Apakah musa merupakan tokoh yang bertanggung jawab

Menurut kalian, apakah Musa melaksanakan dan bertanggung jawab atas tugas yang diberikan Tuhan kepadanya?

Menurut anda sendiri?

YA

Pertanyaan singkat dan jawaban singkat :afro: ;D ;D

Saya masih bingung makanya saya bertanya hehe. kalu menurut anda? :azn:

Makasih atas jawabannya :slight_smile: tapi alasan jawab YA itu kenapa? maaf nanya lagi :smiley:

Keluaran 32:32
Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu — dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis."

Pemimpin yang bertanggung jawab, berani mengakui kesalahan teamnya sebagai kegagalannya dalam memimpin.

Keluaran 3:10
Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir."

Tugas Musa adalah membawa bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir.

Ulangan 1:38
Yosua bin Nun, pelayanmu, dialah yang akan masuk ke sana. Berilah kepadanya semangat, sebab dialah yang akan memimpin orang Israel sampai mereka memiliki negeri itu.

Tugas Yoshua adalah membawa bangsa Israel masuk kedalam negeri yang dijanjikan.

Masing-masing telah menjalankan tugasnya dengan baik. Musa tidak membawa masuk bangsa Israel ke negeri yang dijanjikan bukan artinya tidak bertanggung jawab, sebab memang tugasnya memimpin hanya sampai disana (selain karena dosa “kurang ajar” dihadapan TUHAN).

Kalau masih bingung berarti anda tidak tahu arti “tanggung jawab” itu sendiri. Cari tahu dulu, bro. Terus baca lagi Alkitabnya, ntar kan ngga bingung lagi.

Ya
alasannya :
Aku seorang diri tidak dapat memikul tanggung jawab atas seluruh bangsa ini, sebab terlalu berat bagiku.
(Bilangan 11 : 14)

Ketika mertua Musa datang mengunjungi Musa di padang gurun dan melihat
bagaimana Musa seorang diri mengadili diantara bangsa itu dari pagi
sampai petang, ia memberi nasihat kepada Musa tentang pendelegasian
tugas (Keluaran 18).

Musa mendengarkan nasihat mertuanya itu.
Menurut penilaian manusia, nasihat mertua Musa untuk mendelegasikan
tugas, memang cukup masuk akal. Tetapi setelah jangka waktu tertentu,
kembali Musa merasa terbeban dan tidak sanggup menghadapi tanggung
jawab yang harus dipikulnya.

Mengapa demikian ?

Kita harus menyadari bahwa persoalan yang dihadapi Musa bersifat
spiritual. Musa harus memikul tanggung jawab atas seluruh persoalan
bangsa Israel dihadapan Allah.

Dalam perkara spiritual, nasihat mertua Musa mengenai mendelegasikan tugas,
tidaklah cukup. Tuhan yang harus memberi jalan keluarnya agar seluruh
tugas yang diemban Musa tersebut dapat diselesaikannya.

Pada akhirnya, Tuhan mengambil sebagian Roh yang hinggap pada Musa. Tuhan
memberikan sebagian dari Roh yang ada pada Musa tersebut kepada 70
tua-tua Israel, sehingga Musa dapat memikul tanggung jawab rohani atas bangsa Israel secara bersama-sama.
Apa yang dilakukan Tuhan tersebut, membuat Musa dapat sehati, sepikir, dan
satu roh bersama dengan ke-70 tua-tua Israel tersebut.

Jadi, dalam memikul beban rohani, tidak hanya pendelegasian yang perlu
dijalankan, tetapi juga diperlukan kesehatian dan kesamaan roh.

Yang pasti Musa juga telah Tuhan panggil untuk bertanggung jawab membawa Israel keluar dari Mesir, walaupun Musa tidak sampai kepada Tanah Perjanjian, tetapi sampai akhir hidupnya Dia tetap setia atas tanggungjawab yang dibebankan padanya.

kenapa anda bertanya demikian ?
apakah dia tidak bertanggung jawab ??

klo dia tidak bertanggung jawab, sewaktu dia menerima PERINTAH TUHAN untuk membawa umat israel dari mesir ke negeri perjanjian, dia tidak menerima. dia menolak.
walaupun dia merasa berat untuk menerima perintah Tuhan, dia tetap melakukan bahkan Tuhan turut campur tangan dalam setiap kali musa bertemu dengan Firaun.
sehingga umat israel bisa keluar dari negeri perhambaan - mesir .

Bisa-bisa kayak Yunus ya…disuruh ama Tuhan malah kabur…melenceng dan akhirnya diijinkan Tuhan terjadi Yunus masuk perut ikan…sungguh tragis… :rolleye0014:

kagak tuh. . .

Musa bertanggung jawab.

tipe dia gak sama dengan yunus. . .

lha iye…sepakat buat itu…maksud saya soal menerima perintah Tuhan…(lihat tulisan yang saya bold). :afro:

waktu menerima perintah, dia merasa kurang percaya diri.
takut kalau gak bisa melakukan dengan baik
akhirnya dia menerima juga.

jadi dia bukan tidak bertanggung jawab

Hehehe,ya yang ngasih perintah itu siape?ya Tuhan sendiri kan?emang ada yang bisa lari dariNya?ga juga tuh, kalo udah dipanggil ya gada yang bisa lari, karena saat Tuhan memanggil maka Dia yang memampukan, gada kata rendah diri, kurang percaya diri,dll.
contoh kalo atasan kita ngomong “kesana” trus anda ngikut ga?yang ngomong atasan kita lho, Tuhan lebih dari atasan Yunus,
Trus saat kita menjawab “baik, saya akan kesana” nah berarti segala tanggung jawab telah kita ambil bukan?tapi kalo kita menjawab “baik, saya akan kesana”, dalam hati kita ah…mampu ga saya ya?ah mending gausah kesana deh…pertanyaan saya apakah kita bisa dikatakan bertanggung jawab?hmmm…sekedar pencerahan makna bertanggung jawab tidak sesempit yang anda pikirkan…bertanggung jawab dalam kekristenan lebih kepada memiliki karakter Kristus dalam hidup kita.
Shalom… :afro: :afro:

nanye
n
jawab sendiri :tongue:

yee…situ yang ga ngerti arti tanggungjawab menurut Firman Tuhan (yaitu mempunyai karakter Ilahi, yaitu karakter yang dimiliki seperti Yesus)…anda pikir tanggungjawab cuma menyelesaikan pekerjaan dah gt udah?hmm…sempit sekali pengertian anda ini. :mad0261: :mad0261:

10000 untuk anda :tongue:

Tidak perlulah anda menghargai dengan memberi 100, 1000,10000%, diatas segalanya itu cukuplah anda mengucap syukur trus kepada Tuhan… :happy0025: :happy0025:

Benarkah?

Mat 22:14 “Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”