apakah keselamatan pengaruh dengan perbuatan?

Betul!!! Semua dosa kita sudah diampuni pada saat kita dibaptis dan kita percaya 100% kepada Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat manusia.

Perbuatan baik kita adalah rasa syukur kita kepada Tuhan Yesus yg sudah rela mati disalib.
Perbuatan baik kita juga untuk menghargai dgn penuh kasih sayang pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib

yess…saya sangat setuju dng pandangan [email protected]

salam

Berpengaruh Sekali, Meskipun TUhan Sudah Memberikan Keselamatan kepada Kita dengan Cuma2, tapi kita jangan menyalagunakan keselamatan yang Tuhan Berikan Untuk hidup dalam Dosa, Perbuatan ini kita pakai untuk keinginan Dosa, memuaskan Nafsu Dosa,… mari kita pakai Kasih karunia yang Tuhan berikan kepada kita untuk melakukan kehendak Allah, Tetap Mengerjakan Keselamatan yang Tuhan Berikan Buat Kita…

KALAU DI KOMBINASIKAN atau di combain lah tepatnya pendapat [email protected] dan [email protected] Fendy sama.sama benarnya mnurut saya…!!
Kalau saya boleh analogikan bahwa, Karunia KESELAMATAN ITU adalah PAGAR ( atau BATAS KORIDOR ) bagi kehidupan kita ORANG PERCAYA,di dunia ini,…Jika kita sedikit saja keluar pagar…maka kita memberi umpan kepada setan setan yang berkeliling SEPERTI SINGA YANG MENGAUM NGAUM …hehhhehe.

Sekarang siapa yang selalu menjaga dan membimbing/memimpin kita dalam lingkup bagian dalam pagar tsb…?? Ya sudah Tentu ROH KUDUS.

Jadi sebetulnya kita sungguh di berkati dapat DUA (2) FASILITAS CUMA
CUMA dari TYK KAN…!!! Tapi prosedurenya harus benar DOLO…Percaya dulu maka diselamatkan…setelah itu diberi Bonus ROH KUDUS.

Makanya jika orang sering keluar pagar…?? mula mula penglihatannya dulu,
terus kurang puas tambah pendengarannya…eh kurang puas pake matanya…tapi keburu sadar dan bertobat…berarti masih mau masuk lagi
kledalam pagar…Dan PUJI TUHAN ROH KUDUS masih ada didalam pagar itu kan…??? Maka anda bisa hidup benar dan kudus

Tapi…ada orang yang langsung keluar pagar bawa semua anggota tubuh
untuk berbuat dosa…?? wah…sudah pastilah ROH KUDUS mending pergi.
kan ga ada lagi yang harus dia pimpin/bimbing…Tinggallah pagar tsb dengan isi yang kosong…tapi ini masih milik si orang tsb… Dan pagar yang dalamnya kosong plong ini adalah tetap dalam perlindungan /penjagaan TYK. DAN DIANGGAP INI SATU ORANG ADALAH DOMBA YANG SESAT.Bisa ga nantinya dicari dan dibawa pulang masuk dalam pagar itu lagi…???
Disini ada dua kemungkinan kan…si domba ga mau dibawa pulang atau masih mau dibawa pulang masuk kedalam pagar yang sudah ditinggalkan
nya lama…Yang membawa pulang terkadang macam macam orang pula
ya kadang seorang pendeta, kadang gereja, kadang orang tuanya atau teman dekatnya…Tergantung Campur TANGAN TYK DALAM KEBIJAKSANAAN DAN KEMURAHHANNYA YANG PENUH CINTA KASIH YANG TAK TERBATAS.

Akhirnya jika manusia mati dan masih berposisi dalam pagar tsb…maka pasti memperoleh janji hidup yang kekal bersama TYK di sorga atau dudia yang baru nantinya.
Tapi jika manusia mati dan berposisi mati di luar pagar…?? ya tidak bisa mau ngotot memperoleh hidup kekal bersama TYK DONG ACHH…!!

Nah ada lagi nih…kalo manusia itu posisi matinya tepat di atas pagar gimana…tuh…?? hehehhe…Bisa ga kamu mengartikannnya manusia seperti apa dia…yah…ini hanya analogi saja ( ilustrasi saja ) untuk mendekati pemahaman mengenai KARUNIA KESELAMATAN YDM…

Pegimane mnurut anda berdua.SES & BROO.?? thx,

SALAM…GBU

Bro, analogi anda bikin saya tersenyum2, terbayang kita ini semua seperti domba nakal yang di lukiskan anda, hahaha.

Bolehlah pakai domba, memang kita ada dalam kandang, kadang nakal setelah mengintip keluar, kepingin keluar, tapi karena pemeliharaan Tuhan, ingin saja kan sudah dosa, jadi sebelum anggota badannya keluar, sudah di gebuk Tuhan dengan pencobaan2 sampai kita kapok.

Ingat tentang bangsa Israel, kita juga seperti itu, di kasi kebebasan, suka di salah gunakan, jadilah kena hajaran Tuhan, seperti yang di katakan Ibrani 9, Tuhan menghajar anak Nya.

Tuhan tidak pernah membiarkan kita keluar dari kandang, karena Tuhan Yesus adlah gembala yang baik, jadi di dalam kandanglah kita di didik dan di ajar dan di bentuk,oleh Tuhan sendiri.

Jadi yang namanya keluar kandang , tidak sampai, karena ada yang menjaganya.

semoga analoginya tepat . :cheesy:

Bagi saya keselamatan tidak berpengaruh pada perbuatan kita, karena keselamatan adalah pekerjaan Tuhan.

Sedangkan perbuatan kita di pengaruhi oleh keselamatan, karena perbuatan kita telah di perbaharui oleh Tuhan, yang dulu kita selalu cendrung berbuat dosa, sekarang setelah di perbaharui oleh Roh Kudus, mempunyai hati yang suci, dan hati yang dapat taat pada peraturan dan kehendak Tuhan.

Perbuatan kita jadi ikut berubah, lebih mampu taat dan menjalankan kehendak Tuhan.

Kalau ada orang yang mengaku telah bertobat, tapi kalau hidupnya masih seperti dulu, ya dia masih di luar kandang domaba, istilah bro Purba.

manusia tidak mempunyai kemampuan untuk masuk kekandang domba, hanya kalau Tuhan menuntut masuk kedalam kandang, barulah dia berada di dalam kandang domba. :cheesy:

YA…BERARTI KITA PAHAMKAN…??APA ITU KESELAMATAN…??

KELUAR PAGAR ATAU KANDANG SEDIKIT…??DAN IKUT BEKERJA SAMA DENGAN SETAN DILUAR.?? TAPI.TUHAN LIAT DOMBA NAKAL TSB DAN TUHAN PAKE KASIHNYA MELALUI ROH KUDUS…MAKA TUHAN KASIH IZIN SETAN UNTUK BIKIN KESLEO TUH TANGN ORANG…WAH…BARU AMPUN AMPUN MINTA PERTOLONGAN KESEMBUHAN DARI TUHAN TUH ORANG…
HEHEHEH SEMBUH LAGI…

Jadi kalo keluar pagar / kandang pastilah perbuatan negativ / dosa yang dilakukan. tapi kalo perbuatan dilakukan di dalam kandang so pasti perbuatan yang positip / benar/ baik tentunya…

Menurut saya sederhana sekali kita memanfaatkan Karunia Keselamatan pada diri kita sendiri…walaupun pergumulan hidup itu sangnta berat ( kata orang ) tapi jika bersama dengan TYK ( dalam pagar /kandang ) PASTI SEMUANYA ADA JALAN KELUAR…UNTUK SEMUA MASALAH…KARENA TYK
DAPAT MENYELESAIKAN SEMUA MASALAH YANG ADA DIDUNIA…!! SELAIN DARI DIA…TIDAK ADA…

SALAM GBU

apakah keselamatan pengaruh dengan perbuatan?

ya pasti berpengaruh.

ga mungkin ada yg bilang ga berpengaruh.

@Toby
EHH PATUNG KALI YA…YANG DIEM AJA TANPA BISA BERBUAT APA APA…??

** Dalam kontex pertama setelah "LAHIR BARU ( SUDAH DIBABTIS).
Berarti Orang tsb sudah memperoleh Karunia keselamatan, (berada
dalam pagar / kandang ) karena sudah percaya kep TYK, PERBUATAN
YANG DILAKUKAN HANYA BERUCAP PERCAYA DAN DI BABTIS…Tapi
belum melakukan perbuatan perbuatan baik /positip sesuai ajaran Iman
Kristen.
Disini artinya KESELAMATAN TIDAK BERPENGARUH DENGAN PERBUATAN
AKTIVITAS KEBAIKAN APAPUN.

** Kalau dalam Konteks " Belum Lahir Baru " ( = belum dibabtis, tapi
non- kristen ), melainkan baru lefel belajar mengetahui untuk
mengenal TYK. Tapi perbuatannya adalh melakukan hal hal positiv
dalam aktifitas kehidupannya. Maka perbuatanya tidak mempengaruhi
untuk memperoleh Karunia Leselamatan ( dari TYK tentunya )

Yang jelas, Syarat Dasar untuk memperoleh KARUNIA KESELAMATAN YNG CUMA CUMA itu adalah.SI MANUSIA.tsb wajib Harus menerima dan percaya kepada TYK sbg TUHAN DAN JURUSELAMAT DUNIA.

Tapi kalau :
:
** Dalam Kontes yang ke tiga : Bahwa MOTIVASI SEORANG MANUSIA
INGIN Memperoleh Karunia Keselamatan dengan caranya sendiri ,
dengan melakukan perbuatan baik (berderma, dll lah )…tapi tidak
menerima /percaya kepada TYK sbg Tuhan dan juruselamat dunia…ya
TIDAK BISA MEMPEROLEH Karunia keselamatan.tsb
. Artinya Perbuatan baiknya tidak berpengaruh /mempengaruhinya.

.
** Dalam konteks yang ke empat " Sudah Lahir Baru, Tapi…?? selalu
berbuat dosa /negativ. Dalam hai ini artinya juga…
KALO MELAKUKAN PERBUATAN YANG NEGATIF…BERARTI TIDAK
SEJALAN DENGAN AJARAN IMAN KRISTEN…TOH, YA BERARTI KITA
MENGACUHKAN KARUNIA KESELAMATAN ITU SENDIRI…DAN KALAU
PENGACUHAN ITU ANDA PERBUAT TERUS …?? SAMPAI ANDA MATI…??
Masa anda maunya ( beranggapan )…keselamatan itu yang
menyelamatkan anda dari dosa…?? Kaya na enggak deh…?? Karena
anda sudah melakukan perbuata negatif terus ( artinya berada diluar
pagar /kandang…)…Tapi peristiwa ini dapat juga saya katakan bahwa
KARUNIA KESELAMATAN YANG SUDAH ANDA PUNYAI DARI AWAL AKAN
HILANG KARENA PERBUATAN NEGATIF ANDA.tsb.

Jadi kesimpulannya : Faktor pengaruh dan tidak pengaruhnya tergantung
dari konteks yang ada dulu, biar jelas
pemahamannya.THX

Salam GBU

Yoh. 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Artinya, Yesus hanya merupakan jalan menuju kepada kasih karunia itu; sedangkan sumber kasih karunia itu sendiri adalah Bapa (1Ptr. 5: 10).

Rm. 5:2 Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.

Masalahnya sekarang adalah kita yang mengaku sudah percaya kepada Yesus Kristus masih banyak yang belum mendapatkan kasih karunia itu; sebab kita sendiri yang tidak mau masuk (menolak) ke dalam kasih karunia-Nya.

Jadi,

Bagaimana kita bisa mempertanyakan keselamatan bisa hilang atau tidak karena perbuatan?.. wong terima saja belum. :rolleye0014:

BANG !!
BRAVO… !!
case close… hahaha…

daging berbuah daging, roh berbuah roh…

Para penganut pasti selamat HARUS MEMBUANG Kitab Yakobus!!!

Yak 2:14-26
Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati
2:14 Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?
2:15 Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari,
2:16 dan seorang dari antara kamu berkata: “Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!”, tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?
2:17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.
2:18 Tetapi mungkin ada orang berkata: “Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan”, aku akan menjawab dia: “Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku.”
2:19 Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.
2:20 Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?
2:21 Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?
2:22 Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.
2:23 Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: “Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Karena itu Abraham disebut: “Sahabat Allah.”
2:24 Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.
2:25 Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain?
2:26 Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

Tq

intinya tetap perbuatan berpengaruh .

Para penganut pasti selamat HARUS MEMBUANG Kitab Yakobus!!!!!!!!!!!!

Kitab Yakub adalah mengajarkan orang telah bertobat, jadi setiap orang yang mengaku mempunyai iman, tapi perbuatannya tidak sesuai dengan imannya, adalah memang orang itu belum mendapat karunia IMAN. :cheesy:

Iman tanpa perbuatan adalah mati, Iman berarti Perbuatannya harus menunjukkan Keimanannya

Iman adalah karunia Tuhan, jadi kalau tidak ada iman , berarti manusia belum bertobat.

Jadi harus di karuniakan iman dulu, barulah manusia itu dapat di katakan orang percaya.

Sering sekali karena kekurangan informasi, dan pengetahuan akan Firman Tuhan, jadilah seperti yang di katakan di dalam Kitab Yakobus.

Orang yang sudah bertobat, dapat di lihat dari perbuatannya, tanpa perbuatan yang berkenan pada Tuhan, dia hanya lah orang yang mati rohani, karena tidak mampu melakukan perbuatan yang berkenan pada Tuhan, kalau Tuhan belum melahir barukan nya.

Keselamatan merupakan rancangan Tuhan, orang yang telah mampunyai keselamatan, perbuatannya pasti berubah .

Iman adalah sesuatu yang tanpa melihat kita percaya.

Dengan iman ,kita percaya atas pemeliharaan Tuhan dalam hidup kita.
Dengan iman, kita percaya Tuhan memampukan kita menjalani proses pengudusan, pembentukan, dan pendidikan dari Tuhan. dll

:cheesy:

Ok. Deal, berarti orang yang berdosa TIDAK MEMPUNYAI KESELAMATAN. Tq

BROO…
YANG PENJADI INTINYA BUKAN DI SUBSTANSI “PERBUATANNYA” LAH…TAPI DI SUBSTANSI “PENGARUHNYA”
KARENA YANG BERSIFAT "VARIABEL " disini adalah substansi perbuatan…!! karena dia mengikuti konteknya dulu…( seperti penjelasan saya , ada 4 konteks )…yang mana bisa berobah obah setiap saat …terkadang perbuatan baik …?? dan terkadang perbuatan jahat / dosa…terkadang perbuatan jahat terus tanpa henti…dll nya.

Dan substasi “pengaruh” /berpengaruh /mempengaruhi itu sifatnya konstan /tetap…itu terletak sebagai posisi intinya /tengahnya.
faham ya maksud nay broo…??hehhhe

Very Good, Deal…