apakah perbedaan dr baptis dan sidi

saya masih aga bingung nih antara baptis dan sidi itu sendilri? wkt itu saya di baptis dewasa, yaitu baptis selam di umur 15 tahunan krg lebih di gereja karismatik. dan skg saya udh jadi anggota jemaat di gki. apakah sebenernya saya perlu untuk sidi lagi di gereja saya skg gki?

mohon bantuannya yah :slight_smile:

Shalom sis renna,
Sidi di GKI adalah peneguhan dari Baptis … karena waktu dibaptis mungkin sis belum ikut katekisasi hingga dasar kekristenan dan teologianya belum diberikan ( apalagi bila di baptis bayi hehehe ;D mana ngerti apa itu keselamatan & pertobatan :cheesy: )
GBU

shalom…

jadi kalau begitu apakah skg saya perlu disidi lagi? atau apakah baptis dewasa itu suda termasuk dlm sidi? karena saya jg perna dpt info kalau memang aga berbeda tata cara di gereja karismatik dan gki…tp jujur saya agak bingung

Shalom Sis,
Tiap Gereja punya TALAKTAGER ( Tatalaksana - tatagereja ) jadi sis tanya saja ke pendeta di GKI kalau sekarang sis BERJEMAAT digereja tersebut ( bukan hanya jemaat tamu ) karena saya lihat sis juga belum memahami GKI ? gini deh garis besar aja kalau di Kharismatik percaya & terima yesus terus di Baptis , kalau di GKI anda harus ikut Katekisasi dahulu baru dibaptis … ( kesuali ada hal tertentu , misal anda dari sebrang dan rindu segera di Baptis juga karena “dikejar” sesuatu hingga harus segera dibaptis maka pendeta punya kebijakan untuk membaptis walau belum katekisasi / menyusul katekisasinya ) gitu loh sis … jadi jemaat tamu atau apa yang membuat sis terdaftar berjemaat di GKI sekarang ? itu yang bisa menjawab sis dan pdt lokal , ok ?!
GBU

@Sis Renna , benar apa kata bro Gangga, menurut saya sidi itu pengakuan iman percaya kita kepada Yesus Kristus. Sebelum sampai ke tahap ini kita harus ikut katekisasi alias belajar firman Tuhan dulu yang lamanya biasanya 6 bulan. Setelah selesai belajar barulah sidi. Semoga anda semakin mantap dalam melayani Yesus.
Syalom… :slight_smile:

saudara yg kekasih…

menurut saya sidi itu tidak perlu, karna ke12 murid yesus kn tidak di sidi…
lg pula di alkitab tdk ada batasan yg mengharuskan org untuk di Sidi.
tetapi di baptis itu harus, krna Yesus saja di baptis. :afro:

Makna ‘Sidi’ itu sendiri merupakan sebuah pembelajaran iman.

19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, (Matt 28:19, ITB)

Pemuridan itulah Sidi sesungguhnya, baru setelah itu di Baptis.

Untuk denom mainstream + RC biasanya adalah infant baptism (baptis kanak) kemudian setelah usia dewasa barulah di sidi / chrisma - sebuah proses pembelajaran iman yg 'puncaknya] adalah pengakuan iman.

Untuk kalangan kharismatik/pentakosta biasanya ‘sidi’ ini dilakukan sebelum baptisan.

mengenai para rasul, mrk telah disidi scr langsung selama kurang lebih 3.5 tahun oleh Tuhan Yesus – dan untuk baptisan mrk, kayaknya tidak tercatat kisahnya di alkitab :slight_smile:

Menurut saya, studju dengan bro Moe…

sidi itu bukan masalah ada kata harafiahnya di alkitab atau tidak, tpi sidi itu berbicara dimana seseorang mengalami pemuridan(saya orang kharismatik lowh)…

tapi yang jadi pertanyaan adalah apakah sis Renna waktu di baptis selam dulu memang sudah mengerti knapa harus dibaptis selam blum? (krna byak gereja yang nyuruh jemaat baru dibaptis lebih karena salah satu syarat jadi jemaat di grejanya itu, hwekekekekekek jadi cuma ikut2an atau sbgai syarat ;D)

menurut saya, jika dulu dibaptis selam sudah mengerti inti dari sebuah baptisan… maka yang sekarang ini tidak usah dibaptis lagi…

Thanks

Masalah tradisi gereja…

hmm, gw dah sidi, and baptis selam juga,
wkwkwk,
awalnya gw ikut gereja papa n mama yg gpib,
terpaksa harus sidi,
tapi hati gw terpanggil ke kharismatik,
ahirnya gw bapis selam,
tapi gw dah merasa nyaman n bertumbuh d gerja kharismatik ini…

manurut g, tentukan dulu, lo mau masuk, bertumbuh, and tertanam di gereja mana dulu,
terus ikuti aja ajarannya, klo d sana sidi ya ikuti aja, klo baptis ikuti aja,
sama aja ko, cuma beda2 doktrin aja, yang penting tempat yg nyaman bwt kamu, jangan asal pilih,
soalnya gw dah sidi, trus pindah, suratnya itu kan ga berlaku, percuma aja,
pilih dulu d mana kamu akan berdiri, soalnya gereja itu beda2,

ga bisa d bandingkan apa bedanya,
soalnya klo aku udah pengalaman,
pasti smuanya menganggap ajaran atau doktrinya benar,
jadi ikuti mana yg kamu merasa nyaman aja deh,

klo kamu milih kharismatik, pasti tau arti baptisan utuk apa aja,
and klo msuk GKI kan juga pasti di kasih tau, apa arti kamu sidi dll… oke??

GBU

Dear Renna,

Saya coba info tentang Arti Baptis dari Buku:
Apa Yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan; Halaman 174 - 183; Penerbit Perkumpulan Siswa-Siswa Alkitab ; Jakarta ; Cetakan 2005.

Baptisan dan Hubungan Anda dengan Allah

Bagaimana pembaptisan Kristen dilakukan?
Langkah apa saja yang perlu Anda ambil agar memenuhi syarat untuk dibaptis?
Bagaimana caranya membaktikan diri kepada Allah?
Apa yang khususnya menjadi alasan untuk dibaptis?

”LIHAT! Sebuah tempat yang banyak airnya; apa yang mencegah aku untuk dibaptis?” Pertanyaan itu diajukan oleh seorang pejabat istana Etiopia pada abad pertama. Seorang Kristen bernama Filipus telah memberikan bukti kepadanya bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan. Karena sangat tersentuh oleh apa yang telah ia pelajari dari Alkitab, pria Etiopia itu mengambil tindakan. Ia menunjukkan bahwa ia ingin dibaptis!—Kisah 8:26-36.

2 Jika Anda sudah dengan saksama mempelajari pasal-pasal sebelumnya dari buku ini dengan salah seorang Saksi-Saksi Yehuwa, Anda mungkin tergerak untuk bertanya, ’Apa yang mencegah saya untuk dibaptis?’ Sekarang Anda sudah tahu janji Alkitab tentang kehidupan abadi dalam Firdaus. (Lukas 23:43; Penyingkapan 21:3, 4) Anda juga tahu tentang bagaimana sebenarnya keadaan orang mati dan tentang harapan kebangkitan. (Pengkhotbah 9:5; Yohanes 5:28, 29) Anda mungkin sudah sering datang ke perhimpunan Saksi-Saksi Yehuwa, bergaul dengan mereka, dan melihat sendiri bagaimana mereka menjalankan agama yang benar. (Yohanes 13:35) Yang terpenting, Anda mungkin sudah mulai menjalin hubungan pribadi dengan Allah Yehuwa.

3 Bagaimana Anda dapat menunjukkan bahwa Anda ingin melayani Allah? Yesus menyuruh para pengikutnya, ”Pergilah dan buatlah orang-orang dari segala bangsa menjadi murid, baptislah mereka.” (Matius 28:19) Yesus sendiri memberikan teladan dengan dibaptis dalam air. Ia tidak dipercik dengan air, dan tidak hanya disiram kepalanya. (Matius 3:16) Kata ”membaptis” berasal dari kata Yunani yang artinya ”mencelup”. Karena itu, pembaptisan Kristen dilakukan dengan mencelup, atau membenamkan, seluruh tubuh ke dalam air.

4 Baptisan air adalah syarat bagi semua orang yang ingin menjalin hubungan dengan Allah Yehuwa. Baptisan adalah pernyataan di depan umum bahwa Anda ingin melayani Allah, bahwa Anda senang melakukan kehendak Yehuwa. (Mazmur 40:7, 8) Tetapi, agar memenuhi syarat untuk dibaptis, Anda harus mengambil langkah-langkah tertentu.

DIPERLUKAN PENGETAHUAN DAN IMAN
5 Anda sudah mulai mengambil langkah pertama. Bagaimana? Dengan terus memperoleh pengetahuan mengenai Allah Yehuwa dan Yesus Kristus, mungkin melalui pelajaran Alkitab secara teratur. (Yohanes 17:3) Namun, lebih banyak lagi yang harus dipelajari. Orang Kristen ingin ”dipenuhi dengan pengetahuan yang saksama tentang kehendak [Allah]”. (Kolose 1:9) Menghadiri perhimpunan Saksi-Saksi Yehuwa akan sangat membantu Anda. Hal itu sangat penting. (Ibrani 10:24, 25) Hadir secara teratur akan membuat pengetahuan Anda tentang Allah bertambah.

6 Tentu, Anda tidak perlu tahu seluruh isi Alkitab agar memenuhi syarat untuk dibaptis. Pejabat istana Etiopia itu punya sedikit pengetahuan, tetapi ia membutuhkan bantuan untuk memahami bagian-bagian tertentu dalam Tulisan-Tulisan Kudus. (Kisah 8:30, 31) Demikian pula, masih ada banyak yang harus Anda pelajari. Sebenarnya, belajar tentang Allah tidak ada akhirnya. (Pengkhotbah 3:11) Tetapi, sebelum Anda dapat dibaptis, Anda sedikitnya perlu mengetahui dan mempercayai ajaran-ajaran dasar Alkitab. (Ibrani 5:12) Misalnya, Anda perlu tahu kebenaran tentang keadaan orang mati dan pentingnya nama Allah serta Kerajaan-Nya.

7 Namun, pengetahuan saja tidak cukup, sebab ”tanpa iman, orang mustahil menyenangkan [Allah]”. (Ibrani 11:6) Alkitab memberi tahu kita bahwa ketika beberapa orang di kota Korintus kuno mendengar apa yang diberitakan orang Kristen, mereka ”mulai percaya dan dibaptis”. (Kisah 18:8) Demikian pula, dengan belajar Alkitab, Anda akan memiliki iman bahwa Alkitab adalah Firman Allah. Pelajaran Alkitab akan membantu Anda beriman kepada janji-janji Allah dan kepada kuasa korban Yesus yang menyelamatkan.—Yosua 23:14; Kisah 4:12; 2 Timotius 3:16, 17.

MENCERITAKAN KEBENARAN ALKITAB KEPADA ORANG LAIN
8 Seraya iman bertumbuh dalam hati Anda, Anda akan merasa sulit untuk tidak menceritakan apa yang telah Anda pelajari kepada orang lain. (Yeremia 20:9) Anda akan merasakan dorongan yang kuat untuk berbicara kepada orang lain tentang Allah dan maksud-tujuan-Nya.—2 Korintus 4:13.

9 Anda dapat mulai menceritakan kebenaran Alkitab kepada sanak saudara, sahabat, tetangga, dan rekan sekerja Anda dengan bijaksana. Seraya waktu berlalu, Anda tentu ingin ikut serta dalam pekerjaan pengabaran yang diorganisasi oleh Saksi-Saksi Yehuwa. Jika demikian, jangan ragu-ragu untuk membicarakan hal itu dengan Saksi yang mengajar Anda. Jika tampaknya Anda memenuhi syarat untuk dinas pengabaran, akan diatur agar Anda dan pengajar Anda bertemu dengan dua penatua.

10 Dengan demikian, Anda dapat lebih mengenal beberapa penatua, yang menggembalakan kawanan domba Allah. (Kisah 20:28; 1 Petrus 5:2, 3) Jika para penatua melihat bahwa Anda memahami dan mempercayai ajaran dasar Alkitab, hidup selaras dengan prinsip-prinsip Allah, dan benar-benar ingin menjadi salah seorang Saksi-Saksi Yehuwa, mereka akan memberi tahu Anda bahwa Anda memenuhi syarat untuk ikut dalam dinas pengabaran sebagai penyiar kabar baik yang belum terbaptis.

11 Tetapi, barangkali Anda perlu membuat perubahan tertentu dalam gaya hidup dan kebiasaan Anda agar dapat memenuhi syarat untuk dinas pengabaran. Misalnya, Anda mungkin harus menghentikan kebiasaan tertentu yang tersembunyi. Jadi, sebelum Anda meminta untuk menjadi penyiar belum terbaptis, Anda harus bersih dari dosa yang serius, seperti amoralitas seksual, kemabukan, dan penyalahgunaan narkoba.—1 Korintus 6:9, 10; Galatia 5:19-21.

PERTOBATAN DAN PERUBAHAN HALUAN
12 Beberapa langkah lain harus diambil sebelum Anda memenuhi syarat untuk dibaptis. Rasul Petrus mengatakan, ”Bertobat dan berbaliklah agar dosa-dosamu dihapus.” (Kisah 3:19) Bertobat artinya sungguh-sungguh menyesali apa yang telah Anda lakukan. Pertobatan jelas perlu bagi seseorang yang menempuh kehidupan yang amoral, tetapi hal itu juga perlu bahkan bagi orang yang kehidupannya relatif bersih secara moral. Mengapa? Karena semua orang berdosa dan membutuhkan pengampunan Allah. (Roma 3:23; 5:12) Sebelum belajar Alkitab, Anda tidak mengetahui apa kehendak Allah itu. Jadi, bagaimana mungkin Anda bisa hidup selaras sepenuhnya dengan kehendak-Nya? Maka, pertobatan itu perlu.

13 Setelah bertobat, seseorang harus berubah haluan, atau ’berbalik’. Sekadar merasa menyesal tidak cukup. Anda harus menolak jalan hidup Anda yang dahulu dan bertekad kuat untuk melakukan apa yang benar mulai dari sekarang. Pertobatan dan perubahan haluan adalah langkah-langkah yang harus diambil sebelum Anda dibaptis.

MEMBAKTIKAN DIRI
14 Ada langkah penting lain yang harus diambil. Anda harus membaktikan diri kepada Allah Yehuwa.

15 Pada waktu Anda membaktikan diri kepada Allah Yehuwa dalam doa yang sungguh-sungguh, Anda berjanji akan mengabdi hanya kepada Dia saja, atau secara eksklusif, untuk selama-lamanya. (Ulangan 6:15) Tetapi, mengapa seseorang ingin melakukan hal itu? Nah, katakanlah seorang pemuda mulai mendekati seorang gadis. Semakin ia mengenal gadis itu dan mengetahui sifat-sifat baiknya, semakin ia tertarik kepadanya. Seraya waktu berlalu, wajarlah apabila ia melamar gadis itu. Memang, pernikahan mendatangkan lebih banyak tanggung jawab. Tetapi, karena cinta, ia akan mengambil langkah penting itu.

16 Setelah Anda mengenal dan mengasihi Yehuwa, Anda tergerak untuk melayani Dia tanpa menahan apa pun atau menetapkan syarat dalam beribadat kepada-Nya. Siapa pun yang ingin mengikuti jejak Putra Allah, Yesus Kristus, harus ”menyangkal dirinya”. (Markus 8:34) Menyangkal diri berarti tidak membiarkan keinginan dan cita-cita pribadi menghalangi ketaatan kita yang sepenuhnya kepada Allah. Maka, sebelum Anda dapat dibaptis, tujuan utama dalam hidup Anda haruslah melakukan kehendak Allah Yehuwa.—1 Petrus 4:2.

MENGATASI PERASAAN TAKUT GAGAL
17 Ada yang menahan diri untuk membaktikan diri kepada Yehuwa karena mereka agak takut mengambil langkah yang begitu serius. Mereka mungkin khawatir bahwa sebagai orang Kristen yang berbakti, mereka harus bertanggung jawab kepada Allah. Karena takut gagal atau mengecewakan Yehuwa, mereka pikir lebih baik tidak membaktikan diri kepada-Nya.

18 Tetapi, seraya Anda belajar mengasihi Yehuwa, Anda akan tergerak untuk membaktikan diri kepada-Nya dan berbuat sebisa-bisanya untuk hidup sesuai dengan pembaktian Anda. (Pengkhotbah 5:4) Setelah membaktikan diri, Anda pasti ingin ”berjalan dengan layak di hadapan Yehuwa untuk menyenangkan dia sepenuhnya”. (Kolose 1:10) Karena mengasihi Allah, Anda tidak akan merasa terlalu sulit untuk melakukan kehendak-Nya. Anda tentu sependapat dengan rasul Yohanes, yang menulis, ”Inilah arti kasih akan Allah, yaitu bahwa kita menjalankan perintah-perintahnya; meskipun demikian perintah-perintahnya tidak membebani.”—1 Yohanes 5:3.

19 Anda tidak perlu sempurna untuk membaktikan diri kepada Allah. Yehuwa tahu keterbatasan Anda dan tidak pernah mengharapkan sesuatu di luar kesanggupan Anda. (Mazmur 103:14) Ia ingin Anda berhasil dan akan mendukung serta membantu Anda. (Yesaya 41:10) Anda dapat yakin bahwa jika Anda percaya kepada Yehuwa dengan segenap hati, Ia ”akan meluruskan jalan-jalan [Anda]”.—Amsal 3:5, 6.
MELAMBANGKAN PEMBAKTIAN ANDA DENGAN DIBAPTIS

20 Dengan memikirkan hal-hal yang baru kita bahas, Anda mungkin tergerak untuk secara pribadi menyatakan pembaktian diri kepada Yehuwa dalam doa. Namun, setiap orang yang benar-benar mengasihi Allah harus juga ”membuat pernyataan di hadapan umum yang menghasilkan keselamatan”. (Roma 10:10) Bagaimana caranya?

21 Beri tahu koordinator badan penatua sidang Anda bahwa Anda ingin dibaptis. Ia akan mengatur agar beberapa penatua meninjau ajaran-ajaran dasar Alkitab bersama Anda melalui sejumlah pertanyaan. Jika para penatua itu sepakat bahwa Anda memenuhi syarat, mereka akan memberi tahu Anda bahwa Anda dapat dibaptis pada acara pembaptisan berikutnya. Sebuah khotbah yang membahas makna baptisan biasanya diberikan pada acara tersebut. Kemudian, pembicara mengundang semua calon baptis untuk menjawab dua pertanyaan sederhana sebagai satu cara untuk membuat ’pernyataan lisan di hadapan umum’ tentang iman mereka.

22 Baptisan itu sendiri menunjukkan kepada umum bahwa Anda secara pribadi telah membaktikan diri kepada Allah dan sekarang adalah salah seorang Saksi-Saksi Yehuwa. Seluruh tubuh calon baptis dibenamkan ke dalam air untuk menunjukkan kepada umum bahwa ia telah membaktikan diri kepada Yehuwa.

MAKNA BAPTISAN ANDA
23 Yesus mengatakan bahwa murid-muridnya akan dibaptis ”dengan nama Bapak dan Putra dan roh kudus”. (Matius 28:19) Ini berarti bahwa calon baptis itu mengakui wewenang Allah Yehuwa dan Yesus Kristus. (Mazmur 83:18; Matius 28:18) Ia juga mengakui fungsi dan kegiatan roh kudus, atau tenaga aktif, Allah.—Galatia 5:22, 23; 2 Petrus 1:21.

24 Tetapi, dibaptis bukan sekadar dibenamkan dalam air. Baptisan melambangkan sesuatu yang sangat penting. Dibenamkan ke dalam air adalah lambang bahwa Anda telah mati berkenaan dengan jalan hidup Anda dahulu. Diangkat dari air menunjukkan bahwa Anda sekarang hidup untuk melakukan kehendak Allah. Selain itu, ingatlah bahwa kepada Allah Yehuwa-lah Anda membaktikan diri, bukan kepada suatu pekerjaan, suatu tujuan, orang lain, atau suatu organisasi. Pembaktian dan baptisan Anda adalah awal hubungan yang sangat dekat dengan Allah—hubungan yang akrab dengan-Nya.—Mazmur 25:14.

25 Baptisan tidak menjamin keselamatan. Rasul Paulus menulis, ”Teruslah upayakan keselamatanmu dengan takut dan gemetar.” (Filipi 2:12) Baptisan baru langkah awal. Permasalahannya adalah: Bagaimana Anda dapat tetap berada dalam kasih Allah? Pasal terakhir buku ini akan menjawabnya.

APA YANG ALKITAB AJARKAN
:black_small_square: Baptisan Kristen dilakukan dengan membenamkan seluruh tubuh ke dalam air, bukan hanya dengan memerciknya.—Matius 3:16.
:black_small_square: Langkah-langkah menuju baptisan dimulai dengan terus memperoleh pengetahuan dan memperlihatkan iman, kemudian Anda harus bertobat, berubah haluan, dan membaktikan diri kepada Allah.—Yohanes 17:3; Kisah 3:19; 18:8.
:black_small_square: Untuk membaktikan diri kepada Yehuwa, Anda harus menyangkal diri, sama seperti orang-orang menyangkal diri untuk mengikuti Yesus.—Markus 8:34.
:black_small_square: Baptisan adalah lambang bahwa seseorang mati berkenaan dengan jalan hidupnya dahulu dan hidup kembali untuk melakukan kehendak Allah.—1 Petrus 4:2

Salam & Semoga Bermanfaat,
BP

Baptisan di ajarkan di Alkitab sedangkan sidi itu bukan ajaran Alkitab karena sidi itu adalah tradisi manusia…

Dalam dunia Kristen, dilihat dari iman dan usia orang yang dibaptis, ada dua jenis baptisan, yakni baptisan percaya (kredobaptis), dan baptisan anak (pedobaptis).

Saat seseorang yang sebelumnya tidak percaya Yesus (bukan Kristen) kemudian menjadi percaya, maka dia akan dibaptis sebagai orang percaya, karena dia terlebih dahulu percaya dan mengakuinya di depan umum lalu dibaptis. Inilah yang disebut sebagai baptisan percaya atau kredobaptis. Kadang disebut juga sebagai baptisan dewasa, karena orang yang dibaptis sudah cukup dewasa untuk memahami iman Kristen. Tentang baptisan ini, semua gereja Protestan (Lutheran, Kalvinis, Metodis, Pentakosta, Advent, Baptis, Karismatik, Menonit dsb) sepakat, terlepas teknis baptisan (percik/selam) yang dipraktikkan masing2 gereja. Kecuali Gereja Bala Keselamatan, yang tidak mempraktikkan baptisan.

Ada juga orang yang dibaptis sewaktu kecil bahkan masih bayi. Tentu saja dia tidak mengerti tentang iman Kristen. Baptisan ini dinamakan baptisan anak (pedobaptis), yakni baptisan bagi anak orang percaya (orangtuanya sudah Kristen saat anak itu lahir). Pada saat anaknya dibaptiskan, orangtuanya berjanji akan mengajarkan anaknya itu dalam Tuhan. “Dana kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.” (Efesus 6:4)
Setelah anaknya cukup dewasa dan mengerti tentang iman Kristen, maka dia akan mengaku percaya di depan jemaat, sehingga dia diterima menjadi anggota penuh (sidi=penuh) gereja. Inilah yang dikenal sebagai Peneguhan Sidi, atau istilah lain, Konfirmasi. Sebelum diteguhkan menjadi anggota sidi jemaat, anak itu harus melalui kursus dasar iman Kristen, yang disebut Katekisasi.

Gereja Lutheran, Kalvinis, dan Metodis, melayani baptisan bagi anak yang dilahirkan anggota jemaatnya. Namun praktik ini ditolak oleh aliran2 seperti Advent, Baptis, Karismatik, Menonit, dan Pentakosta. Aliran2 tersebut berpendapat bahwa baptisan adalah tanda seseorang menjadi percaya, jadi anak2 yang belum bisa memahami iman Kristen tidak dapat dibaptiskan. Namun, mereka juga menyadari bahwa orangtua Kristen haruslah mendidik anaknya dalam Tuhan (Efesus 6:4), sehingga diadakanlah upacara Penyerahan Anak di gereja2 tersebut. Pada upacara ini, lebih ditekankan komitmen orangtua untuk mendidik anaknya untuk menjadi orang percaya. Barulah pada saat cukup dewasa dan sudah percaya, maka anak orang percaya itu akan mengaku percaya di depan jemaat dan dibaptiskan. Seperti juga katekisasi bagi mereka yang sidi di gereja2 yang melayani baptisan anak, mereka yang dibaptis di gereja2 yang hanya melayani baptisan percaya juga harus mengikuti kelas baptisan sebelum dibaptis.

Bila seorang dewasa yang asalnya bukan Kristen masuk gereja yang mempraktikkan baptisan anak (mis GKI, HKBP) maka dia akan dibaptis sebagai orang percaya setelah mengikuti Katekisasi terlebih dahulu. Karena dibaptis setelah percaya, maka tidak ada lagi upacara peneguhan sidi.

Bila seseorang yang sudah dibaptis di gereja yang hanya mempraktikkan baptisan percaya (mis. Karismatik, Pentakosta) lalu pindah menjadi anggota gereja yang mempraktikkan baptisan anak seperti GKI, maka baptisan di gereja sebelumnya dianggap sah, sehingga tidak perlu dibaptis ulang, selama baptisan itu dilakukan dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Hal ini biasanya tidak berlaku sebaliknya (mis. sudah dibatis sewaktu anak di GKI lalu pindah ke Pentakosta), karena gereja yang menerima anggota baru itu tidak mengakui baptisan anak sebagai baptisan yang valid, karena dibaptis sebelum percaya.

Lalu, kalau sudah dibaptis di Karismatik (baptisan percaya) haruskah ikut peneguhan sidi lagi bila masuk GKI? Karena saya bukan anggota GKI, saya tidak dapat menjawabnya. Yang saya tahu, peneguhan sidi selain dilakukan pada orang yang sudah dibaptis sewaktu anak kecil/ bayi, juga dilakukan kepada mereka yang sudah pernah diteguhkan sidi namun mendapat “hukuman” dari gereja, misalnya pernah berzinah, murtad, atau mengikuti aliran sesat, lalu ingin kembali masuk gereja setelah mengakui kesalahan/ dosanya. Selain itu, peneguhan sidi juga dilakukan bagi mereka yang pindah dari gereja lain dan sudah dibaptis dan sidi di gereja asal ( termasuk yang baptisan percaya), namun karena gereja asalnya memiliki asas/doktrin yang berbeda, maka perlu diberikan bimbingan khusus/Katekisasi agar dapat menerima doktrin gereja baru. Setelah itu mereka akan dilakukan Peneguhan Sidi.

Begitulah pendapat saya setelah membaca berbagai sumber. Semoga dapat dipahami.

GBU

Sidi memang tidak diajarkan dalam Alkitab, sebagaimana juga upacara penyerahan anak. Bahkan pemberkatan nikah pun tidak ada dalam Alkitab. Mohon direnungkan. Terima kasih.

Kalu mau mauk suatu denom ya ikuti aturan denom itu.
Walaupun sebenarnya tanpa dibabtis juga bisa selamat.

GBU