APAKAH KONDISI ORANG MATI BISA BERUBAH KARENA DIDOAKAN?

PAGE 1

Saudara-saudaraku FK-ers yang terkasih, dimanapun berada.

Shalom Aleichem b’Shem Yeshua Ha Mashiach
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Salah satu dari sekian banyak hal yang pelik dalam Kekristenan antara lain adalah tentang keadaan orang yang sudah meninggal/mati.
Ada orang yang mati dalam Kristus dan ada pula yang mati tidak didalam Kristus. Kedua status tersebut juga menimbulkan perbantahan yang tak habis-habisnya sampai sekarang.
Namun untuk kali ini bahasan kita, kita batasi saja pada kondisi orang yang sudah mati secara jasmani. Apakah orang sudah mati (arwah) tersebut bisa berubah keadaannya bila didoakan oleh orang yang masih hidup, misalnya saja menjadi begini :

  • Orang yang berdosa, dosanya bisa diampuni dan/atau dihapus, oleh karena kita doakan, atau didoakan oleh yang masih hidup.
  • Orang yang tadinya tidak selamat, menjadi bisa selamat, oleh karena kita doakan, atau didoakan oleh yang masih hidup.

Didalam Kekristenan saja ada 2 pendapat, yang satu mengatakan : BISA, dan yang lainnya mengatakan : TIDAK BISA, apa lagi diluar Kekristenan. Namun disini kita TIDAK AKAN MEMBAHAS diluar Kekristenan.
Masalah ini perlu dibahas untuk dicari kebenarannya, karena sangat berkaitan dengan prinsip-prinsip keselamatan dalam Kekristenan. Allah pastilah tidak rancu dalam hal ini.

Mereka yang mengatakan bahwa orang mati (arwah) bisa berubah kondisinya bila/karena didoakan, pada umumnya berdasarkan ayat-ayat yang diambil dari Deuterokanonika ini, oleh karena itu mereka mendoakan orang mati.

II Makabe 12:40 Astaga, pada tiap-tiap orang yang mati itu mereka temukan di bawah jubahnya sebuah jimat dari berhala-berhala kota Yamnia. Dan ini dilarang bagi orang-orang Yahudi oleh hukum Taurat. Maka menjadi jelaslah bagi semua orang mengapa orang-orang itu gugur.
12:41 Lalu semua memuliakan tindakan Tuhan, Hakim yang adil, yang menyatakan apa yang tersembunyi.
12:42 Merekapun lalu mohon dan minta, semoga dosa yang telah dilakukan itu dihapus semuanya. Tetapi Yudas yang berbudi luhur memperingatkan khalayak ramai, supaya memelihara diri tanpa dosa, justru oleh karena telah mereka saksikan dengan mata kepala sendiri apa yang sudah terjadi oleh sebab dosa orang-orang yang gugur itu.
12:43 Kemudian dikumpulkannya uang di tengah-tengah pasukan. Lebih kurang dua ribu dirham perak dikirimkannya ke Yerusalem untuk mempersembahkan korban penghapus dosa. Ini sungguh suatu perbuatan yang sangat baik dan tepat, oleh karena Yudas memikirkan kebangkitan.
12:44 Sebab jika tidak menaruh harapan bahwa orang-orang yang gugur itu akan bangkit, niscaya percuma dan hampalah mendoakan orang-orang mati.
12:45 Lagipula Yudas ingat bahwa tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh. Ini sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh. Dari sebab itu maka disuruhnyalah mengadakan korban penebus salah untuk semua orang yang sudah mati itu, supaya mereka dilepaskan dari dosa mereka.

PAGE 2

Sedangkan mereka yang mengatakan sebaliknya bahwa orang mati (arwah) tidak bisa berubah kondisinya sekalipun didoakan oleh orang yang masih hidup, referensinya berdasarkan ayat-ayat ini, oleh karena itu mereka tidak mendoakan orang mati.

Lukas 16:22 Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.
16:23 Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
16:24 Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.
16:25 Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
16:26 Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.
16:27 Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,
16:28 sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.
16:29 Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.
16:30 Jawab orang itu: Tidak, Bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.
16:31 Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.

Nah saudara-saudaraku, agar ada pegangan yang pasti bagi umat Kristen, apakah perlu mendoakan orang yang sudah meninggal atau tidak perlu, saudara-saudara dapat ikut memberikan pencerahan disini, agar kita ikut Kristus itu dapat bertindak dengan benar terhadap orang yang sudah mati, seturut kehendak Allah, dengan referensi Alkitab.

Jesus loves you … He wants you to be saved…, and so do I…
Tuhan Yesus memberkati
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

dear om Edo

saya akan menjawab singkat saja dulu, nanti mungkin bisa berubah seiring diskusi berjalan.

bagi saya, karena saya tidak mengimani kitab2 Deuterokanonika maka saat ini saya mengambil opsi pada page 2.

Salam

nah dsinilah perbedaan spesifik antara protestan dan katolik…
kl saya ya ngikut page 2 boss…
kl uda mati,uda ga ada urusan sm dunia lagi…mau didoain,atau diapain jg mayatnya g akan ngaruh…

Dearest manweljs dan alvinzlee.

Masalahnya begini :
Apakah Allah tidak memberikan SATU KEPASTIAN SAJA (tentu harus ada kepastian ayatnya), tidak dubius, pegangan atau kepastian yang dapat dipakai untuk semua pengikut Kristus, dan dalam skala yang lebih universal dapat berlaku bagi makhluk yang namanya “manusia” itu : pasti A atau pasti B, sehingga tidak ada keraguan lagi bagi umat Katholik atau umat Protestan, atau secara universal bagi semua umat manusia.
Secara kultural, memang dimana-mana di dunia ini, orang mendoakan arwah sejak zaman pra sejarah sampai sekarang, tetapi untuk pengikut Kristus… yes or no…?

Apabila tidak ada kepastian dampaknya kemungkinan menjadi begini :

  1. Bila mendoakan arwah adalah “BENAR” dan sesuai dengan kehendak Allah, maka akan sangat rugi besar yang tidak mendoakan, karena kehilangan kesempatan emas untuk menyelamatkan saudara, anak, isteri, orang tua, sahabat, dan bermilyar-milyar manusia yang akan menuju ke neraka.
  2. Sebaliknya, apabila mendoakan arwah adalah “SALAH” dan tidak sesuai dengan kehendak Allah, maka bagi yang melakukan hal itu akan menjadi perbuatan sia-sia, menjadi iman yang salah, terbawa ilah-ilah zaman, berseberangan dengan kehendak Allah, dan lalu kehendak siapa itu? Karena kita tahu di alam raya ini hanya ada 2 kekuatan : Allah dan iblis. Tentu saja ini akan berdmpak luar biasa karena yang melakukan menjadi bermasalah dengan Tuhan Yesus pada pengadilan akhir zaman. Sudahlah capai, kerja keras, menjadi sia-sia, tidak berkenan, bermasalah, dsb, dsb.

Mohon kontribusi pencerahan dari Bung Kahlil, Bung Sarapan Pagi, Faber, Jannet dll… biasanya kajiannya mendalam.

Agar ada kepastian : DO IT atau DON’T DO IT…

Terima kasih.
Shalom. GBU All.

kalau dasar referensi-nya beda, apa mgkn bisa sepaham om edo? Menurut om edo sendiri gimana?

Dearest bebekturbo98

Shalom. Apa kabar?

Memang Om akui begini kondisi iman Om saat ini :
Om tu dibaptis secara katholik sejak bayi, sekolah dan belajar agama di sekolah katholik, diajar oleh pastor-pastor dan suster-suster belanda, yang tentu saja mereka sangat disiplin dalam ajaran.

Nah dari kecil dipola demikian, sampai lahir baru tahun 2000 dan baptis selam tahun 2003.
Banyak perubahan yang sangat fundamental dalam keimanan, yang intinya adalah : kalau semula diajarkan Alkitab plus A,B,C, plus X,Y,Z, dan juga Alkitab minus P,Q,R dsb…
Menjadi seperti dalam teori pendulum (tahu kan?)
Ikut Tuhan Yesus secara radical, dalam arti apa yang Tuhan Yesus sampaikan itu yang Om percaya. Om hanya mau Alkitab tanpa plus dan minus.
Pedomanya adalah : Jangan melampaui apa yang ada tertulis, dan bahwasannya Alkitab tu sudah ditutup, dimeteraikan tidak boleh ditambah dan dikurangi lagi (Wahyu 22:18-19).

Dalam hal arwah, jelas Om dulu yah… ikut misa arwah lah… mendoakan ayah, ibu, saudara yang sudah meninggal… dsb.
Namun sekarang tidak lagi, dalam arti begini : tidak begitu baptis selam langsung sudah mengerti semuanya, termasuk mendoakan saudara, orang tua yang sdh meninggal.
Baru beberapa tahun lalu (mungkin sekitar 7-8 tahun) tidak mendoakan lagi yang sudah meninggal.
Namun demikian, selalu saja masih terselip rasa kasihan terhadap saudara atau orang tua yang Om tahu mereka juga orang berdosa… seandainya boleh tentu Om mendoakan arwah mereka dengan senang hati.
Om sekarang jelas menggunakan ayat dan dasar pada “PAGE 2”.Bagaimanapun juga Om masih perlu masukan yang menguatkan dari saudara-saudara seiman.

Shalom. GBU.

saya dibesarkan bukan dari keluarga kristen (kong hu chu) yang selalu melakukan sembahyang arwah dsb-nya. Sy tdak mengerti tentang hal2 tsb tapi ikut2-an / disuruh ortu.
Tp stlh mengerti Alkitab, saya mencoba menjawab dg diplomatis, kalaupun mendoakan saya berdoa bagi keluarga yang ditinggalkan, bukan bagi yang meninggal.
Imho, saya berpegang pada yg om edo jabarkan di page 2.

Gbu

Rasanya pesan yg disampaikan oleh perikop diatas bukanlah doa mendoakan orang yg sudah meninggal. Tetapi terkait pertobatan seseorang.

Sangat jelas disitu orang kaya meminta Abraham menyuruh Lazarus mengingatkan 5 suadaranya yg tertinggal di bumi.

Jadi anda sekali salah dalam mengutip ayat Alkitab. Sepertinya, anda sejenis dengan Jackson yg kebenciannya kepada Katolik sudah sampai keubun2…sehingga apapun menjadi gelap.

Dan sepertinya anda belum menjawab pertanyaan saya ditopik sebelah, pun anda sudah membuat topik yg lagi2 salah menyampaikan.

Salam

Adalah sangat memalukan jika anda mengaku katam 6 kali tetapi yg tidak tertulis pun anda paksakan sesuai dengan isi kepala anda.

Baca dulu perikop tersebut apakah sesuai denga judul dan kesimpulan yg anda pilih

Salam

Jadi anda masih mendoakan orang mati bro?

dear Om Edo,

saya ingin tahu analisa om dengan ayat ini :
Matius 8:22 Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.”

Salam

halo mas edo,

mohon pencerahannya sehubungan dgn judul topik ini:

  1. Apakah ada ayat Alkitab (firman Tuhan) yang “melarang mendoakan orang mati”?

  2. Apakah memang prinsip dalam berdoa adalah HANYA BERDOAA yang PASTI BAKAL DIKABULKAN…
    atau dgn kata lain KALAU SESUATU yang BELUM PASTI DIKABULKAN maka TIDAK PERLU DIDOAKAN?

  3. Apakah dasar-dasar pemikiran ini juga yang mendasari mas Edo ber-iman kepada Yesus?
    yaitu:

  • Mas Edo ber-iman kepada Yesus karena PASTI AKAN DIMASUKKAN SURGA ??
  • dgn kata lain: kalo Yesus TIDAK PASTI BILANG MASUK SURGA, maka Apakah Perlu ber-Iman kpd Yesus?

nuhun bro…

Silahkan anda baca ulang perikop tersebut. Adakah anda menemukan Perikop tersebut dengan judul dan kesimpulan Mas Edo yg mengaku katam 5kali ini.

Ga usah ditanggepin bro…dia cuma ingin minta pujian kalo dia sudah sangat rohani.
Padahal pemahan dia kacau balau sama seperti kesaksian yg kacau balau.

Tidak habis fikir memang.

Gak nyambung

Anda yg tidak nyambung. Perikop tersebut bukan menuliskan doa mendoakan orang yg sudah meninggal.

Dan Renati tiba2 menanyakan apakah saya mendoakan orang yg meninggal

Jelas2 yg saya bantah adalah bahwa perikop itu tidak ada sama sekali sangkut pautnya dengan judul topik dan kesimpulan yg Saudara Edo simpulkan

KJV menurut penafsirannya menekankan bahwa saat itu ada pemahaman diantara orang2 Farisi dan kaum Yahudi, bahwa jika mereka sudah kaya maka itu sudah melambangkan iman mereka dihadapan Tuhan karena memang mereka sangat takut akan tulah.

Disitu Kristus bukan hendak mengajarkan tidak boleh Kaya, melainkan apakah dalam kekayaan kita itu, apakah kita perduli terhadap oranng2 disekitar kita. Dan orang kaya tersebut tidak melakukan itu.

"Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.16:20Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu,16:21dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.16:22Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.

Lagipun, pada akhirnya Kristus ingin menyindir orang2 Farisi saat itu. Tertulis pada ayat terakhir

Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."

Salam

Jadi anda mendoakan orang mati bro? :coolsmiley:

Salam

Iman seseorang tidak bisa anda batasi. Tetapi berhati2lah terhadap penyesat.

Salam

Dear Edo,

Orang memilih PAGE 1 atau PAGE 2, pasti ada dasar alasannya.
Dalam soal Iman, umat kristen dapat dibedakan menjadi 2 golongan.

Golongan I.
Dasar dari keselamatan adalah PERCAYA kepada Yesus.
Barangsiapa percaya akan diselamatkan, pasti masuk sorga.
Barangsiapa tidak percaya akan binasa, pasti masuk neraka.
Masalah perbuatan, apakah mereka telah berbuat kebaikan maupun kejahatan, tidak dipermasalahkan.
Jadi tuntutan perbuatan kasih sama sekali tidak membawa pengaruh terhadap keselamatan mereka.
Karena orang-orang yang mati sudah berada di Sorga atau Neraka, maka kondisi orang yang sudah mati tidak bisa berubah karena didoakan.

Lazarus sudah berada di sorga dan orang kaya itu sudah berada di neraka, jadi kondisinya tidak bisa berubah.

Golongan II.
Dasar dari keselamatan adalah IMAN kepada Yesus.
Yakobus mengatakan iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong.

Ibr.11: 1.
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Harapan kita adalah kepada Tuhan Yesus yang telah memberikan kasih karunia itu dengan cuma-cuma.,
Kasih karunia itu belum kita lihat, belum kita dapatkan,
Kita buktikan dengan perbuatan didalam seluruh hidup kita sama seperti Yesus yang adalah kasih dan kudus.

1Ptr.1:13-16.
Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu.
Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,
tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,
sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Pertanyaan: Mungkinkah didalam seluruh hidup kita mengikuti Yesus mempertahankan kekudusan kita ?
Jawabnya: Tidak mungkin, sekalipun kita harus berusaha, selama kita masih hidup didalam daging.
Setiap orang pada waktu dia mati, pasti masih ada dosa-dosa yang belum sempat diampuni, terutama dosa-dosa yang tidak kita sadari, misalnya tidak taat kepada Tuhan,
Kadar dosa orang yang satu berbeda dengan kadar dosa orang yang lain, ada yang sedikit ada yang masih banyak,
Akan tetapi karena beriman kepada Yesus, mereka semua pasti masuk sorga, cuma perlu dimurnikan.
Maka Yesus berkata kepada Petrus, engkau sudah mandi, engkau sudah bersih, cuma kaki kamu perlu dicuci.

Disini maka ada tempat Penyucian, yang namanya Purgatory.
Tempat penyucian ini bisa terjadi selama kita masih di Dunia atau setelah kita mati.
Banyak orang-orang kudus yang telah mengalami purgatory didunia, dimana hidupnya sangat menderita, ditindas, dianiaya, dan dibunuh.
Selama di purgatory, kita di sucikan, dipersiapkan supaya kita layak masuk sorga, karena sorga adalah tempat yang maha kudus, jadi tidak sembarang orang dengan dosa-dosanya dengan mudah masuk ketempat yang maha kudus.
Selama kita di purgatory, orang-orang yang mencintai kita bisa berdoa kepada Yesus mohon diberi belas kasihan, supaya kita bisa lebih cepat masuk sorga.

Rom.14: 9.
Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup.

Semua nya itu adalah pemahaman saya, mohon kalau ada yang salah dikoreksi.