Apakah "hari Tuhan" adalah hari pertama dalam satu pekan?

Memang benar Kristus bangkit di “hari pertama minggu itu”. Bukankah sudah saya katakan sebelumnya? Namun yang menjadi pertanyaan:

“Apakah ketika Kristus bangkit pada “hari pertama minggu itu”, para rasul DI JAMAN ITU menjadikan hari pertama setiap minggu menjadi hari khusus ibadat? Tidak. Di masa itu para rasul beribadat “setiap hari” ((Kis 2:46, 5:42). Jadi mereka beribadat di hari apa saja, bisa di “hari pertama setiap minggu”, atau bahkan di hari sabat.”

“Prote” bukanlah nama hari. Justru kalimat “hari pertama minggu itu” menunjukkan mereka tidak mengenal nama hari, sebagaimana kita di jaman modern.

Saya kira saya tidak perlu mencantumkan situs-situs dari mereka yang berpegang pada sabat. Dengan menggunakan analisa yang sama seperti bro, mereka tidak menyimpulkan hal yang sama (bahwa itu memaksudkan hari Minggu).

Mengenai para komentator Alkitab, yang mereka lakukan adalah mengikuti tradisi yang sudah ada, karena penulis-penulis Kristen mulai abad 2 menggunakan kata “lord’s day” untuk memaksudkan di hari Minggu. Tetapi yang menjadi masalah, itu bukanlah kebiasaan sejak semula. Tidak ada indikasi bahwa Yohanes menggunakan kata “lord’s day” untuk memaksudkan suatu hari rutin ibadah (hari Minggu).

Gramatika Yunani? Sudah saya katakan bahwa orang-orang yang berpegang pada sabat, menggunakan analisan yang sama seperti bro, tidak menyimpulkan itu memaksudkan hari Minggu.

Sadarkah bro bahwa apa yang bro sampaikan hanya tafsir yang dipaksakan?

  1. Kis 20:7 tidak mengatakan bahwa “hari pertama minggu itu” sebagai hari rutin ibadah.
  2. 1 Kor 16:2 tidak mengatakan bahwa “hari pertama tiap-tiap minggu” sebagai hari rutin ibadah.

Keterangan bahwa orang Kristen saat itu beribadah “setiap hari” (Kis 2:46, 5:42) dan bahkan Paulus beribadah di hari sabat (Kis 13:14), sesungguhnya sudah menggugurkan pandangan bahwa orang Kristen masa awal beribadah pada hari tertentu (Minggu).

Agak sulit memang memberikan penjelasan gramatik kepada seorang yang sama-sekali tidak ada dasar pemahaman naskah Yunani (dan yg tidak mau mempelajarinya).

Tapi akan saya coba jelaskan: kata “prôtê” ini sepadan dengan kata “mia”, Alkitab terjemahan Inggris menggunakan terjemahan yang sama untuk kedua kata Yunani tsb, yaitu “the first”.

Tidak cukup tahu istilah baku-nya. Kita pun perlu memahami suatu naskah sebagai sastra, kadang menggunakan istilah yang lazim, kadang juga menggunakan istilah2 sinonimnya. Seorang pembaca literatur Yunani, dapat dengan mudah memahami maksud dari kombinasi kata-kata ini.

Kajian kata “prôtê” dalam kitab Markus dengan kata “mia”, sinonim :

* Markus 16:2
LAI TB, Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur.
Terdjemahan Lama, Maka waktu dini hari, pada hari jang pertama didalam minggu itu, datanglah mereka itu kekubur, ketika matahari terbit.
KJV, And very early in the morning the first day of the week, they came unto the sepulchre at the rising of the sun.
The Orthodox Jewish Brit Chadasha, And at Shachrit on Yom Rishon, the first day of the shavu’a, the shemesh just coming up, they come to the kever.
TR, και λιαν πρωι της μιας σαββατων ερχονται επι το μνημειον ανατειλαντος του ηλιου
Translit. interlinear, kai {dan} lian {sangat} prôi {pagi} tês mias {pertama, adjective - genitive singular feminine} sabbatôn {pekan/ week} erkhontai {mereka datang} epi {ke} to mnêmeion {kuburan} anateilantos {terbit} tou hêliou {matahari}

* Matius 28:1
28:1 LAI TB, Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu (pekan) itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.
KJV, In the end of the sabbath, as it began to dawn toward the first day of the week, came Mary Magdalene and the other Mary to see the sepulchre.
TR, οψε δε σαββατων τη επιφωσκουση εις μιαν σαββατων ηλθεν μαρια η μαγδαληνη και η αλλη μαρια θεωρησαι τον ταφον
Translit, opse {setelah} de {adapun} sabbatôn {Sabat/ pekan sabat [noun - genitive plural neuter]} tê {pada waktu} epiphôskousê {mulai menjadi terang} eis {pada} mian {(hari) yang pertama (hari Minggu)} sabbatôn {Sabat/ pekan sabat [noun - genitive plural neuter]} êlthen {pergi} maria {maria} hê magdalênê {dari magdala} kai {dan} hê allê {yang lain} maria {maria} theôrêsai {menengok} ton taphon {kubur itu}

Note:
Frase “Setelah hari Sabat lewat”, yaitu setelah pekan sabat itu lewat, mereka masuk kepada hari pertama dalam suatu pekan (week), yaitu hari minggu (Yunani : mia, harfiah: kesatu/ the first).

pada ayat ke -9, Makus menggunakan istilah yang sinonim dengan “mia”, yaitu “prôtê”:

* Markus 16:9
LAI TB, Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.
KJV, Now when Jesus was risen early the first day of the week, he appeared first to Mary Magdalene, out of whom he had cast seven devils.
Wescott & Hort, αναστας δε πρωι πρωτη σαββατου εφανη πρωτον μαρια τη μαγδαληνη παρ ης εκβεβληκει επτα δαιμονια
Translit interlinear, anastas {setelah Ia (Yesus) bangkit} de {adapun} prôi {pagi-pagi} prôtê {pada (hari) yang pertama, adjective - dative singular feminine} sabbatou {pekan (itu)} ephanê {Ia menampakkan diri} prôton {pertama} maria {(kepada) maria} tê magdalênê {dari magdala/ magdalena} par {dari} hês {-nya} ekbeblêkei {Ia telah mengusir} hepta {tujuh} daimonia {roh-roh jahat}

Keterangan waktu dalam Markus 16 ayat 9 ini merujuk peristiwa dalam kisah yang dicatat dalam Markus 16:1-8, satu rujukan mengenai hari dimana Tuhan Yesus Kristus bangkit.

“Memahami maksud dari kata-kata itu”? Tentu saya mengerti maskud dari ayat/kata-kata itu. Tetapi yang saya tolak adalah pernyataan bro bahwa prote dan mia adalah NAMA hari (bagi orang berbahasa Yunani kala itu).

sorry to say….

ya, ini jadi lucu aja
Ada seorang yang menolak suatu istilah dimana dia sendiri tidak punya dasar literatur tentang istilah itu.

Lihat penjelasan saya tentang hari pertama (MIA), bandingkan dengan bahasa Ibrani-nya:

bersambung…

Anda lihat sendiri bahwa nama-nama hari dalam bahasa Ibrani dan Yunani adalah ditandai dengan nomer.

SUNDAY/ MINGGU:

YOM EKHAD = harfiah hari pertama
MIA HEMERA = harfiah hari pertama

Sinonim dengan:
YOM RISHON = harfiah kepala hari
“PROTE” HEMERA = harfiah hari yang mula2

dalam bahasa Indonesia dikenal dengan hari “AHAD” yang merupakan kata serapan Arab (bandingkan kata Ibrani 'EKHAD)

MONDAY/ SENIN:

YOM SYENI = harfiah hari kedua
DEUTERA HEMERA = harfiah hari kedua

dalam bahasa Indonesia dikenal dengan hari “SENIN” kata serapan Arab (bandingkan kata Ibrani SYENI)

dan seterusnya………
Eh, ternyata bahasa Indonesia juga menamakan hari berdasarkan nomor-nomor.

Apakah dengan demikian Anda juga mengatakan orang Indonesia tidak mengenal “nama hari”

Karena sistem Ibrani menghitung awal hari saat matahari terbenam, maka hari pertama suatu pekan dimulai saat matahari terbenam pada hari ketujuh (hari Sabtu/Sabat). Terbenamnya matahari pada hari ketujuh menandakan berakhirnya hari Sabat, sekaligus memasuki pekan yang baru. Jadi, hari pertama menurut sistem Ibrani dimulai dari Sabtu malam, atau istilah kita sekarang “malam Minggu”.

Ada yang menarik, saat berakhirnya hari Sabat dan memasuki pekan yang baru, orang Yahudi melakukan upacara Havdalah (tidak ada dalam Taurat, tapi berdasarkan tradisi). Ada kemungkinan cerita dalam Kisah 20:7 itu mengindikasikan orang Kristen saat itu mengadopsi tradisi Yahudi tersebut. Dan lama2 tradisi memasuki pekan yang baru itu dikaitkan dengan peristiwa kebangkitan Kristus, sehingga lama2 menjadi tradisi untuk beribadah pada hari pertama setiap pekan (hari Minggu).

Nama “MINGGU” itu justru terjadi karena istilah yang lahir dari Wahyu 1:10 yang Anda tolak itu.

“Hari Minggu” adalah sinonim dengan “KURIAKE HEMERA”, “Hari Tuhan” :slight_smile:

Dalam padanannya ke bahasa kita (Indonesia), yom ekhad (hari pertama) bukan NAMA hari, melainkan TANGGAL.

Masalahnya, “hari Tuhan” belum terbukti sebagai “hari pertama suatu minggu”.

Hari Minggu memang diambil dari “hari Tuhan” (kuriake hemera). Tetapi apakah memang “hari Tuhan” yang Yohanes maksudkan sama dengan “hari Minggu” seperti sekarang? Itu yang tidak terbukti.

Anda-lah yang menolak sekian banyak Bible Commentary, yang ditulis oleh para ahli kitab tentang makna “hari Tuhan” dalam Wahyu 1:10 sebagai “the first day of the week”.
Anda juga menolak perujukan grammar Yunani dimana Rasul Yohanes menulis Otograf-nya, meskipun Anda tidak paham dan tidak punya dasar literatur Yunani sama sekali.

Justru dari sanggahan2 Anda ini hanya berdasarkan pandangan pribadi tanpa dasar literatur, dan pengetahuan Kitab.
Biarlah nanti para pembaca lainnya yang menilai.

Pahami ini:
“hari ke-satu” berbeda dengan “tanggal ke-satu”

hari Ahad, “hari ke-satu” berbeda dengan “tanggal satu”

Bagi pembaca naskah bahasa Yunani dan Ibrani sendiri juga akan memahami yang mana “hari” (nama-nama hari dalam pekan) yang mana “tanggal” dalam bulan.

μία ημερα tentu berbeda dengan μία ημερομηνία

demikian pula יום אחד tentu berbeda dengan מועד אחד

Tidak disangsikan lagi kalau Yesus memang bangkit pada hari pertama dalam pekan, hari yang dalam bahasa Indonesia/Melayu disebut hari Ahad (adopsi bahasa Arab) atau hari Minggu (adopsi bahasa Portugis).

Selama berabad2 hari pertama itu disebut “hari Tuhan” dalam berbagai bahasa yang sebagian besar pemakainya beragama Kristen (bahasa Yunani, Latin, dsb). Yang jadi pertanyaan, sejak kapan hari pertama disebut “hari Tuhan”? Apakah sejak jaman para rasul? Kalau memang sejak jaman para rasul memang logis kalau “hari Tuhan” yang dituliskan Yohanes dalam kitab Wahyu adalah hari Minggu yang kita kenal sekarang. Tapi apakah memang demikian? Ada teori yang mengatakan justru hari pertama dinamakan “hari Tuhan” setelah muncul kitab Wahyu.

Jadi untuk point dari KRR tentang The first day of the week is SUNDAY … everybody aggree, right ?!

Selama berabad2 hari pertama itu disebut "hari Tuhan" dalam berbagai bahasa yang sebagian besar pemakainya beragama Kristen (bahasa Yunani, Latin, dsb). Yang jadi pertanyaan, sejak kapan hari pertama disebut "hari Tuhan"? Apakah sejak jaman para rasul? Kalau memang sejak jaman para rasul[u][b] memang logis [/b][/u]kalau "hari Tuhan" yang dituliskan Yohanes dalam kitab Wahyu adalah hari Minggu yang kita kenal sekarang.
Jadi dengan dasar Ilmu LOGISology ........ "hari Tuhan" yang dituliskan Yohanes dalam kitab Wahyu adalah hari Minggu yang kita kenal sekarang ........ ya UDEH biar gampangnya d/p berantem terus itu kata "Hari Tuhan" dalam Wahyu 1: 10 DIGANTI dengan Hari Minggu ....... toh juga gak mengurangi atau merubah MAKNA kalimat2 didalamnya ....... Coba kita perhatikan ..... Wahyu 1:10 LAI TB, Pada [b]hari Tuhan[/b] aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala, MENJADI ..... Wahyu 1:10 LAI TB, Pada [b]hari Minggu[/b] aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala,

Jadi kalau gak merubah ARTI dan MAKNA ayat 10 diatas … lalu ngapain diributin Pepesan Kosong tsb ?

Lain halnya kalau Hari Tuhan dalam 2 Tes 2 diubah menjadi Hari Minggu … gue’ JITAK Kepala yg Berani2 merubahnya …

1 Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara, 2 supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba.

WARNING ! … jangan coba2 diganti menjadi …

1 Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara, 2 supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Minggu telah tiba.

Tapi apakah memang demikian? Ada [u][b]teori [/b][/u]yang mengatakan justru hari pertama dinamakan "hari Tuhan" setelah muncul kitab Wahyu.
Kalau yg dimaksud dengan [b]Hari Tuhan [/b]dalam Wahyu 1:10 terus dianggap .... dianggap Hari Kita Beribadah ..... karena Hari Minggu kita umumnya TIDAK BEKERJA alias Istirahat lalu ngikutin [u][b]TEORIlogy[/b][/u] diatas ..... ya SAH2 saja deh karena penekanannya adalah Hari dimana secara umum TIDAK BEKERJA maka dipakai untuk kita BERIBADAH ... ya Wis ..... Damai dibumi, jangan pada cek cok ciptakan SIKON cok cek ........ di COCOK in sambil kita CEK ...... yang mengatakan justru hari pertama dinamakan "hari Tuhan" setelah muncul kitab Wahyu..... ya Wis turuti saja karena ada Kesamaan "TIDAK BEKERJA" alias ISTIRAHAT, FOKUS pada Menyembah Tuhan sebagai Pelaksanaan Hari Sabatnya Umat Israel .....

Kejadian 2 :
2 Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. 3 Lalu Allah memberkati dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. …

Betul :afro:

Bagi pembaca literatur Yunani, akan mudah membedakan pengertian “kuriakê hêmera” (Wahyu 1:10) dengan “hê hêmera tou kuriou” (2 Tesalonika 2:2), sebab susunan tata bahasanya jelas-jelas berbeda.
Jadi dia tidak akan mengganti istilah “hari Tuhan” dalam 2 Tesalonika 2:2 ini menjadi hari Minggu:

* 2 Tesalonika 2:2
LAI TB, supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba.
NIV, not to become easily unsettled or alarmed by the teaching allegedly from us—whether by a prophecy or by word of mouth or by letter—asserting that the day of the Lord has already come.
UBS-Greek NT (Nestle-Aland), εις το μη ταχεως σαλευθηναι υμας απο του νοος μηδε θροεισθαι μητε δια πνευματος μητε δια λογου μητε δι επιστολης ως δι ημων ως οτι ενεστηκεν η ημερα του κυριου
Translit, eis to mê takheôs saleuthênai humas apo tou noos mêde throeisthai mête dia pneumatos mête dia logou mête di epistolês hôs di hêmôn hôs hoti enestêken (article - nominative singular feminine) hêmera (noun - dative singular feminine) tou (definite article - genitive singular masculine) kuriou (noun - genitive singular masculine)

Perhatikan Frasa: hê(♀) hêmera (♀) tou (♂) kuriou (♂) → bukan nama hari di suatu pekan. Istilah “hari Tuhan” ini berorientasi eskatologis.

Bandingkan dengan :

* Wahyu 1:10
LAI TB, Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala,
KJV, I was in the Spirit on the Lord’s day, and heard behind me a great voice, as of a trumpet,
TR, εγενομην εν πνευματι εν τη κυριακη ημερα και ηκουσα οπισω μου φωνην μεγαλην ως σαλπιγγος
Translit, TR, egenomên en pneumati en tê (definite article - dative singular feminine) kuriakê (adjective - dative singular feminine) hêmera (noun - dative singular feminine) {hari milik Tuhan} kai êkousa opisô mou phônên megalên hôs salpiggos

Perhatikan frasa “tê (♀) kuriakê (♀) hêmera (♀)”, kata sandang (artikel) dalam bentuk feminine, adjective nya juga dalam bentuk feminine, demikian juga noun-nya dalam bentuk feminine. Tata bahasa seperti ini, merujuk kepada nama hari di dalam suatu pekan yaitu hari Minggu.

bersambung…

Robertson di atas membandingkan istilah “hari Tuhan” dalam Wahyu 1:10 dan 2 Petrus 3:10 sebagai suatu istilah yang berbeda konteks, yang satu adalah “hari Minggu” dan yang satunya lagi adalah “judgement day” :

* 2 Petrus 3:10
LAI TB, Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.
KJV, But the day of the Lord will come as a thief in the night; in the which the heavens shall pass away with a great noise, and the elements shall melt with fervent heat, the earth also and the works that are therein shall be burned up.
TR, ηξει δε η ημερα κυριου ως κλεπτης εν νυκτι εν η οι ουρανοι ροιζηδον παρελευσονται στοιχεια δε καυσουμενα λυθησονται και γη και τα εν αυτη εργα κατακαησεται
Translit, êxei de (article - nominative singular feminine) hêmera (noun - dative singular feminine) kuriou (noun - genitive singular masculine) hôs kleptês en nukti en hê hoi ouranoi roizêdon pareleusontai stoikheia de kausoumena luthêsontai kai gê kai ta en autê erga katakaêsetai

Perhatikan Frasa: hê(♀) hêmera (♀) tou (♂) kuriou (♂) → bukan nama hari di suatu pekan.
Istilah “hari Tuhan” dalam 2 Petrus 3:10 berorientasi eskatologis “judgement day” dan istilah “hari Tuhan” dalam ayat ini tidak dapat dimaknakan “hari Minggu”

Demiianlah Alkitab dalam naskah bahasa YUNANI, membedakan istilah “HARI TUHAN” (dalam artian eskatologis, yang bukan sebagai nama hari suatu pekan), kita lihat bukti ayat yang lainnya:

* 1 Korintus 1:8
LAI TB, Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.
KJV, Who shall also confirm you unto the end, that ye may be blameless in the day of our Lord Jesus Christ.
TR, ος και βεβαιωσει υμας εως τελους ανεγκλητους εν τη ημερα του κυριου ημων ιησου χριστου
Translit, hos kai bebaiôsei humas heôs telous anegklêtous en (definite article - dative singular feminine) hêmera (noun - dative singular feminine) tou (definite article - genitive singular masculine) kuriou (noun - genitive singular masculine) hêmôn iêsou khristou

perhatikan Frasa hêmera (♀) tou (♂) kuriou (♂) → Adalah “hari Tuhan” dalam orientasi eskatologis, bukan nama hari di suatu pekan.

bersambung…

Untuk penegasannya kita lihat lagi bukti Septuaginta, naskah yang sangat kuno, bahkan sebelum Masehi, dapat kita lihat di:

* Amos 5:20
LAI TB, Bukankah hari TUHAN itu kegelapan dan bukan terang, kelam kabut dan tidak bercahaya?
KJV, Shall not the day of the LORD be darkness, and not light? even very dark, and no brightness in it?
Hebrew,
הֲלֹא־חֹשֶׁךְ יֹום יְהוָה וְלֹא־אֹור וְאָפֵל וְלֹא־נֹגַהּ לֹו׃
Translit, HALO’-KHOSYEKH YOM YEHOVAH (dibaca: 'Adonay) VELO-'OR VE’AFEL VELO-NOGAH LO
LXX, ουχι σκοτος η ημερα του κυριου και ου φως και γνοφος ουκ εχων φεγγος αυτη
Translit, oukhi skotos (article - nominative singular feminine) hêmera (noun - dative singular feminine) tou (definite article - genitive singular masculine) kuriou (noun - genitive singular masculine) kai hou phôs kai gnophos ekhôn pheggos autê

Perhatikan Frasa: hê(♀) hêmera (♀) tou (♂) kuriou (♂) → Adalah “hari Tuhan” dalam orientasi eskatologis, bukan nama hari di suatu pekan.

Kalau memang Rasul Yohanes memaksudkan “hari Tuhan” dalam artian eskatologis, sesuai grammar Yunani, tentu dia akan menuliskan kata kurios/ kuriou/ kuriakos yg dalam bentuk masculine, sebagaimana penulisan dalam 2 Petrus 3:10[, 1 Korintus 1:8 atau Amos 5:20 (septuaginta) menulis dalam bentuk masculine.

Namun nyatanya tidak, Rasul Yohanes menggunakan kata κύριος - kurios dalam bentuk feminine, menunjukkan bahwa ia memaksudkan “kuriakê (♀) hêmera (♀)” itu nama hari dalam suatu pekan, istilah yang sinonim dengan “mia (♀) hêmera (♀)”, hari Minggu. Kajian ini sesuai dengan commentary dari Robertson dan beberapa commentary lain yang sudah saya kutip di thread ini.

Reff: http://www.sarapanpagi.org/hari-tuhan-hari-minggu-kuriake-hemera-vt564.html#p1116

Hari Minggu/Ahad (hari pertama dalam pekan) tidak pernah disamakan dengan hari Sabat, yakni hari ketujuh dalam pekan (hari Sabtu). Hari Minggu merupakan hari ibadah bagi sebagian besar umat Kristen, namun bukan hari Sabat seperti yang difirmankan Tuhan kepada bangsa Israel.

Pertama, harus diingat hari Sabat bukan dimaksudkan sebagai hari peribadatan.

Keluaran 20:8-11
Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Jadi fokus hari Sabat adalah berhenti dari segala pekerjaan yang biasa dilakukan 6 hari lainnya. Seperti Tuhan menciptakan langit dan bumi selama 6 hari dan berhenti pada hari ketujuh, demikian juga bangsa Israel diperintahkan bekerja 6 hari (bekerja disejajarkan dengan karya penciptaan Tuhan) lalu pada hari ketujuh mereka berhenti dari pekerjaannya. Maksudnya supaya bangsa itu menjadi gambaran Tuhan di muka bumi.

Tampak dalam ayat2 di atas bahwa menguduskan hari Sabat tidak identik dengan melakukan peribadatan, karena yang diperintahkan adalah berhenti bekerja baik orang Israel asli maupun pendatang di negeri itu, bahkan hewan pun ikut “menguduskan” hari Sabat. Bangsa Israel awalnya tidak mengenal ibadah dengan cara berkumpul bersama dalam suatu gedung sekali seminggu. Baru setelah pulang dari pembuangan Babel mereka melakukan ibadah bersama dengan cara berkumpul di daerah masing2 untuk berdoa dan mendengar pembacaan Taurat pada hari Sabat. Rumah yang khusus dipakai untuk beribadah seperti itu kemudian disebut bet knesset (rumah berkumpul) dalam bahasa Ibrani atau sinagoga dalam bahasa Yunani.

Hari Sabat tidak pernah diganti atau digeser harinya menjadi hari Minggu atau hari lainnya. Hari Sabat dimulai saat mata hari terbenam pada hari keenam (Jumat petang) sampai matahari terbenam pada hari ketujuh (Sabtu petang). Jadi setelah matahari terbenam pada hari Sabat, maka hari telah berganti menjadi hari pertama di minggu/pekan yang baru. Ini merupakan sistem perhitungan hari secara Ibrani, yang mengawali hari pada saat matahari terbenam, bukan seperti sistem internasional moderen yang mengawalinya pada tengah malam (pukul 00.00).

Pada Perjanjian Baru hari Sabat masih dipelihara orang Yahudi, bahkan Yesus dan rasul Paulus pun dicatat beberapa kali pergi ke rumah ibadah (sinagoga) pada hari tersebut. Akan tetapi gereja tidak diharuskan memelihara hari Sabat, baik pada hari Sabtu, Minggu, atau hari manapun. Kisah 20:7 sering dipakai sebagai ayat yang mendasari argumen untuk beribadah pada hari pertama (hari Minggu). Terlepas setuju atau tidaknya, yang pasti tidak ada implikasi dari ayat tersebut bahwa orang percaya memelihara hari Sabat pada hari pertama.

Lha kalau gak KERJA di Hari Sabat terus ngapain Bro ? Duduk Bengong gitu kale’ ya ? Ya gunakanlah untuk beribadat makanya di Kitab kejadian udeh JELAS2 Tuhan MENGUDUSKAN Hari Sabat karena ITU adalah HARI dimana Umat Pilihan itu untuk BERIBADAT , bukannya dilarikan ke …supaya bangsa itu menjadi gambaran Tuhan di muka bumi
Gambaran Tuhan itu bukan pada Point di hari ke 7 TIDAK BEKERJA melainkan ada Karya Mencipta, Karya Free Will, Karya Kasih, Karya Memelihara, Karya Mengatur … karena Dia itu Maha Pencipta, Maha Pengasih, Maha Pemelihara, Maha Pengatur, dll

Tampak dalam ayat2 di atas bahwa menguduskan hari Sabat tidak identik dengan melakukan peribadatan, karena yang diperintahkan adalah berhenti bekerja baik orang Israel asli maupun pendatang di negeri itu, bahkan hewan pun ikut "menguduskan" hari Sabat. Bangsa Israel awalnya tidak mengenal ibadah dengan cara berkumpul bersama dalam suatu gedung sekali seminggu. Baru setelah pulang dari pembuangan Babel mereka melakukan ibadah bersama dengan cara berkumpul di daerah masing2 untuk berdoa dan [b]mendengar pembacaan Taurat pada hari Sabat[/b]. Rumah yang khusus dipakai untuk beribadah seperti itu kemudian disebut bet knesset (rumah berkumpul) dalam bahasa Ibrani atau sinagoga dalam bahasa Yunani.
Kalau Hewan aja MENGUDUSKAN Hari Sabat apalagi manusia .... terus emangnya NGAPAIN itu para Manusia dalam melakukan Menguduskan hari Sabat kalau bukannya BERIBADAT kepada Tuhan ? Si Bro mah ngomongnya Bolak Balik kek Bis ngangkutin penumpang aja deh !
Hari Sabat tidak pernah diganti atau digeser harinya menjadi hari Minggu atau hari lainnya. Hari Sabat dimulai saat mata hari terbenam pada hari keenam (Jumat petang) sampai matahari terbenam pada hari ketujuh (Sabtu petang). Jadi setelah matahari terbenam pada hari Sabat, maka hari telah berganti menjadi hari pertama di minggu/pekan yang baru. Ini merupakan sistem perhitungan hari secara Ibrani, yang mengawali hari pada saat matahari terbenam, bukan seperti sistem internasional moderen yang mengawalinya pada tengah malam (pukul 00.00).

Pada Perjanjian Baru hari Sabat masih dipelihara orang Yahudi, bahkan Yesus dan rasul Paulus pun dicatat beberapa kali pergi ke rumah ibadah (sinagoga) pada hari tersebut. Akan tetapi gereja tidak diharuskan memelihara hari Sabat, baik pada hari Sabtu, Minggu, atau hari manapun. Kisah 20:7 sering dipakai sebagai ayat yang mendasari argumen untuk beribadah pada hari pertama (hari Minggu). Terlepas setuju atau tidaknya, yang pasti tidak ada implikasi dari ayat tersebut bahwa orang percaya memelihara hari Sabat pada hari pertama.

Mau diganti kek mau Tidak kek … yg Penting adalah Pilihlah Hari untuk Beribadat itu adalah Hari dimana kita tidak bekerja ! :mad0261: :coolsmiley: :happy0062:

Di ayat mana dikatakan hari Sabat dimaksudkan sebagai hari peribadatan? Saya tidak mengatakan beribadah pada hai Sabat salah, tapi bukan itu fokus utamanya.