Apakah orang gila bisa masuk sorga

Kita tahu bahwa orang yang kehilangan pikirannya atau akal sehatnya sering melakukan hal-hal yang menyebabkan kesalahan yang tentu saja di luar akal sehatnya sebagai manusia. Contoh memukul orang tanpa sebab, memaki-maki orang tanpa asalan yang jelas, tidak tahu aturan dan masih banyak lagi yang lainnya. yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu.

Yang jadi pertanyaan, apakah orang gila sejak lahir sampai suatu saat ia mati sebagai orang yang masih tetap gila dapat masuk sorga? Atau sebaliknya?

Perbandingan:

  • Orang gila melakukan kesalahan atau dosa tentunya 100% diluar kesadarannya.

  • Orang normal melakukan kesalahan tidak di sengaja saya pikir masih memiliki kesadaran yach…kira-kira saja sekitar 5% sajalah.

Saya kira tidak adil rasanya kalau orang gila masuk neraka. saya jadi kasihan.

Nah, bagaimana pandangan alkitab tentang hal ini?

Gbu

Pertamax Gan

Ya ndak lah, ngapain juga nanti disurga telanjang telanjang lalu lalang

Jelas di Alkitab orang gila itu karena roh jahat dkk. jadi ga mungkin ke surga

baik orang gila maupun orang waras… bisa naik ke sorga … asal mendapat kasih karunia :wink:

(markus 5) :coolsmiley:

Ironis sekali rasanya didalam ketidaktahuan, kita langsung di vonis hukuman. apakah itu yang dikatakan adil dan bijaksana?

Maju terus bro jb michael. saya suka gaya Anda…Homuris sekali…hahaha.

Warning. hati2 berkawan sama “Bruce Lee”

Gbu

waduh… kasihan dong…kalo orgil tdk bisa masuk surga…trus apa tugas kita terhadap orgil

Tugas? yach tentunya merawatnya donk, memberinya makan dan minum, kayaknya sama tuc sperti merawat bayi atau anak-anak yang belum mengerti apa-apa tentang apa yang harus dilakukan untuk hidup di dunia ini. tapi lebih ribet mengurus orang gila dari pada mengurus balita. IQnya, isinya Nol besar…

Saya pribadi kalo ketemu saya doakan tumpang tangan, minta disembuhkan orgilnya.

di_Injil_i (kalo berani) :azn:

sambil orgilnya dipegangin ama bruceLee…
(:)…sorri… becanda :))

vision for me … :smiley:

Karena keselamatan dari Tuhan, marilah kita mendoakan mereka seperti bro Michael katakan, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan , kalau memang ada yang sudah di pilih Tuhan.

lukas 4:18-19
“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

jadi sebenarnya pengurapan itu juga berlaku pd setiap orang yang mengklaim keresten, coz itu janji-Nya buat kita

masalahnya sekarang berpulang sama kita semua untuk menggenapi pengurapan tersebut, jadi mau gilak kek, sawan kek, apa kek
… untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan…

simpelnya kita aja gak sudi mereka ( orgil ) masuk neraka palagi Tuhan semesta alam ini…

Haiii sobat @lomeru…dari pada pusing pusing coba kamu baca dolo artikel yang saya sudah punya ini ya…baru nanti dilanjutkan lagi komentarnya…pasti memberkati bagi siapapun yang membacanya…
Salam …GBU…

Nih dia artikelnya ya…( Dari Pdt. BIGMAN SIRAIT)…

Pertanyaan :
BAPAK Pendeta, suatu hari di tempat kerja saya, ada beberapa teman seiman yang sedang bercanda. Dalam canda itu mereka membicarakan masalah orang gila dengan berbagai nasib serta keanehannya. Di tengah keriuhan suasana, tiba-tiba ada yang nyeletuk, “Apakah orang gila itu bila mati masuk surga?” Dan pertanyaan “iseng” itu ternyata membuat perdebatan itu makin hebat dan seru. Peserta terpecah pada dua kubu: pro dan kontra, surga dan neraka. Tolong Bapak jelaskan menurut Alkitab.
Tri-Jakarta

Jawaban :
Apakah orang gila bisa masuk surga? Sebuah pertanyaan yang bisa dipertanyakan kembali: Apa yang membuatnya tidak bisa masuk Sur-ga? Kata “gila”, segera meng-ganggu kita. Dan jika diperpan-jang, tentu saja banyak perta-nyaan lainnya, seperti orang idiot dan seterusnya. Belum lagi bayi yang berumur satu hari, atau bah-kan orang yang bermukim di pedalaman, yang notabene tidak pernah mendengar Injil tapi sudah meninggal.

Keselamatan menjadi kebutuhan setiap orang, siapa pun dia (tua atau muda, waras atau gila, pen-deta atau orang awam—semuanya perlu keselamatan). Alkitab ber-kata, “Semua orang telah jatuh ke dalam dosa sebagai konsekuensi kejatuhan Adam (I Korintus 15: 20-22). Ini disebut sebagai dosa turunan, dosa warisan, di mana Adam sebagai reseprentatif manu-sia, berdosa kepada Tuhan. Dan perbuatan dosa itu telah menjadi nyata di dalam kehidupan manusia (Roma 3: 9-20).

Jadi, sekali lagi setiap manusia perlu diselamatkan, dan kesela-matan itu hanya ada di dalam penebusan Yesus Kristus. Ini juga berarti, setiap orang bisa dise-lamatkan berdasarkan kemurahan Tuhan, bukan melihat apakah manusianya itu waras atau gila. Ka-rena apabila berdasarkan peme-nuhan syarat, maka tidak seorang pun yang selamat, entah dia waras atau tidak, karena tidak seorang pun yang layak, yang memenuhi syarat, untuk diselamatkan.

Sekarang, mari kita pahami apa yang dikatakan Alkitab soal keselamatan.
Efesus 2:8-9. Keselamatan adalah kasih karunia. Dengan tegas Alkitab mengatakan keselamatan bukanlah hasil usaha manusia, baik pribadi maupun kolektif. Karena itu manusia tidak bisa memegahkan diri, untuk apa yang telah dia perbuat. Keselamatan sebagai ka-runia Allah, mendahului setiap tin-dakan (pelayanan, persembahan, ibadah, doa, puasa) maupun status manusia (kaya, miskin, sehat, sakit, waras, atau gila).
Yohanes 3:16. Keselamatan adalah karena percaya/beriman. Iman yang muncul karena dorongan kasih karunia (bukan kemampuan rasio), yang memam-pukan manusia per-caya kepada Yesus sebagai Tuhan yang menebus dosa dan juru selamat manusia (I Korintus 12: 3).
Yohanes 16: 8-11. Untuk percaya, tentu saja diawali dengan kesadaran dan penga-kuan manusia akan dosanya. Kesadaran dan pengakuan yang muncul sebagai anugerah yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang diikuti de-ngan pengakuan percaya kepada Yesus Kristus. Kepercayaan manusia timbul karena dimam-pukan oleh Roh Kudus.
Sementara bagi peristiwa di luar jangkauan manusia, seperti keselamatan bayi atau orang yang tidak sempat mendengar Injil selama hidupnya, Alkitab berkata dalam Ulangan 29: 29: Hal hal yang tersembunyi ialah bagi Tuhan Allah kita, tetapi hal hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini. Artinya ada bagian yang kita me-ngerti yaitu percaya selamat, menolak binasa. Yang menolak yang binasa, bukan yang tidak waras. Sementara yang tidak sempat percaya atau bayi, menjadi kedaulatan Allah yang tidak kita ketahui. Allah adil dalam tiap tindakan-Nya.

Nah, rekan Tri, saya harap jawaban ini cukup jelas, bahwa keselamatan adalah anugerah dan orang gila pun bisa mendapatkan-nya. Menyangkut sikap “percaya”, itu unik sekali, karena lebih merupakan sikap hati/iman yang melintasi rasio. Ketidak-warasan seseorang, itu tidak sama dengan tidak beriman.

OK, selamat melanjutkan dis-kusinya dengan teman-teman seiman.

Lukas 8:33-36 :afro:

33 Lalu keluarlah setan-setan itu dari orang itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau lalu mati lemas.
34 Setelah penjaga-penjaga babi itu melihat apa yang telah terjadi, mereka lari lalu menceritakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya.
35 Dan keluarlah orang-orang untuk melihat apa yang telah terjadi. Mereka datang kepada Yesus dan mereka menjumpai orang yang telah ditinggalkan setan-setan itu duduk di kaki Yesus; ia telah berpakaian dan sudah waras. Maka takutlah mereka.
36 Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu memberitahukan kepada mereka, bagaimana orang yang dirasuk setan itu telah diselamatkan.

Yesus… peduli juga terhadap orang tidak waras :coolsmiley:

oRANG gila , bisa masuk surga tergantung dari perbuatan waktu dya masih waras…
tpi anugrah Tuhan akan turun, karena orang sperti itu yg layak.
aq gak berani memastikan
karena itu adalah urusan Tuhan
tq :slight_smile:

Pertannyaannya harus lengkap dong , Orang gila :cheesy: masuk surga atau neraka ?

klo saya sih ga berani jawab :ashamed0004: tau yg lain.salam.

tidak! klo gilanya bukan bawaan sejak lahir. dan jika bawaan sejak lahir tergantung orang tuanya, sungguh-sungguh setia dan taat atau bukan.

Sepertinya yang dimaksud gila disini menurut hemat saya adalah gila karena penyakit jiwa bukan karena kemasukan roh kegelapan atau kemasukan setan sepeti yang di ceritakan dalam ALKITAB.
Tapi yng dipertanayakan dalam posting ini adalah orang gila yang kebanyakan sering kita temui di jalan di sekitar lingkungan hidup kita sehari hari.
Jadi kita harus bersifat tegas juga memberi pendapat…jangan ngambang. Kalao pendapat saya orang gila / tidak waras cara berpikir dan bertingkah laku.s/d kematiannya…maka masuk sorga atau tidak atau masuk neraka, maka kita manusia tidak dapat menilainya dari sisi kerohanian. Itu semua adalah rahasia ALLAH semata. Tidak ada manusia yang tau kalau unt menilai dengan dalil dalil atau dogma dogma dalam ALKITAB.

klo yang gila harta, gila jabatan, gila harga diri, gila judi, gila duit, gila seks, pura pura gila, gila gilaan, dll itu pasti tak akan masuk surga…

interupsi

pura pura gila, gila gilaan – belum tentu masuk neraka.