Apakah dari yg Fallible bisa menghasilkan yg Infallible ..?

Sering kita membaca pertanyaan seperti diatas…
Sehingga muncul pertanyaan seperti ini…

Apakah dari kita (individu) yg Fallible ini, bisa keluar Infallible belief…?

Salam

Coba diper JELAS dulu deh apa yg dimaksud dengan :

  • Fallible
  • Infallible belief

bisa ya, bisa tidak… :cheesy:

;D
kenapa bisa Iya…?
dan
kenapa bisa Tidak…?

karena GK-mu yang mengajarkan demikian…buktinya adalah sang Paus plus ajaran2nya :smiley: :smiley:

dan kenapa bisa Tidak..?

karena ada orang2 yang berpikir ulang tentang ajaran2 itu… :ashamed0004:

Adudududu, ini akibat indoktrinasi salah arah, sehingga salah dalam penafsiran.

Coba dijawab, Alkitab bisa salah atau tidak?
Alkitab ditulis manusia atau ditulis Tuhan?

Ooo, Alkitab ditulis manusia yang falible, tetapi diterangi Roh Kudus, sehingga menjadi infalible, begitu?
Lantas apa bedanya dengan ajaran? Yang mengajarkan falible, sementara yang diajarkannya adalah infalible.

Sudah jelas?
Katanya anda dulu Katolik, sis? Sepertinya ngga ada yang masih nyantol ya, he he he.

Syalom

jadi postinganmu itu mengindikasikan akan ajaran katolik yang masih menempel pada diri kamu sis…?

nah kamu di posisi yang mana nih…?

tumben Anda muncul di sini? apa sudah bosan di rumah baru? atau rumahnya lagi di-renovasi? ;D ;D ;D
memang sudah tidak ada yang nyantol…karena sudah dibuang semua… :ashamed0004:

ya begitulah… :cheesy:

nah kamu di posisi yang mana nih..?

sekarang ada di posisi yang berpikir ulang tentang ajaran2 itu… :ashamed0004:
silakan dilanjutkan diskusinya. saya amati dulu…lagi malas menyusun kalimat nih…

Very good :afro:

GBU

weh… anda tidak menjawab pertanyaan bruce, sis… ;D
apakah Paulus falible…?
apakah yang ditulis Paulus Falible…??

hayoo jawab… jangan kabur2 lagi… :azn: :smiley:

@kitty

Anda belum menjawab pertanyaan saya, sis.

Sekalian igin tahu nih. Anda GKI mana sis?
Karena keluarga saya juga GKI.

wauw…wauw…saya dikejar 2 cowok (eh…beneran ya limited cowok? hehehehe) sekaligus… ;D ;D ;D
saya tidak lari kok.tenang saja, ini juga masih sambil berpikir dan merenung lagi
oh ya…berhubung saya juga masih jemaat GKI level awal, harap dimaklumi kalau jawabannya kurang representatif.

Coba dijawab, Alkitab bisa salah atau tidak?
bisa. karena yang menulis adalah manusia yang fallible..tapi kesalahan itu tidak mengubah esensi dari Alkitab itu sendiri, yaitu keselamatan dalam Tuhan Yesus
Alkitab ditulis manusia atau ditulis Tuhan?

ya jelas manusia toh…ngapain juga Tuhan menulis kitab…??

Lantas apa bedanya dengan ajaran? Yang mengajarkan falible, sementara yang diajarkannya adalah infalible.

hmmm…itu saya yakini selama 20 tahun. sekarang? saya sedang mempelajari ulang…jangan ditunggu, mungkin makan waktu bertahun2 juga :cheesy:

apakah para rasul penulis kitab falible?

sepertinya jawabannya untuk topik ini sudah jelas oleh tulisan bro bruce:

iya yah. sudah punya lapak sendiri, eh lapaknya di tinggal tinggal.
hehehe lapaknya sepi sih. Pada males orang masuk, karena momodnya suka ad hominem.

paraghhhh :smiley:

Bisa lebih serius dalam diskusi, dengan tidak mengganggu orang lain yang sedang diskusi dengan pernyataan konyol dan OOT.

Atau harus mod yang menertibkan kelakuan anda?

Fallible didefinisikan sebagai.
Capable of making mistakes or being erroneous (Bisa Salah)

Infallible didefinisikan sebagai
Incapable of making mistakes or being wrong (Tidak bisa salah)

Belief (dibedakan dari Judgment dan knowlegde) didefinisikan sebagai
Mental Attitude that some poposition is true.
Seperti:
Kepercayaan kepada Tuhan
Kepercayaan kepada Alkitab…dst.
[u][b]

Pertanyaan saya adalah…[/b][/u]
Apakah dari kita/Individu (saya dan kamu … minus Rasul dst) yg fallible ini, bisa keluar “Kepercayaan” yg enggak bisa salah (infallible belief).

Note. Penekannannya adalah di Belief/Kepercayaan… bukan di Tuhan atau Alkitab.

Salam

Saya ngejar-nya sis Jenna aja ah…
ehm… apa masih available? ehehehe…

Kalau IMHO:
Yang Infallible itu TIDAK AKAN PERNAH bisa KITA CAPAI sis, karena kan kita ini merely HUMANS toh?
Tapi, Hidup kita ini adalah proses NEVER-ENDING IMPROVEMENT of QUALITY of LIFE yang bergerak menuju Kuadran yang Lebih Baik, tetapi yang Titik Akhir Kesempurnaannya pasti un-reach-able.

Jadi, Semua yang kita yakini (Faith / Belief) itu PASTI FALLIBLE (alias bisa salah)
Kan, TIDAK MUNGKIN lepas dari Distorsi akibat Faktor Keterbatasan kita sebagai manusia kan?

Tetapi, mnrt saya, Kita harus KONSISTEN, KONSEKUEN dan RENDAH HATI dalam ber-Iman, sis.

  • Konsisten: Standar Universal yang berlaku untuk semua (jangan Double Standard, emang Amrik? hehe)
  • Konsekuen: Percaya bahwa apa yang diyakini adalah baik & melaksanakannya dengan rasio dan norma kepantasan yang berlaku
  • Rendah Hati: Jangan bersikap Jumawa alias paling benar sendiri, sebab sekali lagi: APA YANG KITA YAKINI adalah HASIL INTERPRETASI Kita atas BELIEF tersebut, BUKANLAH BELIEF itu an-sich.

Sehingga:

  • Kita tahu bahwa saudara kita yang “belum” (God, i hate using this idiom) mengenal Yesus, memiliki Belief yang mungkin salah kan?
  • Kita juga harus sadar bahwa apa yang selama ini saya yakini juga mungkin salah kan?
  • Demikian juga dengan apa yang Anda yakini juga mungkin salah kan?
  • Selalu ada kemungkinan bahwa yang di-gembar-gembor-kan di atas podium oleh manusia lain sesama kita juga mungkin salah kan?

Mudah-mudahan menjawab pertanyaan mbak.

Makasih atas urainnya bro,
Jadi Belief (dlm hal Faith/Iman) kita bisa Salah (Fallible)

  • Apakah Iman kita bahwa “Tuhan itu ada”…bisa salah
  • Apakah Iman kita bahwa “Yesus mati untuk menebus dosa”…bisa salah
  • Apakah Iman kita bahwa “Yesus mempunyai Dwi Natur”…bisa salah
  • Apakah Iman kita bahwa “agama kita adalah yg benar” …bisa salah
    dst
    (Tentunya dilihat dari sisi internal kita… bukan external)

Lalu apa manfaat iman yg bisa salah…?

pertanyaan yang sangat bagus…

secara obyektif, maka segala sesuatu bisa salah… karena keterbatasan manusia mengetahui kebenaran itu sendiri…
kebenaran yg disebut diatas masih lah sebuah misteri… kebenaran itu belum ada yang bisa membuktikan dengan rasio (obyektifitas) bahkan, manusia pada detik selanjutnya pun tidak pernah tau apa yg terjadi, artinya manusia sesungguhnya tidak pernah bisa memastikan sebuah kebenaran itu.

namun, disisi keberagamaan ada yang disebut iman, iman adalah sebuah keyakinan yg abstrak, tanpa perlu penjabaran konkrit dan real akan yang diyakini itu.

maka, sesungguhnya keberimanan itu tidak bisa dipisahkan dari keyakinan subyektif terhadap ketidak dapat salahan (infallibilitas) yang diyakini.

justru adalah tidak mungkin jika kita mengimani suatu kebenaran namun justru disisi lain kita percaya bahwa yang kita imani itu dapat salah (fallible). jika demikian maka terjadi inkoherensi atau pertentangan konsepsi dalam diri kita.

apakah agama anda dapat salah? kenapa anda mengimaninya sebagai kebenaran?

jadilah filsuf murni… maka anda boleh mengatakan agama anda fallible…

dear Mbak Jenna…pertanyaan yang kritis ya? sama, saya juga sedang merenungkan hal ini :smiley:
share sedikit ya…
selama bertahun2, saya mengimani 1 aliran yang (saya yakini) tidak akan pernah bisa salah. sepanjang waktu itu pula, saya terpola untuk menilai iman orang lain PASTI SALAH jadi sudah hampir pasti mereka masuk neraka. saya berpikir bahwa saya dalam posisi aman, posisi infallible karena kehebatan agama yang saya anut. hal ini membuat saya mempunyai patokan iman dan moral, yang mengarahkan saya untuk semakin dekat dengan Tuhan.

sampai pada akhirnya, saya terantuk pada 1 masalah yang membuat saya sadar…ternyata agama yang saya yakini infallible ternyata bisa membuat keputusan iman yang SANGAT MANUSIAWI (alias tidak berdasarkan Roh Kudus)–> hal inilah yang membuat saya sangat kecewa dan menyesali fanatisme buta yang bertahun2 saya anut. apa yang saya yakini selalu dijaga Tuhan dan diilhami Roh Kudus ternyata masih ada “SENTUHAN MANUSIAWI” :rolleye0014:

sejak saat itu, saya kembali “mengembara”, merenung, belajar, dan membaca kembali perjalanan iman pribadi maupun orang lain. proses belajar ini tidak akan usai hingga akhir hayat nanti. saya sendiri tidak bisa menjamin ajaran gereja yang saya anut sekarang ini 100% infallible…karena toh yang menafsirkan adalah manusia dengan segala keterbatasannya. akan tetapi, yang jelas, saya masih percaya penuh akan keselamatan dari Tuhan Yesus dari pengorbanan-Nya di kayu salib. sisanya? ya masih saya pelajari ulang… :smiley:
manfaat iman yang bisa salah ini (buat saya) adalah menjadi patokan dalam menjalani kehidupan.
bagaimana saya menjalin hubungan dengan sesama manusia…bagaimana saya memuliakan Tuhan dalam kehidupan sehari2…dst

CMIIW, silakan… :cheesy: