Apakah engkau akan selalu membawa salib samapai engkau mati?

Setiap saya ke Gereja Pendeta juga menannyakan hal yang sama.
Apa tanggapan anda?
Karena ketika suatu saat nanti iman kita akan benar-benar di uji.
Misalnya:Demi mendaparkan pekerjaan kita rela meninggalkan salib yang selama ini kita bawa(meniggalkan Yesus).Demi naik jabatan kita juga meninggalkan Yesus atau pun demi mendapatkan pasangan hidup.
Dapat kah anda mempertanggung jawabkan?
sebab dalam sabda-Nya:"Jika law engkau dihina oleh karena Aku dan jika lw engkau mengorbankan nyawa mu oleh karena Aku maka sesungguhnya engkau akan menerima hidup-mu kembali.(saya lupa ayatnya)
Lebih kurang seperti itu.

saya jg sering kok kadang kadang ninggalin salib saya dipojok hati saya yang terjepit oleh

himpitan kekuatiran duniawi.:slight_smile:

makanya saya paling tidak berusaha mengasihi utk membuat sedih nurani ini biarlah dia menangis

dan terdera sedemikian rupa hingga penuh ratap akan kekecewaan yg diberikan kepada KRISTUS

TUHANq :stuck_out_tongue:

kita tidak harus selalu bawa bawa salib

GBU

Barang siapa tidak pikul salib tidak layak untuk mengikut Yesus. Memang kenyataannya pikul salib itu tidak gampang dan saya sendiri juga sering meletakan salib, namun kalau terjadi demikian, harus cepat2 ambil salib itu kembali dan pikul lagi.

Bawa Salib kadang malah jadi batu sandungan

Contoh Madonna

GBU

lohh kok Madonna disuruh ikut-ikut ? ? ha ha ha ha :happy0071:

Maksudnya Madonna ini bawa Kalung Salib?

Klo saya - WAJIB dan HARUS sampai Tidak Bernyawa.
Maaf klo kita beda yah bro …
Salib yg saya maksud adalah Tuhan Saya melalui Roh Kudus dalam Diri saya wuakakakakak

Tapi saya tidak akan menyerah - jatuh bangun lagi terus seperti itu sampai saya semakin sedikit terjatuh
dan klo bs ga jatuh lagi (klo dizinkan) wuakakakakak

Pikul Salib itu Gampang dan Ringan setelah mampu Menyangkal Diri. Bukankah Begitu urut2annya ? :coolsmiley: :happy0062: :mad0261:
Tahukah mengapa demikian ? :coolsmiley: :happy0025:

Karena kita dicobai oleh keinginan daging kita sendiri

Maka pikirkanlah keinginan ROH saja supaya kita luput dari berbagai macam pencobaan

1 Pet 1:
1:5 Yaitu kamu,

  • yang dipelihara dalam kekuatan Allah [b]
  • karena imanmu [/b]
  • sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.

1:6 Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.

1:7 * Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu –

  • yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana,[b]
  • yang diuji kemurniannya dengan api -[/b]-
  • sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

Kita mengalami PENGUDUSAN, dimana sifat sifat lama kita di pisahkan sehingga kita makin menyerupai teladan Kristus.

Walau menyakitkan dan mendatangkan dukacita, tetapi semuanya itu untuk memurnikan iman kita dan mempersiapkan kita untuk hidup yang akan datang didunia yang baru.

So segala sesuatu mengalami kepahitan lebih dahulu, dan kebahagiaan akan datang kemudian.

Kita hanya sementara didunia ini, apa yang kita alami merupakan pengasahan dan pembentukkan diri kita.

Jangan putus asa, jalani saja dan percaya pada PEMELIHARAAN ALLAH YANG SETIA, sehingga salib yang dipikul menjadi enteng pada saat kita pikul bersama Tuhan Yesus.

Mat 11 :
11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."

Mangga Pak octafalto, sekalian dijelaskan…

Salam

MANTAP Bro ! :afro: ;D
Allah tidak mencobai kita tetapi keinginan daging kita sendiri yg MENCOBAI kita ! :coolsmiley: :happy0062:

Maka pikirkanlah keinginan ROH saja supaya kita luput dari berbagai macam pencobaan
Bahasa Alkitabiyahnya ......

Galatia 5 :
16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.
17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging–karena keduanya bertentangan–sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.
18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.
19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, 20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, 21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,

Masih ingat anjuran-Nya kalau mau jadi Pengikut Kristus ?
I. Harus bisa menyangkal diri !
Kita buang jauh2 dan benamkan dalam2 Ego / ke AKU an kita, maka saat kita DIHINA, DILECEHKAN, DIANIAYA baik Physik maupun Psychis kita, maka Emosi kita TIDAK BERPERAN LAGI alias BEBAS Emosi.
Bila sudah mencapai TAHAP ITU , maka kita memikul salib pun SAMBIL BERSENANDUNG dan BERNYANYI , tetap ada Sukacita didalam Hati Kita. Maka BENAR kata Firman… Hati yg GEMBIRA adalah OBAT !

II. Memikul Salib kita masing2 !

Matius 5 :
10 Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
12 Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."

Coba renungkan Kata2 penuh Janji-Nya dalam Nyanyian ini

PELANGI SEHABIS HUJAN ~ BY NIKITA (WITH LYRICS)

Ada Harta tak ternilai dan Abadi bagi kita yg menjadi Pengikut Kristus !
Terkadang hidup kita begitu Pekat Gelap Gulita sehingga langitpun tak terlihat, tetapi disana ada Tangan yg Kuat yg membimbing bahkan sesekali Menggendong kita ! :coolsmiley: :happy0062: :angel:

:afro: :afro: :afro: Mantaap

Jika seorang mengasihi Yesus, maka secara otomatis mereka akan membawa salibnya selalu dan tidak ditinggalkan. Karena salib itu seperti beban (kuk), dan beban itu dapat kita angkat jika kita memiliki cinta, iman dan pengharapan.

Ya saya membawa salab saya kemana-mana.

Saya sendiri masih susah untuk mengerti, mengenai profil dari salib ini. Cuma kayaknya untuk saat ini, saya agak tidak sependapat dengan Bapak Krispus, kalau salib berbicara mengenai kuk. Kuk (baru) dikenakan oleh Tuhan Yesus, dan kuk itu ringan. Saya berpendapat kuk (baru) berbicara mengenai firman/hukum Kristus. Dan dimulai dari ‘percaya’. Dapat kita bandingkan dengan kuk bangsa Israel yang berarti hukum Taurat.

Mat 11:29-30
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.

Kis 15:10 Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?

Gal 5:1 Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

Sedangkan tentang salib, Tuhan Yesus berbicara mengenai salib kita sendiri, bukan salib dari Tuhan ataupun salibnya Tuhan, dan dipikul setiap hari. Saya juga masih agak ragu, bila salib di sini berbicara mengenai keinginan daging. Karena Alkitab mengatakan, untuk memikul salib setiap hari. Maksud saya, bandingkan dengan Tuhan Yesus yang memikul salib sampai ke Golgota. Di Golgota, Tuhan Yesus lalu disalibkan, tidak lagi memikul salib. Apakah ada sebuah ‘golgota lain’, tempat kita menyalibkan keinginan daging kita sendiri di sana setiap hari? Saya tidak tahu.

Mat 10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.

Mat 16:24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”

Mrk 8:34 Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Luk 9:23 Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.”

Luk 14:27 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

Atau memang benar, profil salib sendiri berbicara mengenai kuk. Entahlah, saya akan coba cari lagi.

Salam

Matius 11:28-30
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”

Yesus berbicara tentang kuk hukum Taurat yang berat, peraturan demi peraturan, larangan dan perintah yang tidak mudah menjalankannya. Orang yang menjalankan ibadah Taurat akan letih dan lesu. Selanjutnya Yesus katakan, ia akan memberi kelegaan, kelepasan dari kuk Taurat. Tetapi bukan tanpa kuk, melainkan kita menerima kuk baru, yang dipasang oleh Yesus. Kuk yang sama yang juga di pikul Yesus, dengan mengatakan “belajarlah pada-Ku”. Berbeda dengan kuk hukum Taurat, kuk yang dipasang Yesus itu ternyata enak dan ringan.

Apa yang telah dibebankan Yesus kepada kita untuk mengantikan hukum Taurat? Orang kalau mendengar hukum Taurat segera akan sambung ke hukum Kasih Karunia. Apakah hukum kasih karunia itu sebuah kuk? sebuah beban bagi anda? Tidak, itu sebuah anugrah, bukan beban. Tetapi ayat diatas bicara tentang beban. Jika kita bicara tentang beban, ingatlah kita tentang “salib kita” yang Yesus katakan dalam Lukas 9:23, Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” dan lagi Matius 10:38, “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.” dalam Lukas 9:23, dikatakan “tidak dapat menjadi murid-Ku”.

Ini bukan salib yang dipikul Yesus, ini adalah salib yang harus kita pikul (lihat kata dipakai “salibnya” bukan “salib-Ku”). Kalimat ini diucapkan bukan setelah Yesus disalibkan tetapi sebelum Yesus disalibkan. Sehingga makna salib yang diterima dalam pesan bukan tentang penebusan dosa, tetapi tentang tanggungan yang harus kita pikul. Menarik adalah penggunaan kata salib, bukan kuk. Kuk adalah beban yang ditanggungkan pada binatang pekerja, seperti sapi atau keledai, sedangkan salib adalah beban balok kayu yang harus dipikul sendiri oleh seorang hukuman untuk kematian dirinya sendiri. Hukuman ini untuk dipertontonkan dan dipermalukan didepan umum, sebuah kehinaan seorang yang memanggul salib dan hukum Taurat menyebutkan dalam Ulangan 21:23, terkutuklah mereka.

Jika kita telah ditebusNya dari dosa, dan hidup dalam hukum kasih karunia, mengapa pula kita masih memikul kuk yang dibebankan Yesus dan Yesus katakan setiap orang yang hendak mengikutNya, menjadi muridNya harus memikul salibnya sendiri-sendiri setiap hari? Memikul salib dan memikul kuk adalah hal yang sama yang diungkapkan Yesus dalam dua bentuk perumpamaan yang berbeda. Sama seperti tentang Kerjaan Allah digambarkan dalam berbarapa bentuk gar kita memahami secara lengkap maksud Allah.

lihat dibawahnya

Yesus katakan tentang 3 hal, yaitu menyangkal diri, memikul salibnya dan mengikut aku. Ini adalah sebuah proses berurutan. Sebelum seseorang dapat mengikut Yesus, ia harus memikul salibnya, dan sebelum orang dapat memikul salibnya ia harus menyangkal dirinya.

2 Timotius 2:13,“Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.” Allah tidak dapat menyangkal diriNya, tetapi kita disuruh menyangkal diri kita. Sebab kita hidup dalam daging dan segala keinginannya membuahkan kejahatan, karena itu selama kita memakai tubuh daging ini, kita harus menyangkali keinginan-keinginan daging ini. Yesus datang kedunia, juga memakai tubuh daging ini dan Ia telah memberi teladan bagaimana menyangkal tubuh daging ini (Ibrani 4:15).

Roma 8:7, “Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.”

Setelah kita menyangkali keinginan daging kita, saat kita hendak marah, jangan katakan memang aku seorang pemarah, tetapi sangkali hal itu dan belajarlah menjadi sabar. Saat pikiran cabul muncul, sangkali itu, jangan katakan itu kelemahanku, karena jika tidak kita tidak akan dapat mengikut Yesus.

Memikul salib adalah langkah selanjutnya setelah kita menyangkali keinginan daging kita sendiri. Digambarkan dalam Ibrani 12:2, “Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.”

Memikul salib kita sendiri adalah sebuah penderitaan karena Kristus. 1 Petrus 4:1 digambarkan tentang penderitaan yang kita jalani adalah penderitaan yang sama yang ditanggung Kristus. Jika kita telah menderita secara badani, maka dosa tidak mendapat tempat lagi dalam tubuh daging ini. Saat pertama kali kita menyangkal diri, bahwa aku bukan seorang pendendam dan pembenci, maka langkah berikutnya adalah sakit dalam daging ini saat kita harus belajar mengasihi dan mengampuni didalam perbuatan. Itulah salib yang harus kita pikul. Filipi 1:29, "Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia.

Kita menderita didalam daging ini, tetapi kita bersukacita. Selanjutnya anda akan merasakan salib itu ringan, tanggungan kita untuk mengasihi itu ringan, tanggungan kita untuk menutup mata terhadap pronografi itu ringan dan sebagainya, sebab Firman Tuhan itu akan nyata dan benar, saat kita menjalankannya, bukan saat dibaca. Penderitaan karena salib yang kita pikul itu enak, bukan sebuah pemanis saja, tetapi benar-benar akan memberi kepuasan dalam roh dan batin anda.

Jadi memikul salib kita adalah tentang penderitaan kita dalam menanggung sakitnya daging ini. Sama seperti hewan memikul kuk merasakan sakitnya dalam dagingnya demikian setiap orang yang hendak mengikut Yesus harus siap menderita didalam dagingnya.

Setelah menyangkal diri, memikul salib kita, barulah kita dapat mengikut Yesus, malukan apa yang TUHAN mau dan berada dimana Yesus berada. Tanpa dimulai menyangkal diri kita dan rela memikul kuk yang dibebankan Yesus, kita tidak akan dapat mengikut Yesus.

Tentang tersalib bagi Kristus, adalah hal yang berbeda, sebab itu tentang beban pelayanan untuk melengkapi Tubuh Kristus. Seperti dalam Roma 6:6, “Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.”

Salib berupa, keadaan buruk yang kita hadapi baik yang disebabkan
oleh keinginan kita, dan akibat orang yang iri yang ingin mencelakai kita, dan akibat alam dsbnya.

Salib merupakan hal hal yang tidak enak bagi kita hadapinya, tetapi kita tidak dapat menghindari karena keinginan kita dan akibat orang lain.

Itu juga merupakan ujian iman bagi kita, apabila kita menghadapinya, apakah dengan mengomel ngomel ???

Atau dengan sabar dan tekun menjalani ???

Atau protes ke Tuhan, merasa Tuhan tidak adil ???

Salib merupakan ujian bagi iman kita.
Jangan menghindarinya, tapai jalanilah dnegan terus menerus berubah menjadi lebih dewasa dan MENGERTI KEHENDAK ALLAH.

Yang mengijinkan kita melaluinya.

Allah yang senantiasa memelihara kita tidak akan membiarkan kita tergeletak, pada waktu Tuhan, Dia yag akan membawa kita keluar dari pencobaan .