Apakah kita sekarang bukan pengikut Kristus (tapi pengikut pendeta..)?

Dewasa ini seringkali kita lihat betapa besar peran pendeta terhadap keimanan kita. Padahal apa yang mereka sampaikan belum tentu benar.
Mereka bisa saja dengan mudah membuat suatu penafsiran terhadap ajaran Kristus yang ditujukan demi keuntungan pribadi mereka atau pemuasan intelektual mereka (ide2nya diterima o/ masyarakat).

Contohnya mengenai penilaian mereka terhadap agama lain,beberapa kali saya menghadiri kebaktian di Gereja dimana sang pendeta yang berdiri kokoh di depan mimbar dengan penuh arogansi (mungkin karena semua orang memperhatikan dia) dan mengkotbahi kita bahwa sesungguhnya agama lain dan pengikutnya sangat bodoh dan celaka. ia menyarankan agar kita jangan mau belajar dari penganut agama (saya lebih suka menyebutnya “Tradisi” lain). Pokoknya intinya pengikut agama lain penuh dosa dan setelah mati akan masuk neraka. Contoh lainnya masih banyak, namun ini yang paling krusial, krn mengacaukan kedamaian dalam masyarakat.

Saya menjadi malu akan kata2 pendeta2 seperti itu. Seharusnya kita sebagai umat Kristiani yang pandai dan bijaksana dapat bersikap lebih kritis dan waspada terhadap berbagai masukan yang mengatas namakan ajaran Kristus. Karena saya lihat banyak sekali khotbah2 yang hanya berdasarkan persepsi pribadi yang bahkan tak bisa diterima dengan akal sehat.

Seharusnya kita dapat melihat dan menganalisa sendiri, apabila sesuatu hal merupakan baik,bermanfaat & menyebabkan kedamaian bagi diri sendiri dan orang lain baru kita trima, apabila sebaliknya maka sebaiknya kita tolak (Meskipun hal ini disampaikan oleh pendeta yang paling kita hormati sekalipun). Karena kita semua merupakan merupakan gambaran Allah,murid2 Kristus, & dipenuhi oleh roh kudus apabila kita mau berusaha dan belajar pasti kita bisa menilai sendiri dengan bijaksana…

Saya setuju dengan anda :afro:
Kita seharusnya bukan pengikut pendeta tetapi pengikut Yesus Kristus.

Kita mempunyai Alkitab untuk menilai apakah yang dikatakan pendeta tersebut benar atau tidak.

Kasih dan pengampunanlah yang diajarkan kepada kita.

karena jaman… kadang kita menjadi malas,… ini juga bahaya loh,…

seperti kenapa kita sekarang bukan jadi penjala “ikan” tapi lebih suka penjaga “akuarium” hehehehe ngertikan…

karena beda jaman maka beda pula aturan yang berlaku,… semakin maju jaman maka akan semakin beda dengan yang lampau,…
seperti umur 16 tahun sudah harus menginjil pergi dari rumah,… pada jaman Yesus tapi sekarang 16 tahun SMA harus lulus dulu,… itu bedanya dan kita juga sudah mulai nyaman dengan kebiasaan kita,… mungkin enak tapi sebenarnya Tuhan mau kita bergerak gak cuma berputar putar doang

yaa., maafkan aku ya Tuhan., tp aku suka gak sreg sama pendeta yg kotbahnya ngomongin kelimpahan melulu (prosperithy theory)., mau smp kapan jemaat disuguhi “tambahan-tambahannya” melulu., sedangkan “kerajaan Allah"nya sedikit bgt dibahasnya… ironisnya jemaatnya iya2 aja dan jumlahnya paling banyak di dunia., ckck., bahkan di satu kesempatan si pendeta berkata " Jesus is not the only way”., cape dehh…

waduh,… tuh pendeta gawat juga,…kayaknya kehabisan topic dia hehehe

tapi memang kita juga tergantung pada pendeta klo rada tua malas pasti lama tapi klo muda,… cape diajak diskusi,… memang ini kita,… at least terima mereka seperti Tuhan terima kita,… saya juga suka kayak bro talmid,…huhuhu Tuhan saya berdosa,…

bener bro., saya jg barusan ditegor sama Tuhan krn akibat oknum satu pendeta yg suka ngomongin berkat jasmani secara berlebihan., saya jd suka menjudge dan menggeneralisasi beberapa pendeta dengan si oknum., hhh., ampuni hambaMu ini ya Tuhan…

@TS: mungkin thread ini lebih baik dipindah ke board tertutup.

kayaknya ini jadi bahan renungan sajah yah…