Apakah kita harus saling kenal muka/wajah/rupa ?

Apakah seorang gembala harus mengenal dombanya satu persatu ?
Apakah seorang tuan harus mengenal hambanya satu persatu ?
Apakah seorang bapa / ibu harus mengenal anaknya satu persatu ?

Pertanyaan tsb. sering akan saya tanyakan tapi sering pula saya lupa, nah kebetulan saya ingat nih… :slight_smile:
Di dalam suatu kumpulan jemaat pada umumnya pertanyaan di atas sangat saya rasakan
dalam menjalankan kegiatan rohani setiap ibadah.
Itulah sebabnya saya sebagai seorang jemaat masih bertanya- tanya dalam hati, apakah arti Yoh 21: 17 bagi para gembala gereja ? “Gembalakanlah domba- dombamu domba-KU”
Pertanyaan saya terakhir, apakah jika setia di satu gereja akan lebih baik dibandingkan jika berpindah- pindah gereja ? Bagaimana tanggapan saudara- saudara yg terkasih ?

IMO
gembala/tuan/bapa/ibu yang baik pasti mengenal domba/hamba/anak nya dengan baik

sekedar perenungan…
bagaimanakah kita bisa dikenal kalau kita tidak mau dikenal?
bisakah kita dikenal dengan baik kalau kita tidak ada usaha untuk memberikan diri kita?

khusus masalah domba, saya mau share:
saya bukan jemaat lama, tapi saya bisa dikenal karena saya mau mengenalkan diri
mungkin saya juga bisa dibilang sebagai salah satu yang “special” karena “gembala yang baik mengenal dombaNya”
gembala yang baik peka akan suara Gembala, mengerti kebutuhan dombaNya (jangan diinterpretasikan masalah materi)

Untuk gereja skala besar, tdk mungkin seorang Gembala mengenal semua nama jemaatnya,
oleh sebab itu ada beberapa orang yg membantu Gembala utk melaksanakan tugasnya
Orang2 dibawah Gembala ini yg akan mberusaha mengenali jemaat satu persatu sesuai dgn lingkupnya
Tidak mungkin kita menuntut spt yg dilakukan oleh Tuhan Yesus spt yg tertulis:
Yohanes 10:14 Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku
Yesus adalah Allah maka tdk heran kalau Dia dpt mengenal nama semua domba2-Nya

Setia dgn satu gereja itu adalah yg terbaik, karena anda akan tertanam dan akan terpelihara dgn baik
Apabila suatu saat memerlukan layanan khusus maka anda tidak akan dipertanaykan.
GBU

Digereja besar, figur jabatan gembala sidang sering kali dianggap “gembala” atau “bapa rohani” kita seperti yang disebutkan kitab suci, tetapi sesungguhnya tidak semua orang didalam gembalaan dan menjadi anak-anak rohani figur yang bergelar gembala sidang tersebut dalam gereja besar.

Keinginan untuk dekat, diperhatikan dan disapa oleh gembala dalam gereja besar adalah bentuk kebutuhan manusia akan figur idola, tetapi sayang beribut sayang, ia walau bergelar gembala sidang atau gembala senior, bukanlah gembala anda sesungguhnya, bukanlah bapa rohani anda sesungguhnya. Ia adalah bapa rohani dan gembala bagi orang-orang disekitarnya yang dibebankan kepadanya, tetapi bagi ribuan jemaat lainnya, biasanya telah diangkat gembala-gembala lain baik secara formal dalam organisasi gereja ataupun secara informal seseorang menjadi bapa rohani dan gembala anda (walau tidak bergelar gembala sidang).

Jadi jangan melihat terlalu jauh, lihatlah seorang pemimpin yang didekat anda dan dekatlah dengannya, dengarkan nasihatnya, perhatikan cara hidupnya dan teladani dia. Jadilkanlah ia bapa rohani anda dan biarlah anda digembalakannya, lupakan figur besar, sebab anda akan kecewa. Banyak teman saya kecewa dan pindah gereja karena salah menyangka orang yang bukan bapa rohani atau gembalanya disangkanya gembalanya lantaran gelar gerejawi yang disandangnya.

Kita semua adalah domba-domba Kristus dan Kristus adalah gembala kita. Untuk mengembalakan kita, Ia menugaskan beberapa diantara kita untuk menjabat sebagai gembala (bukan jabatan yang diberikan gereja tetapi pelayanan yang diterima dari Kristus sendiri), selain gembala diantara kita ada juga yang dipercaya untuk menjadi pengajar, penginjil, nabi dan rasul (juga bukan jabatan yang diterima dari organisasi manusia).

Saya berada di gereja besar dengan jemaat ribuan dan bapa rohani saya bukan gembala sidang, melainkan ia yang menjadi mentor dan sekaligus rasul bagi kami mengajarkan jalan dan bagaimana melayani yang benar, beliau telah wafat dan kami merasa kehilangan. Jabatan gerejawi almarhum bukanlah gembala, atau jabatan lain dengan kata gembala didalamnya. Semua orang yang digembalakannya telah menjadi orang-orang yang militan didalam Kristus, beberapa diantaranya menjadi pendeta dan gembala sidang di berberapa gereja (sinode) berbeda, beberapa lagi menjadi pengusaha dan eksekutif yang hidupnya melayani Allah dan sesama.

Sebaliknya mereka yang tetap ngoto menjadikan figur utama sebagai gembalanya dan mengabaikan orang yang didekatnya yang membimbing hidupnya, sekarang kebanyakan tidak menjadi apa-apa bahkan beberapa telah jauh dari imannya dan api Kristus menjadi pudar dalam hidupnya setelah sekian belas tahun lewat.

Jadi jangan terkecoh dengan jabatan gereja, temukan gembala dan bapa rohani anda sendiri yang selalu menuntun hidup anda dan memperhatikan kesejahteraan kamu.

[b]Untuk gereja skala besar, tdk mungkin seorang Gembala mengenal semua nama jemaatnya,[/b] oleh sebab itu ada beberapa orang yg membantu Gembala utk melaksanakan tugasnya Orang2 dibawah Gembala ini yg akan mberusaha mengenali jemaat satu persatu sesuai dgn lingkupnya Tidak mungkin kita menuntut spt yg dilakukan oleh Tuhan Yesus spt yg tertulis: Yohanes 10:14 [b]Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku[/b] Yesus adalah Allah maka tdk heran kalau Dia dpt mengenal nama semua domba2-Nya
Bukankah untuk mengenal pohon yg baik adalah dari buahnya ? tidak dari daun, dahan, kulit atau akarnya. Sbg contoh saya suka apel malang tp saya belum pernah lihat pohonnya di kota Malang namun saya percaya buahnya baik utk dikonsumsi. Saya percaya Yesus sbg bagian dari roh Allah tp apakah saya harus percaya bentuk rupa/wajah Yesus seperti yg dilukiskan para seniman ?
[b]Setia dgn satu gereja itu adalah yg terbaik, [/b]karena anda akan tertanam dan akan terpelihara dgn baik Apabila suatu saat memerlukan layanan khusus maka anda tidak akan dipertanaykan. GBU
Kalau saya setia pada satu gereja dan andapun begitu demikian juga misalnya saudara lain yg dari gereja berbeda, terus kapan kita bisa berbaur dalam kasih ? Mengapa kita harus menghindari perbedaan ? bukankah perbedaan itu adalah keindahan ? sedangkan org duniapun tau kalau perbedaan itu indah. Jadi koq saya lebih suka berpindah tempat utk ibadah sejauh gereja itu masih dipimpin oleh roh Tuhan, GBU...

Anda pikir org2 yg membantu Gembala itu cuma daun?
Bukankah mereka hasil taburan & rawatan Gembala sebelumnya?
Walaupun anda tdk pernah melihat Yesus, tdk tahu persis wajah-Nya,
Tuhan Yesus katakan : Barbahagaialah yhg percaya walau tdk melihat,
penglihatan yg kita pakai adalah penglihatan melalui iman

Justru setia dlm satu gereja itu membuat semakin bertumbuh dgn kuat & kokoh,
tahu persis dasar2 iman yg kuat dan tak tergoyahkan., bagaimana menjalin kasih antar sesama gereja dulu
tdk mungkin kita dpt mengasihi mereka yg diluar sana kalau yg dekat tdk anda kasihi,
dan itu harus dimulai dari lingkungan terdekat yaitu keluarga anda sendiri
Berbagi kasih itu bisa dimana saja, tdk perlu mengenal, tdk perlu jumpa
Bukankah di FK ini secara tdk langsung kita sdg berbagi kasih?
Omong kosong bahwa berpindah2 itu dipimpin Roh Tuhan, lebih banyak oleh ego

Jangan menghakimi bro, jika memang di Gereja yang bersangkutan sudah tidak merasa nyaman dan merasa tidak damai sejahtera, itu ya mau bagaimana lagi, masalahnya banyak jemaat Gereja suka umbar kepahitan di sana sini, ingat…yang ditabur itu yang dituai.

Maaf, soal kesetiaan di Gereja saya dari lahir sampai sekarang di Baptis dan saya sering melihat rekan-rekan saya keluar ke Gereja yang lebih bagus, dalam artian menurut mereka. Mungkin musiknya, tata ibadah, lighting dsb’na. Yang saya tau, jika Tuhan tidak taruh mereka disitu, mereka tidak akan bertumbuh.

Salam… :slight_smile:

Udh baca alasan TS berpindah, bukan pindah, utk berbagi kasih?
jadi pindah2 utk bagi2 kasih :smiley:

yarin ajalah bro yg nilai benar atw gk kan Tuhan bkn pak Pa_ul. btw sy pindah2 gereja bukan krn ada akar pahit dunk bro, pastinya ada alasan yg lebih fair dunk contohnya perpuluhan biar cuma sedikit tapi dibagi rata hehe… :wink:
utk mengasihi org2 baik balas kebaikan gk lebih dari balita yg memahami arti kasih. kata org dunia tak kenal maka tak sayang tp klo rujuk kepada firman Tuhan justru yg blm kenal itu yg perlu dikasihi.
Seperti perjalanan sang juruselamat, kan BELIAU gk pernah netap di satu tempat utk ibadah. Bahkan tdk sedikit ayat yg berkata Dia mengecam bait Allah krn itu cuma buatan tangan manusia, katanya: “rubuhkan bait Allah dlm 3 hari Tuhan bangun kembali” di mana ada gereja yg bisa bertahan dari dulu sampai sekarang ? semuanya sirna silih berganti bahkan yg dibangun oleh nabi Salomo hilang. mengapa begitu ? cobalah kita renungkan… hehe… peace ‘’’

Anda ini sebenarnya minta saran atau pembenaran? ;D
Rupanya minta pembenaran :afro:

sharing
boleh gk pak? nyantai aja kali pak pa_ul

Kalau gembala kebanyakan domba maka susah buat kenal satu persatu , paling palin yang diingat adalah yang bulunya Tebal saja.

GBU

Apa maksudnya bulu tebal bro ? <keknya nyindir pendeta matre nih, xixixi…>

Di Alkitab kan tertulis Gembalakanlah domba dombaKu, tidak pandang bulu,tapi gak tahu ya klo pendeta di gereja yang sudah ternama apakah melihat dari sudut kantong tebalnya atau gak? yang tebal disuruh duduk depan,yang tipis di cuekin alias duduk belakang saja, di FT sudah tertulis tidak boleh seperti itu,ada ayatnya, berarti klo hati kita/hati yang melayani terus pilih2 orang itu gak berkenan dihadapan Allah Yesus yang Agung.

Tuhan Yesus Kristus itu apakah mengenal dombaNya yang sempurna dan tak bercacat?lalu gimana dgn domba2Nya yang masih terus jatuh kedalam banyak kesalahan dan pelanggaran,apakah Dia juga mengenalNya? lalu dengan orang yang TIDAK PERCAYA/TIDAK BERIMAN apakah Dia peduli dan mengenalnya juga,soalnya banyak kesaksian orang yang beragama tetangga didatangi oleh Yesus dan akhirnya menjadi anakNya?
Domba yang bagaimana yang Yesus Kristus Tuhan adalah Bapa yang dikenalNya?

kuangkat tanganku memujiMu semakin dekat dengan Bapa,berjalan didalam kehendakNya,persekutuan menikmati hadiratNya,semakin dekat dengan Bapa,berjalan didalam rencanaNya,kupercaya rancanganMu ajaib sempurna,bersekutu menikmati hadiratNya.

mengapa aku harus takut,mengapa aku harus bimbang,Kau perlindunganku,Kau sumber kuatku,hanya Kau Tuhan tempat aku bersandar,semua masalah yang kualami terjadi sesuai kehendakMu,bukan Kau tak perduli,namun yang kau ingini membuatku bergantung penuh padaMu,Immanuel,tak sedetikpun Kau tinggalkanku,Immanuel,penyertaanMu selalu Ya dan Amin.

Gembala yg baik pasti mengenal domba2Nya.dengan baik…bahkan sangat2 mengenal…

tapi si domba tsb belum tentu mengenal dgn baik siapa Gembalanya… :slight_smile:

aku salah satu dombaNya yang sering jatuh ,soal keadaan sekitar lingkungan,hingga aku sulit menerima diri dgn keadaan yang semakin lama semakin buruk,dan membuat hati sangat sakit akhirnya jadi sulit hingga aku berharap suatu hari aku bener2 bisa keluar dari masalahku dan ingin selalu hidup dikenalNya .

amin bray… :happy0025:

tp percayalah, wlaupun kita sering belok bahkan masuk jurang…

Dia ttp mencari kita dan menggendong kita…

bahkan kebahagianNya belum full klo belum menemukan kita yg tersesat ini… :slight_smile:

Kenapa Tidak??
itulah tugasnya menjadi seorang gembala (hamba Tuhan), kalau dia hanya berkhotbah di Gereja, rapat, seminar dimana2 dll berarti dia belum menjadi seorang gembala Tuhan (yang sebenarnya)…

susah apa tidak menjadi gembalaNya untuk menggembalakan domba2Nya?bukan harus hidup selalu berkemenangan baru bisa jadi gembala? gembala Tuhan apa bisa jatuh bangun juga dalam hidup ini?apa tantangan gembala lebih berat tantangan hidupnya?