Apakah ini Natur Dosa ?

Pada sebuah acara “Stand up comedy” yang disiarkan oleh salah satu stasion TV, ada seorang peserta yang membuat saya spontan tertawa. Peserta ini mengangkat bahan komedinya tentang pembinaan yang dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan (LP).
Dikatakan oleh peserta itu “Di LP itu diajarkan bermacam-macam ketrampilan seperti perbengkelan, computer, pertanian, dan lain-lain, agar ketika keluar dari LP bisa menjadi bekal hidup untuk nafkahnya. Seorang maling ayam tertangkap, masuk LP, dalam LP diajari perbengkelan, setelah keluar, Alhamdulilah, menjadi maling motor”.
Cerita ini memang adalah fakta, bukan sekedar ada dalam banyolan, tapi kenyataan. Seorang pengedar narkoba akan lebih mahir dan bertambah jaringannya setelah keluar dari LP. Juga kejahatan-kejahatan lainnya.
Apa yang membuat ini terjadi ?
Apakah itu hanya karena hukuman penjara itu tidak menakutkan sehingga tidak membuat jera ?
Apakah perubahan pada manusia hanya terjadi jika jera atau perubahan motivasi ?
Bagaimana dengan natur dosa (yang hanya diakui oleh kekristenan) ?

Disini pentingnya pendidikan moral, lepas dari agama apapun juga.

Pendidikan moral harus diutamakan lebih dahulu, dari pada pendidikan ketrampilan.

Seorang yang moralnya bejat, semakin pandai semakin membawa banyak korban.

sebagai mantan napi, mungkin saya adalah orang yg cocok untuk ditanyakan oleh TS
saya mengakui yg dikatakan di stand up comedi itu adalah kenyataan yg ada.
di LP itu. hanya ada 2 pilihan yg mungkin diambil oleh para terpidana,

  1. Bertobat
  2. Menggila
    hanya 2 opsi tsb yg dimiliki oleh terpidana.
    kehidupan dalam LP itu tidak seburuk yg dibayangkan oleh “orang2 luar” yg tidak pernah merasakan.
    justru di LP mental kita akan semakin ter-ASAH, dan semakin menjadi2.
    karena setelah menjadi terpidana, para napi (khususnya saya) justru mengetahui seluk beluk hukum di Indonesia ini. dan ternyata memang banyak sekali “celah” yg dapat dimanfaatkan.

misalnya : untuk kasus pencurian,
hukuman seorang pencuri kendaraan bermotor, sama saja dengan pencuri kambing.
jadi lebih baik curanmor sekalian
hukuman seorang koruptor, bisa menyesuaikan dengan pasal tergantung berapa duit yg “disetor” ke hakim dan jaksa,
jadi lebih baik korupsi banyak2 saja sekalian
dll

itulah hukum di Indonesia ini.

manusia memang memiliki “ketertarikan” akan dosa karena kita tidak berdaya oleh daging.

Salam

Lalu waktu di LP Anda memilih untuk bertobat atau menggila?
Apakah komunitas di sana mendukung “pertobatan”?

Jujur saya takjub melihat kesaksian Anda ini…
Dan Anda memberikan pengetahuan baru tentang hukum kepada saya. Thanks for that :slight_smile:

jika saya memilih menggila, maka saya tidak akan berada di Forum ini

Apakah komunitas di sana mendukung "pertobatan"?
[b]ada yg mendukung, [/b]

jika kita memilih untuk bertobat, maka itu adalah “panggilan” kita.
disana saya dipertemukan dengan Teroris2 Poso (sulawesi tengah), pembuat bom, pembunuh, dll yg memilih bertobat dan mengikut Kristus.
para teroris itu, sudah meninggalkan kehidupan2 lama mereka, dan sungguh2 menjadi pengikut Kristus,
saya bersyukur pada Tuhan telah “dilemparkan” pada titik terendah tsb, agar dapat kembali dalam dekapan-Nya yg penuh kasih.
dalam kehidupan saya yg lama, saya bahkan enggan menyentuh Alkitab.

dan ada yg sangat tidak mendukung.

dalam Blok Tahanan/Napi kita berada dalam komunitas yg “buruk”, di LP beredar bebas narkoba dan miras,
pada awalnya saya merasa frustasi dan mengambil jalan tsb untuk mengelabui rasa frustasi saya tsb.
bahkan teman2 napi lain turut mempengaruhi kita agar semakin terjerumus.
itulah sebabnya banyak mantan napi yg semakin menjadi2 ketika bebas dari hukuman.
apa yg susah di LP?

  • makan ditanggung 1 hari 3 kali ada yg memasak untuk kita,
  • tidak ada tagihan listrik, tidak ada tagihan air.
  • tidur dijagain,
  • kesehatan diperhatikan
  • narkoba? bebas… miras? bebas…
  • bisa menghasilkan uang
  • bisa berdagang
  • bisa (maaf) berhubungan intim
  • bisa menggunakan handphone & internet (walaupun sembunyi-sembunyi)
  • mau TATOO? gratis
  • mau berkuasa? tinggal adu otot saja
  • bisa keluar masuk LP, asal punya koneksi dengan petugas
  • dll
    apa yg susah ? tidak ada
    itu sebabnya jika banyak yg semakin menggila jika menjadi mantan napi.
Jujur saya takjub melihat kesaksian Anda ini..
tidak perlu takjub dan kaget sis. :ashamed0004: banyak loh mantan napi yg menjadi pengInjil
Dan Anda memberikan pengetahuan baru tentang hukum kepada saya. Thanks for that :)
sama-sama :)

Salam

Spt tayangan TV ttg pembuat+edar narkoba+hubungan intim di LP: resepnya=duit. berapa banyak=keleluasaan dpt diatur.

Tetap yakin ttg Ibrani 4:12, Maz 119:9,11,105, 1:1-6, Yer 17:5-8…

Bro manweljs bisa menulis kesaksian hidup kemudian tampilkan ke blog?. Boleh pakai blogspot atau wordpress. Bila ada kesulitan untuk nata blog, saya siap bantu?. Salah satu bantuannya di http://www.webmungil.wordpress.com

Oh ya, mantan napi dari LP mana ya?

@Sdr Manweljs
Saya tetep takjub. Karena saya tahu bertobat itu susah apalagi lingkungan lebih banyak tidak mendukung.
Kalau boleh dinilai pakai bahasa saya : Anda ini kereeeeennn…
Kenapa? Di saat lingkungan lebih cenderung menjauhkan Anda dari Tuhan (seperti “kemudahan” have fun di LP), Anda memilih untuk bertobat.

Saya selalu kagum dengan orang yg tahan uji. Karena saya lemah.
Saya mudah terpengaruh lingkungan dan menjadikan ke-frustasi-an saya pembenaran untuk berbuat dosa. Apalagi lingkungan sangat mendukung.

Kisah Anda ini jelas memotivasi saya.
Thank you…

tayangan2 di TV, kalo boleh saya katakan “belum ada apa-apanya” dibanding dengan kehidupan kami para napi, baru sekitar 30% saja yg terekspose keluar :ashamed0004:

Tetap yakin ttg Ibrani 4:12, Maz 119:9,11,105, 1:1-6, Yer 17:5-8..
Yup :afro:
Bro manweljs bisa menulis kesaksian hidup kemudian tampilkan ke blog?. Boleh pakai blogspot atau wordpress. Bila ada kesulitan untuk nata blog, saya siap bantu?. Salah satu bantuannya di http://www.webmungil.wordpress.com
terima kasih atas tawarannya, namun saya tidak pandai menulis bro :ashamed0004: , terima kasih untuk tawaran anda
Oh ya, mantan napi dari LP mana ya?
LP Klas IIB Luwuk, Sulawesi Tengah.

sebenarnya di LP mana saja, kehidupan disana tetap sama seperti yg saya ceritakan.
saya sempat berteman dengan beberapa napi yg pindah2 LP (karena keseringan masuk penjara), mereka sudah keliling LP di Indonesia sebagai penghuni, yah. menurut mereka sama saja semuanya. hanya ada perbedaan yg mencolok jika dalam LP tsb ada napi teroris, khususnya para jihadis.
mereka sangat membenci kekristenan, bahkan di LP Klas I Palu sering terjadi bentrok dan penyerangan terhadap gereja.

ini kenyataan yg tidak terekspos dunia luar.

Salam

Terima kasih,
khususnya untuk : “Anda ini kereeeeennn…” :monkeys40:

memang sangat susah untuk bertobat dalam LP, jika kita memaksakan diri untuk hal itu. karena semua usaha kita untuk bertobat akan sia2, alih2 bertobat, kita akan semakin terjerumus dalam dosa.
menyerahkan semua pergumulan saya pada Tuhan, itu yang saya lakukan. dan Tuhan mengubahkan saya.

ayat ini yg mengubahkan saya :
Yeremia
17:5. Beginilah Firman Tuhan: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!
17:6 Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.
17:7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
17:8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

jika kita ingin bertobat dengan usaha kita, hal itu AKAN SIA-SIA. bahkan TERKUTUK

Saya selalu kagum dengan orang yg tahan uji. Karena saya lemah. Saya mudah terpengaruh lingkungan dan menjadikan ke-frustasi-an saya pembenaran untuk berbuat dosa. Apalagi lingkungan sangat mendukung.

Kisah Anda ini jelas memotivasi saya.
Thank you…


semoga Yeremia 17 :5-8 tsb dapat mengubah cara berpikir anda, untuk tidak menggunakan usaha anda sendiri dalam menjauhi dosa. usaha anda adalah kesia-siaan.
tetapi serahkanlah semua pergumulan anda pada Tuhan Yesus saja. mengakulah di hadapan-Nya bahwa anda tidak mampu berbuat apa-apa, kita ini lemah, kita ini kotor.
Hanya Tuhan saja yg bisa mengubah kita.

saya seorang pengguna narkoba dan pecandu miras.
Tuhan Yesus mengubah saya seketika itu juga, ketika saya menyerahkan seluruh pergumulan itu pada-Nya

Salam

Dengan cara dikurung, seseorang tidak akan dapat berubah. Sejak kecil kebiasaan kalau nakal dikurung dalam gudang atau dikunci dalam kamar. Harapannya ia merenungkan kesalahannya dan bertobat. Tetapi itu tidak pernah terjadi. Anak kecil belum bisa meditasi merenungkan kesalahannya, orang besar juga sama dengan dikurung tidak akan ia merenungkan kesalahannya. Beberapa mungkin ada yang menyesal, bukan karena dikurung, tetapi karena ia menerima konsekwensi dari perbuatannya (secara hukum dan moral).

Perilaku manusia terbentuk karena masyarakat sekitarnya, kepada siapa dia bergaul demikian ia menjadi serupa dengan mereka. Jika bergaul dengan orang kaya-kaya, manager dan pengusaha, kita akan terbiasa berpikir duit dan duit, segala sesuatu seakan hendak dijadikan duit. Otak isinya peluang usaha ini dan itu. Kalau kita bergaul dengan pegawai administrasi kantor, kita belajar untuk kas bon dan hutang. Kalau kita bergaul dengan salesman kita belajar mengakali, belejar main uang perusahaan dan sebagainya. Kalau pergaulan kita orang beriman, yang hidup takut akan Tuhan dan melayani dengan segenap hati jiwa dan raganya, kita juga memiliki hati dan perasaan yang sama.

LP adalah sebuah komunitas, sama seperti komunitas gereja. Komunitas LP termasuk unik, sebab jika orang yang mengasihi Tuhan berkumpul di gereja membentuk sebuah komunitas, di LP para penjahat, maling, jambret dan penodong pada ngumpul membangun komunitas. Jadi bisa dibayangkan akan jadi seperti apakah mereka yang keluar dari LP dan yang menjadi bagian dari komunitas mereka.

Mentor, pembapakan, pemuritan, dan sebagainya istilah yang dipakai untuk membimbing orang dengan teladan dan pengajaran sangat diperlukan dalam mengarahkan sebuah komunitas. Didalam sebuah komunitas, jika ada mentor yang membawa mereka kepada kebenaran, walau mereka semua itu anak jalanan, berandal dan para penjahat, jika mereka memiliki mentor yang dapat membawa mereka kepada kebenaran, maka mereka semua akan menjadi komunitas yang indah dihadapan Tuhan. Sebaliknya kalau mentor mereka di penjara itu gembong mafia???

Masalahnya, apakah ada pelayanan menjadi mentor di penjara? Kebanyakan gereja hanya datang mengadakan kebaktian dan berbagi rejeki, mendoakan lalu pulang. Tetapi belum ada pelayanan gereja yang arahnya adalah menjadi bapak-bapak rohani kominitas di penjara.

Demikian pandangan saya. Saya pribadi tidak terbeban untuk melayani mereka, cuman sumbang pendapat saja.

menurut saya pandangan anda ini keliru.

yg anda sebut “mentor” itu sudah ada dalam LP, setiap napi dibimbing untuk menjadi orang baik, banyak sekali pembinaan2 di LP baik yg dilakukan oleh pemerintah atau pun kerohanian dan itu dilakukan setiap hari.
dan hasilnya adalah NIHIL.

Masalahnya, apakah ada pelayanan menjadi mentor di penjara? Kebanyakan gereja hanya datang mengadakan kebaktian dan berbagi rejeki, mendoakan lalu pulang. Tetapi belum ada pelayanan gereja yang arahnya adalah menjadi bapak-bapak rohani kominitas di penjara.
2 kali dalam seminggu, bahkan ada yg 3 kali seminggu, hamba2 Tuhan datang untuk memberikan pelayanan di LP. memang tidak bisa setiap hari, namun saya rasa itu sudah lebih dari cukup.

Salam

Amin …
Hari ini saya melihat karya Roh Kudus yang mempertobatkan.
Bagi orang yang seperti broer, karya Roh Kudus terlihat dengan jelas sehingga broer boleh percaya bahwa broer sudah diselamatkan.
Bagi orang Kristen seperti saya yang lahir dari keluarga Kristen dan “biasa-biasa saja”, sering membuat hati ragu apakah sudah diselamatkan atau belum , tetapi bagi saya pun pertobatan tetap harus terjadi.

Pendidikan manusia tidak bisa mengubah natur dosa, hanya Roh Kudus.

Di luar Roh Kudus, ada yang Nampak luarnya seperti pertobatan, tetapi saya piker bukan, karena motivasinya tetap untuk kepentingan diri, bukan kepentingan Tuhan.

shalom.

bro wawan, jika anda belum “melihat” karya Roh kudus bekerja dalam hidup sodara, itu bukan berarti Roh Kudus tidak berkarya dalam hidup anda. kalo boleh saya katakan Roh kudus berkarya dalam anda secara “biasa-biasa saja” agar “menyesuaikan” dengan hidup sodara.

jika anda ingin “melihat” Roh Kudus bekerja dalam hidup sodara, janganlah menjadi “biasa-biasa saja”.
saya tidak menyarankan anda untuk masuk dalam kegelapan, tetapi bekerjalah di ladang Tuhan dengan giat, seperti yg dilakukan para Rasul, pastilah anda akan melihat karya Roh Kudus itu.

Tuhan Yesus menangkap saya dari kehidupan saya yg tidak biasa, dengan cara yg sangat ajaib. begitu pula dengan teman2 saya Teroris, namun kami harus dilemparkan-Nya dalam suatu kondisi yg sangat pahit, agar kami boleh merasakan Kasih-Nya.

saat di LP, kami pernah didatangi hamba Tuhan yg dahulu adalah seorang pembunuh bayaran rezim Suharto.
Dia bersaksi dihadapan kami, bahwa dia diubahkan saat mengalami kematian setelah kecelakaan, bekas lukanya masih ada di wajah hamba Tuhan tsb.
terkadang Tuhan memilih orang2 seperti ini untuk menjadi hamba2-Nya dalam memberitakan Injil. mereka tidak pernah hidup secara biasa2 saja. mereka adalah para pendosa besar.
banyak sekali cerita2 dalam Alkitab, dimana Tuhan memakai orang2 berdosa secara ajaib.

Roma 5:20 Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,

Pendidikan manusia tidak bisa mengubah natur dosa, hanya ROH KUDUS.

Di luar ROH KUDUS, ada yang Nampak luarnya seperti pertobatan, tetapi saya piker bukan, karena motivasinya tetap untuk kepentingan diri, bukan kepentingan Tuhan.


TUL :afro:

usaha2 yg digunakan oleh manusia hanya akan menjadi kain kotor dihadapan Allah

Salam

Anda tidak paham apa arti mentor, pembapakan, pemuritan… Bukan seremoni, bukan ibadah, bukan pembimbingan rohani, bukan konsultasi agama. Anda akan tahu jika anda telah memiliki mentor atau telah mementoring orang.

1Tesalonika 2:8 Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi.

anda saja yg tidak tahu aturan2 di LP itu seperti apa,
dan apa saja yg terjadi saat pembimbingan napi dilakukan.

Salam

makin dilarang …malah makin mendorong untuk melakukan
mau mengerjakan yanga baik yg muncul malah yg jahat
pengaruh yg buruk itu mempengaruhi yg kebiasaan yg baik…