Apakah kita sudah kehilangan "Kristus" kita?

Dewasa ini seringkali kita lihat betapa besar peran pendeta terhadap keimanan kita. Padahal apa yang mereka sampaikan belum tentu benar.
Mereka bisa saja dengan mudah membuat suatu penafsiran terhadap ajaran Kristus yang ditujukan demi keuntungan pribadi mereka atau pemuasan intelektual mereka (ide2nya diterima o/ masyarakat).

Contohnya mengenai penilaian mereka terhadap agama lain,beberapa kali saya menghadiri kebaktian di Gereja dimana sang pendeta yang berdiri kokoh di depan mimbar dengan penuh arogansi (mungkin karena semua orang memperhatikan dia) dan mengkotbahi kita bahwa sesungguhnya agama lain dan pengikutnya sangat bodoh dan celaka. ia menyarankan agar kita jangan mau belajar dari penganut agama (saya lebih suka menyebutnya “Tradisi” lain). Pokoknya intinya pengikut agama lain penuh dosa dan setelah mati akan masuk neraka. Contoh lainnya masih banyak, namun ini yang paling krusial, krn mengacaukan kedamaian dalam masyarakat.

Saya menjadi malu akan kata2 pendeta2 seperti itu. Seharusnya kita sebagai umat Kristiani yang pandai dan bijaksana dapat bersikap lebih kritis dan waspada terhadap berbagai masukan yang mengatas namakan ajaran Kristus. Karena saya lihat banyak sekali khotbah2 yang hanya berdasarkan persepsi pribadi yang bahkan tak bisa diterima dengan akal sehat.

Seharusnya kita dapat melihat dan menganalisa sendiri, apabila sesuatu hal merupakan baik,bermanfaat & menyebabkan kedamaian bagi diri sendiri dan orang lain baru kita trima, apabila sebaliknya maka sebaiknya kita tolak (Meskipun hal ini disampaikan oleh pendeta yang paling kita hormati sekalipun). Karena kita semua merupakan merupakan gambaran Allah,murid2 Kristus, & dipenuhi oleh Roh Kudus apabila kita mau berusaha dan belajar pasti kita bisa menilai sendiri dengan bijaksana…

Lalu apa maksud Anda menyatakan ‘ada keselamatan diluar Yesus Kristus?’ atas dasar apa? Best Regard, Daniel FS

Ada dua hal yang penting di sini:

  1. Menyatakan Kebenaran
  2. Membagikan dengan Kasih

Idealnya bila dua-dua berjalan bersamaan: “Menyatakan Kebenaran dengan Kasih”

Tentu saja tidak ada keselamatan di luar “Kristus”…
“Kristus” adalah cinta kasih & pengertian… Itulah yg Ia ajarkan… Dia adalah sosok yang sangat lembut yg sangat saya cintai & rindukan.

Tanpa cinta kasih & pengertian jangankan kedamaian & kebahagian di surga, bahkan dunia pun tidak… Dunia akan dipenuhi kekacauan dan peperangan…
ini kesalahan yang sudah lama terjadi berulang kali, tanpa ada generasi penerus yang mau belajar apa penyebabnya (kurangnya kasih & pengertian)…
Perang yg mengatas namakan agama… perang yg disebut perang suci oleh mereka yg mendukung & mendapat keuntungan darinya,akhirnya hanya membawa penderitaan bagi kedua belah pihak… siapa pun yg pernah mengalaminya secara langsung pasti dapat bljr dr kesalahannya…

Saya harap, kita semua dapat belajar dari pengalaman, marilah bersama - sama bergandengan tangan dalam suka - cita… :slight_smile:

Demikan semoga dapat menjawab pertanyaan anda…

“Mungkin…” :mad0261:
… pokok permasalahnya … pengajarannya …krn dlm ajaran mereka tidak memiliki juruselamat kalee… :smiley:

Kebenaran yang dinyatakan Alkitab (Firman Tuhan) adalah

Yoh 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
So.. semua orang butuh Kristus untuk memperoleh keselamatan dan hidup. Ini Kebenaran.

Bagaimana membagikannya kepada orang lain, ini persoalan yang berbeda.

1 Kor 9:19. Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang. 9:20 Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat. 9:21 Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat. 9:22 Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.
Apakah dengan cara menghakimi kepercayaan mereka dapat membawa orang-orang tersebut mendekat pada Kristus? Paulus lebih memilih untuk melayani mereka, dgn mulai melangkah dari pengertian mereka diarahkan untuk membawanya kepada Injil Kristus.

GBU

Ya benar… ini merupakan sebuah ayat yang indah sekali yang terdapat dalam alkitab… :slight_smile:
Namun saya tidak setuju bila kita menafsirkannya mentah2, karena banyak sekali ayat dalam kitab suci yang penuh metafora. Jd sebaiknya jangan 'menggenggam apa yg tersurat, tapi apa yg ‘tersirat’ untuk mengetahui apa maksud Yesus sesungguhnya…
Yang tersirat hanya dapat dipahami melalui analisa & pengalaman sendiri, bukan serta merta percaya apa yang dikatakan oleh buku, maupun pendeta (yg juga hanyalah manusia biasa yg msh belajar… malah menurut saya pemahaman pendeta lebih sulit berkembang dr pd kita , karena mereka terlalu melekat dengan pandangan2 mereka yg didapatkan melalui study teori, sehingga mengabaikan bimbingan langsung oleh Roh kudus yg mrpakan kebijaksanaan hakiki).

Tentu saja saya tidak memaksakan pandangan saya,krn setiap org hrs belajar & memahaminya sendiri.
Yesus adalah sosok yg penuh dengan cinta & kebijaksanaan, apabila kita mengikuti jalannya, pastilah hasilnya ketenangan & kedamaian… apabila tidak, pastilah kita menyalah artikan pesannya… :wink:

Apakah dengan cara menghakimi kepercayaan mereka dapat membawa orang-orang tersebut mendekat pada Kristus? Paulus lebih memilih untuk melayani mereka, dgn mulai melangkah dari pengertian mereka diarahkan untuk membawanya kepada Injil Kristus.

Melayani adalah sangat baik, namun saya yakin yg dimksudkan paulus bukanlah agar kita menjadi ‘calo yesus’.
Yesus menginginkan kita mengikuti jalannya, bukan menyembahnya secara membuta. Ini merupakan pemahaman salah mengenai sosok Yesus, dan ini sangat merendahkan Keagungan Yesus.
*Dibandingkan penilaian pendeta saya mengenai Yesus, saya lebih menyukai pandangan Paulo Coelho mengenai Dia.

Supaya tidakkehilangan Kristus maka patuhilah perintahnya

Matius 22
22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

Matius 22
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

GBU