Apakah menikah lebih baik daripada berbuat cabul?

Bagus artinya anda mulai belajar untuk tidak salah langkah lagi.

Curious sama asli nya milnalev kalau di dunia nyata sperti apa?
Persoalannya Ga gerak2… Disitu2 bae…

Kalau saya yg jadi milnalev, dngn kondisi yg sperti ini; jalan yg saya harus tempuh, yah, ikut aja nafsu diri sendiri, walau udh kena penyakit juga, walau kerendah hatian oleh Kristus tak juga mempengaruhi, walau kasih Kristus tak juga mengubahkan hati…

Yo wees… Hantam meneh nafsu yg menganga slalu menggoda itu, ketimbang pusing memikirkan bagaimana menyelesaikannya…

Ntar jg keliatan kesimpulan akhir: “ujung kematianku, bahwa aku tak bisa melawan nafsuku sendiri”

Kurasa itu cukup “Wise”…

Kalau boleh tau yang pas itu gimana ya? Apa anda sekarang tergolong liar dan cabul? Mohon contohnya… :smiley:

Bagi saya yang jodoh yang pas itu adalah orang yang mapan, siap nikah, dan mau terima apa adanya. Ya sekarang ini kalo lagi sepi order kadang masih jual diri. Sebelum saya jual diri, saya sering menggoda suami2 orang dengan miscall2 mereka siang malam. Waktu itu saya masih di gereja protestan non-kharismatik tapi gak jadi anggota tetap. Akhirnya semua orang gereja itu mengucilkan saya sehingga saya lari ke dunia maya dan kenal dengan sembarang orang. Saya cuma ditiduri saja, lama2 ketagihan seks dan timbul niat jual diri sampai sekarang. Sekarang saya ikut gereja kharismatik dan sudah jadi anggota tetap tapi cuma akrab dengan beberapa orang saja dan hanya punya 2 teman cowok yang mau temani gereja dan jalan2. Teman2 sesama perempuan sepertinya enggan bergaul dengan saya. Tapi saya masih kecanduan internet sehingga kadang2 masih jual diri kalo lagi sepi order kerja.

Err, gak takut penyakit menular seksual ?

Tahun lalu kena penyakit campak Jerman dan barusan ini kena flu berat.

Maaf saudari milnalev, saya berkata dengan tegas, anda masih hidup dalam dosa. Seorang perempuan yang sudah tidak perawan padahal belum pernah menikah (dan tidak pernah diperkosa) dalam Alkitab disebut sebagai perempuan sundal. Sekali lagi, mungkin kata2 saya agak vulgar dan menimbulkan sakit hati saudari, tetapi kita perlu tegas dalam hal dosa, khususnya dengan persundalan/percabulan. “Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.” (Efesus 5:5).

Yang perlu saudari lakukan sekarang adalah tinggalkan dosa tersebut! Bertobatlah!

Ya karena itu saya ingin segera menikah agar tidak terus berbuat cabul, sebab banyak sekali godaan kalo lagi jomblo total kecuali ada yang bersedia menjadi pendamping untuk ke gereja, jalan2 dan dia betul2 mencintai dengan tulus dan mapan punya masa depan. Kalo gak ya sama saja.

Jadi saudari berpandangan jika sudah menikah tidak akan terus lagi berbuat cabul? Mohon maaf sekali lagi kalau saya katakan, cara pandang seperti ini sama saja dengan mengandalkan manusia (dalam hal ini suami) bukan Tuhan.

Saya bukan seorang konselor rohani yang dapat membimbing dalam hal-hal seperti ini. Himbauan saya, saudari harus bertobat dulu dari cara hidup yang salah, baru memikirkan pernikahan dsb. Kalau mengira pernikahan akan menjauhkan saudari dari dosa, salah besar. Sifat-sifat dosa itu bila belum dikikis habis akan menjadi bom waktu dalam pernikahan.

Sekarang ini sudah ada cowok yang mendekati dan bilang serius sampai menikah kelak.

Ya, saya setuju dengan saudara deraya :happy0062:

Anda tidak sendiri. Ada seorang perempuan di abad ke 4 yang hidupnya jauh lebih amburadul dari anda, tapi toh di akhir hidupnya ia menang dan menjadi seorang suci dalam Gereja Orthodox dan Katolik. Beliau adalah Maria dari Mesir.

Pertanyaan anda mungkin bisa dijawab dengan: “TIDAK menikah itu lebih baik daripada berbuat cabul.”
:slight_smile:

Tetaplah berjuang melawan hawa nafsu anda.
:afro:

Tapi gak semua orang diberi karunia selibat alias tidak menikah seumur hidup oleh Tuhan. Pastor dan suster saja banyak yang keluar dan menikah, kecuali memang panggilan seperti Ibu Teresa, dll.

Dibanding dengan yang memutuskan membatalkan kaul hidup selibat mereka, yang memutuskan setia sampai mati JAUH lebih banyak sis. Silakan riset jika tidak percaya.
:slight_smile:

Sekarang calon pastor, bruder, dan suster diberi psikotes sebelum mengikuti pendidikan seminari, agar tahu apakah motivasinya murni panggilan dari Tuhan atau cuma karena pelarian karena patah hati, dsb.

mungkin bisa google dengan kata : celibacy syndrome in japan

untuk salah satu studi kasus

Nah, itu kan lebih baik?
Tapi motivasi orang kan bisa berubah seiring dengan waktu sis?
:slight_smile:

Banyak koq contohnya, bahkan dari cerita-cerita cinta monyet anak remaja. Ada yang termotivasi menyakiti temennya, eh malah jatuh cinta. Iya kan?
Paus Fransiskus sendiri kan dulunya ditolak cintanya oleh sang gadis pujaannya?
:smiley:

Jangan pasang harga tinggi, carilah yang mau terima anda dan bertanggung jawab terhadap anda, kenapa cari yang mapan doang? Anda harus berhenti jual diri, anda sudah ketagihan seks tingkat akut, ini ga bisa sembuh kecuali anda tobat nasuha.

Anda kerja apa kalau boleh saya tau? Apakah gaji anda kurang smpai jual diri?

Salam… :slight_smile:

Kerjaku sekarang freelance penerjemah, pembimbing skripsi/tesis, pembuat TTS, angket, komik, opini tapi hasilnya paling banyak sebulan Rp 1,5 juta kadang2 kalo sepi order gak cukup untuk jajan, jadi cari tambahan di luar walaupun jual diri.

Sekarang ini sudah ada cowok yang mendekati saya dan bilang serius sampai menikah.

Dulu juga pernah ada orang yang SMS saya ajak main lesbi tapi sejauh ini saya gak sampai melakukannya.