Apakah marah diperbolehkan ??? dalam batas2 apakah marah itu diperbolehkan???

Marah dari dulu sampai sekarang menjadi dilema.

Banyak orang menyalah gunakan amarah untuk berbuat sesuatu yang tidak disadari merupakan suatu intimidasi dan perkataan negatif.

Dan banyak nasehat2 rohani yang sebenarnya merupakan luapan amarah.

Marah boleh bila untuk menyatakan kebenaran. Yesus saja marah ketika Bait Allah dipakai tempat berjualan (Yohanes 2:16).

Mazmur 76:11
Sesungguhnya panas hati manusia akan menjadi syukur bagi-Mu, dan sisa panas hati itu akan Kauperikatpinggangkan.

Gal 3:13
Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”

kalau ungkapan Rasul Paulus ini merupakan amarah tidak yah?

iya, ungkapan yang Yesus ucapkan stelah membalikkan meja para pedagang yang di bait suci itu:

Mat 21:13
dan berkata kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.” :afro:

Marah adalah reaksi yang wajar yang menunjukan ketidak sukaan yang sangat tegas.

Marah itu boleh, artinya menunjukan sikap ketidak sukaan yang tegas itu boleh. Tetapi apa yang tidak kita sukai? Yesus pernah marah di pelataran Bait Allah, karena ia tidak suka dengan sikap orang-orang yang menjadikan tempat ibadah sebagia tembat berjual beli (bisnis). Ia membalik semua meja bisnis disana.

Jokowi juga pernah marah dimuat di surat kabat. Apa yang membuatnya menunjukan sikap ketidak sukaan yang keras adalah karena pegawai negara bekerja tidak sesuai instruksinya untuk melayani rakyat dengan baik. Malah main game dan entah jalan-jalan kemana. Itu kemarahan yang sama seperti Yesus.

SBY juga pernah marah, dimuat di surat kabar juga. Tetapi marah SBY dapat ditandai, hanya jika pribadinya diserang atau diburukan, maka ia akan marah. Ketidak sukaannya adalah saat dirinya diusik atau dijelak-jelakan. Marah seperti ini bagi umat Kristiani bukan marah yang suci.

Marah seperti apa yang diperkenankan Allah? Marah saat kita menunjukan sikap ketidak sukaan kita yang keras terhadap sesuatu yang tidak sesuai dengan Firman Allah atau sesusatu yang dapat menimbulkan dosa atau celaka. Seperti marah Ibu terhadap anaknya yang meremehkan sekolah dan belajar.

Tetapi marah itu soal hati, siapa yang tahu isi hati seseorang sehingga tahu ketidak sukaan apa yang mendasari kemarahannya itu. Orang tua bisa jadi memukul anaknya dan marah saat anaknya mendapat nilai 7 bukan karena sesuatu yang buruk, tetapi karena ia malu terhadap tetangga dan saudara-saudaranya. Apa kata mereka kalau anakku bodoh dan tidak naik kelas… itu marah SBY bukan marah Jokowi.

Semoga memahami…

Marah yang paling jelas tuh satu ketika ALLAH tanya kepada Kain yang membunuh habel.

Kain mengapa hatimu panas dan kesal, amarah meluap2 dalam hatimu. Amarah itulah memicu pembunuhan berencana dengan melakukan penusukan dari belakang sehingga matilah habel.

Inti dari marah dari kain adalah : Kain mempertahankan harga diri / ego / iri hati. Nilai yang dipertahankan oleh Kain adalah salah yaitu nilai iri hati / ego. Amarah adalah reaksi untuk mempertahankan diri / mempertahankan nilai diri yang dianggap benar.

+====================================================================+

Nilai diri anda apa ? beda dengan nilai diri orang lain ? ini lah yang bisa menimbulkan debat dan diskusi. Amarah timbul karena mereka saling mempertahankan nilai diri sendiri.

======================================================================

Nasehat timbul karena amarah … seringkali karena nilai orang yang menjadi tersangka tidak sama dengan orang yang menasehati. Sehingga timbullah nasehat amarah. perang mulut / percekcokan.

=======================================================================

Yesus marah di bait Allah, setelah itu YESUS menjelaskan nilai yang benar adalah RUMAH ibadah itu rumah doa bukan tempat jual beli / sarang penyamun.

========================================================================

Kadangkalah orang yang menasehati memiliki nilai yang salah, jadi malu akhirnya … Kadung marah tapi keliru. Karena kalah senior maka tetap saja keliatan menakutkan, kalah pangkat.

  1. Apakah marah diperbolehkan?
    Sangat.

  2. Dalam batas-batas apakah marah itu diperbolehkan?
    Hukum Kasih.

Yakobus 1:20 sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.

Boleh saja orang marah.
Marah adalah sifat yang wajar sebagai manusia.
Akan tetapi marah itu sebelum tidur hendaknya sudah padam.
Sebab marah yang masih tersimpan didalam hati, bisa berubah menjadi sakit hati dan dendam.
Dengan dendam, dengan harga diri akunya, tentu ingin membalas.
Keinginan membalas ini adalah kesempatan yang paling baik buat si iblis.
Akibatnya Fatal, sebab dengan membalas tentu saja, lawannya tidak tinggal diam dan membalas kembali yang lebih kejam.
Iblis bertepuk tangan dan bergembira ria, sambil membisikan kehendaknya.

Alkitab mengatakan:
Ef.4: 26-27.
Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa; janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada iblis.

Dua orang tukang bangunan sedang berdebat sengit dan sampai pukul-pukulan untuk menentukan apakah pintunya ditaruh menghadap selatan atau barat. Dengan alasan masing-masing dan dengan argumentasi mereka yang sama-sama takterbantahkan membuat masalah penetuan letak pintu menjadi perkelahian besar.

Tetapi seorang tukang cat datang membawakan selembar kertas yang disebut “cetak biru” dan menunjukan kepada keduanya bawah pintu itu seharusnya dipasang di sebelah utara.

Disetiap pertikaian dan perselisihan bahkan sampai melahirkan amarah, harusnya kita memiliki “cetak buru” yang sama sehingga kita punya “guide” dalam menentukan mana yang benar dan mana yang salah. Kita memiliki Alkitab dan pengajaran para rasul, untuk membuat kita tetap pada pengajaran yang sehat yang berakar dan bertumbuh didalam Kristus untuk terus bergerak maju mencapai sasaran dan tujuan yang sama, yaitu menjadi serupa dengan Kristus.

Dari sanalah kita harus memulai dan dengan memakai “cetak biru” kita memutuskan perkara sehingga, kita sehati, sepikir dan setujuan.

Filipi 2:2-4
Karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

Jika anda berhadapan dengan orang tidak beriman. Bertahanlah pada kebenaran Allah dan segala yang tidak berkaitan dengan yang hakiki mengalalah, sebab tidak baik orang “dewasa” ribut soal hal-hal jasmani dan fana ini dengan “anak-anak”.