Apakah kaya dan miskin itu sudah ditentukan oleh Tuhan

Di dunia ini ada orang yang kaya dan ada orang yang miskin. Apakah karena nasibnya ataukah sudah takdir mereka seperti itu?

Ataukah dari mereka lahir sudah ditentukan oleh Tuhan untuk menjadi orang kaya atau miskin? mohon penjelasan!

kalau menurut saya…
kaya atau miskin ditentukan oleh manusia sendiri… :slight_smile:

ada orang yg dilahirkan dari keluarga kaya…tetapi jika dia tidak bisa mengelola kekayaannya, bisa jadi suatu saat dia akan jatuh miskin…
ada juga orang yg dilahirkan dari keluarga miskin, tetapi jika dia berdoa, berusaha dan bertekun…mungkin dia suatu saat akan menjadi kaya…:slight_smile:

kekayaan anak Tuhan yang sesungguhnya ialah jika kita memiliki hikmat (mengetahui kebenaran), memiliki sukacita, memiliki damai sejahtera…kalau ada yg kurang dari ketiga itu, berarti kita masih miskin… :smiley:

Kaya atau miskin itu masalah mental bukan harta… ada yang hidupnya sedikit harta, tapi hatinya kaya, orang nya banyak memberi ke orang lain.

Ada pula yang hartanya banyak, tapi mental miskin… itulah kenapa di hotel bintang lima, handuk dan sendal sering ilang, karna orang yang banyak harta tapi mental miskin…

Intinya, starting awalnya seseorang dalam kehidupan mungkin Tuhan tempatkan di keluarga yang sedikit harta, tapi kalau orang tersebut bisa mengelola dengan baik dan setia dalam perkara kecil, ya Tuhan akan kasih berkat.

Anda salah menafsirkan alkitab, bahwa orang menjadi kaya dan orang menjadi miskin itu sudah ditentukan oleh Tuhan.

Klo saya menafsirkan menurut pandangan alkitab, namun anda menafsirkan menurut kemampuan manusia bahwa kaya atau miskin ditentukan oleh manusia itu sendiri…

Klo orang kaya dan orang miskin sudah ditentukan oleh manusia. pertanyaan saya apakah ada dasar pedomannya?

tolong dijelaskan atau ada yang lain dapat menjelaskan?

Alkitab mengatakan bahwa Tuhan juga menentukan kaya dan miskin, tidak ada yang terjadi diluar kehendak Tuhan…

Dalam koridor rohani , kaya dan miskin Allah yg tentukan ( yang memiliki akan ditambah yg tidak memiliki apapun yg ada akan diambil ).
Dalam koridor jasmaniah , manusia mempunyai daya upaya untuk mencapai yg paling maksimal dia bisa capai, walau tdk sama satu sama yg lain ( misl dlm ilmu ada yg bisa sampai s1,s2,s3, ada pula yg hanya sampai sd), menggunakan kemampuan yg Allah berikan adl baik, disini berarti dia mengakui bhw dia adl ciptaan yg dikaruniai oleh sang pencipta dan dia menggunakannya dg tanggung jawab.
Tetapi selalu yg jasmaniah ini tdk bisa beriringan dg yg rohaniah ( tuannya berbeda, finish nya berbeda ), jd ketika Allah memberikan berkatNya dlm arti rohani pd saat yg sama penghalangnya harus pula dikikisNya ( harta,namabesar,kedudukan).Gby

Maksudnya kalau sudah miskin ya miskin saja ? Apa ga sama kayak “takdir” ?

Kalau menurut masbro/mbaksis maksud ayat ini gmana?

“Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” - Yohanes 10:10b

Kalau saya ga salah ingat, “Yang memiliki akan ditambahkan yang tidak memiliki apapun yg ada akan diambil” itu bukannya ada di perikop tentang talenta ya ?

Hamba dengan satu talenta kan Tuhan tidak tentukan tetap satu ? Tergantung sang hamba itu, bisa setia atau tidak.

:slight_smile:

Atau masbro nemuin ayat ini di konteks/bagian Alkitab yang lain ?

Betul, perumpamaan itu dlm koridor rohani ( baik yg 1, 2, maupun yg 5 ) Allah ingin terus bertambah/proses pemurnian yg Allah kerjakan kpd milikNya adl menuju kepada menang, tetapi yg mengubur talentanya= yg kalah ( Why 3:5).Gby

Iya, jadi maksud masbro “kaya atau miskin itu Allah yang tentukan” bicara tentang start kehidupan sesorang kan ? Bukan hasil akhir?

Bukan berarti “Allah yang menentukan seseorang selama hidupnya tetap miskin” ?

Demikian kah?

Klo saya sih percaya apa yang dikatakan alkitab, klo dalam alkitab mengatakan bahwa Tuhan menentukan segala sesuatu dan tidak ada yang terjadi di dunia ini diluar kehendak Tuhan, tentunya masalah kaya dan miskin juga sudah ditentukan oleh Tuhan.

Anda percaya tidak percaya itu bukan urusan saya, tetapi saya lebih percaya apa yang dikatakan alkitab?

Yes. 45:6b-7.

45:6 … Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain, 45:7 yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini.

Itu berarti bahwa orang kaya maupun orang miskin ditentukan oleh Tuhan…kita cari ayat yang lain kita banding lagi dalam 1Sam. 2:7.
1Sam. 2:7 TUHAN membuat miskin dan membuat kaya; Ia merendahkan, dan meninggikan juga.

Apa anda percaya ng’ Tuhan yang membuat miskin dan membuat kaya?

Klo anda tidak percaya saya cari lagi ayat yang lain…Amsal 22:2 Orang kaya dan orang miskin bertemu; yang membuat mereka semua ialah TUHAN.

Gimana menurut anda?

Untuk memahami dg lebih mudah , dalam koridor rohani semua manusia itu telah mati.
MilikNya yg lahir jg ikut dlm kategori mati rohani juga krn lewat rahim manusia , tp milikNya ini pada saatNya akan dihidupkan lewat anugerah ====> yang menang = hidup , yg kalah = mati. dan yang kalah/murtad ini tdk dapat berupaya apapun unt hidup (krn namanya telah dihapus dr kitab kehidupan), inilah yg saya maksud dg manusia dlm koridor rohani tdk bisa menentukan.
Mohon ijin kpd sdr ts menyimpang sedikit dr jasmaniah, semoga tdk disemprit.Gby

Kalau saya bandingkan ayat tersebut dengan terjemahan NIV, dan KJV, ayat tersebut bilang seperti ini:

“I form the light and create darkness, I bring prosperity and create disaster; I, the Lord, do all these things.” - Yesaya 45:7 (NIV)
“I form the light and create darkness, I make peace and create calamity; I, the Lord, do all these things.’” - Yesaya 45:7

Kalau yang saya ngerti dari ayat terjemahan di atas, bukan “destiny” yang berarti “nasib”, seperti dalam bahasa Indonesia.

Tentang 1 Samuel 2:7
“The Lord sends poverty and wealth; he humbles and he exalts.” Yang berarti Dia mengirimkan “kekayaan” dan “kemiskinan”, yang menurut saya bukan berarti Dia membuat si miskin tetap miskin dan si kaya tetap kaya.

Tentang Amsal 22:2, saya rasa tidak bisa dipisahkan dari ayat nya yang pertama…

“1. A good name is more desirable than great riches;
to be esteemed is better than silver or gold.
2 Rich and poor have this in common:
The Lord is the Maker of them all.” - NIV

Kalau yang saya mengerti, yang dimaksud di sini bukan “kaya dan miskin Tuhan yang ciptakan”, tapi mengacu pada “A good name is more desirable than great riches” yakni nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar.

Lalu frasa “have this common” (memiliki ciri yang sama) yang dalam Alkitab bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi “bertemu”.

Mungkin ada yang bisa bandingkan dengan terjemahan bahasa aslinya, coz saya cuma ngerti Inggris. Hehehe…

Anda betul, dari ayat ini Tuhan tidak menentukan nasib seseorang untuk buruk dan yang lain baik. Kalau begitu maka yang miskin dari lahir pasti akan miskin terus. Kecuali Tuhan mau ubah nasih seseorang sesuka Dia.

Mungkin karena kebanyakan yang komentar adalah orang predestined ya jadi semuanya dikaitkan dengan predestinasi, alias ketentuan dan ketetapan Allah. Semuanya memang diketahui Allah, tetapi apakah semuanya ditetapkan termasuk kaya dan miskin? Penjelasannya anda sudah baik.

Salam… :slight_smile:

Thank you…

Aaaa… ga ikutan deh kalo udah masuk ke doktrin-doktrin kayak begituan… Apalagi sampe pake “nasib” dan “takdir”…

Itukan tafsiran anda tidak alkitabiah, saya lebih percaya apa kata alkitab yang lebih alkitabiah. Coba anda renungkan ayat ini lebih rinci lagi menunjukkan bahwa dari mulut Tuhan keluar apa yang buruk dan yang baik…

Rat. 3:37 Siapa berfirman, maka semuanya jadi? Bukankah Tuhan yang memerintahkannya? 3:38 Bukankah dari mulut Yang Mahatinggi keluar apa yang buruk dan apa yang baik?

Dengan kata lain apa yang buruk dan baik bisa terjadi hanya karena Tuhan memerintah / mengatur supaya hal itu terjadi (termasuk kaya dan miskin), anda jangan menafsirkan kebalikan seolah-olah anda mau mengatur Tuhan…

Pengkh 7:14 Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang inipun dijadikan Allah seperti juga hari mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya.

Lihat manusia diberi kuasa hanya memikir-mikir saja, tidak berkuasa utk menentukan, dan sekalipun manusia bisa memikir ingin berambisi jadi kaya pingin cari jalan yang terbaik entah baik dan tidak baik dalam mengelola keuangannya tetapi arah langkahnya semua ditentukan oleh Tuhan. Apa anda kurang jelas…

Amsal 20:24 Langkah orang ditentukan oleh TUHAN, tetapi bagaimanakah manusia dapat mengerti jalan hidupnya?

Manusia itu segenggam debu dan tanah tidak berkuasa utk menentukan jalan hidupnya…

Yer. 10:23 Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya.

Manusia merancangkan hal-hal yang hebat pingin menjadi seorang milioner tetapi keputusan Tuhan yang terlaksana.

Amsal 19:21 Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.

Maksudnya tidak Alkitabiah? Saya kan menjelaskan ayat-ayat di atas dalam konteks nya, dan menggunakan bantuan dari terjemahan lain?

Rat. 3:37 Siapa berfirman, maka semuanya jadi? Bukankah Tuhan yang memerintahkannya? 3:38 Bukankah dari mulut Yang Mahatinggi keluar apa yang buruk dan apa yang baik?

Rasanya ayat ini tidak bicara soal nasib.

Rat 3:38 NIV:
“Is it not from the mouth of the Most High that both calamities and good things come?”

Calmities kalau pakai kamus Oxford berarti : “An event causing great and often sudden damage or distress; a disaster. Disaster and distress.”

Jadi, ini lagi-lagi bicara soal event/kejadian, bukan sebuah nasib, miskin atau kaya secara materi.

Untuk ayat - Pengkh 7:14

“Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang inipun dijadikan Allah seperti juga hari mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya.”

“When times are good, be happy; but when times are bad, consider this: God has made the one as well as the other.
Therefore, no one can discover anything about their future.” - NIV

Tanpa terjemahan lain pun rasanya sudah jelas, bahwa lagi-lagi bukan sebuah “destiny” atau nasib, tapi bicara soal suatu “hari” atau “times” atau “waktu”,

contoh dari kedua ayat di atas mungkin begini : Misalnya, orang yang kaya secara materi, tiba-tiba ditipu dan jadi miskin secara materi, itu namanya event yang Tuhan ijinkan, dan tergantung orang tersebut, apa dia bisa memulihkan dirinya atau tidak.

Amsal 20:24 sama dengan Yeremia 10:23 dan Amsal 19:21, bicara tentang langkah dan rancangan manusia

“Langkah orang ditentukan oleh TUHAN, tetapi bagaimanakah manusia dapat mengerti jalan hidupnya?”

Ayat ini bicara soal langkah orang, rencana Tuhan akan diri orang tersebut. Lagi-lagi bukan bicara soal nasib. Rencana TUhan, apapun itu ya untuk mendatangkan damai sejahtera, dan bukan rancangan kecelakaan (salah satunya menjadi miskin secara materi)

Yeremia 29:11- Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Kej 13:2 Adapun Abram sangat kaya, banyak ternak, perak dan emasnya.

apakah abram kaya ketika itu masih kafir ??

Anda mengupas ayat-ayat yang bukan bicara ttg nasib, khan sy sudah jelas sebelumnya bahwa Allah membuat rencana mencakup segala sesuatu yang akan terjadi dialam semesta ini berarti termasuk kaya dan miskin…semuanya tergantung dari jawaban anda mau mengantar ayat2 ini kemana, jika anda pahami takdir sebagai jalan kehidupan yang seluruhnya telah ditetapkan Allah sebelumnya, maka dapatlah dikatakan bahwa hidup kaya dan miskin memang takdir.

Namun jika anda pahami takdir sebagai jalan kehidupan yang seluruhnya yang bukan ditetapkan oleh Allah maka dapatlah dikatakan bahwa hidup kaya dan miskin memang bukan takdir…

Rencana Allah membuat rencana yang mencakup segala sesuatu…Maz. 139:16 - "mata-Mu melihat selagi aku bakal anak dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya".

Ayat2 ini jelas mengatakan bahwa segala yang terjadi dalam sejarah manusia, sebenarnya telah ada dalam rancangan dan penentuan Allah sebelumnya (takdir).

Sampai hal yang kecilpun Allah merencanakan, karena apa Allah harus merencanakan hal-hal yang kecil, karena Dia adalah Allah yang berdaulat, segala sesuatu yang terjadi didunia ini saling berhubungan, termasuk kaya / miskin.

Karena Allah Mahakasih meskipun Allah telah menentukan segala sesuatu tetapi Ia selalu merancangkan yang terbaik bagi anak-anak-Nya, ini tidak berlaku utk orang tidak percaya…Lihat Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia…

Yang bawa ayat2 itu kan bukan saya. Ayat itu anda pakai untuk menjelaskan bahwa takdir/nasib itu ada.

Mazmur 139:16 bicara tentang rencana Tuhan bagi kita, yang bisa kita ikuti atau engga (patuh atau tidak dengan rencana-Nya).

Nah, kan ketemu tidak sepakatnya di mana. Bagi saya, rancangan Tuhan itu bukan takdir, yang menentukan manusia kaya/miskin secara materi. Rancangan Tuhan bagi kita, ya bisa kita ikuti atau engga, karna kita diciptakan bukan seperti robot yang ga punya keinginan dan kehendak.

Bagi anda, rancangan Tuhan itu takdir. Orang yang miskin secara materi ya sudah dari sono nya, sudah dari lahir nya kalau dia akan miskin.

Nah, sekarang Anda ngutip ayat Roma 8:28, dan Anda bilang seperti di atas. Pertanyaan saya,

Q : “yang terbaik bagi anak-anak-Nya” itu seperti apa? Coba kaitkan dengan topik tentang kaya dan miskin. Tuhan merancangkan kita kaya atau miskin ?

Nah, kalau menurut saya, kehendak Tuhan bagi kita (salah satunya dalam hal kaya/miskin) ada di Yohanes 10:10, Ia ingin kita hidup berkelimpahan. Anyway, berkelimpahan di sini bukan teologi sukses (I am not a big fan) yang menjanjikan kekayaan materi. Berkelimpahan itu ya hidup nya kaya secara pola pikir dan mental (kaya di dalam Tuhan), bukan hanya materi. Itu yang Tuhan inginkan dari kita. Tapi ya kita punya kehendak dan keinginan mau ikut maunya Tuhan atau engga.

Maksudnya kafir gmana? Kalau dari Alkitab sih, Abram sudah kaya sebelum dipanggil Tuhan untuk cabut ke Kanaan…