apakah kita pengemis?

Matius 25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

saya mengartikan ayat diatas sbb:

kita hendaklah membantu sesama yg membutuhkan pertolongan tanpa memandang latar belakang dari orang tersebut. tetapi janganlah mengharap imbalan dalam melakukannya. lakukan dengan dasar kasih…

betul atau salah ya?

pernah suatu kali saya sedang berdiskusi dengan salah seorang kyai pemilik salah satu pondok pesantren di jawa timur dan dia bilang :

“kalau ente ketemu dengan pengemis atau pengamen atau peminta - minta yang lain, jangan ditolak, itu adalah seperti gambaran kita yang tercermin di mereka apabila kita sedang berdoa dan meminta padaNya…”

kira2 menurut pandangan rekan2 di FK gmana mengenai perihal itu? apa dapat kita ambil sebagai pelajaran atau gmana?

thanks

Gbu all

Betul,
tapi tetap hrs melihat apakah ybs sungguh2 perlu pertolongan atau malah menjadi pekerjaan rutinnya?

Gak bisa disamakan,
banyak pengemis sekarang yg memang pekerjaannya mengemis,
banyak pengemis ini yg setelah pulang akan berganti pakaian, dan menikmati fasilitas rumah yg baik & lengkap, jadi jangan tertipu oleh habit mereka.
Ada beberapa referensi tt kehidupan mereka:
http://sosbud.kompasiana.com/2012/05/20/pengemis-itu-ternyata-kaya-raya/
http://www.ronywijaya.web.id/2011/09/pendapatan-pengemis-18juta-bulan.html
Bedakan pengemis sbg pekerjaan rutin dgn org yg memang perlu ditolong (tdk rutin).

Cara kita meminta kpd Tuhan berbeda dgn pak K tsb,
kita meminta kpd Tuhan tdk spt pengemis yg sering berpura2 dgn memasang mimik muka yg memelas spy dikasihani.
Kita meminta kpd Tuhan krn ada Firman Tuhan yg mengatakan :
Matius 7:7 "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
dan Dia tahu apa yg kita butuhkan bahkan sebelum mengatakannya, jadi tdk perlu spt pengemis, yg sering mengulang2 permintaannya. > kita bukan pengemis
GBU

nice sharing, Pak Pa_ul… ;D
tapi saya jadi agak bingung…
jadi kalau kita mengulang2 permintaan ke Tuhan, itu artinya punya mental pengemis ya? :ashamed0002:
setiap hari saya mengulang2 doa yang sama:

  • doa pagi → bersyukur, minta dilindungi selama bekerja, minta berkat untuk diri sendiri, keluarga, dan rekan2
  • doa sebelum berkendara → minta dilindungi, juga mohon berkat untuk pemakai jalan yang lain
  • doa sore → bersyukur saja :ashamed0004:

terus terang, saya kurang kreatif merangkai doa…jadinya ya kalimatnya itu2 saja…mirip pengemis… :ashamed0004:
kadang waktu doa saya juga tidak merangkai kalimat sama sekali, ya cuma berusaha menghubungkan hati saya dengan hati Tuhan :angel:
rasanya tidak pede menghadapi hari bila belum berdoa…(bukan sok suci, mungkin karena kebiasaan saja)

mohon pencerahan, terimakasih :angel:

kalo domba itu melakukan banyak ttp tidak merasa berjasa
sdg kambing baru melakukan sedikit sudah merasa berjasa banyak :smiley:

Maksudnya doa yg spt pengemis itu begini:

dan juga doa yg begini:
Matius
6:7 Apabila kamu berdoa, janganlah kamu mengulang-ulangi perkataan seperti adat orang kafir; karena mereka itu menyangkakan, bahwa dikabulkan doanya oleh sebab banyak perkataannya.(LAI-TL)
6:7 But when ye pray, use not vain repetitions, as the heathen do: for they think that they shall be heard for their much speaking. (KJV).

Bukankah pengemis itu penuh kepura2an, dan hanya mengulang2 kata2 yg itu2 saja krn sdh dihapalkan?
GBU

Dalam topik lain, pernah dibahas bahwa zakat dan sedekah bukanlah Alkitabiah.

Perhatikan yang saya bold dari tulisan anda, bahwa yang menjadi target adalah saudara seiman, demikian juga dalam percakapan tentang memberi minum segelas air, upahmu tidak akan hilang, disana disebutkan targetnya adalah muridNya, yang sama dengan ayat diatas. Artinya pemberian dan pertolongan kita haruslah mendahulukan sesama saudara seiman, bukan atas semua pengemis dan orang peminta-minta.

Budaya mengemis bukan diajarkan oleh Alkitab. Dalam hukum Taurat tidak diajarkan untuk mengemis dan memberi kepada pengemis, tetapi orang miskin diatara mereka harus bekerja untuk mendapat makannya. Hukum terhadap orang miskin adalah memberi haknya dan memberikan hutang kepada mereka agar mereka bekerja untuk mengembalikan hutang tersebut. Rut saat di ladang Boaz tidak diberi sedekah atau zakat, tetapi sesuai hukum Taurat mereka membiarkan sisa-sisa panen untuk dipetik oleh orang-orang miskin (ada proses bekerja, bukan meminta-minta).

Jika ingin memberi kepada orang miskin, silahkan memberi, sebab tidak ada larangan. Tetapi jika anda benar-benar mengasihinya, maka anda harus membantunya agar memperoleh pekerjaan atau kesempatan bekerja dan mendapatkan haknya sebagai pekerja, sehingga mereka dapat diangkat dari kemiskinannya bukan selamanya jadi objek sedekah dan zakat.

Sebagai dasarrr… ingatlah bahwa memberi itu selalu pada yang membutuhkan… ^^ sebab TUHAN juga demikian…

shallom…

betul bro…
apa yg sdh anda jelaskan

disini saya mendapat sedikit pengertian, bahwa jika kita berdoa, hilangkan segala topeng, kepura-puraan karena Dia tau segalanya.

dan doa harus jujur, dan tidak usah bertele2 dan tidak perlu kata yg berulang-ulang, begitu ya bro?

saya ada satu contoh dan mohon berkenan menanggapinya.

suatu saat seorang pria dimana istrinya sedang mengalami saat kritis sekali dan dokter sudah berusaha semaksimal mungkin tapi kondisi si istri tidak membaik.
di tengah kegundahan hatinya, dia tergerak untuk berdoa di ruang doa yg telah tersedia.
pada saat mulai berdoa, dia menjadi tidak tau harus berkata apa dalam doa itu, dia hanya mengatakan “Ya Yesus, aku berserah dan pasrah padaMu, sembuhkan istriku.” kemudian lama hanya berdiam saja. akhirnya dia menaikkan doa Bapa Kami dan karena dia merasa hatinya msh gundah, akhirnya dia mengulang2 doa Bapa Kami untuk waktu yg lumayan lama.
sampai akhirnya hati si suami ini sudah agak tenang, dia mengakhiri doanya.

pada saat si suami kembali dari ruang doa tadi, ternyata kondisi si istri sdh mulai membaik dan akhirnya bisa melewati masa kritis.

sejak saat itu si suami lebih sering dan tekun berdoa.

Tuhan Yesus mendengar dan mengabulkan doa tadi walaupun diulang2 dengan kata2 yg sudah hapal.

thanks

Gbu

gak ada anjuran utk berdoa dgn doa Bapa kami dgn diulang2 kan?
nanti akan melanggar spt apa yg dikatakan oleh Tuhan Yesus:

GBU

ok deh bro,

btw itu td kisah nyata saudara sy sendiri.
kalau menurut saya, dalam posisi yg spt itu, kalau hanya diam malah memikirkan yg bukan2. soalnya sdh tdk ada lg yg bisa kita perbuat, hanya Tuhan Yesus yg punya kuasa.

anyway, thanks bro.

Gbu.

kalau pengemis yg jujur kan ngga papa… yg jadi masalah kan pengemis yang ngga jujur…
lagian mengemis sama Tuhan, apa salahnya? :smiley:

Kyai itu betul :afro:

oleh sebab itu jangan hanya terpaku pd doa Bapa kami,
kan ada banyak contoh doa Tuhan Yesus (selain doa Bapa kami), doa stefanus dll
yg tentunya disesuaikan dgn sikon, jadi jelas apa yg diminta dlm doa
tks to u 2, GBU

doa bapa kami doa paling sempurna

shallom. …

ow… apa boleh ada sedikit sharing mengenai penjelasan / pandangan sehingga anda sampai pada kesimpulan seperti yg anda tulis?

mohon pengertian kalau saya bulan berniat menyanggah, hanya ingin tau pandangan anda. barangkali juga disertakan bila ada ayat atau perikop yg sesuai dengan pernyataan anda gitu.

thanks

Gbu.

emang g salah kok bro…
:wink:

Gbu.

“Prayer is the raising of one’s mind and heart to God or the requesting of good things from God.” But when we pray, do we speak from the height of our pride and will, or “out of the depths” of a humble and contrite heart? He who humbles himself will be exalted; humility is the foundation of prayer. Only when we humbly acknowledge that “we do not know how to pray as we ought,” are we ready to receive freely the gift of prayer. “Man is a beggar before God.” (CCC, 2559)

KGK 2559 “Doa adalah pengangkatan jiwa kepada Tuhan, atau satu permohonan kepada Tuhan demi hal-hal yang baik”. Dari mana kita berbicara, kalau kita berdoa? Dari ketinggian kesombongan dan kehendak kita ke bawah atau “dari jurang” (Mzm 130:1) hati yang rendah dan penuh sesal? Siapa yang merendahkan diri akan ditinggikan (Bdk. Luk 18:9-14). Kerendahan hati adalah dasar doa, karena “kita tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa” (Rm 8:26). Supaya mendapat anugerah doa, kita harus bersikap rendah hati: Di depan Allah, manusia adalah seorang pengemis.

GBU to Bro… :slight_smile:

klo ngemis dpt berkatnya hanya sedikit …uang receh :smiley:

recehnya Tuhan ngga papa lah… saya lebih suka duduk di emperan Rumah Tuhan saja… :smiley:

shallom…

dalam topik ini saya memang menyajikan 2 pokok bahasan yg seolah2 ada kemiripan,

yg pertama adalah mengenai perbuatan kita sebagai umat Kristen terhadap sesama yg membutuhkan / memerlukan bantuan.
pokok bahasan yg pertama ini memang sudah pernah dibahas. tapi kalau ada yg masih berkenan memberikan tanggapan saya rasa tidak menjadi masalah kan? sekedar mengingatkan / menguatkan / menegaskan kembali atas hal itu.

yg kedua adalah mengenai bagaimana kita, sebagai umat Kristen bersikap dalam menghadap Tuhan.
apakah kita hanya melulu meminta padaNya?
bagaimana sikap kita dalam meminta / memohon / menghadap padaNya?
jujurkah kita padaNya?

apakah mungkin bila kita tidak hanya sekedar meminta padaNya tapi disertai dengan tindakan nyata?

secara kebetulan ilustrasi itu saya peroleh dari hasil perbincangan dgn salah satu tokoh agama lain.

thanks

Gbu.