ada pemisahan dosa yg dilakukan orang tidak percaya & dosa yg dilakukan oleh orang percaya… di ayat roma hanya menggeneralisasikan dosa , pokoknya berbuat dosa , upahnya maut … tidak peduli siapa yg melakukan , bukan begitu ?

berarti ayat Yohanes & Roma bertentangan ?

pertanyaan no 3 utk saudari rita ratina , dosa apa yg biasanya dilakukan oleh anak Tuhan karena kedagingannya ?

mohon penjelasannya …

thank u very much …

Pernah dibahas disini…

Bukan dosa besar dan dosa kecil
Tetapi
Dosa yang membawa maut dan dosa yang tidak membawa celaka
Maut yang dimaksud adalah saat hidup didunia ini
Berkaitan dengan hukum Taurat ada dosa yang harus dihukum mati dihadapan umat.

Jadi sekali lagi bukan besar kecil.

pertanyaan no 1 : darimana kita bisa tahu seseorang adalah anak Tuhan atau bukan ? yg menilai diri pribadi ybs atau orang lain atau Tuhan ?

Hanya Tuhan dan pribadi itu sendiriyang tahu.

Karena kadang kita melihat seseorang pengetahuan pengenalan Tuhan luar biasa hebatnya dan banyak mengetahui tentang ALKITAB, ternyata hanya di pikirannya saja dan otaknya, tetapi HATI NYA TIDAK DAN TIDAK MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH.

ALKITAB mengatakan :
Matius 7:21
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

pertanyaan no 2 : Lantas bagaimana dgn ayat yg fenomenal Roma , yg mengatakan Upah dosa adalah maut ? tidak ada pemisahan dosa yg dilakukan orang tidak percaya & dosa yg dilakukan oleh orang percaya.. di ayat roma hanya menggeneralisasikan dosa , pokoknya berbuat dosa , upahnya maut ... tidak peduli siapa yg melakukan , bukan begitu ?

Upah dosa adalah maut adalah ditujukan kepada SEMUA MANUSIA BERDOSA.

Tetapi setelah orang itu disucikan oleh darah Kristus melalui LAHIR KEMBALI , Yoh 3 : 5 ; Titus 3 : 5 , maka status orang itu telah berurbah dari berdosa menjadi KUDUS Ef 1 : 4.

Orang percaya yang status / beingnya telah KUDUS, tetap dapat jatuh kedalam dosa 1 Yoh 1 : 8- 10.
Karena orang percaya terdiri dari daging yang lemah

Matius 26:41
Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."

Yohanes 3:6
Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.

LAHIR BARU secara Rohani, sedangkan daging belum dirubah,

Roma 8:10

Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.

1 Korintus 15:44
Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.

2 Korintus 3:18
Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

Jadi selama kamu dari daging, kamu masih dapat jatuh kedalam dosa, tetapi kalau kamu akui segala dosamu, maka Tuhan akan mengampuni kita.

Darah Kristus menyucikan dosa dosa kita sebelum bertobat menjadi kudus statusnya,

tetapi setelah itu kita masih dapat jatuh kedalam dosa, maka Roh Kudus akan menegor hati nurani kita unutk bertobat, dan meminta ampun seperti yang di 1 Yoh 1 : 8-10.

Bersambung

Tetapi segala dosa kita tidak akan diingat2 lagi oleh Allah.
Roma 4
4:7 "Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya;

Ibrani 8:12 Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka."

Roma 6
6:1 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?

Roma 6
6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?

Roma 6
6:6 Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.

Roma 6
6:12 Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.

Roma 6
6:13 Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.

Roma 6
6:16 Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran?

Roma 6
6:22 Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.

Roma 7
7:20 Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku.

Silakan membaca Roma 6 dan 7 , seluruhnya dengan perlahan2 anda akan mengerti juga bahwa setelah bertobat, kita menjalni PROSES PENGUDUSAN KITA , PAULUS DENGAN SUSAH PAYAH JUGA MENJALANINYA, MEMBUANG SIFAT2 LAMA KITA.

berarti ayat Yohanes & Roma bertentangan ?

Sama sekali tidak, Yohanes menunjukkankan Jalan keselamatan, memperkenalkan Allah Tritunggal.

Roma , menunjukkan semua manusia berdosa, berada dibawah penghukamn Allah, jalan keselamatan, dan proses pengudusan kita, dengan membuang sifat2 lama kita yang bertentangan dengan kehendak Allah.

pertanyaan no 3 utk saudari rita ratina , dosa apa yg biasanya dilakukan oleh anak Tuhan karena kedagingannya ?

Wah, setiap manusia mempunyai keinginan yang berbeda2, tetapi yang paling umum adalah berbohong, mengingini milik orang lain , dll.

Semua manusia mempunyai kebiasaan yang berbeda, kembali lagi harus introspeksi diri sendiri dengan berdasarkan ALKITAB sebagai pedoman hidup kita.

semua dosa tidak berkenan dihadapanNya,sebab Dia Maha Kudus. jadi orang yg berdosa tidak mungkin tahan akan KemuliaanNya yang Maha Kudus.

dosa besar maupun kecil = tetap jadi dosa.

Setuju bro, hanya saja bagi dosa pada orang berdosa, akan menuju kebinasaan.

Tetapi orang orang percaya yang telah dilahir barukan, dosa mereka tetap diampuni , karena status mereka telah KUDUS, dan itu tidak pernah akan berubah.

Hanya saja apabila dia meminta ampun , dosanya diampuni.

Apabila dia tidak meminta ampun, dia akan mempertanggung jawabkan dihadapan Tuhan , pada saat penghakiman orang orang percaya.

Bukan untuk kebinasaan, tetapi mempertanggung jawabkan KESELAMATAN YANG TELAH DITERIMANYA.

TANGGUNG JAWABNYA sebagai ANAK ALLAH, proses PENGUDUSAN yang wajib dijalaninya dengan tekun dan takut.

Disanalah akan menentukan reward yang akan diterima masing2.

Roma 6
6:19 Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan.

1 Kor 3 : 13 -15
3:13 sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.

3:14 Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.

3:15 Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.

sis Rita ,reward yang di sini apa ?apa mahkota kehidupan?
tanggung jawab Anak anak Allah apa disini yang membawa kepada pengudusan?

maksud dari 1 kor 3:13-15 berarti orang kudus tetap diselamatkan walau pekerjaannya terbakar dan menderita kerugian.jadi upahnya bernilai kecil?

Upah dan reward sama ya, mahkota adalah tanda kita anak anak Allah.

Maksud Paulus di Korintus, didalam kita mengerjakan pengudusan, memisahkan sifat lama kita , kadang kita berhasil baik buang sifat lama kita yang tidak meurut kehendak Allah.

Kadang kita gagal membuang sifat2 lama kita, sehingga apa yang dikerjakan kita jelek dan rugi.

Tidak gampang membuang sifat2 lama kita, harus merupakan pekerjaan yang memerlu perjuangan, dan sungguh memohon pertolongan Tuhan, supaya kita mampu

Pengudusan , berasal dari kata kudus , memisahkan.

Apa yang dipisah, ya sifat2 lama kita, dan apa yang kita lakukan pada kehendak Allah, berhasil dengan baik atau buruk.

Itulah yang dimaksudkan oleh Paulus, banyak ayat ayat yang mengajarkan kita melakukan pengudusan dengan
tekun dan tanpa bersungut2.

Filipi 2:14 Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,

Yakobus 5:9 Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.

Di Yakobus menyebut jangan dihukum, bukan tentang kebinasaan, tetapi tentang Pengudusan di Korintus diatas.

Dosa besar dan dosa kecil kalau maksudnya mengenai bobot dari dosa yang satu dengan lain.
Aku rasa sama tidak ada dosa besar dan dosa kecil.

Tapi kalau untuk banyak dan sedikit aku rasa ada. Maksudnya tentang frekuensi berapa x melakukan dosa.

Dan mereka semua sama2 dapat upah yang sama maut.
Tapi mintalah ampun pada Tuhan, biar diberikan pengampunan.