apakah kutukan dari orang tua bisa benar2 terjadi?

saya mau cerita singkat terlebih dahulu,
tadi pagi saya tidak kesekolah karena sakit, sakit liver kambuh yg buat saya eneg (tolong bantu didoakan),
nah orang tua saya langsung mengomel dan bilang mendingan mati aja lu berkali kali lalu ia bilang gua sumpahin :’( jujur dalam hati saya sedih dan kecewa, mengapa sampai begitu ibu saya, mungkin karena kerohanianny sedikit, lalu saya berdoa, minta mohon ampunan dan kesembuhan, dan setelah itu hati saya lega…

teman2 apakah kutukan orang tua itu bisa terjadi, dan bagaimana yg akan terjadi kepada orang tua yg mengutuk anaknya, terimah kasih

Kutuk yg diucapkan menjadi alat untuk merugikan, terutama dari segi psikis. Kutuk sembarangan dari orang2 jangan dipercaya akan terjadi, apalagi Anda adalah milik Kristus. Dan Kristus telah menanggung segala kutuk untuk kita, umat tebusannya.

Seharusnya memang orang tua menaruh empathy ketika melihat anak-nya sedang sakit. Ketika saya melihat anak saya sakit, ada keinginan mengambil rasa sakit itu dilimpahkan kepada saya saja, saya rasa apa yang saya rasakan ini lazim dirasakan oleh lazimnya orang tua yang lain.

Tetapi kita juga harus melihat, menimbang dan juga merasakan, mengapa sampai hatinya ibu Anda berkata begitu, sampai keluar kata kutuk mengharapkan anaknya mati? Saya yakin sebagai seorang ibu, jauh di lubuk hatinya sebenarnya dia tidak menginginkan itu. Tetapi bagaimanakah sampai kata-kata itu?

Barangkali ibu Anda ada didalam kesakitan yang lain, yang dimana dia tidak merasakan bahwa orang lain di rumah Anda memahami rasa sakit yang dia derita. Hal ini bisa berupa, ketidak-bahagiaan, ketidak-tenangan, ketidak-puasan di dalam rumah tangga. Sehingga ketika ibu Anda melihat orang lain (anak-nya) di dalam penderitaan, dia berkata “mati aja loe…”. Mungkin sebenarnya dia sendiri yang ingin mati karena tidak tahan dengan tekanan/ kerasnya hidup, sehingga dia juga secara verbal menggunakan kata-kata yang keras dan menyakitkan. Secara psikologis mungkin dia ingin share ketidak-puasannya ini.

Bedanya perempuan dan laki-laki, adalah perempuan lebih gampang berujar daripada berfikir, saya yakin ibu Anda tidak sekejam itu mengharapkan anak-nya mati. Saya yakin apabila anaknya benar2 mati, dia akan meratapi anaknya yang mati. Tapi memang kadang “verbal abuse” keluar dari para perempuan/ orang2 yang kehidupannya kurang bahagia. Mereka memaki, karena mereka sendiri kurang bahagia, dan mereka pengen “sharing their pain” dengan cara yang salah.

Anda sudah melakukan hal yang benar, bahwa Anda berdoa, mohon ampunan dan mohon kesembuhan.

Selanjutnya, coba pahami apa yang sebenarnya membuat ibu Anda melakukan “verbal abuse” tsb. Barangkali memang selama ini ibu Anda tidak pernah menemukan kebahagiaan dalam rumah tangga, entah dengan suami atau anak-anaknya. Cobalah nanti Anda mulai sedikit demi sedikit mengadakan pendekatan, sering menyapanya dengan kata-kata ramah, memberikan senyum dan melakukan hal-hal yang dia sukai. Misalnya Anda mulai membantu-bantu pekerjaannya dalam rumah tangga, entah menemani dia masak, mengantar belanja dan lain-lain. Barangkali ketika ada hubungan yang akrab, dan dia merasa disayangi dan diperhatikan, dia akan berubah, dan terjadi perubahan juga dalam gaya bicaranya.

Dan, saya berdoa untuk Anda, semoga terjadi pemulihan.

txs banget y ka

Baik sob…doakan trus untuk itu. Minta Tuhan sendiri yg jamah hati ibu anda sehingga dilembutkan olehNya.
menurut hemat saya itu bukanlah kutukan, tapi landasan emosi yg sangat sehingga kata2 itu keluar begitu saja, perlu diadakan pendekatan kepada ibu anda apa sebenarnya masalah yg disimpan dihati. menurut saya ada sesuatu yg sebenarnya dia tidak terbuka, ntah itu masalah pribadinya atau bisa saja masalah keluarga. Coba ngobrol pelan2 dengan hati yg mengasihi dan rendah hati, saya pikir pasti ada titik terangnya ko. terlebih-lebih anda trus bawa dia kedalam doa. Satu hal lagi yg pasti adalah percayalah bahwa anda telah sembuh, melakukan tindakan prophetic merupakan salah satu langkah iman yg perlu dilakukan saat ini.
Terimakasih…
Salam…
GBU

harus dibedakan antara: kata2 kutukan dan kata2 kasar.
dalam hal itu Ibu kamu bukan mengutuk tapi kata2 kasar.

banyak orang2 (pria&wanita) kata2 kasar di akhir zaman.
kata2 kasar kebanyakan ungkapan kesal marah tak suka.

dengan KASIH LEMBUT nasehati orang2 yang kata2 kasar.
supaya mereka sadar mengerti dan tidak kata2 kasar lagi.

ok txs sarannya, oh ya tindakan prophetic tu apa y :wink:

profetik dalam kamus bahasa indonesia :
adjective

  1. berkenaan dng kenabian atau ramalan: semangat – sastra sufi dl dunia modern dipandang masih relevan
    tindakan yg profetik adalah kita percaya bahwa kesembuhan telah terjadi dan mengaminkannya, walaupun anda masih merasakan sesuatu, tp percayalah dan tidak mengeluh, tp melakukan saja aktifitas seperti biasa.

Bagi orang percaya : Segala kutuk udah ditanggung Jesus
termasuk kutuk taurat

GBU

tetaplah tersenyum… berilah kasih pada siapapun yang mengutuk anda… biarlah kasih itu mengubah semuanya menjadi lebih baik…

Kutuk bisa jadi berkat kalau didalam tuhan

GBU

gak lah
serahkan semuanya kpd Tuhan Yesus, Dia pemegang segala kuasa