Apakah Memberitakan Injil SAMA DENGAN mengajak pindah Denom / pindah Agama?

Memberitakan Injil adalah mengabarkan kabar baik bahwa Yesus adalah Tuhan, Raja segala raja, dan Juruselamat dunia. Tujuan pemberitaan Injil adalah mengajak orang untuk bertobat dari cara hidup yang salah (tidak sesuai kehendak Allah) kepada jalan kebenaran, yaitu Yesus.

Respon dari pemberitaan Injil berupa perubahan cara hidup mempunyai konsekuensi harus meninggalkan cara hidup lama, termasuk misalnya meninggalkan ajaran agama yang tidak berasal dari Allah. Jadi perpindahan agama karena pemberitaan Injil bukan tujuan pemberitaan Injil itu sendiri melainkan konsekuensi dari perubahan cara hidup sebagai respon terhadap berita Injil.

Mengenai pindah denominasi, memang diakui masing2 denominasi akan mengatakan bahwa doktrin yang diajarkannya lah yang paling sesuai atau paling tepat menafsirkan firman Tuhan. Bahkan kadang ada yang menyebut denominasi tertentu bukanlah Kristen, sehingga mereka yang tergabung dalam denom tersebut harus keluar dan masuk ke denom lain yang lebih sesuai Alkitab. Saya rasa ini bukanlah tujuan pemberitaan Injil, tetapi memang untuk bertumbuh dalam iman yang benar kita perlu ditanamkan dalam suatu persekutuan orang percaya (gereja) yang mengajarkan firman Tuhan secara benar.

Pengalaman saya sebagai bagian dari gereja karismatik dulu tidak demikian bro. Ajakan untuk masuk denom tertentu itu memang ada. Gak usah jauh-jauh, orang tua saya yang pentakosta pasti ngajak seseorang ke denomnya koq. Bisa secara persuasif, bisa secara perhatian melalui bezuk dll. Hanya saja jelas tidak seperti SSY intensitasnya. Makanya saya tulis di atas “kalo bisa”.

Pengalaman sebaliknya malah terjadi dalam iman orthodox, seperti yang terjadi pada Timothy “Kallistos” Ware, seorang Anglikan yang perlu 6 tahun untuk akhirnya diterima di Gereja Orthodox. Sewaktu bertanya jawab dengan seorang asisten Uskup, ia malah disuruh tetap menjadi seorang Anglikan.
;D

Tafsiran nya salah kayaknya masbro… perintah Tuhan ya menjadikan semua bangsa murid-Nya, dan gada embel-embel denom/pindah Agama…

Soal denom…
Banyak juga yang tanya ke saya tentang hal ini atau soal “denom mana yang pas?”. Well, di suatu persekutuan mahasiswa saya jelasin kalau denom itu diperlukan untuk kita bertumbuh. Denom nya bisa beda tapi Yesus nya sama. Jadi pilihlah denom di mana kita bisa bertumbuh semakin serupa dengan-Nya.

Saya ilustrasikan kita ini seperti biji/benih buah yang harus ditanam dengan lingkungan yang berbeda untuk menjadikan benih itu bertumbuh. Misalnya kalau benih tanaman tropis ya gakkan tumbuh kalau ditanam di iklim yang lain (tundra misalnya). So, kalau talenta/karunia rohani kita (misalnya) jadi Worship Leader, tentu gakkan bisa bertumbuh dengan optimal di Gereja yang tidak terlalu “suka”/“doyan” penyembahan. Tapi Yesus nya yang disembah ya tetap sama.

Nah, ada lagi tentang “boleh ga pindah2 Gereja/denom” toh Yesus nya tetap sama ?
Saya ilustrasikan seperti tanaman… Kalau kita punya benih buah yang kita harapkan bertumbuh… hari pertama kita tanam di kebun belakang rumah… lalu seminggu kemudian kita cabut benih yang baru saja bertunas itu lalu kita pindahkan ke halaman depan rumah. Setelah seminggu lagi, kita cabut lagi tu benih lalu ditanam di pot. Pertanyaannya, apakah benih itu bisa berbuah dengan baik ? ya tentu aja engga.

Benih tersebut perlu waktu lama untuk bertumbuh, sama halnya dengan manusia. Tuhan mengijinkan adanya banyak denominasi supaya kita bisa bertumbuh dan berbuah sesuai dengan kehendaknya.

Mangkannya saya suka geli aja kalau ada yang saling hina denom… karena ya kita ga bisa bandingkan dua hal yang berbeda. Intinya semua denom adalah Tubuh-Nya yang melayani dengan caranya sendiri dengan tujuan yang sama.

semoga cukup memberi pencerahan… :smiley:

Mungkin denom itu bisa diibaratkan “kelas” kali?

Ada yang denom nya rendah, ada yang tinggi.

Yang kelasnya tinggi disini,

sedabng yang kelasnya rendah disini,

Tapi kalo emang bener demikian kenyataannya, gak masalah dong kalo “naik kelas”?

Ya jika demikian bro sebagai anak yang baik harus bicara secara persuasif juga sama ortu… besuk ya besuk saja sebagai perwujudan kasih Kristus janganlah coba curi-curi domba/jemaat gereja lain sebab secara institusi sudah pasti gereja Pentakosta tidak menyuruh umatnya untuk mencuri umat denom lainnya…:slight_smile: Tapi menurut saya bro jangan syak wasangka pada ortu, barangkali memang orang yang “dikunjungi” atau di besuk itu orang yang masih suam-suam, ke gereja hanya sebagai simpatisan belum jadi jemaat tetap dsb sehingga ortu bro mengajak supaya orang tersebut menetapkan hatinya pada Kristus dan karena denomnya Pentakosta tentu sah-sah saja mengajaknya berbakti di gereja Pentakosta…

Salam

:afro: ;D

terima kasih atas masukan teman2 sekalian…

rasanya sebagian besar komen-nya…
walaupun di-istilahkan sebagai “BUKAN TUJUAN UTAMA”…
tetapi menyetujui bahwa “SUKUR-SUKUR pindah ke denom saya / pindah ke agama saya”, tentu karena “denom saya” atau “agama saya” itu yang paling benar mnrt saya…

nah…
pertanyaan saya berikutnya…

menurut masbro mbaksis sekalian…

Kalau kita SUDAH “memberikan contoh dan mengabarkan injil”…
ternyata sasaran / target perkabaran itu MENGALAMI PERBAIKAN KUALITAS HIDUP nya…
tapi TETEP ENGGA MAU PINDAH AGAMA…

apakah menurut masmbak sekalian: kita telah BERHASIL MENGABARKAN INJIL itu atau belum berhasil?

Berhasil. Sudah meningkatkan taraf eh kualitas hidup sesama.

Saya ga setuju yang bagian kedua masbro… denom saya bukan yg paling bener… pilihan denom tergantung preferensi masing-masing orang. Di denom mana orang itu bisa bertumbuh… So, saya sih seneng aja kalo bisa liat seseorang bertumbuh baik di denom tetangga…

Berhasil ato ga dalam pengabaran injil itu indikatornya tu orang percaya Yesus atau ga… So, kalau dia mengalami perbaikan kualitas hidup tanpa percaya Yesus ya ga berhasil…

Istilahnya ya jelas tidak pake kata “mencuri” bro. Ada-ada saja anda ini.
;D

Biasanya menjelang Natal atau Paskah selalu ada ajakan, “Ayo kita bawa teman-teman, saudara-saudara, om, tante, yang sudah lama tidak ke gereja. Ajak mereka semua beribadat memuji dan menyembah Tuhan ditempat ini. bla…bla…bla…”

Lha saya kan dari kecil pantekosta bro?
Masa saya sampe salah denger?
;D

Yaelah bro, orang itu ortu ortu saya sendiri koq anda bilang syak wasangka?
:smiley:

Ajakan itu pasti ada, mau apapun denomnya. Tidak terkecuali Katolik Roma atau Orthodox. Saya kagak mau munafik lah.

Orang Filipus aja ngajakin Natanel,

Joh 1:46 And Nathanael said unto him, Can there any good thing come out of Nazareth? Philip saith unto him, Come and see.

Padahal jelas keduanya Yahudi kan?
:azn:

Ajakan/undangan seperti contoh diatas mah wajar saja dan tidak termasuk ajakan untuk pindah denom toh? Daripada yang tidak punya gereja atau sudah lama tidak ke gereja, atau yang dalam perantauan (gereja sendiri jauh di luar kota misalnya) tidak merayakan ibadah natal atau paskah diundang untuk merayakan dan ibadah bersama-sama…

Kurang etis misalnya, orang besuk yang disamping besuk punya misi yang lain yaitu membujuk baik secara halus maupun terang-terangan yang dikunjunginya itu untuk pindah denom/gereja yang lebih parah sampai membujuk untuk pindah agama…Sampai saat ini saya yakin sekali bahwa baik gereja Karismatik, Pantekosta, Pentakosta, gereja Baptis dan gereja-gereja Protestan juga Gereja Katolik atau Ortodox tidak mengajarkan/menyuruh mengabarkan Injil model begitu…Kalau besuk misalnya sebagai bagian daripada pelayanan diakonia ya besuk saja, kalau membantu yang kekurangan baik jemaat atau bukan jemaat atau bahkan berbeda agama sekalipun ya bantu saja tidak mengajak-ajak atau membujuk-bujuk untuk pindah ke denom/gereja si pemberi bantuan…

Ajakan itu pasti ada, mau apapun denomnya. Tidak terkecuali Katolik Roma atau Orthodox. Saya kagak mau munafik lah.

Bukan masalah munafik…Fakta ada saja oknum jemaat dari setiap gereja yang senangnya mengajak-ajak/membujuk jemaat denom lainnya untuk pindah ke denomnya tentu tidak bisa dipungkiri namun secara umum kita di gereja kita masing-masing tentu diajarkan melayani dengan benar sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Ambil contoh nyata misalnya beberapa waktu yang lalu istri saya sakit walaupun kita bukan dari gereja Pantekosta banyak juga anggota jemaat dari gereja Pantekosta yang besuk dan alhamdulillah istri saya jadi cepat sembuh, tentu Tuhan yang sembuhkan tapi peran para pembesuk yang memberikan penghiburan, berdoa sama-sama dst sangat berkesan dan kami berterimakasih untuk ketulusan mereka walaupun kita berbeda denominasi namun pelayanan mereka sungguh berarti bagi kami sekeluarga…

Salam

Kita menjalankan perintan Tuhan untuk menginjili, setelah berita Injil disampaikan, orang itu memerlukan pemuridan, itu terserah orang tersebut untuk masuk ke gereja mana.

Pindah agama adalah pengertian yang dari budha masuk ke Kristen.

Sedangkan Berita Injil adalah berita tentang Tuhan Yesus yang mati menebus dosa orang berdosa.

Kristen bukanlah agama, tetapi adalah kembalinya manusia berdosa ke Penciptanya, sehingga merupakan PERSEKUTUAN ORANG ORANG YANG DIPANGGIL KELUAR DARI DUNIA DAN DIPISAHKAN UNTUK DISATUKAN KEDALAM TUBUH KRISTUS.

Ini pengertian yang jelas tertuilis di ALKITAB,

1 Korintus 12:27
Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.

Kolose 1:24
Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat.

Setiap orang yang baru bertobat, harus terus dijaga dan diberi firman yang dapat menumbuhkan imannya.

Tetapi orang tersebut tidak pernah dipaksa untuk ikut gereja mana, ketika orang tersebut menanyakan kemana harus bergereja, tentu diberitahukan yang terbaik baginya.

Apa yang diajarkan tidak semua menerima sama. Ada banyak orang dengan banyak latar belakang baik psikologis maupun budaya yang mewarnai proses penginjilan. Saat Kabar Gembira itu menjadi sebuah amanat, maka respon masing-masing pribadi juga akan berbeda.

Jika anda menyimpulkan sesuatu dari beberapa orang yang meresponnya dengan caranya sendiri dan menganggap hal itu diajarkan oleh denominasi atau agama, maka anda sebenarnya adalah orang-orang yang telah disesatkan pandangan dan hatinya. Anda melihat saudara seperti Kain melihat Habel.

Beberapa orang yang disebut “anak kecil” secara rohani (walau sudah dewasa secara usia dan mental) akan merespon berbeda amanat tersebut dibandingkan orang-orang yang telah bertumbuh menjadi dewasa secara rohani. Secara kanak-kanak mengabarkan Injil identik dengan menjadikan mereka pemeluk agama kristen yang diimani sama, yaitu dalam denominasinya sendiri. Tetapi seorang yang telah matang rohaninya, ia tidak berusaha untuk menjadikan seseorang pemeluk agama Kristen atau denominasi tertentu, tetapi MENDAMAIKAN MEREKA DENGAN ALLAH melalui YESUS KRISTUS.

Memang pada akhirnya mereka akan datang kesebuah gereja untuk ditumbuhkan disana dan juga disebut pemeluk agama Kristen, tetapi poin yang membedakannya, mereka menjadi beriman lewat pertobatan dan pemulihan hubungan dengan Allah sedangkan satunya yang dilakukan banyak orang awam (kanak-kanak rohani) adalah menjadi kristen lewat banyak kepentingan duniawi (makan minum kawin mengkawinkan).

Apakah keduanya sama? Secara organsisasi, mereka kelihatannya sama, sebab terdaftar menjadi anggota gereja. Tetapi dihadapan TUHAN berbeda seperti bumi dan langit, sebab tidak semuanya diakuiNya sebagai anak.

Salam

Salam bro

Andai dulu ada org china disana maka akan ada denom yg disebut TAO. :smiley:
Pindah denom maupun agama tidak lah yg penting, penekanannya kan percaya akan Mesias(Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan), mau di baptis(nah ini pindah agama), melakukan kehendak Bapa(nah ini juga pindah agama n harus bc buku tebal lg(Alkitab) ;D )

Tafsiran yang mereduksi itu mas…

Iya,Tafsiran atau Firman Tuhan yg disampaikan dengan Pengertian “manusia” PASTI TELAH TER-REDUKSI"!!!
Tafsiran yg telah direduksi sudah pasti “TIDAK BENAR”!! mengapa?
dalam hal ini sy sama sekali bukan hendak “menghakimi” siapapun, tetapi konteksnya kita kembalikan kepada KEBENARAN FIRMAN TUHAN YG MURNI, yakni seperti kita semua ketahui dari awal penciptaan manusia (adam)itu,Bahwa pada mulanya manusia itu sejak jatuh kedalam KUASA DOSA,yakni segala pola pikirnya,cara berperasaannya dan kehendak manusia itu cenderung ke arah “dirinya sendiri"atau mengarah kepada hanya kepentingan sisi manusianya itu sendiri,bukan lagi kepada “apa yang Allah kehendaki”, artinya sejak kejatuhan manusia itu dlm dosa,mulai mengetahui apa yg jahat dimata Tuhan,tetapi"Tidak berkuasa MENOLAK APA YG JAHAT ITU” dan mengetahui apa yg baik “MENURUT ALLAH” tetapi tidak berkuasa melakukan apa yg baik menurut kehendak Allah itu.
ARTINYA,segala sesuatu “ukuran"yg dipakai menusia yg telah berdosa itu unutk menilai segala sesuatu adalah” MENURUT UKURANNYA SENDIRI YG BERDASARKAN KEPENTINGAN DIRI SENDIRI".
MAKA sdh jelas,bhwa jika kita menusia yg telah berdosa itu memberi 'Nilai"atau memberikan “pengertian” kepada “FIRMAN TUHAN” dengan standart "manusia yg jelas sudah mempunyai kepentingan atas dirinya sendiri dan tidak berkuasa menolak apa yg jahat itu,maka :
Firman Tuhan yg akan disampaikannya SUDAH PASTI TELAH TER-REDUKSI.
Semoga penjelasan yg demikian singkat ini dapat memberikan gambaran apa yg saya maksudkan.

Salam Sejahtera.

terima kasih mas atas sharingnya…

dengan kata lain, apakah mas henokh juga setuju dgn pendapat bahwa: artinya tafsiran siapapun atas alkitab itu semuanya bisa benar dan bisa salah?

ataukah mungkinkah ada tafsiran yang PASTI BENAR dan TIDAK MUNGKIN SALAH dan PERSIS KEHENDAK TUHAN SENDIRI?

Sebenarnya pertanyaan Mas Cadangdata ini sangat dalam pengertiannya jika harus dijawab secara lengkap,sebab sejak jaman para nabi dalam perjanjian lama dan para malaikat2 disebutkan dalam perjanjian baru “INGIN MENGETAHUI RAHASIA INJIL YG SESUNGGUHNYA”…

1 Petrus 1:10-13
10.Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi nabi,yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu.
11.Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus,yang ada didalam mereka,yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang akan menyusul sesudah itu.
12.Kepada mereka telah dinyatakan,bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri,tetapi melayani kamu dengan dengan segala sesuatu yang telah diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan mereka,yang oleh Roh Kudus,yang diutus dari sorga,menyampaikan berita Injil kepada kamu,Yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat.

Jadi,sekarang kita mengerti & mwengetahui BAHWA" untuk dapat menerangkan atau menafsirkan isi ALKITAB yang ternyata intisari nya adalah = Perjanjian Lama (kitab para nabi)menubuatkan akan datangnya Keselamatan dari Allah melalui yg disebut :mesiah (Kristus) dan seluruh ajaranNYA ditulis dalam kitab Perjanjian Baru atau dengan sebutan INJIL.
maka tidaklah mungkin seseorang dapat menafsirkannya dengan pikiran manusia yg sudah berdosa ini.KECUALI jika seseorang tersebut sudah benar2 LAHIR BARU (bertobat dan mau rela meninggalkan segala hasratnya pada duniawi ini) dan mulai HIDUP BARU DI DALAM ROH (maksudnya hukum roh) dan KEBENARAN.
Amin.

Salam.

wah… keren sekali mas…

terima kasih atas pendapatnya…

apakah mas henokh berkenan memberi contoh…
Siapakah orangnya yang mampu TAFSIRANNYA BENAR DAN TIDAK MUNGKIN SALAH itu?
misalnya aja sih mas… contoh beberapa orang aja juga engga papa…

Semoga bermanfaat bro…