apakah benar orang jepang itu nenek moyangnya orang israel?

Israel Datang ke Jepang
Oleh: Arimasa Kubo

Upacara tradisional di Jepang bisa jadi merupakan jejak bahwa Yahudi dan 10 Suku Hilang Israel datang ke Jepang kuno.

http://img824.imageshack.us/img824/5204/9r5z.jpg
http://img46.imageshack.us/img46/5272/yyjo.jpg

Festival di Jepang yang Mengilustrasikan Kisah Ishaq
Di prefektur Nagano, Jepang, terdapat sebuah kuil besar Shinto bernama “Suwa-Taisha” (Shinto adalah agama tradisional khas Jepang). Setiap tanggal 15 April, di Suwa-Taisha diadakan festival tradisional bernama “Ontohsai”. Festival ini mengilustrasikan kisah Ishaq dalam bab 22 Genesis, Bibel, yaitu, kisah mengenai Ibrahim yang hendak mengorbankan putranya sendiri, Ishaq. Festival “Ontohsai” diselenggarakan sejak zaman dahulu kala dan dianggap sebagai festival terpenting di “Suwa-Taisha”.

http://img689.imageshack.us/img689/3552/xxzj.jpg

Di sebelah kuil “Suwa-Taisha”, ada sebuah gunung bernama Gunung Moriya (dalam bahasa Jepang disebut “Moriya-san”). Penduduk di area Suwa memanggil dewa Gunung Moriya dengan sebutan “Moriya no kami”, yang berarti “dewa Moriya”. Pada festival tersebut, seorang anak laki-laki diikatkan dengan tali pada sebuah pilar kayu, lalu ditempatkan di atas tikar bambu. Seorang pendeta Shinto menghampiri sang anak sambil menyiapkan sebilah pisau, namun kemudian seorang pembawa pesan/messenger (pendeta lainnya) datang, dan anak laki-laki tersebut dibebaskan. Ini mengingatkan kita pada kisah ketika Ishaq dibebaskan setelah malaikat datang pada Ibrahim.

http://img208.imageshack.us/img208/4109/posd.jpg

Pada festival ini, pengorbanan binatang juga dilakukan. Sebanyak 75 ekor rusa dikorbankan, tapi di antara jumlah tersebut diyakini bahwa ada seekor rusa yang kupingnya cacat. Rusa ini dipercaya telah dipersiapkan oleh tuhan. Hal ini mungkin ada kaitannya dengan biri-biri jantan yang dipersiapkan tuhan dan kemudian dikorbankan setelah Ishaq bebas. Namun di zaman dahulu, penduduk berpikir bahwa kebiasaan pengorbanan rusa ini adalah hal yang aneh, sebab pengorbanan binatang bukanlah sebuah tradisi Shinto.

http://img854.imageshack.us/img854/5629/c9os.jpg

Penduduk menyebut festival ini sebagai “festival untuk dewa Misakuchi”. “Misakuchi” mungkin berasal dari “mi-isaku-chi”. “Mi” berarti “besar”, “isaku” mungkin saja “Ishaq” (dalam bahasa Hebrew adalah “Yitzhak”), dan “chi” adalah sesuatu (semacam partikel-pen) yang dipakai untuk akhir suatu kata. Tampaknya penduduk Suwa menjadikan Ishaq sebagai dewa, mungkin karena pengaruh dari para penyembah berhala.
Kini upacara pengorbanan anak laki-laki dan pembebasannya tersebut tak lagi dipraktekkan, tapi kita masih bisa melihat pilar kayu yang disebut “oniye-basira” yang berarti “pilar pengorbanan” (sacrifice-pillar).

http://img34.imageshack.us/img34/5537/cro9.jpg

Kini penduduk menggunakan binatang tiruan (stuffed animal/binatang sumpalan) sebagai pengganti bintang asli dalam melaksanakan pengorbanan. Bagi rakyat di zaman Meiji (sekitar 100 tahun lalu), mengikat seorang anak laki-laki yang diikuti dengan pengorbanan binatang dianggap sebagai perbuatan biadab, dan kebiasaan tersebut dihentikan. Tapi festival itu sendiri hingga hari itu masih berlangsung.

Upacara pengorbanan anak laki-laki tersebut dipertahankan hingga permulaan zaman Meiji. Masumi Sugae, seorang terpelajar Jepang dan pencatat perjalanan yang hidup di zaman Edo (sekitar 200 tahun lalu), menuliskan catatan perjalanannya dan mencatat apa yang ia lihat di Suwa. Catatan ini memperlihatkan keterangan detail mengenai “Ontohsai”. Catatan ini mengatakan bahwa upacara pengorbanan anak laki-laki dan pembebasannya tersebut, serta pengorbanan binatang, masih berlangsung pada zaman Sugae. Catatan Sugae ini tersimpan di museum dekat Suwa-Taisha.

Festival “Ontohsai” dipertahankan oleh keluarga Moriya sejak zaman dahulu kala. Keluarga Moriya berpikir bahwa “Moriya-no-kami” (dewa Moriya) adalah dewa leluhur mereka. Dan mereka berpikir bahwa “Gunung Moriya” adalah tempat suci mereka. Nama “Moriya” mungkin berasal dari “Moriah” (dalam bahasa Hebrew adalah “Moriyyah”) dalam Genesis 22:2.
Keluarga Moriya menyelenggarakan festival tersebut selama 78 generasi. Festival Ontohsai pasti telah ada sejak zaman dahulu.
sumber

sumber (bahasa inggris)

video

Ga bener

lho kenpa ga bener aq baca tuh sumber katanya kebudayaan shinto jepang memiliki kesamaan kebudayaan israel :mad0261:

emang kalo sama budayanya udah mesti nenek moyang?? berita gak bener nih…
emg bener yang dikatakan di Alkitab semua bangsa memang iri pada Israel dn sutu saat semua bangsa tersebut akan mengepung Israel.

MASBOD lah ama jepun…

Kalo masbro percaya 100% pada apa yg tertulis di perjanjian lama, ane yakin masbro tidak akan pernah posting pertanyaan ini. Bahkan kepikir pun enggak.

Baca disini http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang#Sejarah

Orang jepang dan orang Israel itu beda jauh secara fisik dan garis keturunan.

Banyak tulisan tak berbobot lainnya, jika satu-satu dipercaya, bisa-bisa banyak orang aneh dan berfikir aneh-aneh dan tidak membumi didunia ini. Secara psikologi hal ini dapat dimaklumi, yaitu orang-orang yang tertarik dengan konspirasi, berita rahasia, belum banyak orang tahu, informasi yang ditutupi, penyelidikan rahasia, kebenaran yang disembunyikan, dan sejenisnya…

betul gan saya percaya kitab perjanjian lama
begini bro suku israel pas jaman kerajaan salomo pecah jadi 10 suku isarel menhilang entah kemana…nah salah satu suku israel pergi timur :huh:
ini ada buku judulnya “The Biblical Hebrew Origin of the Japanese People” karangan Joseph Eidelberg keturunan yahudi tinggal dijepang

Rabbi israel pernah investigasi kejepang dia menyatakan suku israel pernah kejepang tapi tidak tahu siapa mereka :mad0261:

@piseru :
Kalau bikin topik jangan tanggung-tanggung. post saja semua, jadi tidak usah harus mengklik link untuk membaca bahasan yang mau anda sampaikan. link disertakan hanya sebagai referensi saja.

okey mod

lanjutan

Saya tidak mengetahui negara lain, selain Jepang, yang memiliki sebuah festival yang mengilustrasikan kisah Ishaq. Saya yakin tradisi ini menjadi bukti kuat bahwa Israel pernah datang ke Jepang di zaman dahulu.
Hiasan pada bagian atas Imperial House of Japan sama dengan yang ditemukan pada Gerbang Yerusalem
Hiasan yang terdapat pada bagian atas Imperial House of Japan adalah berupa lambang bundar (round mark) berbentuk bunga dengan 16 daun bunga (foto kanan). Bentuknya di masa kini terlihat seperti bunga serunai/chrysanthemum (mum), tapi para ilmuwan mengatakan bahwa di zaman kuno, bentuk tersebut lebih terlihat seperti bunga matahari. Ini benar-benar bentuk yang sama dengan lambang pada gerbang Herod di Yerusalem. Hiasan pada gerbang Herod juga memiliki 16 daun bunga (foto kiri).
Saya tidak mengetahui negara lain, selain Jepang, yang memiliki sebuah festival yang mengilustrasikan kisah Ishaq. Saya yakin tradisi ini menjadi bukti kuat bahwa Israel pernah datang ke Jepang di zaman dahulu.

Hiasan pada bagian atas Imperial House of Japan sama dengan yang ditemukan pada Gerbang Yerusalem
Hiasan yang terdapat pada bagian atas Imperial House of Japan adalah berupa lambang bundar (round mark) berbentuk bunga dengan 16 daun bunga (foto kanan). Bentuknya di masa kini terlihat seperti bunga serunai/chrysanthemum (mum), tapi para ilmuwan mengatakan bahwa di zaman kuno, bentuk tersebut lebih terlihat seperti bunga matahari. Ini benar-benar bentuk yang sama dengan lambang pada gerbang Herod di Yerusalem. Hiasan pada gerbang Herod juga memiliki 16 daun bunga (foto kiri).

http://img707.imageshack.us/img707/5854/ifey.jpg

Hiasan pada Imperial House of Japan ini telah ada sejak zaman yang sangat lampau, begitu pula dengan gerbang Herod.

http://img824.imageshack.us/img824/636/hvbq.jpg
Simbol Bintang David juga digunakan di Ise-jingu, kuil Shinto untuk Imperial House of Japan Ise-jingu di prefektur Mie, Jepang, merupakan sebuah kuil Shinto yang dibangun untuk Imperial House of Japan. Pada kedua sisi jalan menuju kuil tersebut terdapat lampu-lampu yang terbuat dari batu. Anda juga dapat melihat Bintang David kaum Yahudi terukir di setiap lampu, dekat bagian puncaknya.
http://img541.imageshack.us/img541/4893/3ahz.jpg

Hiasan (crest) yang digunakan di bagian dalam kuil (Izawa-no-miya) di Ise-jingu juga adalah Bintang David. Ini telah ada sejak zaman kuno.

Di prefektur Kyoto, ada sebuah kuil bernama “Manai-Jinja” yang merupakan Kuil Ise-jingu asli. Hiasan di “Manai-Jinja” juga adalah Bintang David. Jadi, ini telah digunakan sejak zaman dahulu kala.

http://img824.imageshack.us/img824/5204/9r5z.jpg

Saya pernah mendengar bahwa Bintang David ditemukan di sebuah sinagog Yahudi pada abad ke-3 di Eropa.

Para pemimpin keagamaan Jepang, “Yamabushi”, meletakkan sebuah kotak hitam pada dahi mereka, serupa dengan kaum Yahudi yang meletakkan Phylactery (kotak kecil berbahan kulit yang memuat teks-teks Hebrew-pen) di dahi.
“Yamabushi” adalah pemimpin keagamaan yang sedang dalam masa latihan dan hanya ada di Jepang. Kini, mereka dianggap sebagai bagian dari Budhisme Jepang. Namun, Budhisme di Cina, Korea, atau India, tidak memiliki kebiasaan ini. Kebiasaan “Yamabushi” telah ada di Jepang sebelum Budhisme masuk ke Jepang pada abad ke-7.

Pakaian yang dikenakan “Yamabushi” pada dasarnya berwarna putih. Di dahinya, mereka meletakkan sebuah boks kecil berwarna hitam yang disebut “tokin”, yang diikatkan ke kepalanya dengan tali hitam. Mereka benar-benar menyerupai Yahudi yang meletakkan phylactery (kotak hitam) di dahi dengan menggunakan tali hitam. Ukuran “tokin” ini hampir sama dengan ukuran phylactery milik kaum Yahudi. Tapi “tokin” berbentuk bundar dan terlihat seperti bunga.

http://img850.imageshack.us/img850/3139/btq6.jpg

Sepertinya, phylactery Yahudi yang diletakkan di dahi semula berasal dari “pelat” dahi yang diletakkan pada dahi pendeta tertinggi, Aaron, dengan menggunakan tali (Exodus 28:36-38). Menurut cerita/dongeng, ukurannya sekitar 4 cm (1,6 inchi), dan beberapa ilmuwan mengatakan bahwa ini berbentuk bunga. Jika demikian, maka pelat tersebut sangat mirip dengan bentuk “tokin” di Jepang yang dikenakan oleh “Yamabushi”.

http://img801.imageshack.us/img801/3218/yjdt.jpg

Setahu saya, hanya ada dua negara di dunia ini yang mengenakan sebuah boks di dahi, yaitu Israel dan Jepang,

Selain itu, “Yamabushi” mengenakan kerang laut berukuran besar sebagai tanduk. Ini sangat mirip dengan kaum Yahudi yang meniup shofar, atau tanduk biri-biri jantan. Ketika ditiup, suara yang keluar dari tanduk “Yamabushi” benar-benar seperti suara shofar. Di Jepang tak ada biri-biri, “Yamabushi” harus menggunakan tanduk dari kerang laut, bukan tanduk biri-biri jantan.

Pernah tetapi tidak tahu, adalah dua kalimat yang tidak bisa disatukan dan dipakai acuan.

Diseluruh dunia, korban, tiup terompet, pakaian imam, keberadaan imam itu sendiri, upacara keagamaan dan simbul-simbul satu dengan yang lain menyerupai bahkan soal pembelajaran nilai dan normal semuanya sama. Karena Allah cinta segala bangsa dan kepada bangsa-bangsa yang lain Ia juga menyatakan dirinya dan mengajarkan mereka lewat orang-orang yang diutusNya untuk bangsa-bangsa lain. Wahyu yang mereka terima adalah wahyu yang bersifat umum, sedangkan wahyu yang turun lewat bangsa Israel adalah wahyu yang bersifat khusus tentang rencana Allah menyelamatkan manusia lewat penebusan Anak Tunggal Allah.

Jika ada yang serupa, jangan heran dan jangan merasa itu ada sejarah kehadiran suku-suku Israel. Di China juga ada yang serupa, di pedalaman manapun juga sama. Lambang matahari itu dipakai siapa sajaa, gambar bintang kerajaan Israel juga tidak pakai mendaftar di HAKI sejak jamam lampau sebagai kekayaan intelektual. Dua segitiga yang bersatu membentuk enam sudut adalah hal yang biasa jika ada persamaan, bahkan simbul Nazi juga sama dengan yang dipakai Budha, apakah ada kaitannya?

Ada2 aja nih topik, ga benar isunya :monkeys54:

menurut saya mungkin aja orang jepang masih ada hubungan darah sama israel soalny orang2 jepang kan pinter

sebetulnya semua manusia itu memiliki hubungan darah karena berasal dari Adam yang sama.
sebelum peristiwa Babel manusia hidup bersama2, namun setelah manusia diserakan Allah keseluruh bumi dengan berbagai bahasa maka sejak itu manusia hidup berkelompok menurut bahasa yang sama.

mengenai adanya kemiripan budaya, simbol, warisan sejarah dll bagi saya pribadi adalah hal yang wajar. karena sejak dulu sampe hari ini yang membedakan kita adalah ilmu pengetahuan. itu saja. selain itu semua hal baik dari persoalan/masalah, makanan, selera, gaya hidup, dll semuanya sama saja.

contoh :
zaman dulu, manusia melakukan pembunuhan. zaman sekarang juga
zaman dulu, manusia makan hewan dan tumbuhan. zaman sekarang juga.
zaman dulu, manusia sudah ada yang suka sesama jenis. zaman sekarang juga. dll

jadi kalo ada kemiripan dari simbol, pakaian, boks didahi dll itu adalah hal wajar. karena insting seni antara manusia A dengan B itu pada hakekatnya sama, hanya tingkatannya saja yang beda.

orang Viking. kalo perang pake armor, orang Jerman juga.

Salam