Apakah ini termasuk jenis Pemerasan dgn cara halus?

Keluaran 30:12
“Apabila engkau menghitung jumlah orang Israel pada waktu mereka didaftarkan, maka haruslah mereka masing-masing mempersembahkan kepada TUHAN uang pendamaian karena nyawanya, pada waktu orang mendaftarkan mereka, supaya jangan ada tulah di antara mereka pada waktu pendaftarannya itu.

Sering kita mendengar, bahwa Tuhan ga butuh uang. Bagaimana dgn kaitan ayat diatas.
Para FKer, ada yang bisa bantu?

salam

PENDAHULUAN:

Saya senang ada yang menanyakan ini, sebab sampai saat ini masih ada banyak diantara para Fker yang tidak ngerti-ngerti, atau tidak mau mengerti bahwa ORANG Kristen TIDAK BERADA DI BAWAH HUKUM TAURAT, dan sebaliknya mereka menuduh bahwa pendapat yang mengatakan kita tidak lagi dibawah KUK TAURAT adalah melecehkan Firman Allah Perjanjian Lama!
Namun, kita semua harus mengerti, kalau KUK TAURAT itu masih mengikat dan membebani orang-orang Kristen. Maka ketentuan dalam MITSVOT (perintah) ini juga tetap mengikat orang Kristen. Sebab pelaksanaan Hukum Taurat itu harus sempurna, kalau gagal melaksanakan 1 perintah dari Mitsvot yg ditentukan dalam Hukum Taurat (yang jumlahnya 613), maka orang itu bersalah terhadap seluruh Hukum Taurat.

* Yakobus 2:10
Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.

Tuntutan melaksanakan seluruh perintah Hukum Taurat itu berlaku karena Nazar orang Israel sendiri sejak peristiwa yang tercatat di Keluaran 24:3. Dimana bangsa Israel membuat sebuah kesalahan ketika mereka berkata “Segala firman yang telah diucapkan TUHAN itu, akan kami lakukan.” (Keluaran 24:3b). Disanalah mereka digantung oleh lidah mereka sendiri. Selama 1500 tahun tahun, mereka membuktikan bahwa mereka tidak dapat melakukannya. Seperti sebuah percobaan laboratorium! Selama 1500 tahun mereka mencoba untuk mematuhi semua perintah Allah, dan setiap kali pula mereka gagal. Mereka tidak dapat dibenarkan dengan usaha mereka sendiri, demikian juga Anda semua yang masih percaya Taurat mengikat orang Kristen.

Saya dapat mengerti mengapa sebagian teman2 kita Fker ini terus ngotot bahwa sebagian Taurat masih mengikat orang Kristen, karena diantaranya adalah mereka berasal dari gereja2 yang masih melaksanakan “sebagian aturan Taurat” misalnya adanya syariat Persepuluhan, buah sulung, sabat dll dilaksanakan di gerejanya. Jadi untuk “melegitimasi pungutan” sebagai syariat itu, mereka harus berkata “yang sebagian dari Taurat” masih berlaku bagi Jemaat KRISTUS. Tetapi kalau kita membaca Yakobus 2:10, pendapat itu jelas tidak benar. Dan, Anda semua harus mengerti bahwa pelaksanaan Taurat itu nggak boleh setengah2, harus sempurna seluruhnya! Dan kalau jemaat KRISTUS masih melaksanakan Taurat… ini bertentangan dengan apa yang dituliskan dalam Alkitab Perjanjian Baru, dimana kita diberikan 2 pilihan untuk memilih “Taurat atau KRISTUS” yang diungkapkan rasul Paulus di Galatia 2:15-21, baca ulasannya di http://www.sarapanpagi.org/permasalahan-KRISTUS-atau-taurat-vt223.html#p471 baca juga Artikel “SYARIAT TAURAT atau KEMERDEKAAN INJIL?” di http://www.sarapanpagi.org/permasalahan-KRISTUS-atau-taurat-vt223.html#p15091

Kita tidak disuruh melakukan Taurat yang separoh2, kita hanya diperhadapkan dalam 2 pilihan, TAURAT atau KRISTUS? atau TAURAT atau KEMERDEKAAN INJIL? Jikalau ada sebagian dari Anda masih menggandoli Taurat dalam ibadah Kristiani, maka pelaksanaannya harus konsisten 613 perintah (mitsvot) itu harus dilaksanakan dengan sempurna.

Seorang Kristen yang telah sadar diri, tahu bahwa TAURAT itu bukan wasiat kita. KRISTUS telah melaksanakan semua tuntutan Taurat itu dalam kehidupan pelayananNya di dunia dan semua tuntutan telah sempurna dengan tindakanNya mati, darah-Nya tertumpah di kayu salib, sebagai kurban terhadap hutang dosa manusia dan Ia berkata “tetelestai, SUDAH SELESAI!” (Yohanes 19:30). Dengan tindakanNya di kayu salib itu, kita, jemaat KRISTUS memiliki Wasiat Baru (NEW COVENANT) yang dijelaskan juga oleh Alkitab Perjajian Baru dalam Ibrani 8:6-13 (baca penjelasannya di http://www.sarapanpagi.org/perjanjian-lama-dan-perjanjian-baru-ibrani-8-6-13-vt125.html#p260 )

PENJELASAN UANG TEBUSAN Keluaran 30:12, sebagai PUNGUTAN BEA kepada BAIT ALLAH (MITSVOT KE 404) HUKUM TAURAT

Sebaiknya kita baca lebih lengkap ayat-ayatnya tentang perintah ‘UANG TEBUSAN’ ini, sbb:

* Keluaran 30:11-16
30:11 LAI TB, TUHAN berfirman kepada Musa:
30:12 LAI TB, "Apabila engkau menghitung jumlah orang Israel pada waktu mereka didaftarkan, maka haruslah mereka masing-masing mempersembahkan kepada TUHAN uang pendamaian karena nyawanya, pada waktu orang mendaftarkan mereka, supaya jangan ada tulah di antara mereka pada waktu pendaftarannya itu.

30:13 LAI TB, Inilah yang harus dipersembahkan tiap-tiap orang yang akan termasuk orang-orang yang terdaftar itu: setengah syikal, ditimbang menurut syikal kudus – syikal ini dua puluh gera beratnya --; setengah syikal itulah persembahan khusus kepada TUHAN.
KJV, This they shall give, every one that passeth among them that are numbered, half a shekel after the shekel of the sanctuary: (a shekel is twenty gerahs:) an half shekel shall be the offering of the LORD.
Hebrew,
זֶה ׀ יִתְּנוּ כָּל־הָעֹבֵר עַל־הַפְּקֻדִים מַחֲצִית הַשֶּׁקֶל בְּשֶׁקֶל הַקֹּדֶשׁ עֶשְׂרִים גֵּרָה הַשֶּׁקֶל מַחֲצִית הַשֶּׁקֶל תְּרוּמָה לַיהוָה׃
Translit, ZEH YITNU KOL-HA’OVER 'AL-HAPEQUDIM MAKHATSIT HASYEQEL BESYEQEL HAQODESY 'ESRIM GERAH HASYEQEL MAKHATSIT HASYEQEL TERUMAH LAYEHOVAH (dibaca: La’Adonay)
30:14 LAI TB, Setiap orang yang akan termasuk orang-orang yang terdaftar itu, yang berumur dua puluh tahun ke atas, haruslah mempersembahkan persembahan khusus itu kepada TUHAN.
30:15 LAI TB, Orang kaya janganlah mempersembahkan lebih dan orang miskin janganlah mempersembahkan kurang dari setengah syikal itu pada waktu dipersembahkan persembahan khusus itu kepada TUHAN untuk mengadakan pendamaian bagi nyawa kamu sekalian.
30:16 LAI TB, Dan haruslah engkau memungut uang pendamaian itu dari orang Israel dan menggunakannya untuk ibadah dalam Kemah Pertemuan; supaya itu menjadi peringatan di hadapan TUHAN untuk mengingat kepada orang Israel dan untuk mengadakan pendamaian bagi nyawa kamu sekalian."

TS bertanya “Apakah ini termasuk jenis Pemerasan dgn cara halus?”

Study Tentang Taurat yang berasal dari Wicliffe Commentary menjabarkan Keluaran 30:11-16 berbicara tentang UANG TEBUSAN yang merupakan MITSVOT HUKUM TAURAT yang ke 404 dari 613 Mitsvot.
Setiap orang Israel yang usianya dua puluh tahun ke atas (ayat 14) diwajibkan untuk membayar setengah syikal kepada YHVH sebagai pendamaian bagi nyawa kamu (ayat 15). Persembahan tersebut harus dibayar Israel kepada YHVH selaku Raja mereka, dan juga sebuah tindakan yang dituntut oleh Perjanjian Pemerintahan Teokratis Israel dengan perantaraan Musa.

Uang Tebusan itu adalah sebagai pendamaian bagi jiwa, tindakan ini menunjuk kepada ketidaksucian sifat Israel, dan senantiasa mengingatkan bangsa itu bahwa pada dasarnya mereka terasing dari Allah (bandingkan komentar YESUS KRISTUS dalam Matius 17:25-26), dan dapat tinggal di dalam hubungan perjanjian dengan Allah dan hidup di dalam Kerajaan-Nya hanya karena kasih karunia-Nya yang menutupi dosa mereka. Sesudah sifat dosa ini dikuduskan melalui suatu pendamaian yang sempurna (Kurban KRISTUS), dan perhambaan mereka di bawah hukum Taurat telah diubah sepenuhnya Menjadi kedudukan sebagai “anak” yang untuk itu Israel dipanggil … barulah umat Allah selaku anak-anak kerajaan tidak perlu lagi membayar uang-pendamaian ini bagi jiwa mereka.

Ingatlah bahwa kita, umat yang percaya KRISTUS bukanlah anak-anak Musa, tetapi Galatia 3:7,29 mengatakan bahwa oleh iman kita kepada KRISTUS kita disebut sebagai “anak-anak Abraham” dan secara jelas perikop di Galatia pasal 3 itu menuliskan posisi Taurat bobotnya lebih rendah daripada Perjanjian Allah dengan Abraham. Iman kepada KRISTUS mengantar kita menjadi “anak-anak Kerajaan”, bukan orang asing!

YESUS BERKATA: BEA ITU ADALAH BAGI “ORANG ASING”:

Keluaran 30:11-16 secara khusus dibahas dalam Matius 17:24-27. Saya pribadi semakin dicerahkan oleh ayat2 yang dituliskan disitu yang semakin memberitahu kita bahwa orang-orang yang melaksanakan Taurat itu sebenarnya adalah “orang asing” bagi Sang Raja, sebaliknya yang dirujuk sebagai “rakyat” adalah umat Allah sebenarnya yang tidak perlu lagi membayar bea (Matius 17:25-26), mari kita baca ayat-ayatnya:

* Matius 17:24-27
17:24 Ketika YESUS dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut bea Bait Allah kepada Petrus dan berkata: “Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?”
17:25 Jawabnya: “Memang membayar.” Dan ketika Petrus masuk rumah, YESUS mendahuluinya dengan pertanyaan: “Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?”
17:26 Jawab Petrus: “Dari orang asing!” Maka kata YESUS kepadanya: "Jadi bebaslah rakyatnya.
17:27 Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga."

Penjelasannya sbb:

YESUS KRISTUS Membayar Bea bagi Bait Allah. Dalam soal pembayaran Bea yang merupakan Tuntutan Taurat ini, kita perlu memahami bahwa:

  1. YESUS dalam keadaan daging-Nya takhluk kepada hukum Taurat (Galatia 4:4), dan karena itulah, di bawah hukum Taurat ini Ia dibayarkan bea pada usia empat puluh hari (Lukas 2:22). dan sekarang Ia membayarnya bagi diri-Nya sendiri, sebagai orang yang dalam keadaan merendahkan diri telah mengambil rupa seorang hamba (Filipi 2:7-8). Dan pada akhirnya YESUS menjadi penyempurna Taurat dan menjadi akhir dari Taurat itu saat diri-Nya menjadi Kurban dan Dia berkata “TETELESTAI/ sudah selesai” (Yohanes 19:30).

  2. Ia selalu berusaha menggenapkan seluruh kehendak Allah (Matius 3:15). Ia melakukan hal ini untuk memberikan contoh dan menghindari Diri sebagai batu sandungan.

  3. Dia dijadikan dosa bagi kita, dan dijadikan serupa dengan daging yang dikuasai dosa (Roma 8:3). Nah. pajak yang dibayarkan untuk Bait Allah ini disebut sebagai uang pendamaian bagi nyawa (Keluaran 30:15). Supaya di dalam segala hal KRISTUS tampak serupa dengan orang-orang berdosa. Dia membayar bea itu meskipun Dia tidak mempunyai dosa apa pun yang harus ditebus.

Perhatikanlah bagaimana bea ini diminta (ayat 24). KRISTUS pada waktu itu sedang berada di Kapernaum, markas besar-Nya, tempat la paling sering menetap. Ia tidak menghindar dari situ supaya dapat menghindari kewajiban membayar bea, sebaliknya Ia datang ke sana, siap untuk membayar, hal ini dilakukan-Nya agar tidak menjadi “batu sandungan” di antara masyarakat yang kala itu masih ketat melaksanakan adat Yahudi dan hukum Taurat.

Bea yang dituntut ini bukanlah bayaran rakyat kepada pemerintah Romawi, yang dengan ketat dituntut oleh para pemungut cukai, melainkan pajak/ bea bagi Bait Allah, yang banyaknya setengah syikal, atau dua dirham, yang dituntut dari setiap orang atau setiap ibadah di dalam Bait Allah, dan itulah biaya yang dikeluarkan untuk ibadah di sana. Uang itu disebut uang pendamaian karena nyawa (Keluaran 30:12-13).

Tuntutan pembayaran bea ini diajukan oleh para pemungut bea melalui Petrus, yang rumahnya berada di Kapernaum, dan mungkin pada waktu itu KRISTUS sedang menginap di rumahnya. Oleh karena itu, dialah orang yang tepat untuk diajak bicara, sebab dialah tuan rumahnya, dan mereka menganggap bahwa Petrus mengetahui pikiran Gurunya. Pertanyaan mereka adalah, “Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?” Sebagian penafsir berpendapat bahwa mereka ini mencari-cari kesempatan untuk menentang YESUS. Seandainya YESUS menolak membayar, mereka akan mengatakan YESUS sebagai orang yang tidak menghargai ibadah di Bait Allah, dan para pengikut-Nya adalah orang-orang yang tidak taat hukum, yang tidak lagi membayar pajak, upeti atau bea (Ezra 4: 13).

Maka, Petrus menjawab untuk Gurunya, “Ya. tentu saja. Guruku memang membayar bea itu. Membayar bea adalah prinsip-Nya dan Dia selalu melaksanakannya. Kalian tidak perlu takut meminta dari-Nya.

Keluaran 30:11-16 adalah salah satu bentuk ketentuan Pemerintahan Teokratis Israel dengan perantaraan Musa, oleh sebab itu tidak heran jika kemudian YESUS menghubungkannya dengan pemerintahan kerajaan yang lazim berlaku.
Matius 17:25-26 YESUS Berkata “Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?” Jawab Petrus: “Dari orang asing!” Maka kata YESUS kepadanya: "Jadi bebaslah rakyatnya.
Dalam 2 ayat ini, YESUS mengajarkan kepada kita bahwa tuntutan Taurat itu sebagai tanda bahwa pihak yang melaksanakan Taurat adalah “orang asing” bagi Sang Raja. Sebaliknya, yang disebut “rakyat” terbebas dari bea itu.

Lihatlah betapa Matius 17:25-26 telah menunjukkan kepada kita bahwa tuntutan Taurat itu tidak berlaku bagi umat yang telah “diadopsi” sebagai “anak-anak Allah” (Roma 8:15) yang menjadi anggota keluarga Allah dan berhak menerima hak waris. KRISTUS memberikan contoh mengenai raja-raja di bumi yang menarik bea dari orang orang asing. dari kerajaan-kerajaan yang takluk di bawah mereka, atau dari orang-orang asing yang berurusan dengan mereka, tetapi tidak dari anak-anak dan keluarga mereka sendiri. Di antara orangtua dan anak-anak mereka, barang-barang dipakai bersama, sehingga tidak masuk akal bila orangtua menarik pajak dari anak-anak mereka sendiri, atau menuntut sesuatu dari mereka.

KRISTUS menerapkan hal ini pada diri-Nya sendiri: Jadi bebas-lah rakyatnya (KJV: “Jadi bebaslah anak-anaknya”). KRISTUS adalah Anak Allah. dan Ahli Waris atas segala sesuatu. Bait Allah adalah Bait-Nya, Rumah Bapa-Nya (Yohanes 2: 16). di dalamnya Dia setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya (Ibrani 3:6). dan oleh sebab itu Dia sebenarnya tidak berkewajiban membayar bea ini untuk ibadah di Bait Allah. Namun demikian, Ia membayar bea ini, meskipun Ia berhak dibebaskan darinya supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi masyarakat yang kala itu masih memegang ketat adat setempat dan Hukum Taurat. KRISTUS mempertimbangkan bahwa jika Dia menolak membayar, maka prasangka orang, dan akan banyak akan semakin bertambah melawan Dia dan ajaran-Nya. Oleh sebab itu Ia berkeputusan untuk membayarnya. Perhatikanlah kebijaksanaan dan kerendahan hati Kekristenan mengajar kita dalam banyak hal untuk menyerahkan hak kita daripada menjadi batu sandungan.

HKMAT PENGAJARAN KRISTUS TTG MASALAH PEMBAYARAN BEA:

Bagaimana masalah pembayaran bea itu dibahas (ayat 25), bukan dengan para pemungut bea itu sendiri, supaya jangan mereka marah, melainkan juga sebagai pengajaran untuk Petrus, supaya ia puas dan memahami alasan mengapa KRISTUS membayar bea, dan tidak memandangnya dengan keliru. Petrus membawa para pemungut bea itu ke dalam rumah, tetapi KRISTUS mendahului dia, untuk memberinya bukti akan kemahatahuan-Nya, dan bahwa tidak ada satu pemikiran pun yang dapat disembunyikan dari-Nya. Murid-murid KRISTUS tidak pernah diserang tanpa sepengetahuan-Nya.

Jalan apa yang diambil oleh KRISTUS untuk membayar bea ini. Ia memperoleh uang bagi diri-Nya untuk membayar bea itu dari mulut seekor ikan (ay. 27). yang dalam hal ini tampaklah kemiskinan KRISTUS. Ia tidak memiliki setengah syikal pun di kantong-Nya untuk membayar bea. sekalipun Ia telah menyembuhkan begitu banyak orang sakit. Tampaknya Dia mengadakan penyembuhan itu secara cuma-cuma. Oleh karena kita Dia menjadi miskin (2 Korintus 8:9). Kuasa KRISTUS, dengan mengambil uang dari dalam mulut ikan untuk memenuhi tujuan ini. Kita juga dapat melihat kemahakuasaan-Nya yang menempatkan uang itu di sana. atau kernahatahuan-Nya yang mengetahui bahwa uang itu ada di sana. semuanya mengarah kepada hal yang sama. Hal ini merupakan bukti keilahian-Nya, dan bahwa Dia adalah Tuhan semesta alam. Makhluk-makhluk ciptaan yang paling jauh dari kehidupan manusia berada di bawah perintah KRISTUS. Bahkan ikan-ikan di laut diletakkan di bawah kaki-Nya (Mazmur 8:7); dan untuk membuktikan kekuasaan-Nya di dunia bawah ini, dan untuk menyesuaikan diri-Nya dengan keadaan-Nya sekarang yang sedang merendah, Ia memilih mendapatkan uang itu dari mulut ikan, meskipun Dia bisa saja memperolehnya dari tangan malaikat.

Sekarang perhatikanlah:

[1] Petrus harus menangkap ikan itu dengan memancing. Bahkan dalam mengadakan mujizat la menggunakan sarana untuk mendorong ketekunan dan usaha manusia. Petrus harus melakukan sesuatu, dan yang harus dilakukannya itu termasuk panggilannya juga. Hal ini untuk mengajar kita agar kita rajin dalam melakukan apa yang menjadi panggilan kita. Apakah kita berharap agar KRISTUS memberikan sesuatu kepada kita? Kalau begitu, marilah kita bersiap-siap bekerja bagi-Nya.

[2] Ikan itu muncul, dengan uang di dalam mulutnya, yang menggambarkan kepada kita mengenai upah ketaatan bila kita taat. Suatu pekerjaan yang kita kerjakan atas perintah KRISTUS dengan sendirinya akan memberikan upah bagi kita. Baik di dalam memelihara perintah-perintah Allah maupun setelah menjalankannya, ada upah yang besar (Mazmur 19:12). Petrus dengan demikian dijadikan penjala manusia, dan orang-orang yang ditangkapnya pun akan muncul. Apabila hati terbuka untuk menyambut perkataan KRISTUS, maka tangan pun akan ikut terbuka untuk menyokong para hamba-Nya.

[3] Sekeping uang itu hanya cukup untuk membayar bea bagi KRISTUS dan Petrus. Engkau akan menemukan uang sebanyak satu syikal, yang dapat membayar bea untuk dua orang, karena satu orang dikenai bea setengah syikal (Keluaran 30:13). KRISTUS bisa saja dengan mudah mendatangkan sekantong uang, seperti halnya sekeping uang, tetapi Dia ingin mengajar kita untuk tidak tamak dengan hal-hal yang berlebihan, dan merasa cukup dengan hanya memiliki yang sesuai dengan kebutuhan kita pada saat ini. Kita harus puas dengan apa yang ada, dan tidak meragukan Allah, sekalipun kita hidup hanya sekadar untuk menyambung nyawa. Kalau ikan saja dapat dipakai KRISTUS sebagai pemegang uang-Nya. mengapa kita tidak bisa menjadikan tindakan pemeliharaan Allah sebagai lumbung dan tempat harta karun kita? Jika kita sanggup menjalani hari ini, biarlah hari esok memikirkan kesusahannya sendiri (Matius 6:34).

Blessings,
BP
July 13, 2011

Trims, Bro BP dari Sarapan Pagi
Atas pencerahannya mengenai Ikatan Hukum Taurat pada zaman Anugrah ini dan Memang Benar
ada sebagian yg msh tetap percaya bhw kita tetap terikat dgn Hukum Taurat, meskipun untuk Hukum Taurat ini, rasul Paulus sudah menjelaskan dengan jelas.

Kiranya Bro BP mau memberikan pencerahan juga mengenai pertanyaan terkait KELUARAN 30:12
Dari yang sy baca dan sy pahami, bhw Tuhan tidak sedang menguji org Israel dengan Perintah yang diberlakukan pada wkt itu.

Maksud sy, apa maksud tersembunyi dari perintah tsb. Saya percaya bahwa Mustahil untuk kita memahami Tuhan krn DIA adalah sang Pencipta. Tetapi Alkitab ditulis krn Tuhan ingin kita mengerti dan memahami isinya.

Sori Bro BP, saya ada miss baca dikit
Bro BP menjawab bahwa pungutan tersebut sebagai [color=green]Perdamaian bagi jiwa berdasarkan Study Tentang Taurat yang berasal dari Wicliffe Commentary

Dari hasil pencarian dan pemahaman, maka saya dapati; pungutan tsb agar Selalu ada korban bakaran buat Tuhan, yg artinya Tuhan sangat suka.

Kejadian 8:20
Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu.

Kejadian 8:21 TERJEMAKAN LAI
Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.

Kej 8:21 TERJEMAHAN IBIS
Bau harum kurban persembahan itu [b]menyenangkan hati TUHAN, dan Ia berkata di dalam hati, "Aku tak akan lagi mengutuk dunia ini karena perbuatan manusia; Aku tahu bahwa sejak masa mudanya, pikiran manusia itu jahat. Aku tak akan pernah lagi membinasakan segala makhluk yang hidup seperti yang baru Kulakukan ini.

Kej 8:21 TERJEMAHAN KJV+
And the LORDH3068 smelledH7306 a sweetH5207 (H853) savour;H7381 and the LORDH3068 saidH559 inH413 his heart,H3820 I will notH3808 againH3254 curseH7043 (H853) the groundH127 any moreH5750 for man’s sake;H5668 H120 forH3588 the imaginationH3336 of man’sH120 heartH3820 is evilH7451 from his youth;H4480 H5271 neitherH3808 will I againH3254 smiteH5221 any moreH5750 (H853) every thingH3605 living,H2416 asH834 I have done.H6213

KAMUS STRONG
H5207
ניחח ניחוח
nı̂ychôach nı̂ychôach
nee-kho’-akh, nee-kho’-akh
From H5117; properly restful, that is, pleasant; abstractly delight: - sweet (odour).

Apakah cuma karena alasan:

  1. Perdamaian buat nyawa atau
    2.Tuhan sangat suka dengan korban bakaran.

sampai Tuhan Menungut dari bangsa Israel? sesederhana gitu?

kitab para nabi berlaku sampai zaman Yohanes,Hukum taurat musa sudah batal dengan kematian Yesus.
maka kalaupun dianggap “Pemerasan” sudah tidak berlaku lagi Kecuali bagi para murid musa yang memolak kristus dan masih berada dibawah Hukum taurat

Keluaran 30:12 menyebut jelas tentang “uang”, mengapa diperlukan “uang”? tentu saja untuk mendukung setiap kegiatan pelayanan yang memerlukan biaya operasional.

Sedangkan Kejadian 8:20-21 adalah kurban yang berkenaan dengan hal-hal penghapusan dosa, pelanggaran2, kesalahan2 yang diambil binatang yang darahnya tertumpah. Kurban ini dalam katiannya dengan Hukum Taurat, sbb:

  • Korban bakaran (Imamat 1:1-17); darah
  • Korban Kedamaian/keselamatan (Imamat 3:1-17) ; darah
  • Korban Penghapusan Dosa (Imamat 4:1-35) ; darah
  • Korban Pelanggaran (Imamat 5:1-13) ; darah, (orang miskin boleh memakai tepung dibakar diatas korban “darah” binatang orang lain).
  • Korban penebus salah (Imamat 5:14-19; 6:1-7) ; darah

Kurban yang dilaksanakan Nuh yang tertulis pada Kejadian 8:20-21 adalah berkenaan dengan itikad Nuh untuk mempersembahkan Kurban setelah terjadinya hukuman Allah atas umat manusia di bumi, air bah, dan tindakan Nuh itu mengakhiri murka Allah.

Menjawab pertanyaan Anda:

Kita perlu melihat bahwa HUKUM TAURAT itu adalah spesifik bagi Israel, yang menuliskan segala hukum yang harus dipatuhi termasuk, moralitas, tata ibadah, dan hukum2 sipil kenegaraan.

Israel di bawah kepeminpinan Musa, adalah sebuah negara dengan system teokrasi. Dalam hukum kenegaraan tentu saja berlaku sistem bea yang wajib dibayarkan oleh warga-negara untuk mendukung pelayanan-pelayanan sosial/ publik. Mitsvot ke 404 yang bersumber dari Keluaran 30:12 mengkatagorikan perintah ini sebagai MEMBERI SETENGAH SYIKAL SETIAP TAHUN KEPADA TEMPAT KUDUS UNTUK JASA PELAYANAN PERSEMBAHAN DARI PUBLIK.

Jikalau kurban2 bakaran yang tertulis dalam Kitab Imamat adalah persembahan bagi YHVH untuk jenis2 pengampunan dosa. Maka Keluaran 30:12 adalah sebuah pungutan untuk kepentingan kelangsungan operasional Kemah Suci/ Bait Allah, oleh karena itu jenis persembahannya berupa uang.

Konsekwensi logis terhadap pengurusan sipil, upacara, kemaslahatan tentu memerlukan biaya-biaya, bukan?!
Nah atas dasar inilah orang2 Israel itu diwajibkan membayar BEA bagi BAIT ALLAH yang berlaku sejak zaman Musa.

Blessings,
BP

Terima kasih banyak Bro BP

untuk penjelasan yang tidak saya duga sebelumnya, meskipun arah pertanyaan tadinya tidak mengenai terikatan dengan Hukum Taurat.

Justru melalui penjelasan ini, saya semakin memahami apa yang tidak saya pahami sebelumnya tentang Hukum Taurat. sekali lagi terima kasih

JBU

Akal akalan cari uang dengan mengatas namakan Tuhan
(seperti memungut perpuluhan di zaman sekarang}
GBU