Apakah menikah lebih baik daripada berbuat cabul?

Apakah menikah lebih baik daripada berbuat cabul?

Betul.

I Korintus 7:9
Tetapi kalau mereka tidak dapat menguasai diri, baiklah mereka kawin. Sebab lebih baik kawin dari pada hangus karena hawa nafsu.

Tapi bukan berarti setelah menikah tidak ada masalah. Yang tidak bisa menguasai diri tetap saja ada risiko berzinah. Karena itu, yang terpenting ialah penguasaan diri, bukan menikah atau tidak menikah.

Salam

[email protected]

Menikah itu bukan urusan dari batasan udel / puser kebawah ke telapak kaki saja looh…!! Tapi juga urusan dari batasan udel atau puser ke atas ke ujung rambut .
Karena jika tujuannya anda hanya untuk perkara baik dan tidak baik…secara ukuran moralitas…??? atau unt menghindari berbuat cabul…?? Maka umat yang tidak punya agama pun dapat berbuat seperti itu…!! Biar dikatakan bermoral dan tidak berperilaku seperti hewan…Asal tabrak jika timbul birahi ( maaf ).

Jadi jika SESEORANG MAU MENIKAH dng patokannya adalah dari udel keatas ke ujung rambut…?? Maka orang itu memeiliki moral dan Iman PERCAYA JIKA BERALASAN UNTUK MENIKAH…Namun jika patokannya dari udel ke talapak kakai, maka dia hanya untk menghindari perbuatan cabul …orang tsb tidak bermoral dan tidak ber-iman percaya.

Salam GBU…

Suatu perbandingan yg sangat retoris sekali. Kalo ada yg sampe bilang tidak, duh…, mau apa jadinya.

Jawaban ane : 2000% YA!

Bisa YA dan TIDAK.

YA - karena hasrat akan kebutuhan sex anda akan terpenuhi dan tersalurkan secara sah.

TIDAK - karena anda hanya akan berpindah dari satu masalah ke masalah lainnya yg tdk kalah rumitnya. Yakni dampak dari dasar dan tujuan pernikahan anda yg lemah, yg cenderung akan menimbulkan permasalahan2 baru di kemudian hari.

Meski g belum nikah, tapi kalo disuruh berbuat cabul mikir2 dulu. G ngeri ama penyakit menular seksual.

kalo udah cocok ya nikah aja… :slight_smile:

GBU

betul baik nikah tujuannya hindari cabul cabulan.

cari lah pasangan yg berdikari.

Pertanyaan yang sudah jelas jawabannya: Ya!

Tapi kemudian timbul pertanyaan balik, kenapa harus ditanyakan?

kalo baca trit TS yg lain,
TS memang hidup dlm percabulan

Karena saya sering menghadapi dilema antara menikah dan tidak menikah; yaitu kalo tidak menikah, hati tidak bisa tenang, selalu kesepian, merasa tidak punya teman sehingga timbul godaan untuk berbuat liar atau cabul; tapi kalo menikah pun harus cari yang pas, kalo gak ya sama saja; tapi cari yang pas itu gampang2 sulit juga.

Tuhan masih beri kesempatan hari2 terakhir untuk bertobat sebelum antikris dan nabi palsu
menguasai dunia tahun depan spt penglihatan yg didapat Elvi Zapata.

JS BACH Arioso BWV 156 Hauptwerk Orgue Silbermann St Petri Nicolai Freiberg

Sis Milnalev,

Saya sarankan supaya tidak timbul fikiran negatif lebih baik ikutan aktif di gereja dan lebih mendekat sama Tuhan. Berdoa aja minta yang terbaik sama Tuhan kalau Tuhan mau kasih jodoh pasti nanti dikasih yang terbaik karena Tuhan Yesus yang kita sembah itu Tuhan yang sangat mengasihi kita sampai2 nyawanyapun Dia korbankan buat kita. :angel:

Saya sudah mulai ikut doa syafaat di komunitas dewasa muda gereja, rencananya ditambah ikut koor jika memungkinkan, sudah 4 kali ikut acara Single-ist Camp. Tapi yang menjadi dilema adalah banyak cowok yang menggoda saya baik di dunia maya atau nyata sehingga saya sering salah tingkah dan ikut tergoda juga sehingga sulit menentukan pilihan yang tepat.

Pengalaman saya ketika kita bener2 deket sama Tuhan kalau ada hal2 spt itu pasti Roh Kudus kasih tau asal kamu peka karena semakin kamu mau dekat sama Tuhan pasti semakin banyak godaan…caranya supaya ga tergoda jauhi…ada ayat di 1 Korintus 15:33 “Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik”.

Setiap hari harus ada persekutuan pribadi dgn Tuhan, minta tolong sama Tuhan untuk dijauhkan hal-hal yang tidak berkenan dihadapan Tuhan…ini bukannya sok rohani ya tapi ini kenyataan yang saya hadapi makanya saya bisa sharing sama sis Milnalev…jangan buka celah bagi iblis… :afro:

Sebaiknya menikah saja. Kalau bingung dengan pilihan, minta dijodohkan saja.

Kalau mempertimbangkan umur, sebaiknya tidak usah terlalu pilih-pilih.
Maksud saya, jika sudah ketemu yang karakternya bagus, tidak perlu menuntut penampilan, status, dan harta.

Salam

atau tawarin di FK ini :slight_smile:

Emangnya jualan…ada2 aja… ;D

Kalo mau jujur sebetulnya sejak SMP banyak cowok yang menaruh hati dan suka godai ingin dekat denganku, tapi saya sudah anggap mereka kurang ajar, akhirnya saya dianggap cewek kasar dan dijauhi, bahkan teman2 perempuan juga ikut jauhi. Tapi anehnya karena dapat perhatian dari guru lebih dari teman2 lainnya, saya malah jatuh cinta kepada guru tersebut meskipun sudah beristri dan beranak sehingga dianggap saru. Lalu ketika kuliah pernah terjebak cinta dengan tunangan orang yang latar belakangnya tidak seimbang sehingga semua orang tidak suka kepadaku. Saya dianggap wanita murahan. Setelah lulus kuliah saya coba dikenalkan kepada cowok tapi gak sesuai selera saya. Akhirnya malah berhubungan tanpa status dengan cowok yang bengis, kejam, dan masih pengangguran. Terus sekarang ini sejak penjajakan terhadap cowok yang lebih baik dan mau serius denganku, tapi itupun masih lihat2 dulu apakah dia cocok atau tidak.