Apakah Perkawinan dan Persetubuhan adalah Menguduskan tubuh/bait Allah?

Saya sangat yakin bahwa persetubuhan (hubungan seksual) baik yang dilakukan dalam perkawinan maupun diluar perkawinan adalah perbuatan tidak menguduskan tubuh manusia yang adalah bait Allah.

Adakah yang bisa menyangkalnya?

setuja :afro:
kalau perkawinan nya tidak kudus…example perkawinan merebut isteri/ suami orang :smiley:

ngg… di kitab kejadian.

ada ‘penuhilah bumi dan taklukanlah itu’

kalo gak ada persetubuhan kayak apa?

awas gan
1Tim 4:1 = Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan

1 Tim 4:2 = oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.

1 Tim 4:3 = Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran.1 Tim 4:4 Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatupun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur,

1 Tim 4:5 = sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa.

;D ;D

Jbu alwayss~ hati"

semua yg ada di dunia ini adalah ciptaan Tuhan.

IbArat manusia dgn komputer, komputer tdk akan bisa menjalankan ms.excel dll kalau manusia tdk memprogramnya. Komputer bisa melakukan bnyk hal krn manusia yg menciptakan programnya. Mana mungkin komputer bisa menghitung sdr tanpa diprogram terlebih dahulu utk menghitung?

Semoga contoh di atas bisa di pahami,Gbu

mnrt gw hubungan seksual di dalam perkawinan itu adalah kudus…kecuali kl itu diluar pernikahan…nanti kl mnrt statement anda apa bedanya hubungan seksual di dalam pernikahan atau diluar pernikahan…bisa jadi statement anda memicu PRO freesex…

bagaimana mgkn kl Tuhan perintahkan di ke manusia tp prosesnya tersebut gak kudus

Keluaran 1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

CMIIW

Sebenarnya yang saya maksud adalah persetubuhan yang dilakukan didalam perkawinan resmi, persetubuhan yang dilakukan diluar perkawinan resmi maupun persetubuhan yang dilakukan tanpa perkawinan resmi adalah telah membuat tubuh manusia itu tidak kudus.

Yang saya maksudkan adalah setiap persetubuhan yang dilakukan oleh manusia telah membuat tubuh mereka tidak kudus.

Saya tidak bermaksud memberi pengajaran sesat yaitu melarang perkawinan tetapi setelah membaca Alkitab saya menemukan bahwa persetubuhan yang dilakukan dalam perkawinan resmi pun telah membuat tubuh manusia tidak kudus.

Pembuktian yang saya temukan :
Keluaran
19:10 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Pergilah kepada bangsa itu; suruhlah mereka menguduskan diri pada hari ini dan besok, dan mereka harus mencuci pakaiannya.
19:11 Menjelang hari ketiga mereka harus bersiap, sebab pada hari ketiga TUHAN akan turun di depan mata seluruh bangsa itu di gunung Sinai.
19:12 Sebab itu haruslah engkau memasang batas bagi bangsa itu berkeliling sambil berkata: Jagalah baik-baik, jangan kamu mendaki gunung itu atau kena kepada kakinya, sebab siapapun yang kena kepada gunung itu, pastilah ia dihukum mati.
19:13 Tangan seorangpun tidak boleh merabanya, sebab pastilah ia dilempari dengan batu atau dipanahi sampai mati; baik binatang baik manusia, ia tidak akan dibiarkan hidup. Hanya apabila sangkakala berbunyi panjang, barulah mereka boleh mendaki gunung itu.”
19:14 Lalu turunlah Musa dari gunung mendapatkan bangsa itu; disuruhnyalah bangsa itu menguduskan diri dan merekapun mencuci pakaiannya.
19:15 Maka kata Musa kepada bangsa itu: “Bersiaplah menjelang hari yang ketiga, dan janganlah kamu bersetubuh dengan perempuan.”

Berdasarkan Keluaran 19:10-15 peristiwa ini menjelaskan bahwa TUhan berjanji akan datang menemui Musa beserta seluruh umat israel, tetapi untuk itu Tuhan memerintahkan Musa untuk menguduskan bangsa israel terlebih dahulu .(ayat 10)
Nah jawaban Musa terhadap perintah Tuhan tersebut tertulis dalam ayat 15 yaitu memerintahkah umat israel untuk jangan bersetubuh dengan perempuan.

Dari sini jelas sekali bahwa untuk menguduskan bangsa israel maka mereka tidak boleh bersetubuh dengan perempuan.

Hal ini juga berarti bahwa persetubuhan itu adalah tidak menguduskan tubuh/hidup manusia dihadapan Tuhan.

1Korintus
6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait ROH KUDUS yang diam di dalam kamu, ROH KUDUS yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

Bahwa tubuh manusia itu adalah bait Allah.

Coba bayangkan jika manusia kawin dan melakukan persetubuhan dengan pasangannya, bukankah tubuh yang manusia setubuhi itu adalah juga bait Allah, dan bait Allah itu harus kudus.

Nah apa yang terjadi jika bait Allah itu disetubuhi oleh manusia? Yah tentu saja tubuh itu tidak kudus lagi tetapi tercemar.

Demikian juga jika manusia bersetubuh tetapi diluar nikah atau berzinah dengan pasangan orang lain bukankah tubuh yang mereka setubuhi itu adalah bait Allah juga yang adalah harus kudus.
Nah apa akan yang terjadi kepada bait Allah itu ? Yah tentu saja juga tubuh itu tidak lagi kudus tetapi tercemar.

Coba bayangkan perbuatan apa yang manusia lakukan ketika sedang bersetubuh (wah macam-macam dari oral seks, pemburitan, berciuman, kekerasan seksual, penyimpangan seksual dll), maaf bukan untuk memprovokasi anda untuk berzinah dengan pikiran anda tetapi sebagai perbandingan moral saja. Nah perbuatan tersebutlah yang manusia itu lakukan terhadap bait Allah.

Ingatlah Allah itu kudus, ROH KUDUS itu kudus. Jika tubuh manusia diperlakukan seperti manusia yang sedang bersetubuh diatas mungkinkah tubuh itu layak bagi Roh Allah dan ROH KUDUS untuk turun atas tubuh itu.

Coba bayangkan jika umat sedang memuliakan Tuhan digereja dan tiba-tiba gereja itu disiram denangan air comberan, kotoran manusia dan kotoran hewan, Apakah yang terjadi dengan gereja tersebut? Yah gereja tersebut jadi kotor dan manusia berhamburan keluar karena takut kotor. Apalagi tubuh manusia yang adalah bait Allah, mungkinkah Roh Allah, ROH KUDUS mau turun atasnya?

Jika dibandingkan dengan Keluaran 19:10-15 bahwa gunung sinai yang adalah benda mati saja harus diberi garis batas, tidak boleh disentuh, tidak boleh dijamah dan tidak boleh dimasuki oleh manusia maupun binatang, Apalagi terhadap tubuh manusia yang adalah bait Allah.

1Korintus
7:1 Dan sekarang tentang hal-hal yang kamu tuliskan kepadaku. Adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak kawin,
7:8 Tetapi kepada orang-orang yang tidak kawin dan kepada janda-janda aku anjurkan, supaya baiklah mereka tinggal dalam keadaan seperti aku.
7:20 Baiklah tiap-tiap orang tinggal dalam keadaan, seperti waktu ia dipanggil Allah.
7:27 Adakah engkau terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mengusahakan perceraian! Adakah engkau tidak terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mencari seorang!
7:29 Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri;
7:34b Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus.
7:35 Semuanya ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri, bukan untuk menghalang-halangi kamu dalam kebebasan kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa gangguan.

(Keseluruhan ayat 1-40 silahkan baca sendiri)

Jika anda buka 1Korintus 7:1-40 Jelas bahwa Rasul Paulus mengajarkan bahwa laki-laki adalah lebih baik tidak kawin demikian juga perempuan agar mereka melakukan yang baik dan benar dihadapan Tuhan serta agar tubuh dan jiwa mereka kudus serta melayani Tuhan dengan tanpa gangguan.

Tidak saya pungkiri bahwa Rasul Paulus juga menuliskan bagaimana manusia yang telah kawin harus menjalani hidup mereka berkenan dengan dihadapan Allah. Tetapi pada ayat 29 Rasul Paulus mengajarkan bahwa mereka yang telah beristeri harus berlaku seolah-olah tidak beristeri.

Tetapi hal yang utama kita harus pahami dari 1Korintus 7:1-40 terletak pada ayat 35 yang menjelaskan alasan Rasul Paulus menuliskan, mengajarkan hal tersebut yaitu bukan untuk menghalang-halangi manusia dalam kebebasannya tetapi supaya manusia melakukan apa yang benar dan baik, melayani Tuhan tanpa gangguan.

Ini semua bukanlah karangan tetapi fakta yang tertulis dalam Alkitab sebagai Firman Allah yang hidup. Jika kita menyangkalnya sama saja kita menyangkal Alkitab dan berarti kita menyangkal Alkitab sebagai Firman Allah yang hidup

Nah menyikapi tentang perintah Tuhan untuk beranak cucu dan bertambah banyak sesungguhnya perintah ini telah tergenapi sejak dahulu kala sebelum Tuhan YESUS lahir, dan Firman Tuhan itu bersifat pilihan bukan paksaan sebab didalam kitab Matius sendiri Tuhan YESUS mengakui bahwa ada orang yang tidak kawin demi Kerajaan Sorga.

he…he… bisa2 bertapa di gua … untuk menguduskan diri…
karena dunia dg manusia nya sarat dengan dosa dan menyeret pada perbuatan dosa

Sebenarnya yang saya maksud adalah persetubuhan yang dilakukan didalam perkawinan resmi, persetubuhan yang dilakukan diluar perkawinan resmi maupun persetubuhan yang dilakukan tanpa perkawinan resmi adalah telah membuat tubuh manusia itu tidak kudus.

Perkawinan / Keluarga adalah inisiatip Allah.

sebelum melangsungkan perkawinan maka ALLAH memberkati

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

Kej. 1 : 27 - 28

istri/suami yang beriman saja bisa menguduskan suami/isteri yang tidak beriman dan sebaliknya…

1Co 7:14a Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya.

terlebih lebih suami dan isteri yang keduanya beriman kepada Kristus … dengan perkawinan hidupnya saling menguduskan pasangannya …berkatnya double porsi

HEHEHHEH…NAIF SEKALI, JIKA KITA HANYA MAU MENILAI SUATU KONTEKS KEKUDUSSAN MELALUI SUATU HUBUNGAN BADAN ( PERSETUBUHAN )…BROO…!!! dI SINI dapat dilihat - lihat ( diasumsikan…maaf )bahwa apakah sebetulnya anda sudah pernah melakukan hubungan badan / bersetubuh diluar nikah…??? Sepertinya anda mencari legitimasi suatu kebenaran / pembenaran dng pertanyaan anda ini sendiri loh…BROO…!! sekali lagi moohon maaf ya…

Persetubuhan diluar perkawian syah…hehehheh…dapat disamakan dng layaknya binatang lah…kalo lagi horni tabrak saja yang punya lobang /tatakan…ga ada Khudus nya disini…!! alias manusia liar ( yang tidak kenal Tuhan, tapi hanya kenal nafsu duniawai pemuas syawat…maaf ga sopan )

Tetapi Persetubuhan dalam perkawinan yang syah ( bukan nikah sirih ya,)…maka disitulah kekudusan tercipta…karena kita menjalankan apa yang tertera dalam Alkitab…Jodoh dipersatukan dalam Nama Tuhan dan beranak cucu demi mengemban amanah THAN untu mendiami Bumi ini DAN MENGELOLANYA karena kita manusia di perintahkan untuk beranak cucu…dll

Salam

biarpun orang Kristen sudah menjalankan pernikahan secara kudus tp tetap tidak boleh bersetubuh dgn suami/istrinya sendiri(yg terikat satu sama lain dlm pernikahan kudus tsb)??apa ini maksudnya TS??trus gimana cara biar beranak cucu??

melalui kuasa Roh Kudus … like Maria ketika mengandung Tuhan Yesus… kaleeee :ashamed0004: :char11:

Apakah maksud anda perkawinan resmi tidak resmi , sebagai mana yang dilakukan oleh manusia Purba zaman Set yang diduga oleh sebagian orang telah menikah dengan saudara kandungnya ??atau manusia purba lainnya yang tercipta diluar firdaus ??

Bro TS patokan-nya perjanjian lama sih …

di PL banyak sekali pantangan dan kewajiban, yang kalau dilanggar jadi berdosa dan tidak kudus … :slight_smile:

ikut nimbrung…

Pada saat kita menikah, kita disatukan oleh Sakramen Pernikahan (arti Sakramen ialah Tuhan Hadir), Tuhan yg hadir disitu melalui Romo untuk menyatukan pasangan, dimana disebut kalian bukan lagi dua melainkan satu…tubuh si pria menjadi satu dengan tubuh wanita…jadi mau mereka bersetubuh, mau mereka gak bersetubuh, itungan tubuh mereka udah bukan lagi 2 tapi 1 tubuh…jd mau gak bersetubuh maupun bersetubuh mereka itu sudah 1 tubuh (1 badan)…jd jika melakukan persetubuhan juga gak masalah lagi orang suaminya itu juga tubuhnya, istrinya itu juga sudah tubuhnya si suami…

Saya setuju dengan bro Colbert bahwa persetubuhan, baik di dalam ikatan pernikahan atau di luar ikatan pernikahan, merupakan bentuk ketidakkudusan. Saya pernah membahas ini cukup panjang lebar dalam thread Cinta versus Nafsu.

Argumen paling sederhana, jikalau “beranak-cucu” merupakan perintah fundamental, Firman TUHAN yang menjadi manusia dalam Kristus Yesus pastilah memberi penekanan khusus bahkan contoh nyata tentang persetubuhan dan pernikahan. Tetapi kenyataannya, dalam tradisi mainstream, kita tidak pernah menemukan indikasi bahwa Yesus menikah, apalagi bersetubuh. Iman kita tentang Kekudusan manusia Yesus Kristus juga dibangun salah satunya oleh pilar kepercayaan bahwa Yesus Kristus tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan. Argumen sederhana ini dikembangkan lagi oleh beberapa Bapa Gereja pada era patristik. Kehidupan perdana jemaat berfokus pada kedatangan Kristus Yesus sebagai Raja sehingga pernikahan dan persetubuhan cenderung dianggap hal kurang bermakna.

Argumen kedua, kita dapat melihat dalam budaya bahwa sehabis persetubuhan, yang melakukannya harus membersihkan diri. Itu menunjukkan tendensi bahwa perbuatan tersebut tidak kudus. Walaupun secara psikologis, kita juga tidak dapat mengelak bahwa salah satu elemen kekudusan berkaitan dengan kebersihan diri dan lingkungan.

Menurut saya, sebaliknya, argumen “beranak-cucu” justru dijadikan alasan defensif dan pembenaran untuk bentuk kehidupan berkeluarga dalam Kekristenan. Sebab sejak mulanya, Kekristenan berarti keluar dari dunia (masyarakat) untuk masuk dalam Kerajaan Surga. Tetapi, jikalau kita mempercayai bahwa kita adalah anak-anak Terang yang bukan berasal dari dunia dan TUHAN kita adalah Roh, untuk apa kita perlu bersetubuh dan beranak-cucu? Untuk apa kita membuat jiwa-jiwa menderita terkurung dalam kutukan Adam yang “terpaksa” lahir dari nafsu kita?

Meskipun demikian, semua kembali ke diri kita masing-masing. Setidaknya, Alkitab memiliki bagian yang mendukung perspektif positif terhadap seksualitas sekaligus juga bagian mendukung perspektif negatif terhadap seksualitas. Kreatifitas interpretasi yang didorong situasi hidup kita sendiri yang menggerakkan kita memilih salah satu sisi tersebut.

Saya setuju dengan bro Colbert bahwa persetubuhan, baik di dalam ikatan pernikahan atau di luar ikatan pernikahan, merupakan bentuk ketidakkudusan. Saya pernah membahas ini cukup panjang lebar dalam thread Cinta versus Nafsu.

klo pernikahannya kudus maka persetubuhannya juga dikuduskan oleh Allah,intinya jangan membatasi Allah dengan daya pikir manusia yg terbatas.salah satu aspek penting dlm Kekristenan adalah beriman,bukan cuma sekedar melakukan pantangan di Alkitab biar bisa masuk surga.

Untuk apa kita membuat jiwa-jiwa menderita terkurung dalam kutukan Adam yang "terpaksa" lahir dari nafsu kita?

ini sih sama aja nanya kenapa Allah menciptakan manusia??kenapa Allah membiarkan manusia jatuh ke dalam dosa(menciptakan pohon pengetahuan yg baik & jahat di Taman Eden)??bisa panjang bahasnya.klo dibilang menderita rasanya kok jd pesimis(khawatir) banget,apa iya semenderita itu??menderita atau tidak cuma diri masing2 dan Tuhan yg tau,jangan dipukul rata klo semuanya jiwa2 menderita.lagian Tuhan kasih kita free will kok utk menjalani hidup dgn penuh syukur atau dgn perasaan menderita :smiley: .

jangan lupakan karya salib KRISTUS,justru YESUS KRISTUS itu rela mati disalib supaya manusia bisa ditebus dr kutukan dosa Adam dan Hawa(bukannya itu inti Kekristenan).tinggal manusianya aja mau terima karya salib KRISTUS tsb dalam hatinya secara pribadi atau tidak.

Sebab sejak mulanya, Kekristenan berarti keluar dari dunia (masyarakat) untuk masuk dalam Kerajaan Surga. T

kata siapa nih??bukannya Kekristenan itu berarti menghadirkan Kerajaan Allah di bumi(secara harfiahnya)??makanya Tuhan YESUS kasih perintah —> ‘jadilah garam dan terang dunia’.again,klo fokusnya cuma pengen masuk surga maka ujung2nya cuma mikirin diri sendiri.bener juga klo dibilang keluar dr dunia,tp dlm artian kita tidak hidup di dalam dosa2 orang dunia.klo dibilang keluar dr masyarakat malah kesannya ngucilin diri(ibaratnya kek jd biksu).

yah dalam PL banyak sekali persetubuhan tidak kudus
Nuh dengan anaknya
Daud dengan istri uria
Yehuda dengan menantunya tamar
Amnon dengan saudaranya Tamar
Absalom dengan gundik ayahnya
perbuatan Tokoh tokoh Pl hendaknya jangan dijadikan suri Tauladan
Karena PL sudah sangat purba menceritakan peradaban zaman purba dan aturan purba (mis perbudakan) yang sudah tidak relevan lagi diterapkan zaman sekarang

apakah nubuat ALLAH melalui Nabi Daniel 9 : 7 sudah sangat purba ??
apakah nubuat allah melalui Nabi Zakaria 14 : 4 sudah sangat purba ??
apakah nubuat ALLAH melalui Nabi Yesaya 53:5 sudah sangat purba ??
apakah nubuat allah melalui Nabi Yesaya 9:6 sudah sangat purba ??
apakah perkataan dalam Mazmur 119:105 sudah usang ??
apakah mazmur 91 : 1 - 16 dianggap usang ??
apakah mazmur 1 : 1 - 6 dianggap usang ?

dan masih banyak lagi . . . . :cheesy: :cheesy: :cheesy:

Ada tertulis dalam Alkitab PB:
Ibrani 8
8:13 Oleh karena Ia berkata-kata tentang PERJANJIAN yang BARU, Ia menyatakan yang pertama sebagai PERJANJIAN yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan USANG, telah dekat kepada KEMUSNAHANNYA

Lukas 16
16:16a Hukum Taurat dan KITAB PARA NABI berlaku sampai kepada zaman Yohanes;
kitab paranabi merujuk kepada PL (kejadian s/d malaekhi