apakah disorga ada perang

jawabannya adalah ya ,
wahyu12:7
sebab disorga ada peperangan mikhael bersama malaikat-malaikatnya berperang melawan naga dan malaikatnya

apakah ada penjelasan lain lagi gk ,

* Wahyu 12:7
LAI TB, Maka timbullah peperangan di sorga (OURANOS). Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya,
KJV, And there was war in heaven (OURANOS): Michael and his angels fought against the dragon; and the dragon fought and his angels,
TR, και εγενετο πολεμος εν τω ουρανω ο μιχαηλ και οι αγγελοι αυτου επολεμησαν κατα του δρακοντος και ο δρακων επολεμησεν και οι αγγελοι αυτου
Translit interlinear, kai {kemudian} egeneto {terjadi} polemos {pertempurab} en {di} tô ouranô {langit} ho mikhaêl {Mikhael} kai {dan} hoi aggeloi {utusan2} autou {-nya} epolemêsan {berperang} kata {dengan} tou drakontos {naga} kai {dan} ho drakôn {naga itu} epolemêsen {pergi berperang} kai {dengan} hoi aggeloi {utusan2} autou {-nya}

Kita perlu memahami kata OURANOS (Surga/ Langit) dalam Wahyu 12:7 ini tidak dalam makna sebagai “Surga” dalam Artian tempat kediaman Allah, melainkan OURANOS dalam artian “langit”.

Penjelasannya bisa dibaca di http://www.sarapanpagi.org/iblis-di-surga-vt3784.html#p20820

+1 bro SP.
i agreed. :happy0062:

Semoga penjelasan bro dapat dibaca saudara2 nonK juga agar bisa mengurangi suara2 sumbang mereka tentang hal “tempat kediaman Allah yang maha kuasa bisa diinjak2 iblis”
:’(

Alkitab terjemahan Tempo Doeloe, menerjemahkan OURANOS tu dengan “Langit”:

Klinkert (1863), Maka djadilah prang dilangit, Mikael dengan segala malaikatnja berprang dengan itoe naga; dan itoe naga serta segala malaikatnja berpranglah.

Leydekker Draft (1733), Maka djadilah paparangan didalam langit: Mika`ejl dan segala surohannja 'itu berparanglah lawan naga 'itu, dan naga 'itu berparanglah, lagi segala penjurohannja.

bandingkan dengan terjemahan bahasa Inggris ini:
World English Bible, There was war in the sky. Michael and his angels made war on the dragon. The dragon and his angels made war.

Why. 12:5 Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.

naga iblis sanggup samperin Allah ???

Saya melihat penulisan “Anak” dengan huruf awalan kapital dalam terjemahan LAI-TB itu kurang tepat. Dan untuk meng-kaji-nya, sebaiknya dilihat dalam naskah bahasa aslinya, dan kita bandingkan dengan sajian terjemahan2 lainnya:

* Wahyu 12:5
LAI TB, Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.
BIS, Lalu wanita itu melahirkan seorang anak laki-laki yang akan memerintah semua bangsa dengan tongkat besi. Tetapi anak itu dirampas dari wanita itu, lalu dibawa kepada Allah dan ke hadapan takhta-Nya.
LAI TL, Lalu ia memperanakkan seorang anak laki-laki, yang akan memerintah segala bangsa dengan tongkat besi; maka anaknya itu pun disambar, dibawa kepada Allah dan kepada arasy-Nya.
KL 1870, Maka diperanakkannja laki-laki sa’orang, jang akan menggombalakan segala orang kapir dengan toengkat besi; maka anaknja itoepon disentak laloe dibawa kapada Allah dan ka-arasjnja.

Perhatikan juga terjemahan bahasa Inggris, tidak menuliskan huruf awalan kapital untuk kata “child”

KJV, And she brought forth a man child, who was to rule all nations with a rod of iron: and her child was caught up unto God, and to his throne.
NIV, She gave birth to a son, a male child, who will rule all the nations with an iron scepter. And her child was snatched up to God and to his throne.
NASB, And she gave birth to a son, a male child, who is to rule all the nations with a rod of iron; and her child was caught up to God and to His throne.

Kita cek bahasa aslinya, yang memang dalam naskah asli-nya tidak ada perbedaan penulisan kombinasi minuscule/majuscule, naskah TR semuanya minuscule:

TR, και ετεκεν υιον αρρενα ος μελλει ποιμαινειν παντα τα εθνη εν ραβδω σιδηρα και ηρπασθη το τεκνον αυτης προς τον θεον και τον θρονον αυτου
TR Interlinear, kai {lalu} eteken {ia melahirkan} huion {seorang putra} arrena {(yaitu anak) laki-laki,} hos {yang} mellei {akan} poimainein {menggembalakan (memerintah)} panta {semua} ta ethnê {bangsa-bangsa} en {dengan} rabdô {tongkat} sidêra {besi} kai {lalu} hêrpasthê {dirampas dengan tiba2} to teknon autês {anaknya} pros ton {kepada} theon {Allah} kai {dan} ton thronon autou {kepada tahtanya}

Terjemahan LAI TB menulis “Anak” dengan huruf awal kapital, memang membingungkan, sebab terjemahan “Anak” dengan huruf awal kapital biasanya ditujukan kepada Kristus.

Namun, kalau kita cek dalam terjemahan-terjemahan lain, umumnya menulis kata “anak/son/child” dalam huruf kecil saja. Jadi “anak” itu bukan Kristus.

Efesus 6:12 (TB)
karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

Ephesians 6:12 (NIV)
For our struggle is not against flesh and blood, but against the rulers, against the authorities, against the powers of this dark world and against the spiritual forces of evil in the heavenly realms.

Kata “di udara” atau “heavenly realms” dalam teks Yunani ditulis “Epouranios” yang terdiri dari kata “epi” dan “ouranos”. Dimana kata ouranos digambarkan sebagai sebuah tempat diatas atau tempat yang tinggi, diterjemahkan menjadi kata surga, langit dan udara.

2 Korintus 12:2
Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau – entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya – orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga.

Disebutkan bahwa surga memiliki tingkatan-tingkatan. Ada tiga tingkatan dalam Surga, sama seperti gambaran Kemah Suci yang diturunkan Allah kepada Musa (Keluaran 25:40)

Ibrani 8:5
Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: “Ingatlah,” demikian firman-Nya, “bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu.”

Didalam kemah suci terdapat tiga tingkatan, yatiu: Halaman, Ruang Suci dan Ruang Maha Suci.

Surga tingkat terendah adalah gambaran dari halamam dalam Kemah Suci.

Wahyu 11:2 (TB)
Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya.

Halaman (kemah suci) adalah gambaran tempat di surga atau ouranos dimana Iblis dapat tinggal sejak penciptaan mereka (mengacu pada hari penciptaan Ular Tua dalam Kejadian 3:1, 2:19-20) dan tidak tertulis bahwa mereka diusir dari Taman Allah tersebut seperti halnya manusia (Adam dan Hawa).

Karena itu sering kali kita jumpai Iblis disebutkan datang ke surga, seperti dalam kitab Wahyu diusir dari Surga, Efesus yang saya copas Iblis tinggal di Surga dan juga kitab Ayub, sebab surga atau ouranos tingkatan paling rendah adalah tempat dimana Iblis dapat tinggal dan sebab itu Wahyu menulis terjadi peperangan di ouranos tingkat terendah itu sehingga genaplah nubuat yang disampaikan nabi Yesaya. Yesaya 14:12,“Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!" dalam Wahyu 12:7-9, “Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.”

Demikian penjelasannya…

Pertama kita harus paham, bahwa permusuhan Iblis itu antara manusia dan Iblis bukan antara Allah degnan Iblis. Sering kali untuk menghibur umat, didengungkan angin segar bahwa Iblis itu musuhnya Allah, manusia itu ditengah jadi korbannya. Padahal Firman Tuhan tidak berkata demikian.

Kejadian 3:!5,
Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.

Permusuhan ditetapkan Allah adalah antara Iblis dan manusia. Bukan antara Allah dan Iblis. Memang tidak mudah untuk diterima begitu saja jika sudah terbiasa dengan konsep Iblis musuh Allah dan manusia korbannya. Tetapi rahasia mengapa Allah menjadi manusia dengan gelar Anak Manusia (Anak Adam) adalah karena telah ditetapkan Allah bahwa yang akan meremukan Iblis itu adalah keturunan Adam, seorang manusia. Karena itulah mengapa Allah harus menempuh jalan sulit menjadi manusia bernama Yesus untuk menyelamatkan manusia yang dicintaiNya.

Saat Yesus sebagai manusia, ia benar-benar Anak Manusia, karena itu disebutkan dalam Wahyu 12:5, Anak itu harus dilarikan dari Ular Tua atau si Naga yang hendak membinasakannya.

Tafsir tentang anak dalam Wahyu 12 ada dua pendapat.

Pertama bahwa itu cerita tentang Yesus Kristus, Tuhan dan Jurusalamat kita, yang dilahirkan dari wanita yang adalah Israel, dan Ia hendak dibinasakan oleh Iblis dalam maut tetapi Ia diselamatkan Allah pada hari ketiga dibangkitakan dan dibawa kehadirat Allah dan dalam tahta Allah.

Kedua bahwa itu adalah nubuatan tentang orang-orang yang diceritakan dalam Wahyu 14:1-5, tentang orang-orang yang tanpa cacat cela (sempurna) sebagai Buah Sulung Kebangkitan, yaitu orang-orang sempurna. Digambarkan kesempurnaan mereka bagaikan bayi yang baru lahir dan diangkat dalam pengangkatan “buah sulung” kedalam hadirat Allah dan dihadapan tahta Allah. Terlahir dari wanita yang adalah gambaran gereja Tuhan.

1 Korintus 15:23 (TB)
Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.

Kedua tafsir ini membutuhkan ulasan lebih lagi jika anda tidak paham keduanya. Saya hanya menceritakan inti perbedaannya saja. Tujuan saya sebutkan memberikan penjelasan kepada anda bahwa anak atau Anak itu dilarikan dari Iblis karena yang dimaskudkan adalah mereka yang disebut anak manusia atau Anak Manusia. Bukan sosok Allah yang Maha Kuasa. (tentang hal ini juga perlu penjelasan lebih tentang Tritunggal Ilahi dan pengertian Anak Allah dan Anak Manusia).

Penjelasan Krispus mengenai tingkatan Surga juga dapat diterima, bahwa SYAMAYIM/ OURANOS (SORGA) itu mempunyai beberapa tingkatan… Iblis bisa ke SYAMAYIM/ OURANOS dalam tingkatan tertentu saja bukan SYAMAYIM HA SYAMAYIM, atau yang disebut “Surga langit ke tiga” atau “tempat kediaman Allah”.

Yang dipertanyakan Seek d Truth, bagaimana si Naga (Iblis) itu bisa datang kepada Allah? : Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.

Perempuan dalam Wahyu pasal 12 itu adalah lambang Gereja Tuhan atau mempelai Tuhan. anak laki-laki dalam Wahyu 12:5 adalah anggota jemaat yang dilahirkan oleh Gereja/ Jemaat Kristus (perempuan itu).

Dan, bacalah lebih lengkap, dalam Wahyu 12:5-9 dikatakan bahwa ia [perempuan, simbol dari Gereja] “melahirkan seorang anak laki-laki yang… dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan takhta-Nya. … Maka timbullah peperangan di sorga.”
Frasa “anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya,” ini suatu gambaran bahwa si Naga itu menunjukkan kemenangannya di hadapan Allah di Surga, bahwa ia sanggup merampas anggota gereja kudus, namun posisi si Iblis tidak mencapai SYAMAYIM HA SYAMAYIM. Maka, kemudian Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan Naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, tetapi mereka tidak dapat bertahan (lihat Wahyu 12:8-9).

Dalam konteks ini, kita dapat memahami mengapa ada “peperangan di Sorga,” mengapa Mikhael harus berperang menghadapi Naga itu.

Ya karena itu saya sebutkan ada dua pandangan tafsiran, pertama adala perempuan itu adalah gambaran gereja dan kedua perempuan itu adalah gambaran Israel yang juga disebutkan sebagai sosok isteri atau wanita dalam Perjanjian Lama.

Saya pribadi berasal dari gereja yang menafsirkan perempuan itu adalah gereja Tuhan sedangkan anak yang dimaksudkan adalah orang-orang sempurna.

Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit (gambar kejatuhan anak-anak Allah oleh tipu daya Iblis lewat nabi palsu) dan melemparkannya ke atas bumi.
Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya (menunjukan bahwa Iblis masih berkehendak). Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya. (point penting adalah siapa yang merampasnya?)

Jelas bukan Iblis, sebab ayat-ayat selanjutnya ia terbukti kehilangan kesempatan untuk menelan anak yang dimaksudkan tersebut. Sebaliknya dalam ayat 13 disebutkan Iblis mengganti sasarannya terhadap wanita yang melahirkan anak tesebut.

Menurut saya Allah yang menyelamatkan anak yang dilahirkan perempuan itu, dibawa kehadapan tahta Allah. Ingat kalimat itu memiliki arti dibawa ke pada bukan diambil dari pada. Jadi jangan terjebak dengan pertanyaan dari penanya.

Kalau Anda belajar bahasa Yunani, ada gramatik yang dikenal dengan istilah “GRANVILLE SHARP’S RULE” bahwa “kepada Allah dan ke takhta-Nya.” Tidak merujuk kepada 2 oknum atau 2 object/ subject yang berbeda. Tetapi merujuk kepada 1 oknum/ 1 object/ subject yang sama.

Perhatikan kutipan naskah bahasa Yunani unuk Wahyu 12:5:
προς τον θεον και τον θρονον αυτου
pros ton theon kai ton thronon autou

perhatikan yang saya cetak tebal, yaitu kata “KAI” membahas hubungan nomina, artikel, dan kopulatif KAI, “dan” dalam suatu kalimat Yunani. Berdasarkan aturan “GRANVILLE SHARP’S RULE” itu, merujuk kepada satu pribadi. Kalaupun tidak merujuk kepada gramatik ini, kita juga bisa menimbang bahwa thronon autou (tahta-Nya) adalah merupakan suatu bentuk genitive (milik). Ayat ini memaksudkan bahwa Naga itu ingin menunjukkan kemenangannya di hadapan Allah kemudian diperjelas dengan kata tahta-Nya.
Kata “tahta-Nya” disini adalah untuk memperjelas suatu parade selebrasi yang dilakukan Naga itu. Peristiwa inilah yang menyebabkan kemudian ada pertarungan antara Naga itu dan Mikhael.
Dengan demikian tidak ada “dualisme” seperti yang Anda kira.

REFF: http://www.sarapanpagi.org/granville-sharp-s-rule-vt2199.html