Apakah Jibril di Al-Qur'an sama dengan Gabriel di Alkitab?

Mari kita diskusi :afro:

jibril di alquran dan Gabriel di Injil menurut saya sih pasti berbeda karena banyak firman TUHAN yang disampaikan oleh jibril berbeda dengan firman TUHAN menurut Injil.

Secara esensi seakan hendak menunjuk pada pribadi yang sama, Gabriel, arti namanya sama “Allah adalah pahlawanku/kekuatanku”, namun secara Theologis memiliki perbedaan penafsiran doktrin,

Bila umat Islam percaya bahwa malaikat Gabriel adalah Roh Kudus, maka umat Kristen percaya bahwa malaikat Gabriel adalah malaikat saja, tidak lebih.

Jadi demikian, meskipun merujuk pada esensi yang sama, tidak dapat dijadikan referensi silang antara kedua Kitab Suci tersebut (Alkitab & Alquran), karena keduanya ternyata memiliki otoritas kebenaran yang berbeda.

Jadi, saya percaya yang hendak dimaksudkan dalam Alquran tentang Jibril adalah merujuk pada Gabriel, namun tidak percaya dengan cerita-cerita dalam Alquran oleh sebab otoritas kebenaran yang berbeda dengan Alkitab.

Best Regard,
Daniel FS

APA ARTI NAMANYA ?

Di dalam budaya Semitik nama selalu punya arti sebagai tanda untuk menyatakan sesuatu atau penanda-ingat, di dalam Bahasa Hebrew dan Aram kata Gabriel dibentuk dari dua kata dan disampaikan oleh sang malaikat itu sendiri dgn bahasa yg dimengerti oleh Bangsa Israel, demikian penguraiannya:

Gabriel {Gamal-Beith-Resh-Alaph-Lamadh} berasal dari

Gbra = pelindung, perkasa, benteng.

El = Allah, Tuhan, Eloah.

Secara hurufiah bisa berarti:

a. pelindung-Tuhan

b. perkasa-Tuhan

c. benteng-Tuhan

dan jika diartikan secara interpretatif berarti Benteng perkasa perlindungan dari Tuhan

Bagaimana dengan Jibril ?

Adakah yang mengetahui arti kata Jibril?

Saya pikir yang menyebabkan Islam-Kristen tidak bisa nyambung adalah banyaknya perbedaan terminologi dasar seperti ini. Begitu pula dengan istilah nabi, rasul, kitab suci, dan lain-lain.

Seandainya kata ‘‘GABRIEL’’ diterjemahkan dalam bahasa Arab mungkin dibaca: ‘‘JABARARAAB’’ yang dikontraksikan menjadi ‘‘JABRAAB’’
yang berasal dari dua kata:

JABAR : Benteng, Pelindung.

RAAB : Tuhan (dalam arti deitic)

atau

‘‘JABRULLAH’’ yang berasal dari kata:

JABAR : Benteng, Pelindung.

AL ILAH : Tuhan (dalam arti sembahan sejati)

Bagaimana dengan Jibril ?

@Nimatullah:
Mungkin diterjemahkan dari bahasa Inggris: Gib-Real(Gibson is so real). Thak thik thuk lagi deh…

jiahahahahahahahahahahahahahahahahaha

masuk, masuk… ;D

narsis e metu!

Cak Ni’mat, jadi Jibril sebuah kesalahan?
Bukankah itu bahasa Arab?.
Jadi darimana “konsep” Jibril bermula? Waraqas?
Sepintas Gabriel dan Jibril agak mirip, mungkin ada akar kata yang sama.

Kalau memang tidak ada akar kata dari bahasa Arab, kan berarti memang thak thik thuk (utak-atik gathuk) dari suatu kata.
Barusan search nih. Kira-kira yang ini ada hubungannya apa tidak ya:

buat gw sederhana aja…sama org islam, alkitab kita di edit2 + pikiran2 tokoh moh n friends, dibuat lain sama versi kristen trus ditambahi moh saw nabi terakhir dan paling bener…jdnya setelah diedit2++ ya rancu ceritanya semua serba ga jelas n perlu penafsiran2 n bertolak belakang…memang itulah nabi moh nabi copy paste edit mestine gelare moh cpe cpy paste edit

Copy, paste, edit, lalu bilang sumbernya palsu. Mereka benar-benar suka teori konspirasi.

Bisa ya, bisa tidak.

Jika ya so no longer question.

Jika tidak mungkinkah ada Bahasa Proto-Arabic yang menguraikan kata Jibril ?

Jika itu Bahasa Arab, mengapa remains unspoken about the Name’s meaning ?
Padahal sebagian Muslim meyakini bahwa ‘Lughatul Jannah’ (=Bahasa yang ada di Surga/Jannah) adalah Bahasa Arab.

Bisa dari siapa saja, pendirinya kan pedagang.

Seperti posting saya sebelumnya jika Gabriel mempunyai akar kata yang sama dalam Bahasa Arab maka paling dekat adalah Jabrullah atau Jabrallah

Jika dilihat dari kisah tentang interaksi dengan Jibril mungkin si pendiri ter-idol-isasi dengan kisah Yaquv di Beresith/Kejadian 32:24-29.

Lalu di-arab-isasi menjadi Al Malak Al Jibsun A.S

PSEUDO CONCEPT OF PROPER NAME

Konsep nama diri adalah benteng terakhir bagi para penganut kepercayaan impor (i.e. bukan kepercayaan lokal). Konsep ini bermula ketika suatu gelar atau sifat gelar ternyata secara konsep bisa diterapkan pada suatu pribadi lain dari kepercayaan yang lain, oleh karena itu konsep ini menyangkal penguraian arti suatu nama atas akar-akar katanya, dengan alasan hal itu adalah bagian dari wahyu Tuhan.

Sebenarnya konsep ini bersifat religio-subjektif, yaitu digunakan sebagai konsep differensiasi terhadap kepercayaan lain.

PEDANG BERMATA DUA

Pada suatu saat konsep ini memberikan “kenyamanan-berbangga” dalam beragama, sampai pada suatu titik dimana suatu kepercayaan harus melakukan napak tilas asal-usul dari kepercayaan itu, untuk mempertanggung-jawabkannya. Mengapa ? karena tidak jarang kepercayaan sebelumnya menolak kepercayaan yang lebih baru itu adalah bagian dari kepercayaan lama yang dimaksud, terlebih lagi jika antara dua kepercayaan tersebut mempunyai konsep-konsep yang bertolak belakang mulai dari konsep ‘tuhan’ hingga konsep karitatifnya.

Contoh-contoh

Pada suatu masa di jazirah Arab terdapat suatu kepercayaan tuhan bertingkat sebanyak 360 tingkat, kepercayaan itu
mempunyai dewan tuhan tertinggi yang beranggotakan Al Latta, Al Uzza, dan Al Manath.

Al Latta adalah tuhan tertinggi, maka disebut sebagai sembahan sejati atau dalam Bahasa Arab Al Ilah dan dibaca Allah

Pada suatu waktu seorang anak manusia bernama Muhammad bin Abdullah atau sering dipanggil sebagai Abu Al Qasim mengusung sebuah kepercayaan dengan tuhan yg disebut sbg Allah, namun kepercayaan itu begitu asing bagi bangsanya, bahkan lebih dekat kepada kepercayaan bangsa asing yg monotheistic.

Perseteruan yg cukup panjang antara Allah politeistik dan Allah monoteistik, yang pada akhirnya beberapa ratus tahun kemudian para ‘ahl attafsir’
memutuskan bahwa Allah adalah nama diri/proper name
supaya tidak dipersamakan dengan Al-Ilah/Allah MANAPUN. Bukan hanya Allah saja yang proper name tetapi juga untuk malaikat-malaikat dan nabi-nabi juga

Pertanyaannya: ‘‘Lalu bagaimana mereka akan napak tilas/track back hingga kepercayaan Moshe dan lalu kepercayaan Abraham ?’’

Tuduhan kitab2 palsu ?

Cara termudah sepertinya memang begitu: yang bajakan disanjung, lalu sumber originalnya diberi cap palsu.

Penganut teori konspirasi sejati.
Ngomong-ngomong, kok belum ada member muslim yang komentar ya?

Cak Ni’mat, bukannya Al Latta berkaitan dengan Matahari dan Al Ilah berkaitan dengan Bulan?
Jadi bukan Al Latta = Al Ilah kan?
Setahu saya, seperti suatu kepercayaan di Cina, Islam memakai bulan sebagai semacam “patokan”. Maka penanggalannya pun memakai penanggalan berbasis bulan (berbeda dengan masehi yang berbasis matahari).
Di Cina ada filosofi Yin dan Yang, dimana diilustrasikan Yin sebagai bulan, malam, wanita dan Yang sebagai matahari, siang, pria.
Jejak2nya masih terlihat dari bentuk yoni dari Hajar Aswad - satu dari selain 360 patung yang tidak dihancurkan oleh Nabi Muhammad - yang menjadi simbol spiritual tertentu bagi umat Islam.
Usaha Muhammad untuk menyarankan monotheisme mau tidak mau mesti “menyisakan” satu itu yang akhirnya maknanya diperluas (CMIIW) menjadi Allah yang Maha Kuasa itu.

Agama agama besar, monotheismepun, selalu masih mempunyai jejak paganisme.

Maka bila kita kembali kepada Jibrail, kita wajar menduga, Jibrail atau Jibril juga mempunyai jejak Pagan, karena "Allah"pun punya jejak tsb dalam kepercayaan umat manusia, Kristen maupun Islam.

Tergantung sektenya Cak, kalo tidak salah ada paling tidak 2 sekte, ada yang menganggap Al Latta adalah Al Ilah (Al = sejati, Ilah = sembahan/yang kuat), ada yang menganggap Al Uzza sebagai Al Ilah. Al Latta (api, matahari, prajurit dan alat-alat perang) memang mewakili dunia maskulin dan Al Uzza mewakili dunia feminin (air, bulan - cahaya yg tidak panas, dunia lain/spiritual).

Namun karena budaya Timur Tengah adalah patrilineal maka saya menganggap pengikut Al Latta lah yang bertindak sebagai patron, sehingga secara umum Al Latta lah yg disebut sbg Allah.

Paling tidak untuk menjelaskan terminologi monoteistik

Wah, saya malah tidak tahu jika ‘Jibril’ berasal dari dunia pagan. Apakah karena dia bersayap 600 pasang ?

Wah mungkin saya yang salah ingat, Cak.
Nanti saya ingat2 dulu sumbernya. Di sebuah milis tentang Pan-entheisme kalau tidak salah saya dapat dongeng tentang malaikat2 itu.
Sementara ini saya lebih berkeyakinan kesamaan Gabriel dan Jibril itu cuma karena pengutipan berdasarkan pendengaran saja mengingat bunyinya mirip.