apakah-sola-scriptura-kitab-suci-saja-cukup?

Oh iya, bagi saya tradisi lisan yg tidak bertentangan dengan Al-Kitab apa salah? Satu contoh Maryam dalam agama Kristen Katolik digelar Ratu Surgawi, itu jelas tidak tertulis dalam Al-Kitab tapi bagi Kristen Katolik itu salah satu ajaran mendasar dalam Mariologi (ajaran tentang Maryam) apa salah? Bagi saya karena Yesus adalah Raja ibu-Nya otomatis adalah Ratu, jadi saya berpendapat konsep itu tidak bertentangan dengan Al-Kitab, kecuali kalau kita memang tidak percaya Yesus adalah Raja. Btw, bukankah kita adalah anak2 Raja? Kenapa gelaran kita sebagai anak2 Raja (bahkan ada lagunya) tidak dipermasalah sebaliknya ibu-Nya Yesus sebagai Ratu dipermasalahkan?

Tentu Sola Criptura…^0^

Bukankah kitab2 Perjanjian Lama adalah penggenapan Yesus adalah Tuhan, Yahweh yang menyelamatkan?

Salam

Tidak salah kok bro, yang salah adalah yang mengatakan orang yang mengimani sola criptura-lah yang tidak Alkitabiah?
Saya jadi heran, pengertian yang dimaksud dengan ALKITABIAH…^-^

Salam

Tapi pengakuan itu sudah ada sebelum kitab pertama dari PB ditulis yakni Injil Markus, 35 tahun sesudah Yesus naik ke sorga. Jadi dalam tempoh 35 tahun sudah ada pengakuan lisan bahwa Yesus adalah Tuhan sebelum Kitab Suci membuat pengakuan seperti itu, jadi mana sola scripturanya? Ada yg mau koreksi, kemungkinan saya salah?

Sesudah adanya Kitab Suci Kristen yg lengkap yakni Kitab PB maka apa perlu lagi tradisi lisan?

Kalau mengerti kata Alkitabiah, tentu tahu bahwa segala sesuatu harus terukur dari Alkitab. Jika mengatakan Alkitab, kita juga tahu bahwa Alkitab adalah tulisan2 yang diilhamkan oleh Allah…^0^
Apakah perlu tradisi lisan? Bisa perlu, bisa tidak, tetapi yang pasti adalah harus terukur pada Firman Allah yang tertulis, yakni Alkitab…^-^

Salam

Karena itulah saya mengatakan tradisi2 lisan dalam Katolik tidak perlu dipermasalahkan selagi tidak bertentangan dengan prinsip2 Al-Kitab. Masalahnya, apakah pengertian seperti itu bukan sola scriptura? Mohon penjelasannya hai Santo yg budiman.

Permasalahannya adalah:
Mereka tidak mengakui keotoritasan tunggal Firman Allah yang tertulis yakni: Alkitab

Tentu jika tidak mengakui keotoritasan tunggal ketika suatu doktrin tidak terdapat di dalam Firman Tuhan yang tertulis, pembenaran dari manakah?

Apakah termasuk Alkitabiah, hal yang demikian, bro Cosmic?

Salam

Saya juga tidak setuju kalau ada yg menyalahkan sola scriptura. Bukankah semua soal iman harus diukur dari kaca mata Al-Kitab? Mau pakai apa lagi? Tradisi lisan? Mana mungkin. Tradisi lisan belum tentu benar apa lagi ilhamkan, jadi tradisi lisan tidak bisa dijadikan kayu mengukur iman org percaya. Yaa sudah tentu tradisi lisan sebisa2 diklaim dari mulut para rasul atau tabiun (murid2 para rasul) tapi sejauh mana klaim itu benar adanya? Ada yg mau beri masukan?

Tapi bukankah dikalangan penganut ‘sola scriptura’, tradisi lisan ditolak malah dianggap ajaran2 sampah?? Ada pendapat lain hai Santo yg budiman?

Pro Nemo,

Anda harus belajar sejarah perpecahan antara Roma Katholik dengan Reformator. Sebab utamanya adalah Luther yang notabene ex Roma Katholik menemukan ada begitu banyak penyimpangan terhadap Alkitab oleh ajaran ajaran baru Gereja RK dengan bersembunyi diatas istilah tradisi gereja,sehingga ia memakukan 95 thesis melawan ajaran Roma Katholik di Wittenberg. Mengapa baru diabad 16 terjadi hal ini ? jawabannya adalah karena gereja RK tidak mengijinkan umatnya membaca langsung Alkitab ! Dengan demikian tidak ada yang bisa mengetahui segala penyimpangan praktek praktek gereja RK,kecuali oleh orang dalam.

Tradisi gereja yang tidak termasuk didalam kanonisasi sama sekali tidak mungkin mempunyai otoritas sama atau lebih tinggi dari Alkitab yang sudah diuji oleh seluruh Bapa Gereja dan waktu. Alkitab adalah Firman Allah bukan sekedar tradisi. Gereja Protestant percaya bahwa Roh Kudus yang memimpin semua proses menjadikan Alkitab seperti yang sekarang. Apa tradisi yang sdr anggap belum masuk kedalam Alkitab sekarang pasti memang tidak dikehendaki oleh Roh Kudus untuk masuk didalamnya. Bapa bapa Gereja hanya menjadi alat bagi Roh Kudus didalam kanonisasi Alkitab,jadi Alkitab bukan pekerjaan manusia melainkan Tuhan sendiri.

Sudah terlalu banyak manipulasi ajaran akibat penyalahgunaan tradisi Kepausan yang melawan kebenaran Alkitab sebagai satu satunya otoritas tertinggi dibawah Allah. Siapa yang bisa menjamin tradisi tradisi diluar Alkitab tidak palsu ? Apakah gereja Roma Katholik ? kalau begitu mengapa ada perpecahan dengan Gereja Orthodox dan Reformator ? Protestant tidak mengakui siapapun sebagai kepala gereja selain Yesus Kristus sendiri. Alkitab mengajarkan bahwa jangan bersandar kepada manusia karena manusia adalah fallible. Kalau pakai tradisi gereja,kapan berhentinya tradisi ? mengapa selalu ada ajaran baru oleh gereja RK ? apakah ini juga berasal dari Rasul ? Rasul yang mana ?

Galatia 1:8 Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.

Janganlah anda bermain semantik dengan istilah “tradisi” sehingga menghalalkan segala keputusan gereja yang notabene hanya buatan manusia belaka.

Tradisi yang mana bro? Tradisi yang tidak sesuai dengan Firman Allah yang tertulis, yakni Alkitab tentu dipertanyakan, bahkan jika tidak sesuai dengan Alkitab, harus ditolak, bukankah standar ukurannya sudah jelas…^-^

Salam

Jadi kenapa anda masih bisa menerima tradisi lisan kalau anda berpegang kepada ‘sola scriptura’? Atau mungkin anda ditengah2? Atau mungkin ada salah pengertian dipihak saya?

Saya tidak menolak tradisi bahkan pengertian Sola Criptura-pun tidak menolak tradisi…^0^
Coba bro baca postingan saya di awal2 thread ini tentang Sola Criptura…^-^
Yang saya tidak setuju dan tidak akan pernah setuju adalah mensejajarkan otoritas Alkitab, Firman Allah tertulis, dengan apapun juga termasuk yang namanya tradisi.

Salam

Atau mungkin tradisi lisan tidak salah cuma tradisi lisan harus dibawah Firman Allah/Al-Kitab, Al-Kitab memegang otoritas tertinggi tapi dalam saat yg sama gereja tidak seharusnya menolak bulat2 tradisi lisan. Sejauh pengetahuan saya, tradisi2 lisan dalam Katolik dan Ortodoks tidak bertentangan dgn prinsip2 Al-Kitab malah banyak yg mempunyai arti spiritual yg sangat membangunkan iman. Saya pikir Prostentan juga ada yg mewarisi tradisi2 Katolik contoh hari Natal dll, apa berani mengatakan itu menyimpang?

Siip. Case close.

Tentu tidak semua Tradisi/tradisi Katolik menjadi permasalahan dan dipandang “negatif” oleh Kekristenan bukan? Justru yang dipertanyakan dan dipertentangkan adalah Tradisi/tradisi yang justru “bahkan bertentangan dengan prinsip Alkitab”…^-^

Salam

Ok…^0^

Salam

Tradisi Maria sebagai ratu surga apa ini tidak bertentangan dengan alkitab?
Tradisi Purgatory sudah banyak didiskusikan ayat2 alkitab yang katanya mendukung tradisi ini ternyata tidak applicable.

Tradisi bahwa hanya Paus dan para romo yang diberi kunci untuk mengampuni dosa juga sangat diperdebatkan.

Disamping tradisi juga masih ada ajaran2 yang sangat membedakan Katolik dan Kristen

Misal yang sangat jelas adalah keselamatan hanya ada pada GK.

saya pikir sudah “caseclose” ternyata masih ada tanggapan, btw, terimakasih banyak…

Bro onde2, semoga anda membaca dengan perlahan2, saya sudah membaca tulisan anda, hanya ini dulu, tentang kanonosasi dan otoritas alkiitab.
sista rita, trimakasih atas tanggapan sista. sesungguhnya bagi saya yg saya posting itu cukup jelas untuk meng-informasikan pandangan katolik mengenai kitab suci, bagaimana posisinya, bagaimana otoritasnya, dan bagaimana katolik mengimaninya.. namun sayang saya masih melihat bau2 kecurigaan dan tuduhan2, yg sering mempertentangkan antara magisterium gereja, tradisi suci dan alkitab. jika ketiga hal itu dipertentangkan maka akan menjadi rancu, karena ketiga hal itu dari sumber yg sama, yaitu sabda Allah. ketiganya adalah; "kelengkapan" dengan kesatuan dari ketiga2nya membuat wahyu Tuhan dapat kita terima dengan utuh.
Karena Otoritas Alkitab harus dilihat dari kanonisasi alkitab, baru dapat mengerti kenapa Alkitab merupakan otoritas tertinggi.
[b]sabda Allah: ada yg tertulis dan ada yg lisan.[/b] manakah yg lebih ber otoritas? adakah keduanya bertentangan? sejauh saya menjadi katolik, keduanya tidak bertentangan karena berasal darisumberyg sama. [b]magisterium:[/b] merupakan kuasa mengajar yang melayani kedua sabda Allah itu. manakah yg lebih ber otoritas? adakah magisterium bertentangan dengan sabda? karena yg diajarkannya adalah sabda Allah.
Kedaulatan Allah sudah menentukan Alkiitab merupakan satu2 nya sarana Allah untuk memperkenalkan diri Nya dan untuk mendidik kita dan untuk mengenal kehendak Allah dengan benar.
saya tidak melihat sabda TUhan bahkan di alkitab sekalipun bahwa alkitab merupakan [u]satu-satunya[/u] sarana untuk memperkenalkan Allah. Tuhan kita mendirikan gereja bukan alkitab, Gereja dipandang Tuhan sebagai sarana yg perlu untuk menyampaikan firman. dari kata2 saya ini saja semoga anda tau posisi alkitab dan Gereja.
Manusia tidak mempunyai kemampuan untuk menentukan standart yang benar untuk mengenal Tuhan.
karena Gereja didirikan Tuhan, melalui pentakosta, dan berdasarkan janji Tuhan yg akan [u]menyertainya hingga akhir jaman[/u], maka memang ada yg disebut infalibilitas.

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan ROH KUDUS,dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

hal ini sesungguhnya sudah terjawab di poting saya:
4. KRISTUS memberikan otoritas kepada Gereja yang dimulai dari para rasul-Nya untuk mengajar dalam nama-Nya (lih. Mat 16:13- 20; 18:18; Luk 10:16). Gereja akan bertahan sampai pada akhir jaman, dan KRISTUS oleh kuasa ROH KUDUS akan menjaganya dari kesesatan (lih. Mat 16:18; 28:19-20; Yoh 14:16). Karena itu, KRISTUS memberikan kuasa wewenang mengajar kepada Magisterium Gereja yang terdiri dari para rasul dan para penerusnya. Magisterium/ wewenangan mengajar ini hanya ada untuk melayani Sabda Allah, sehingga ia tidak berada di atas Kitab Suci maupun Tradisi Suci, namun melayani keduanya.

Manusia juga tidak mempunyai kemampuan untuk mengetahui apa yang terbaik baginya, mana yang baik dan mana yang jahat.
karena memang segalanya tidak dari manusia.
Hanya Alkitablah merupakan otoritas bagi kehidupan kita.
[b]7. Kitab Suci tidak mengatakan bahwa Kitab Suci adalah satu-satunya sumber Sabda/ Firman Tuhan.[/b] KRISTUS itu sendiri adalah Firman Allah (lih. Yoh 1:1, 14) dan dalam 1 Tes 2:13 Rasul Paulus mengatakan bahwa ia telah menyampaikan pemberitaan Firman Allah (“when you received the Word of God which you heard from us“- RSV) dan ini adalah Tradisi Suci.
Disamping itu, lebih dari cukup, bagi kita mengikuti pedoman alkitab didalam hidup kita.
[b]3. Kitab Suci sendiri mengatakan bahwa Kitab Suci memerlukan pihak yang mempunyai otoritas untuk menginterpretasikannya [/b](lih. Kis 8:30-31; 2 Pet 1:20-21; 2 Pet 3:15-16). Rasul Petrus mengatakan bahwa ada hal-hal di dalam Alkitab yang memang sulit untuk dicerna, dan ketidakhati-hatian dalam penafsiran akan mendatangkan kesalahan yang fatal. Berapa banyak kita mendengar dari agama lain, yang menggunakan Alkitab untuk menyanggah kebenaran iman Kristen, seperti tentang ajaran Tritunggal Maha Kudus, ataupun bahwa YESUS adalah sungguh- sungguh Tuhan.
Semoga anda mau menelitinya dengan hati yang terbuka .
mari kita selalu terbuka, rendah hati dan obyektif dalam mencoba belajar memahami... ;)

salam

ond32lumut :afro: