Apakah Janji-janji Allah di PL sudah tidak berlaku lagi?

Apakah Perjanjian Baru membuat Perjanjian “Lama” Tidak Berlaku ?

Apabila Perjanjian “Lama” tidak berlaku lagi ? ini mungkin pertanyaan yang aneh untuk ditanyakan . Akan tetapi , banyak yang berpikiran demikian
Dalam Kita Suci , Tuhan telah membuat beberapa perjanjian dengan manusia. Perjanjian pertama adalah Perjanjian Adam, di buat dengan Adam dan Hawa dan itu tidak pernah dibatalkan. Perempuan masih merasakan sakit waktu melahirkan , dan laki-laki masih terus bekerja keras untuk mendapatkan hasil dari tanah. Perjanjian ini juga mengandung berkat bahwa keturunan perempuan akan mengalahkan si Setan , Si “Ular”.

Perjanjian berikutnya adalah Perjanjian Nuh dengan tanda pelangi sebagai janji Tuhan untuk tidak pernah lagi menghancurkan seluruh bumi dengan air bah, ada di Kejadian 9

Dalam Perjanjian Abraham, YHWH menjanjikan kepada Abraham bahwa keturunannya akan mewarisi Tanah Perjanjian, sebuah wilayah yang jauh lebih luas daripada apa yang didapatkan orang Yahudi saat ini. Sunat adalah segel/ tanda dari Perjanjian Abraham yang mengikat semua keturunan Abraham.

Tidak satupun dari janji-janji itu yang “dibatalkan atau tidak berlaku lagi”. Wanita masih merasakan sakit bersalin, pelangi masih ada,dan dalam suatu Mujizat modern , orang orang Yahudi kembali ke Tanahnya , yang menyebabkan kejengkelan besar bagi penganut Replacement Theology (teologi pengganti).

Perjanjian Musa adalah perjanjian yang selalu ditunjuk ketika orang membicarakan perjanjian “lama”, yang di dalamnya tercakup banyak perintah , ketetapan, dan peraturan yang diberikan oleh Musa kepada anak-anak Israel.

Kita menerima janji tentang “ Perjanjian baru di dalam Yeremia 31: 31-33:
Sesungguhnya akan datang waktunya , demikianlah Firman YHWH, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, bukan seperti perjanjian yang telah kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa keluar dari tanah Mesir,Perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah Firman YHWH. Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah Firman YHWH, Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam hati mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Elohim mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Janji yang sama , tentang Perjanjian Baru, diulang kembali dengan Ibrani 8:8-1- dan Ibrani 10:10. Perjanjian ini hanya dibuat dengan kaum Yehuda dan kaum Israel. Artinya , perjanjian ini hanya dibuat dengan Kaum Yehuda dan bangsa-bangs yang di tempelkan pada pohon Zaitun Yahudi(sejati) seperti yang di gambarkan Roma 11. Berdasarkan sifat dasar Perjanjian Baru, maka secara otomatis tidak mungkin orang anti-Semitis masuk di dalamnya. Elohim berjanji akan memberkati mereka yang memberkati Israel dan mengutuk mereka yang mengutuk Israel. Adalah tidak mungkin orang dapat “diberkati” dan “dikutuk” pada saat bersamaan. Orang Percaya tidak boleh membenci orang lain tanpa sebab, dan anti-semitisme juga bertentangan secara langsung dengan Perjanjian Baru. Tidak akan anda anti – Semitis di Yerusalem Baru.

Hampir semua kaum Injili Kristen, Puji Tuhan,percaya bahwa orang Yahudi masih menjadi Umat Pilihan Tuhan, akan tetapi ada juga yang percaya bahwa Tuhan “ Berubah Pikiran” dan tidak lagi menggenapi janjiNya bagi orang Yahudi

Banyak juga orang Kristen Dispensasi yang mencintai Israel dan orang Yahudi, jadi saya tidak mau terlalu keras kepada mereka.Akan tetapi , Teologi Dispensansi mengajarkan bahwa Perjanjian “ Lama “ (Yaitu Perjanjian Musa) telah diganti oleh Perjnjian baru.Namun Yeremia 31:33 mengatakan kepada kita bahwa Perjanjian Baru hanyalah “ Perjanjian Lama “ (yaitu Mitzvot-“perintah –perintah) yang ditulis di hati kita dan bukanlah di loh batu. Dengan kata lain, perintah-perintah Elohim telah merasuk dalam diri kita dan kita taat KepadaNya karena mengasihi Dia, bukan untuk memperoleh perkenanan atau karena takut. . kita Mematuhi intruksi Elohim bukan supaya diselamatkan , tetapi karena kita sudah selamat.

Kutipan dari Buku “ The Book Of Hebrews” A Messianic Jewish commentary By Richard “Aharon” Chamberlin

P. Baru: Efesus: 2
2:15a sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya,

P. Baru: Lukas: 16a
16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi (PL) berlaku sampai kepada zaman Yohanes;
Ibrani 8
8:13 Oleh karena Ia berkata-kata tentang PERJANJIAN yang BARU, Ia menyatakan yang pertama sebagai PERJANJIAN yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan USANG, telah dekat kepada KEMUSNAHANNYA

Ibrani 8
8:7 Sebab, sekiranya perjanjian yang pertama itu tidak bercacat, tidak akan dicari lagi tempat untuk yang kedua.

Tuhan Yesus Memberkati
han

Salam

Perjanjian lama dan perjanjian baru bukan dua hal yang perlu dipertentangkan. Jadi bukan berarti perjanjian lama sudah tidak berlaku ketika ada perjanjian baru. Kalau demikian halnya, perjanjian lama sudah ‘dibuang’ jauh jauh. Tapi kenyataannya kan perjanjian lama masih nempel di alkitab kebanyakan dari kita.

Yang saya percayai, begini. Perjanjian baru itu menggenapi perjanjian lama. Artinya melengkapi. Perjanjian lama adalah dasar. Dalam perjanjian lama kita mengenal Allah yang maha kuasa, sang pencipta langit dan bumi. Allah yang bisa marah, Allah yang ingin dipuja, Allah yang menghukum orang bersalah dan memberi reward pada orang benar. itu semua benar adanya, tapi belum selesai. Dalam perjanjian baru, kita mengenal Allah dari sisi lain yang tidak kita lihat dalam perjanjian lama. Allah yang dalam perjanjian lama adalah Allah yang manusiawi dari sisi bahwa Dia bisa marah kalau tersinggung, Dia senang dipuja dan disembah, dan Dia bisa cemburu kalau diduakan. Tapi kita juga melihat sisi lain dari Allah, yaitu Allah yang maha pengasih dan penyayang, serta maha pengampun. Allah yang begitu mencintai umatnya sampai rela menjadi manusia dan mati dengan sangat sengsara demi keselamatan umatnya yang penuh dosa. Sampai disitulah baru penggambaran Allah itu lengkap.

Perjanjian Lama adalah untuk ‘anak-anak’ (bukan dalam arti sebenarnya tentu saja), serta ketika kita beranjak dewasa dalam beriman, kita menemukan pegangan itu dalam perjanjian baru. Dan bagi orang Kristen, intisari dari hidup sebagai orang Kristen itu tentu seharusnya berpedoman pada apa yang diajarkan dan diteladankan oleh Tuhan Yesus. walaupun demikian cukup banyak juga umat Kristen yang malah lebih berpegang pada PL. Jika demikian halnya, semua perbuatan manusia, benar atau salah itu dinilai oleh hukum taurat, 10 perintah Allah, dan sebagainya. Banyak orang Kristen yang ‘takut’ akan Tuhan. Dalam satu definisi kata takut itu diterjemahkan secara literal, takut Tuhan marah kalau kita berbuat dosa. Takut masuk neraka, dsb. Saya kira itu bukanlah hidup orang Kristen sejati. Orang Kristen sejati berorientasi pada kasih, karena itu ajaran utama Yesus Kristus. Mendoakan orang yang memusuhi kita, memberikan pipi yang satu lagi ketika satu sisi pipi kita ditampar. Bukan karena takut kita patuh, tapi karena kasih. Ketika menemukan hal ini saya sungguh merasa bahwa ajaran Kristus itu adalah ajaran yang paling tinggi, melebihi semua ajaran apapun di dunia ini, termasuk hukum taurat sekalipun.

topik ini sangat menarik, saya baca di suatu website sangat bagus , dibahas tentang perjanjian lama . silahkan share ke yang lainnya karena ini suatu pengajaran yg sangat dalam tetapi selama ini tidak pernah dikupas di gereja gereja.

www.giving2god.com blessing

Ini benar :slight_smile:

Perjanjian lama dan perj baru totally berbeda, gue baca artikel bagus sekali membahas tentang perj lama dan per baru. kalau anda diberkati share to others www.giving2god.com blessing