Apakah gereja itu? tragedi di antara orang-orang Kristen pada hari ini

Kita perlu memperhidupkan KRISTUS bagi gereja, maka kita perlu menjawab satu pertanyaan penting: Apakah gereja itu? Pertama, gereja adalah jemaat orang-orang yang terpanggil. Kedua, gereja adalah Tubuh organik KRISTUS. Lagi pula, gereja adalah kepenuhan KRISTUS juga kepenuhan Allah, manusia baru, tempat kediaman Allah, dan mempelai perempuan. Inilah urutan yang dibuat oleh Paulus dalam kitab Efesus. Selain itu, menurut kitab Wahyu, gereja adalah kaki dian. Akhirnya Alkitab menyebut gereja sebagai mempelai perempuan. Karena itu, jika kita ingin mengenal apakah gereja, kita harus melihat bahwa gereja adalah jemaat yang terpanggil, Tubuh organik KRISTUS, kepenuhan KRISTUS dan kepenuhan Allah, manusia baru, tempat kediaman Allah, kaki dian, dan mempelai perempuan.

Kita perlu mengenal KRISTUS bukan hanya secara dangkal, melainkan dengan cara yang dalam, batini, dan rahasia. Beberapa orang beriman mengatakan bahwa KRISTUS adalah Allah yang berinkarnasi menjadi manusia yang bernama YESUS. YESUS, manusia dari Nazaret ini, pada akhirnya disalib dan bangkit. Memang, ini benar; ini sesuai dengan Alkitab. Kita mempercayai semua hal mengenai KRISTUS ini, karena Alkitab memberi tahu kita hal-hal ini. Namun, Alkitab juga mewahyukan perkara-perkara yang lebih dalam yang berhubungan dengan KRISTUS. Alkitab bukan hanya memperlihatkan kepada kita hal-hal yang dapat diumpamakan sebagai “bulu” atau “kulit”, tetapi juga memperlihatkan hal-hal yang dapat diumpamakan sebagai “daging.”

Kita juga dapat memakai ilustrasi kulit telur. Tanpa kulit, telur tidak mungkin ada. Tetapi ketika kita makan telur, kita tidak makan kulitnya; melainkan kita makan apa yang ada di balik kulit itu. Wahyu dalam Alkitab dapat diumpamakan sebagai sebuah telur dengan kulit dan isinya. Banyak orang Kristen mencurahkan perhatian mereka kepada “kulitnya”. Dengan memakai ilustrasi bulu ayam dan kulit bawang putih, kita dapat mengatakan bahwa orang-orang Kristen itu berkonsentrasi pada “bulu” dan “kulit” yang terdapat dalam Alkitab. Kelongsong, kulit, dan bulu semuanya mengacu kepada perkara-perkara yang benar dan penting. Meskipun demikian, akan kita jelaskan perkara-perkara itu bukanlah “daging” dari wahyu ilahi.

Selama periode yang dikenal dengan sebutan Zaman Kegelapan, kira-kira dari abad ke-6 sampai abad ke-16, Alkitab terkunci, dan bahkan kulit dan bulunya telah hilang. Dalam zaman Reformasi, Alkitab terbuka sampai tingkat tertentu, dan wahyu firman ilahi itu sedikit dipulihkan. Selama Reformasi itu kulit dan bulu-bulunya telah dipulihkan; namun, kedalaman-kedalaman dari firman Allah belum banyak terbuka.

Marilah kita mengambil beberapa contoh dari 1 Korintus untuk menggambarkan apa yang kita maksud dengan bulu, kulit, dan daging dalam firman Allah itu. Satu Korintus 1:12 mengatakan, “Yang aku maksudkan ialah kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus.” Ayat ini membicarakan perpecahan. Mengenai perpecahan ini, beberapa orang guru Kaum Saudara (The Brethren) mengatakan seperti ini: “Dalam 1 Korintus 1:12 Paulus menegur orang-orang yang mengatakan bahwa mereka adalah golongan Kefas, golongan Apolos, golongan Paulus, dan golongan Kristus. Lalu, mengapa Anda mengambil nama-nama seperti Lutheran, Presbyterian, atau Wesleyan? Bukankah perkataan Paulus ini dapat diterapkan kepada perkara menyandang nama-nama denominasi? Praktek ini harus ditegur.” Ini adalah pengajaran yang baik, dan mendasar. Meskipun demikian, pengajaran ini adalah kulit dan bulu. Ini bukanlah daging dari firman Allah.

Apakah 1 Korintus terutama mewahyukan perkara perpecahan? Tidak, wahyu dasarnya di sini berkenaan dengan persekutuan dengan Putra Allah. Selain itu, pasal ini mengajarkan bahwa Kristus, Dia yang tersalib itu, adalah hikmat Allah dan kekuatan Allah bagi kita. Kristus ini sekarang adalah kebenaran, pengudusan, dan penebusan kita setiap hari. Inilah wahyu dasar dalam 1 Korintus 1.

Jika kita ingin makan daging ayam, kita perlu mencabuti bulunya dan mengupas kulitnya. Demikian juga, jika kita ingin menemukan daging dalam 1 Korintus 1, kita harus masuk lebih dalam, tidak berhenti pada bulu dan kulit dalam pasal ini. Demikian kita akan melampaui perpecahan dan roh pemecah belah, dan akan nampak bahwa Kristus, Putra Allah adalah bagian kita dan bahwa Dia, hikmat dan kekuatan Allah, dapat dinikmati sebagai kebenaran, pengudusan, dan penebusan kita setiap hari. Kita semua perlu melihat Kristus secara demikian dan mengambil bagian dalam makanan yang limpah itu. Jika kita tetap tinggal dalam ayat 12, dan memusatkan perhatian pada perkara perpecahan, kita hanya akan memiliki bulu dan kulitnya. Kita tidak akan menikmati daging yang sehat – yaitu Kristus sebagai bagian kita. Saya dapat bersaksi bahwa ketika saya membaca 1 Korintus 1, saya tidak memperhatikan kulit perpecahan saja; lebih dari itu, saya menikmati Kristus yang tersalib sebagai bagian saya dan sebagai kebenaran, pengudusan, dan penebusan saya.

Alkitab yang bagaimana yang Anda miliki? Apakah Alkitab Anda hanyalah satu kitab yang terdiri atas bulu dan kulit saja, atau Alkitab Anda adalah satu kitab yang terdiri atas daging? Kita harus hati-hati dalam menjawab pertanyaan ini. Jawaban yang paling baik adalah: “Alkitabku bukan hanya kitab yang terdiri atas bulu dan kulit, tetapi juga kitab yang kaya akan daging.” Ayam memerlukan bulu dan kulit juga daging. Tanpa bulu dan kulit, ayam tidak akan dapat bertumbuh. Demikian juga, dalam Alkitab ada kulit, bulu, dan daging. Tetapi tragedi di antara orang-orang Kristen pada hari ini adalah mereka tidak banyak memperhatikan dagingnya. Karena itu, beban saya adalah menyuplaikan daging dari firman Allah kepada umat Tuhan.

@samuil
Saya setuju bahwa alkitab perlu dipandang lebih dalam dari sekedar “kulit”. Itu benar. Tetapi anda harus jelas juga bahwa untuk melakukan itu kita butuh “urapan Roh Kudus”, bukan kuat atau cerdasnya kita. Ini sangat penting karena “itulah yang memang terjadi”, banyak orang mencoba memperdalam alkitab dengan otak sendiri “berakhir” dengan meninggalkan Tuhan karena Tuhan gak suka dengan orang sombong yang menganggap dirinya mampu mengenali dan memahami kehendak Tuhan dalam Firman Nya, padahal gak bisa.
Itu pertama.
Kedua, menurut saya anda tidak tepat “mengklasifikasikan” mana “kulit” dan mana “daging”. Ini penting, karena kalau kita salah, maka kita akan seperti orang yang membuang daging ayam, kemudian menjilati tulang ayam yang dianggap sebagai daging. Harus hati2 disana. Sepanjang alkitab Tuhan memperkenalkan diri, dan manusia selalu gagal mengenal Dia. Sementara itu disepanjang alkitab justru intinya adalah pengenalan akan Dia. Jadi pengenalan akan Dia yang anda sebut diatas bukan “kulit” tapi daging.

Bro jonathan,
Apakah anda setuju bahwa mendapatkan Kristus adalah inti dari keimanan kita?
Dan meributkan golongan tertentu adalah kulitnya?
Bila setuju maka visi ini menjadi visi kita semua.
Tentang urapan Roh Kudus dalam mempelajari Alkitab saya juga setuju bro.
Namun lebih mendasar lagi saya ingin mengupas tentang Roh Kudus ini.
Ketika kita percaya Kristus dan lahir baru, maka secara otomatis Roh Kudus ini masuk dan menjadi bagian dalam diri kita di dalam roh kita. Tidak peduli kita merasakan atau tidak faktanya Dia ada bersama kita.
Yang sering menjadi permasalahan kaum beriman adalah ketika mereka tidak merasakan mereka menganggap Roh Kudus itu tidak ada bersama mereka, faktanya tidak demikian.
Yang kita perlukan adalah terus melatih roh kita agar senantiasa merasa Roh Kudus itu selalu melingkupi kita bahkan memimpin tiap langkah kita.
Demikian halnya dalam mempelajari Alkitab ini kita memerlukan urapan Roh Kudus atau sama artinya melatih roh kita untuk merasakan kehadirannya. Rm. 10:13
Cara yang lebih mudah dan efektif adalah dengan senantiasa menyerukan namaNya setiap saat. Karena barang siapa yang menyerukan namaNya akan diselamatkan.

[email protected]

INTINYA HANYA SEDERHANA AJA LOH…!!!
"’ SESEORANG TIDAK MUNGKIN MEMILIKI TUHAN YESUS KRISTUS, TANPA AJARNAN-NYA ( INJILNYA ), atau sebaliknya. Orang yang mengerti AJARAN-NYA, PASTI MEMEILIKI TUHAN YESUS KRISTUS ( itu otomatis0. Tatapi orang yang tidak
memiliki Ajaran-NYA , pasti tidak akan pernah memiliki Tuhan Yesus pula

Salam GBU

@samuil
Saya setuju bahwa inti iman kita adalah Yesus Kristus.
Saya setuju bahwa demikianlah gereja sebagai institusi adalah “sebuah kulit”, demikian pula dengan denominasi dan agama sebagai keagamaan.
Tetapi sebagai manusia dan orang beriman kita harus menyadari bahwa agama, gereja (institusi) dan pemimpin agama itu sesungguhnya belum sempurna sehingga kita tidak masalah untuk saling terbuka dan saling mengingatkan tanpa tendensi atau motivasi untuk menjadikan orang lain ikut dalam golongan kita tetapi untuk memperkuat iman kita hanya kepada Yesus Tuhan semata sebagai Tuhan Allah dan juru selamat.

Tentang Roh Kudus, sejauh yang saya pahami, Roh Kudus itu sudah dikaruniakan Tuhan secara luarbiasa kepada manusia. Semua manusia tanpa kecuali ketika didalam Yesaya (seingat saya) Tuhan menyatakan bahwa Dia akan menaruh hukumNya dalam setiap hati manusia. Tetapi ketika kita berbicara “urapan penuh” Roh Kudus, kita berbicara sesuatu yang berbeda disana. Kita berbicara iman kepada Yesus, percaya akan penghibur yang datang dan percaya akan karunia yang turun melalui urapan Roh Kudus kepada orang percaya. Tanpa itu, maka meskipun kita percaya Yesus, Roh Kudus tidak akan mengurapi seseorang kalau dia tidak percaya Roh Kudus mengurapinya. Dan menurut saya, kalau kita bicara urapan, maka itu tidak didapat secara otomatis, ada proses disana, ada pernyataan percaya, ada iman, ada permintaan, ada keterbukaan, ada penyerahan, dst, kalau seseorang tidak percaya Roh Kudus mengurapi maka karya Roh Kudus juga akan “terbatasi” oleh diri sendiri.
Merasa atau merasakan sesuatu bukanlah bukti urapan Roh Kudus satu satunya, karena meskipun kita tidak merasakan suatu urapan, urapan itu akan tetap ada asal percaya, karena Roh Kudus berkarya sesuai kehendakNya bukan kehendak kita untuk merasakan sesuatu. Itu saya setuju. Pengurapan itu perlu dikejar, tidak sekedar melatih roh kita untuk merasakan, tetapi menurtu saya yang utama adalah "keterbukaan, percaya, menikmati, dan komunikasi dengan Roh Kudus. Dan tahu bahwa Roh Kudus bukanlah energi tetapi pribadi dimana Dia bisa kita kecewakan dan dukakan, sehingga terjalin hubungan intim dengan Nya. Inilah kuncinya untuk mendapat urapan Roh Kudus yang benar.

Sejauh pemahaman saya ya bro. Saya bisa kurang dalam banyak hal atau salah dalam beberapa atau banyak hal. Tetapi intinya disini kita bisa saling menguatkan didalam kekurangan yang kita miliki sebagai manusia. Karena saling menguatkan itulah inti persekutuan jemaat yang diinginkan oleh Tuhan sendiri.

Shalom.

:wink:betul betul :happy0025:

Bro jonathan,
Amen bro, semoga kita semua boleh saing belajar dan menguatkan tanda tendensi apa-apa.
Mulia bagi Tuhan bro.

Bro purba,
Kurang lebih demikian, semoga Kristus dan ajaran Nya tersebut tidak hanya menjadi hal yang objektif atau logos, namun lebih dari itu semoga hal ini menjadi pengalaman subjektif kita atau rhema dalam batin kita. Sehingga dari sehari ke sehari roh kita terus diperbaharui dan semakin matang dalam Kristus.

Koq aku urang setuju …
Orang yang memiliki ajaranNya, belum tentu memiliki Dia.
Tetapi orang yang memiliki Kristus dan milik Kristus, sudah pasti memiliki ajaranNya (itu otomatis).