APAKAH MAKSUD TUHAN??

mengingat Tuhan begitu mengasihi dunia (Yohanes
3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.)
lalu knp ia tidak mengeraskan hati semua orang supaya menjadi umatnya?? seperti ia mengeraskan hati firaun???

SALAM KASIH :slight_smile:

Itu sih kehendak-Nya Tuhan, hak nya Tuhan juga, kawan…

Kalau masih bingung… ya begitulah Tuhan… Kalau Tuhan bisa dipahami oleh pikirannya manusia, ya Dia bukan Tuhan… :slight_smile:

karena TUHAN begitu menghargai kita manusia… itulah mengapa dituliskan “begitu besar kasih ALLAH akan dunia ini…” seperti kita pada anak2 kita… apakah orang tua yang baik akan memaksakan kehendaknya pada masa depan anaknya,…??? tentulah tidak… orang tua yang sangat mengasihi anaknya akan memberikan bekal yang cukup dan tuntunan untuk masa depan anaknya… sisanya anaknya sendiri yang memilih…

Kalau Firaun dikeraskan hatinya, atau dibiarkan saja ( tanpa dikeraskan hatinya oleh Allah ),mungkin mengakibatkan dua destinasi yang berbeda tentu tindakan Allah (mengeraskan) bisa dikatakan tidak adil/ tidak mencerminkan Allah yg adil.
Tetapi kita tahu, Allah= adil= baik= sempurna , lalu yg muncul dalam pikiran kita adl : tindakan mengeraskan atau dibiarkan , tdk memungkinkan dua destinasi yg berbeda ( berarti hanya satu destinasi yg tetap ), kalau mengeraskan yg dilakukan allah, berarti ada maksud Allah unt yg lain yg tdk berkaitan dg baik atau buruknya Firaun sendiri.
Destinasi yg tetap untuk Firaun dan kelompoknya:
Kita tahu bhw akibat laranganNya di Kej 2:17, semua manusia telah mati secara rohani ( menjadi spesies mati ), jadi keturunan manusia yg dilahirkan menurut keniscayaannya ( lahir dr darah dan daging/keinginan seorang laki2 Yoh1:13) sedang menjalani hukuman menuju kepada kebinasaan kekal = destinasi yg tetap (Rm9:22).

Lalu Yoh3:16 itu unt siapa?.
Kita tahu bahwa Allah menciptakan manusia adl unt kemuliaanNya, dan sering kali kita tdk cukup jeli unt melihat bhw Allah menciptakan manusia itu lewat suatu rencana terhadap sejumlah tertentu yg ditulisNya di kitab kehidupan ( tidak hanya Adam dan Hawa ), memang pada awalnya yg diciptakan Allah secara langsung lewat tanganNya hanya Adam dan Hawa, ttp kemudian yg lain harus Allah ciptakan juga dan mereka ini dg inisiatif Allah ditaruhlah dlm rahim manusia yg telah menjadi spesies mati itu unt dilahirkan / lahir dari Allah Yoh1:12-13, mereka inilah yg menjadi alamat dr Yoh3:16 tsb, sebab tanpa anugerahNya ini tdk ada satu manusiapun yg dilahirkan lewat rahim manusia yg bebas dr mati rohani (Mzm 51:7), dan itu artinya tdk akan ada manusia yg akan memuliakan Allah.

lalu knp ia tidak mengeraskan hati semua orang supaya menjadi umatnya??
Kalau semua manusia dikeraskan hatinya unt menjadi umatNya, berarti Allah mengingkari ketentuanNya di Kej2:17. Juga , bila manusia dr saat lahir Allah sdh membuatnya Tahir, maka manusia itupun tdk bisa memuliakan Allah.Gby

Bisa baca di :
http://www.sarapanpagi.org/kel-7-3-aku-akan-mengeraskan-hati-firaun-vt1535.html#p1447

Tuhan dapat mengeraskan hati Firaun, lalu kenapa Tuhan tidak mengeraskan hati semua orang untuk menjadi umatnya?

Mengapa Tuhan tidak buat demikian utk menjadi umat-Nya? Jawababnya Kalau Allah berbuat semua orang untuk menjadi umatnya itu sudah bertentangan dengan penetapan Allah…

Penetapan Allah tidak bertentangan dengan kebebasan manusia artinya segala sesuatu terjadi sesuai kehendak-Nya atau rencana-Nya, tetapi pada waktu Firaun melakukan hal itu, ia tidak dipaksa, tetapi melakukan dengan sukarela. Contohnya pada waktu mengutus Musa Firauan, Tuhan berkata bahwa Ia akan mengeras hati Firauan (Kel. 4:21;7:3).

Dalam Kel. 7:3 mengatakan Tetapi Aku akan mengeraskan hati Firauan, dan Aku akan memperbanyak tanda-tanda dan mujizat-mujizat yang Kubuat di tanah Mesir.

Ini menunjukkan bahwa Tuhan sudah menentukan bahwa Firauan tidak melepaskan Israel…Tetapi pada waktu Musa sampai kepada Firauan, dikatakan bahwa Firauan mengeraskan hatinya sendiri dan dengan demikian Tuhan dapat membuat suatu sejarah bagi umat-Nya sepanjang zaman dengan tanda mujizat2-Nya…

Perhatikan bahwa Firauan tidak terpaksa/dipaksa oleh Tuhan utk mengeraskan hatinya. Tuhan menetapkan, tetapi Firauan tetap bebas dan ia dengan kebebasannya memilih utk mengeras hatinya…

Ini tidak bisa diartikan bahwa Firauan mentaati Allah. Firauan melakukan dosa karena tidak bertobat yang 10 tulah yang dilakukan Allah dan juga dengan Allah mengeras hatinya agar ada suatu cerita sejarah bagi anak-anak mereka dan umat-Nya sepanjang zaman dengan tanda mujizat2-Nya yang telah Allah buat…

Dengan demikian nama Tuhan ditinggikan. Bahwa pada waktu Firaun melakukannya dengan kehendaknya sendiri. semua yang terjadi memperlihatkan bahwa ketetapan Allah tidak pernah bertentangan dengan kebebasan manusia, atau dengan kata lain ketetapan Allah tidak pernah menghancurkanm kebebasan manusia maka ketetapan Allah juga tidak membuang tanggung jawab manusia…Manusia harus bertanggung jawab /dihukum karena ketidaktaatannya.

Kalau manusia tidak bebas (seperti robot/wayang), maka ia tidak bertanggung jawab atas tidakannya. Tetapi karena ia bebas, maka ia bertanggung jawab…

Ini menunjukkan ada tanggung jawab Firauan yang tidak mau taat dan bertobat pada waktu ia melakukan apa yang Tuhan tetapkan itu. Oleh karena itu Firauan tetap bersalah ia harus bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya mati bersama keretanya dilaut…

trimakasih ntuk semuanya telah memberikanpenjelasan yg terbaik.

GBU :slight_smile:

kenapa Tuhan mengeraskan hati firaun ?

Kira-kira Kenapa ya, Tuhan mengeraskan hati firaun?..kasih tau ga ya…?

Ga ah. Biar pada belajar FT dgn benar! :char11:

Sudah pernah dibahas oleh saya, perhatikan cara hidup firaun, dan ayahnya firaun, Tuhan tidak mengeraskan hati orang tanpa sebab, itu karena firaun memang keras hati dari sananya.

Salam… :slight_smile:

Kenapa ya? Karena keselamatan itu bersifat anugerah / kasih karunia yang kita terima secara cuma-cuma (tanpa syarat).

Itu berarti bahwa keselamatan tidak bergantung perbuatan baik / jasa manusia.

Ef. 2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 2:9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Roma 3:24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

Klo ini adalah anugerah / kasih karunia maka ini berhubungan dengan kedaulatan, kebebasan hak/hak si Pemberi dan tidak sangat tidak relavan klo kita menuduh di Pemberi sebagai tidak adil.

Banding ini dengan kata-kata tuan pemilik kebun anggur kepada para pekerjanya dalam perumpamaan Yesus:

Mat. 20:13 Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari? 20:14 Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. 20:15 Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?

Nah contoh ayat ini adalah bersifat kedaulatan atau hak dari di Pemberi. Ini sama juga dengan seorang presiden yang memberi grasi kepada seorang terpidana. Pemberian grasi itu adalah hak mutlak dari presiden sehingga dia tidak dapat dituduh tidak adil…Jika Tuhan mengeraskan hati Firaun Tuhan tidak dapat dituduh tidak adil Firaun tidak punya hak apa-apa didalamnya.

Oleh karena itu Pemberi grasi itu semata-mata adalah anugerah dari presiden…Demikian juga tuduhan ketidak adilan baru bisa diberikan apabila keselamatan itu bukan bersifat kasih karunia/anugerah melainkan jasa dimana kita memang berhak utk mendapatkannya.

Jadi Allah sama sekali tidak dapat dituduh sebagai tidak adil dalam kasus predistinasi ini…Lihat Roma 9:16,18

9:16 Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah. 9:18 Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya.

Maaf bro, ayat itu justru menunjukkan keadilan Allah, sekarang anda punya kebun anggur, anda berkata kepada pekerja kebun anggur, sehari diupah satu dinar. Anda tidak bilang setengah hari, atau sejam atau seperempat jam. Tetapi satu hari, dan karena kemurahan Tuhan maka yang bekerja dari siang pun dapat satu dinar, Tuhan justru berlaku sangat adil.

Ini berbeda dengan teori predestinasi yang anda maksud. Saya sudah jelaskan di thread sebelah, tetapi seperti biasa anda tetap mempertahankan argumen anda. Firaun itu tidak dikeraskan hati Tuhan karena suka-sukanya Tuhan. Dia penuh pertimbangan.

Coba perhatikan karakter Firaun, dan Firaun (ayahnya) yang memerintah setelah Yusuf. Kecuali anda juga mau bilang, karakter jelek Firaun itu karena ketentuan Tuhan juga.

Ya sudah debat kusir lagi kita.

Salam… :smiley:


"Sebab Kitab Suci berkata kepada Firaun: “Itulah sebabnya Aku membangkitkan engkau, yaitu supaya Aku memperlihatkan kuasa-Ku di dalam engkau, dan supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi.” (Roma 9:17)