Apakah Injil sekarang adalah Firman Tuhan?

Kita lihat pada bahasan berikut

  1. KITAB ULANGAN: Tuhan meracuni orang asing.

14:21 Janganlah kamu memakan bangkai apapun, tetapi boleh kauberikan kepada pendatang yang di dalam tempatmu untuk dimakan, atau boleh kaujual kepada orang asing; sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu. Janganlah kaumasak anak kambing dalam air susu induknya."

(Tuhan mau meracuni bangsa asing?)

  1. KITAB KEJADIAN: Tuhan capek dan beristirahat (lebih jelas, lihat Kitab Keluaran 31:16-17).**

2:2 Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-nya itu.
2:3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.

(Tuhan capek lalu istirahat seharian?)

  1. KITAB KEJADIAN: Adam dan Hawa bermain petak umpet dengan Tuhan.

3:8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah Tuhan Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan istrinya itu terhadap Tuhan Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.
3:9 Tetapi Tuhan Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?”
3:10 Ia menjawab, “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.”

( Kenapa Tuhan masih bertanya “Di manakah engkau?” seharusnya Tuhan Maha tahu,tidak mungkin Tuhan bertanya seperti itu dan tidak mungkin dalam kitabnya ( Firmannya ) Tuhan menampakkan KELEMAHANNYA :slight_smile:

Datang satu lagi member yang keyboardnya hanya memiliki tiga tuts: ctrl, c, dan v.

1 Like

@ Yudas,

Hahaha…

Al-Kitab beda dengan kitab kalian.

Kitab kalian perintah melulu dan pernyataannya literal.

Beda dengan Al-Kitab.

Al-Kitab kaya dengan pelbagai gaya bahasa.

Ada yg kiasan, perlambangan, perumpamaan, alegoris, puisi, perintah, hukum, kisah, catatan sejarah dll.

Jadi, ayat2 yg kamu kutip itu ngga perlu dipermasalahkan.

Orang Kristen tidak terganggu membaca ayat2 itu karena mereka tau membedakan mana yg kiasan, mana yg alegoris, mana puisi, mana literal, dll.

Hahaha…

Sdr, membaca Injil harus dengan hati yang damai.

Hati yang damai membebaskan kita dari pembodohan itu.

Salam kasih.

1 Like

WAH kok tahu kalo keybord saya cuma ada tuts: ctrl, c, dan v,hebat,berarti bisa jawab pertanyaan saya dong apalagi keybord anda pasti lengkap ada ASDFGHJKL dll :slight_smile: :slight_smile: :slight_smile: :slight_smile: :slight_smile: :slight_smile: :slight_smile: :slight_smile: wah di komputer saya ada gambarnya,bagus ya?

Thanks a lot brother CosmicBoy,ternyata Kahlil masih kurang bisa mengerti arti diskusi ya saya maklum,mungkin kebanyakan ngarang Novel,and komik but its OK

Hati yang damai ya?ok kalo masalah hati ada ayat begini

KITAB KEJADIAN: Tuhan berfirman di dalam hati.

8:21 Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.

kalau yang hidup itu artinya mahluk hidup,maka harusnya tidak ada mahluk/segala yang hidup itu mati/binasa

memang banyak kiasan sehingga orang banyak mengartikan yang berbeda itu kan bagus,tetapi justru karena itu kenapa Al-KITABnya sendiri saling berbeda dan kalau perlu diperbaharui/direvisi kok Firman Tuhan perlu direvisi?berarti Tuhannya nggak mutlak benar ya?

Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; (Kejadian 17:10)

dengan

Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah. (1 Korintus 7:19)

Ingat Sunat adalah manifestasi perjanjian yang kekal antara Allah dengan Abraham dan keturunannya, yang tidak bisa dibantah oleh siapapun!

Kemudian Abraham menyunat Ishak, anaknya itu, ketika berumur delapan hari, seperti yang diperintahkan Allah kepadanya. (Kejadian 21:4)

dan ancaman Yesus

Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku." (Kejadian 17:14)

Http://sarapanpagi.org/37-firman-tuhan-menggelikan-dalam-alkitab-vt676.html

Silakan baca dulu. Jika masih ngotot, berarti sejak awal memang tidak punya niatan baik untuk bertanya.

Ini peraturan khusus untuk Israel pada zaman itu, berperang untuk Tanah Perjanjian sah waktu itu, kalau perang aja sah apalagi meracuni, tidak mengherankan, namun yang perlu diingat adalah bahwa Perjanjian Lama adalah bayangan dari Perjanjian Baru, sehingga hal ini tidak dapat diterapkan pada era Perjanjian Baru.

Ibr 10:1

  1. Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.

Mana ya kata “capek” nya dalam ayat tersebut? “berhenti” bukan berarti “capek”.
Berhenti dalam kalimat tersebut artinya berhenti dari kegiatan penciptaan bumi dan segala isinya, saya kira Anda mengerti kalau membaca konteks Kejadian secara keseluruhan.

Justru karena Allah memandang jauh ribuan tahun kedepan maka itu adalah ungkapan nubuat dari Tuhan, yang menyatakan bahwa “Allah mencari manusia” dan digenapi oleh ungkapan Eli Eli Lama Sabakhtani yang diucapkan Yesus Kristus sebagai tanggapan perwakilan manusia bahwa “manusia mencari Allah”, sungguh dahsyat!

Best Regard,
Daniel FS

@ Yudas,

Thanks a lot brother CosmicBoy,ternyata Kahlil masih kurang bisa mengerti arti diskusi ya saya maklum,mungkin kebanyakan ngarang Novel,and komik but its OK

[b]Please ya…jangan bawa2 nama saya.

Itu antara kamu & khalil.

Gentlemen dikit, bisa?

Jangan sembunyi di belakang nama saya kalo terkesan mau kalah omong.

Hehehe…

Salam kasih.
[/b]

Kalau ga tau maknanya jangan menafsir sesuka hati.dasar goblok!

jawaban oom makin ngawur dan terkesan terlalu memaksakan “Ketuhanan Yesus banget” padahal jelas itu gak ada hubungannya dengan maksud yang oom sampaikan dan kalau itu mau dipaksa sangat berhubungan seharusnya oom perhatikan…

“Allah mencari manusia” ribuan tahun kemudian ada anak manusia menyatakan…"Eli Eli Lama Sabakhtani " yang bermakna “Tuhan meninggalkan manusia”…

kalo memang benar Allah mencari Manusia… kenapa ada manusia mengeluh Allah meninggalkan manusia… dimana korelasinya…
bukankah kedua pernyataan itu justru malah bertentangan
[b]Allah mencari Manusia >< Allah meninggalkan Manusia…[/b
ya gak bakal ketemu…

jadi jelas penggabungan dua ayat itu justru menunjukan oom tidak memahami Alkitab secara baik dan benar…
dan kesannya oom hanya sekedar menjawab dan gak peduli jawabanya berantakan sekalipun…

Salam Hormat Oom Daniel, mari kita dalami Alkitab bersama2 agar nantinya makin terbuka dan jelas bahwa kekeliruan umat Kristen dalam memahami ajaran Yesus itu seharusnya tidak ditabukan lagi untuk ditelanjangi…dan marilah kita beberkan disini…

Farell

applaus untuk farell :happy0064:
welcome bro… :onion-head23:
selamat berdiskusi…

mana ada kata racun di sana ? atau jangan2 maksudnya bangkai hewan yg telah lama mati ( alias sudah membusuk ? ) Kalau yg di maksud TS adalah bangkai hewan yg telah membusuk maka seharusnya dia berpikir mana ada orang yg mau makan apalagi membelinya hi5 :ashamed0004:
jelas aja yg di maksud di sini adalah bangkai dari hewan yg baru saja mati sehingga masih layak di konsumsi. Maksudnya di berikan pada orang asing karena bagi orang Israel bangkai binatang yg mati dengan sendirinya ( bukan karena di sembelih untuk dimakan ) adalah najis.

Imamat 11:39 Apabila mati salah seekor binatang yang menjadi makanan bagimu, maka siapa yang kena kepada bangkainya menjadi najis sampai matahari terbenam.
Imamat 11:40 Dan siapa yang makan dari bangkainya itu, haruslah mencuci pakaiannya, dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam; demikian juga siapa yang membawa bangkainya haruslah mencuci pakaiannya, dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam.

Dan tentu saja di berikannya pada orang asing yg tdk menganggapnya najis.

Bisa jadi buku di perpustakaan dan toko buku juga firman Tuhan. Banyak juga buku-buku yang mengajarkan kebaikan dan motivasi kejujuran.

Kira-kira ide tentang kebaikan atau kejujuran berasal dari mana ya? Dari mana manusia belajar tentang ide tersebut? Kapan pertama kalinya ide tersebut ditemukan oleh manusia?

Apakah ide tersebut tertanam pada “pikiran” manusia secara otomatis? Ataukah ada cara lain? Mengapa manusia mengatakan kebaikan dan kejujuran sebagai sesuatu yang disukai? Mengapa manusia memilih untuk baik dan jujur?

Menurut saya, idealnya kebaikan adalah perbuatan yang bisa menyenangkan diri sendiri sekaligus orang lain, atau setidaknya tidak membuat penderitaan orang lain.

Perilaku baik dan buruk bukan ide, tetapi naluriah. Tidak semua orang ingin berbuat baik, dan tidak semua orang bisa berbuat buruk.

Arti kebaikan untuk setiap individu berbeda-beda, tergantung karakter bawaan lahir.
Ada yang menganggap berhasil menipu, ngemplang adalah sesuatu yang baik. Itu bawaan naluriah dari otaknya mengatakan seperti itu.

Ada ide lain?

eh apanya yang aplous… judulnya apa malah lari >>>>> KETUHANAN YESUS… :ashamed0004: :ashamed0004:

Jadi menurut anda, Mahatma Gandhi, Dalai Lama, Taoisme, Budha Gautama, dll mengajarkan kebaikan dengan terlebih dahulu membaca kitab anda ?

Q :(Tuhan mau meracuni bangsa asing?)
A : apa yg tersurat dapat diinteprestasikan (tersirat) sesuai dengan kehendak hati? sekali lagi hayo nonton filmnya daripada cuma nontoh thrillernya doang, :slight_smile:

Q : Tuhan capek lalu istirahat seharian?
A : sekali lagi ada lompatan logika yg tendensius sifatnya, berhenti bukan berarti capek kan ? :slight_smile:

Q : Kenapa Tuhan masih bertanya “Di manakah engkau?” seharusnya Tuhan Maha tahu,tidak mungkin Tuhan bertanya seperti itu dan tidak mungkin dalam kitabnya ( Firmannya ) Tuhan menampakkan KELEMAHANNYA
A : ini berbicara ttg relationship… kalo kita pernah sebagai anak maen tak umpet sama paman, kakak atau ayah kita, terkadang kan kita walau sudah tahu tetap berkata dimana yah si …, Sepakat pastinya Tuhan tahu Adam dan Hawa dimana, tapi sebagai Bapa yg baik, perhatikanlah bagaimana cara Allah menghadapi Adam dan Hawa? apa lantas memarahinya dan memvonis langsung? tetap apapun keberadaan manusia Allah ingin “berkomunikasi” dengan kita semua

semoga bisa menjawab pertanyaan yg diajukan

GBU

Plus: Tombol Shift dan Panah dan voila…posting it !!!