Apakah Tuhan hanya melihat HATI ?

  1. Gedung gereja itu hanya gedung/bangunan saja, tidak beda dengan bangunan untuk rumah tinggal ataupun restoran. Jadi tidak perlu sikap santun dan menaruh hormat pada gedung gereja, jika biasa membuang sampah di rumah, di gedung gerejapun boleh. Benarkah ?

  2. Gedung gereja kan hanya ruang pertemuan saja, tidak beda dengan ruang rapat ataupun ruang pesta. Yang penting adalah orang orang di dalamnya, jadi dimanapun pertemuan diadakan tidak pengaruh, karena bukan gedungnya yang penting. Benarkah?

  3. Karena Tuhan hanya melihat hati kita, maka apa yang kita kenakan tidaklah penting. Kita boleh datang ke gereja dengan celana pendek, rok super mini ataupun sendal. Benakah?

  4. Karena Tuhan hanya melihat hati kita, maka tidak penting penampilan kita, kita boleh ke gereja dengan penampilan pesta yang super glamour ataupun dengan rambut tak tersisir. Benarkah?

  5. Karena Tuhan hanya melihat hati kita, maka kita boleh bersikap santai di gereja, kita boleh bersorak sorai, boleh ngobrol, boleh bertelepon, dan boleh berjingkrak jingkrak, karena itu semua tidak penting. Benarkah?

  6. Karena Tuhan hanya melihat hati kita, maka sikap tubuh kita tidak penting. Bahkan saat berdoapun sikap tubuh kita tidak perlu sopan, kita bisa berdoa dengan sikap tubuh apapun. Benarkah?

  7. Karena Tuhan hanya melihat hati, maka lagu pujian kitapun tidak penting apakah penuh hikmat ataupun tidak. Jika lyric nya pujian, lagunya boleh sesuka hati, bahkan lagu yang berirama sangat keras dan biasanya lagu hujatan, jika lyricnya diganti pujian, boleh kita lanunkan. Benarkah?

Mungkin ada jawaban dari beberapa pertanyaan di atas yang berbeda? SIlahkan para member FK yang terhormat.

Syalom

jawabannya mnrt saya :

  1. klo memang hati kita melekat pada TUHAN, masa ya tega membuang sampah sembarangan di grj. klo tdk mau membantu membersihkan minimal tdk mengotori lah

  2. klo memang hati kita melekat pada TUHAN, tentunya kita malah tambah rajin bersekutu di gereja. di rumah jg bisa sih sbenernya, tp di grj ada tmn2 seiman dan persekutuan yg indah dlm TUHAN

poin2 selanjutnya kira2 jawabannya spt itu lah :happy0025:

Ada trertulis “Buanglah sampah Pada tempatnya”

ocacola, dimana saja, kapan saja

"
Tapi hati manusia tidak boleh tergerak oleh "ISI nya

Mau menggerakan Hati Tuhan atau hati manusia ??

Bersoraklah Bagi Allah, !!! biar sangkakala berbunyi , Tepuk tangan ramai ramai bersoraklah bagi Tuhan
Ada yang tau no Tilpon Allah ?? (beberapa pendeta pernah mengkotbahkan no tilponnya Tuhan

Hati hati kalau bisa menggerakan Hati manusia

Haaaaaaa tziiiiiiiiiiii

(sorry lagi pilek)
Tuhan Yesus memberkati
Han

Pengalaman pribadi nih, di sebuah denom di daerah Tangerang…

  1. Karena Tuhan hanya melihat hati, maka saat perjamuan kudus jemaat boleh saling menyuapi roti dan anggur, suami dengan istri bagi yang sudah menikah, anak ke orang tua, atau kenalan kepada kenalan dengan jenis kelamin sama. Benarkah?

Dengan alasan Tuhan hanya melhat hati, sekarang rumah Tuhan dikotori oleh orang yang bukan saja tidak mau menjauhkan diri dari dunia untuk mengikut KRISTUS, tetapi mereka juga masukan dunia dalam rumah Tuhan yang sekarang telah kehilangan kesuciannya dan dijadikan tempat hiburan dahsyat di mana tidak lagi dapat kita berdoa.

“Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.” (Matius 21:13)

  • Tidak ada tertulis bahwa Tuhan tidak hanya melihat hati.
  • Hal hanya melihat hati bukan alasan untuk mengotori rumah Tuhan.
  • Kalau Tuhan hanya melihat hati kita, maka dalam hal itu juga termasuk bagaimana dalam hati kita, kita menghormati Tuhan secara lahiriah.
  1. Rumah Tuhan bukan restoran

  2. Rumah Tuhan bulan ruang pesta

3., 4., 6. Kita harus menghormati Tuhan juga secara lahiriah, dengan caranya kita berpakaian.

  1. Oleh sebab Rumah-Ku akan disebut rumah doa tidak mungkin “bersorak sorai, boleh ngobrol, boleh bertelepon…”

  2. HARAM !!! Lagu pujian harus tetap suci bukan saja syairnya tetapi juga musiknya. Hal semua jenis musik boleh digunakan kalau syairnya tepat adalah BOHONG dari si jahat. Hanya musik yang diinspirasi oleh ROH KUDUS yang suci.

Musik pop musik duniawai yang sensual, musik rok diinspirasi oleh Iblis, JANGANLAH DIGUNAKAN DALAM GEREJA !

Sdr. Bruce, postingan anda sangat menyakitkan…

Do you love your God?
Orang yang mengasihi Allah tentu tidak melakukannya.

Selain itu, hal ini bisa jadi batu sandungan buat orang lain, terutama yang tidak seiman.

Maaf. Saya salah salin dan paste nama anda saja. Saya mohon maaf. Maksud saya postingan asal pertama dari bro Bruce yang menyakitkan…

  1. Gedung gereja itu hanya gedung/bangunan saja, tidak beda dengan bangunan untuk rumah tinggal ataupun restoran. Jadi tidak perlu sikap santun dan menaruh hormat pada gedung gereja, jika biasa membuang sampah di rumah, di gedung gerejapun boleh. Benarkah ?
    Ya gpp, asal memang ada tempatnya.

  2. Gedung gereja kan hanya ruang pertemuan saja, tidak beda dengan ruang rapat ataupun ruang pesta. Yang penting adalah orang orang di dalamnya, jadi dimanapun pertemuan diadakan tidak pengaruh, karena bukan gedungnya yang penting. Benarkah?
    Ya gpp, di hutan pun boleh.

  3. Karena Tuhan hanya melihat hati kita, maka apa yang kita kenakan tidaklah penting. Kita boleh datang ke gereja dengan celana pendek, rok super mini ataupun sendal. Benakah?
    Koteka pun boleh, tergantung budaya setempat…

  4. Karena Tuhan hanya melihat hati kita, maka tidak penting penampilan kita, kita boleh ke gereja dengan penampilan pesta yang super glamour ataupun dengan rambut tak tersisir. Benarkah?
    Gak mandi pun boleh, tapi kalo super glamour itu Tuhan tidak suka tukang pamer…, btw kalo baju biasa bagi kalangan tertentu emang super glamour kan??? Kembali lagi ke budaya setempat asal bukan niat pamer…

  5. Karena Tuhan hanya melihat hati kita, maka kita boleh bersikap santai di gereja, kita boleh bersorak sorai, boleh ngobrol, boleh bertelepon, dan boleh berjingkrak jingkrak, karena itu semua tidak penting. Benarkah?
    Ngobrol boleh asal tidak mengganggu liturgi kan persekutuan, perasaan jemaat mula2 juga ngobrol deh…
    Kalau pendetanya bisanya teleconference masak gak boleh telepon?
    Kalau jemaat telepon mungkin memang ada yang penting baiknya terimanya di luar, misalnya dokter dibutuhkan sarannya…
    Menari boleh lah asal gak ada yang terganggu…

  6. Karena Tuhan hanya melihat hati kita, maka sikap tubuh kita tidak penting. Bahkan saat berdoapun sikap tubuh kita tidak perlu sopan, kita bisa berdoa dengan sikap tubuh apapun. Benarkah?
    Gak jelas… kalau orang sakit lumpuh masak gak boleh doa tidur?

  7. Karena Tuhan hanya melihat hati, maka lagu pujian kitapun tidak penting apakah penuh hikmat ataupun tidak. Jika lyric nya pujian, lagunya boleh sesuka hati, bahkan lagu yang berirama sangat keras dan biasanya lagu hujatan, jika lyricnya diganti pujian, boleh kita lanunkan. Benarkah?
    Wah gak tau deh…, saya senangnya musik klasik dan jazz…
    Kalo ada yang mukul drum kencang-kencang saya gak suka banget tuh…

Pertanyaan boleh apa tidak sepertinya berbau2 hukum,

Kenapa orang masih suka mengurung dirinya sendiri ke dalam hukum, sementara TUHAN telah tersalib untuk melepaskan kita dari hukum yah?

semuanya boleh, tetapi tidak semuanya berguna…
dan ujilah segala sesuatu…

Orang saja ngga berani memakai bikini di depan orang tuanya di rumah, masak kita harus mengujinya dengan menggunakan bikini ke gereja?..
Itu kita katakan jaman ini, mungkin jaman akan berubah, bahwa ada orang-orang berbikini malah penuh iman…
tidak usah kita membuat hukum2…

Kembali lagi ke hati…

Tuhan melihat hati…
Saat hati kita diperbaharui, kehidupan yang baru akan terpancar dari dalamnya…
Hati yang benar dan berkenan di hadapan Tuhan, adalah hati yang dapat mengubah pola pikir dan juga gaya hidup…

Jadi, selanjutnya kita langsung tau jawabannya…

GBU all :slight_smile:

Ahh :)… Tuhan melihat SEMUA kale!
Tuhan memperhatikan, menilai & memelihara SEMUA! bukan hanya HATI, tapi semua organ tubuhmu yg DIA ciptakan.
hanya dlm kalimat tanya ini cenderung menjadi salah dimaknai bila ditekankan dari sisi (-) negative :slight_smile:

;D
Tidak sadarkah dari mana hatiku & hatimu BERASAL ?
OMG, i thought semua anak Tuhan berpikiran sama dgku; “BAPA berikan hatiNYA untukku, hati Bapa diam dalam hatiku, hatiku di dalam hati Bapa, hatiku milikNYA,”, :char12:

^Kalau hati lama ‘broken’, trima Hati Baru dan JAGA yg telah PULIH itu!^

Seperti otak, hatipun generator penggerak tindakan2 kita… dimana terletak ketulusan (tulus bukan dari otak) :slight_smile:
tuliskan senantiasa dalam ‘loh HATImu’ segala ttg SEMATA-MATA kebenaran, kebaikan, kasih karunia, buah2 Roh, anugerah, karena dari situlah ASALnya diciptakan…
otomatis kalo di’setting’ benar based on ‘S.O.P/guidance book’, maka 'output’nyapun Benar lahaiy according HIS plans:)…
cuman gitu sih, seringnya justru manusia ndiri tuh yg ‘membelokkan/mengcancel’ kegenapan rencana Bapa… merusak ‘citra awal penciptaan’ dimana manusia SERUPA & SEGAMBAR dg Dia :mad0261:
;D yowes rasain, repod sendiri deh jadinya, resiko tanggung penumpang yg lebih nurut ‘kernet’ ketimbang nurut ‘sopir’ ;D ;D

In His Blessing Mercy & Grace

Hati-hati yaaa! :wink:

Menyakitkan gimana bro? Bisa lebih jelas?

:coolsmiley:

Jika menurut ada apa yang saya post di awal thread semua jawabnya boleh, katakan saja boleh bro. Tidak ada yang menghakimi di sini, saya justru ingin minta pendapat rekan rekan semua.

Syalom

Bagaimana pendapat anda sis?

Seseorang punya sepatu, kakinya tidak sedang sakit. Tetapi karena merasa bahwa Tuhan toh melihat hati, maka karena lebih nyaman, ia mengenakan sandalnya untuk ke gereja.

Ada pendapat ?

Syalom

di pedalaman banyak petani yang kegereja dengan pakaian ala kadarnya.
aku setuju Tuhan melihat hati, tetapi tetap sopan dan utk org2 di kota yah kita berpakaian sopan jika bertemu Tuhan.

:)Brada, in my opinion, hati org itu patut dipertanyakeun, krn itulah yg sudah menggerakkan dia MEMILIH utk bertindak/bersikap bagaimana selayaknya dia datang ke Gereja saat itu.
Tuhan melihat hatinya, He (probably) said… "ooo… gini toh anakku yg 1 ini supaya ‘nyaman’ ke gereja, sepatu pemberianku ditinggal di rumah aja… besok sepatunya Aku berikan ke anak2 pemulung aja deh yg nyeker klo datang ke rumahKu… " :slight_smile: (Just ILUSTRASI)

JBUs

Saudariku Lidya.

Adalah salah jika kita menilai penampilan seseorang berdasarkan kacamata kita, betul kan?
Jadi, kalau kita yang adalah orang kota besar, menilai orang di desa kecil ke gereja cuma mengenakan bakiak dan sendal, atau malah cuma berkoteka, itu adalah salah.

Tetapi, ini yang penting. Jika anda sempat ke gereja di daerah kota kecil di Jawa tengah, misalnya, maka anda akan lihat, bahwa di dalam kesederhanaan para pengunjung gereja, mereka mengenakan pakaian ternbaik yang mereka miliki. Jadi, jika mereka cuma mengenakan koteka pun, itu adalah koteka terbaik mereka.

Sedangkan kita, dimana sehari hari kita bersepatu untuk sekolah ataupun ke kantor, berpakaian rapi dan sopan hanya untuk ketemu boss ataupun rekan sekerja. Maka adalah aneh, jika saat kita ingin menghadap Raja di atas segala Raja, justru berpenampilan ala kadarnya dan santai.

Itu point yang saya ingin sampaikan. Punya pandangan lain?

Syalom

@rinjani

:)Brada, in my opinion, hati org itu patut dipertanyakeun, krn itulah yg sudah menggerakkan dia MEMILIH utk bertindak/bersikap bagaimana selayaknya dia datang ke Gereja saat itu. Tuhan melihat hatinya, He (probably) said... "ooo.. gini toh anakku yg 1 ini supaya 'nyaman' ke gereja, sepatu pemberianku ditinggal di rumah aja.. besok sepatunya Aku berikan ke anak2 pemulung aja deh yg nyeker klo datang ke rumahKu.. " (Just ILUSTRASI)

JBUs

Betul sis, itu yang ingin saya sampaikan. Karena saat ke gereja, saya cukup terkejut dengan banyaknya orang yang berpakaian santai, cuma bersandal, duduknyapun angkat kaki. Saya bayagkan, kalau mereka diundang ke Istana Merdeka, pakaian apa yang mereka kenakan? Kalau pakai pakaian resmi terbaik, maka bukankah aneh? Menghadap presiden yang cuma manusia biasa, banyak dosa korupsinya pula, menghadap pakai pakaian terbaik, sedangkan menghadap Raja di atas segala Raja, justru pakai pakaian santai. Apa pikirnya Tuhan tidak bisa melihat apa yang dipergunakannya?

Syalom

Karena Presiden itu melihat tampang…

Pakai sendal jepit? Keterlaluan bener tuh…

Tapi ada kan? sendal yang lebih bagus dari sepatu butut yang gak pernah dicuci bau berdebu lagi…

mungkin tidak menyadari atau bahkan tidak mengakui bahwa YESUS BENAR-BENAR HADIR di Gereja.
:smiley: :smiley:

mungkin tidak menyadari atau bahkan tidak mengakui bahwa YESUS BENAR-BENAR HADIR di Gereja.

Nah itu repotnya.
Setelah itu anggapan lebih jauhnya adalah, ngga perlu ke gereja, berdoa di rumah sama saja.
Setelah itu bedoapun ngga perlu, karena hatinya ‘selalu’ berdoa secara otomatis.
Setelah itu…