Apakah Tuhan pernah mati?

Pada poin ini, menambah poin-poin lain, @Sotardugur Parreva setuju pada pendapat @odading.
Bahwa tidak ada pihak yang sanggup mengharuskan Tuhan bagaimana, kecuali inisiatif Tuhan sendiri. Dan, karena upah dosa adalah maut, maka pihak yang berdosalah yang harus menderita mati. Bukan Tuhan yang harus mati. Emang apa manusia hingga bisa mengharuskan Tuhan mati? Terlalu.

Jadi ingat pada kalimat yang tanpa disadari ternyata memuat kesongongan luar biasa, yaitu : “Tuhan saja mau mengampuni. Apalagi saya?” katanya. Seolah-olah dia lebih sanggup mengampuni daripada Tuhan.
Saking baiknya Tuhan, menjadi sering disepelekan secara tidak disadari.

Salam damai.

Yes!
Untung Tuhan kita kuat dihina.
Ada tuhan yg tidak kuat dihina,
Entah tak begitu besar kasihnya

Tuhan TIDAK HARUS mati oleh dosa pihak laen

Ya! Tidak ada keharusan dr manusia bagi Tuhan
Tuhan yg menetapkan keharusan2 bagi manusia
Siapa berontak berarti dia bukan di pihak Tuhan

Tuhan itu satu2-nya yg suci dan mulia, tak berdosa
Disain awal, manusia Adam pun tidak harus mati
Hanya karena dosa maka manusia hrs mati

Tapi disain awal telah ditetapkan
Berarti kehidupan hrs dilanjutkan
Siapa hidup di pihak Tuhan tak mati

Utk itu Tuhan datang menjadi manusia
Utk membawa manusia ke pihak Tuhan
Melanjutkan hidup abadi bersama-Nya

Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati

Ya! Begitulah hukum dosa ditetapkan Tuhan, bw org berdosa yg hrs mati
Termasuk org yg tanpa dosa pun mati, sebab rela menanggung dosa2 org
Tuhan tak mungkin mati, org yg tanpa dosa itu yg mati memikul dosa kita

Arti mati yg sedang kita berlakukan itu utk org yg bernyawa
Jika pengertian mati yg kutawarkan bisa diterima sementara
Bw mati bisa diartikan pasif, tidak berfirman kpd manusia,
Maka Tuhan sudah tiga kali matinya.

:) Pada poin ini, menambah poin-poin lain, @Sotardugur Parreva setuju pada pendapat @odading. Bahwa [b]tidak ada pihak yang sanggup mengharuskan Tuhan bagaimana, kecuali inisiatif Tuhan sendiri[/b].

Ya, itu tadi!
Tidak ada keharusan dr manusia bagi Tuhan
Tuhan yg menetapkan keharusan2 bagi manusia
Siapa berontak, berarti dia bukan dipihak Tuhan

Dan, karena upah dosa adalah maut, maka pihak yang berdosalah yang harus menderita mati. Bukan Tuhan yang harus mati. Emang apa manusia hingga bisa mengharuskan Tuhan mati? Terlalu.

Yes, again!

Jadi ingat pada kalimat yang tanpa disadari ternyata memuat kesongongan luar biasa, yaitu : "Tuhan saja mau mengampuni. Apalagi saya?" katanya. Seolah-olah dia lebih sanggup mengampuni daripada Tuhan. Saking baiknya Tuhan, menjadi sering disepelekan secara tidak disadari.

Ya! Dan yg sombong kebalik pun ada:
Janji antar pihak yg nyata aja cemen diingkari
Apa ngerinya mengingkari janji dgn pihak yg maya? Katanya …!

Selamat Hari Natal!

Utk memperkaya khazanah/properti “mati”
Berikut inspirasi mati yg sangat dalam
Kuterjemahkan dari Bahasa Inggris

Mari kita pusing-pusing sedikit
Bacanya pelan2 dan ulang2
Biar pusingnya enak
Spt naik korsel

[b]Dari:The Prophet
Oleh: Kahlil Gibran


M A T I
*******[/b]

Kemudian Almitra berkata:
“Kami minta sekarang tentang mati!”

Lalu Sang Nabi berkata:
Kau akan tau rahasia mati.
Tetapi bagaimana kau akan menemukannya,
selain kau cari di dalam hati kehidupan?

Burung hantu dgn mata terikat malam
adalah buta di dlm siang
dan tak dapat mengagumi misteri cahaya.

Jika kau sungguh ingin berpegang pd semangat kematian,
bukalah hatimu lebar-lebar untuk tubuh kehidupan.

Karena kehidupan dan kematian adalah satu,
bahkan sungai dan laut pun satu.

Di kedalaman pengharapanmu dan gairahmu
ada terbaring pengetahuan sunyi
yg melampaui segala akal.

Dan seperti bibit sedang bermimpi di bawah lapisan tanah,
hatimu pun sedang bermimpi pd musim buah.

Percayalah pd mimpi2 itu,
karna di dalam mereka
tersembunyi gerbang menuju kekekalan.

Ketakutan-mu tentang mati ada,
tapi hanya bagai kegelisahan se-org gembala
ketika berdiri di depan raja
yg akan menumpangkan tangan kpd-nya
utk suatu penghormatan.
Ada desir bulu-kuduk,
bukankah kegirangan di dlm kegelisahan itu,
bahwa dia akan memakai lencana raja?
Bukankah ia penuh pikir pd kegelisahannya?

Karena apalah mati
selain utk berdiri telanjang dlm angin,
melebur dalam matahari?

Dan apalah hembusan nafas terakhir itu,
selain membebaskan jantung dr kerja tanpa lelah,
bahwa nafas dapat bangkit dan mengembang
dan mengapai Allah yg tak terhindarkan?

Hanya dgn minum dari sungai ketenangan
engkau dapat sungguh bernyanyi.
Dan ketika telah tiba di puncak gunung,
barulah engkau mulai memanjat.
Dan ketika bumi menagih tubuhmu dibungkus erat,
barulah engkau sungguh dapat menari.


Salam Damai!

TUHAN menjadi seorang Anak Manusia…
Seorang Anak Manusia, sekalipun tidak berdosa, Is harus meninggalkan kemanusiaannya alias mati.

Jadi, bagian yang mengalami kematiannya (Anak Manusia) itu adalah kemanusiaannya, bukan ke-Tuhan-annya.
Artinya, Tuhan memang tidak pernah mati.

Salam Damai.

Ya… Yes! itu pedomanmu.

Pedoman saya :
No ! Tuhan TIDAK HARUS mati oleh dosa pihak laen.

Untung [b]Tuhan kita kuat dihina[/b].
Ya. Itu pedomanmu : KARENA Tuhan kuat dihina MAKA Yes! diriku maren menghina Tuhan
Ada tuhan yg tidak kuat dihina
Ternyata tuhanmu banyak.
Ya! Tidak ada keharusan dr manusia bagi Tuhan
Yet, dirimu mengharuskan Tuhan mati oleh dosa pihak laen.
Tuhan yg menetapkan keharusan2 bagi manusia
Ya. Dan dirimu bilang [i]"Tuhan mengharuskan saya menghina Tuhan"[/i].
Siapa berontak berarti dia bukan di pihak Tuhan
Ya. Dan dirimu bilang [i]"saya menghina Tuhan itu karena Tuhan mengharuskannya"[/i]
Tuhan itu satu2-nya yg suci dan mulia, tak berdosa
Sampah.
Disain awal, manusia Adam pun tidak harus mati
Sampah.
Hanya karena dosa maka [b]manusia HARUS mati[/b]
Sampah. Dirimu sendiri bilang : "[u]Tuhan HARUS mati[/u] oleh dosa pihak lain".
Ya! Begitulah hukum dosa ditetapkan Tuhan, bw [b]org berdosa yg HARUS mati[/b]
Sampah. Dirimu sendiri bilang : "[u]Tuhan HARUS mati[/u] oleh dosa orang lain".
[b]Tuhan tak mungkin mati[/b], org yg tanpa dosa itu yg mati memikul dosa kita
Sampah. Dirimu sendiri bilang : "[u]Tuhan HARUS mati[/u] oleh dosa orang lain".

Orang yang menggunakan otaknya dengan baik, TIDAK AKAN menghina Tuhan dengan berkata “Tuhan HARUS mati oleh dosa kita”

Lalu hrs oleh apa Tuhan bisa mati?
Atau Tuhan memang tak bisa mati
Sebab Tuhan itu sebutannya
Sebutan nggak pake nyawa
Hanya manusia yg pake

Atau kita setuju saja dgn respon siz yg biru ini:

Salam Damai.

Perkataan Tuhan sendiri:

Why 1:13-18
Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.
Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.
Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah.
Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.
Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

Why 2:8
Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali

Dari ayat itu scr hurufiah literal bisa kita lihat bhw:

Yang Awal (Alfa) dan Yang Akhir (Omega) dan Yang Hidup telah mati namun hidup sampai selama-lamanya.

Sbg komparasi, siapakah Yang Awal dan Yang Akhir dan Yang Hidup?
Berikut adalah atribut diriNya sesuai kitab Wahyu:

Why 1:8
Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.

Why 21:6
Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.

Why 22:13
Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir."

Saya pikir sudah jelas Tuhan berkata bahwa Dia sendiri sudah mati namun Ia Hidup sampai selama-lamanya.

Krn tidak ada mahluk manapun yg akan bisa berkata bhw diriNya adalah Yang Awal dan Yang Akhir, Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Mahakuasa, kecuali Tuhan itu sendiri.

Sependapat ama siip :happy0062:.

Dengan kata lain, Tuhan pernah mati.

Aku PERNAH mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

Pertanyaannya :
sewaktu sebagai apa ketika Tuhan mati ? :coolsmiley:

baca reply #4 saya, maren.

https://forumkristen.com/index.php?topic=62317.msg1216460#msg1216460

Sbg Tuhan dan sbg manusia.

Sayangnya yang terbaca TIDAK spt sbb, siip

Firman itu telah menjadi Tuhan dan manusia , dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

melainkan spt sbb :

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Q :
sewaktu sebagai apa ketika Tuhan mati ?

A :
sewaktu sebagai manusia

Q :
sewaktu menjadi apa ketika Tuhan mati ?

A :
sewaktu menjadi manusia


Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh

Ia = Tuhan
Tuhan, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia

BUKAN

Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya Sbg Tuhan dan sbg manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh


Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Ia = Tuhan
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Tuhan telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

BUKAN

Dan dalam keadaan [color=red]Sbg Tuhan dan sbg manusia[/color], Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

:slight_smile:
salam.

Penulis Alkitab itu bukan dosen sastra, yg mreka tulis juga bukan kamus besar teologi Kristen, yang nulis juga bukan hanya satu orang.

Kamu maunya mreka menulis dg lengkap dan perfek, dg literal kata demi kata supaya ‘tidak bisa lagi dibantah’, tp mreka bukan penulis ensiklopedi.

Yg mreka tulis adalah surat dan mreka menuliskan surat sesuai kebutuhan spesifik bagi jemaat.

Makanya ada ayat yg menjelaskan dg gamblang bhw Yesus Kristus datang sebagai ALLAH dan ada ayat lain yg terpisah yg menjelaskan dg gamblang bhw Yesus Kristus datang sebagai Manusia.

Bukan fatalistik,
Kl ketulis ‘manusia’ brarti ‘udah pasti bukan Allah’,
Kl ketulis ‘Allah’ maka ‘udah pasti bukan manusia’.

Tentu saja ada banyak ayat yg hurufiah menuliskan bhw Yesus Kristus menjadi ‘manusia’.

Tp juga ada ayat-ayat yg mengatakan bhw yang datang sbg manusia itu adalah Allah.
Ada hal-hal yg Dia lakukan yg hanya bisa dilakukan oleh Allah, ada hal-hal yg Dia katakan yg hanya bisa dikatakan oleh Allah.

Matius berkata bhw Dia adalah Immanuel, yaitu Allah beserta kita.
Allah lho, ngga ditulis ‘Allah dan manusia’ toh, tp kita paham maksud Matius.

Ada banyak ayat-ayat lainnya yg Oda bisa temukan sendiri kl mau.

Jangan comot ayat dan buang yg lain,
Saya hanya meyakini ayat yg menuliskan hanya ‘manusia’ sdgkn ayat-ayat lain yg bersifat ilahi saya abaikan atau saya interpretasikan ‘nggak full-full ilahi amat’.

Jangan juga menetapkan standarnya sendiri, pokoknya saya hanya menerima kl dalam suatu kalimat dituliskan ‘Allah dan manusia’ baru saya mau pcaya. Kl hanya ditulis salah satu maka nggak valid.

Udah ya Oda.
Makasiiiiiii.

Ya!
Tuhan bukanlah hal duniawi, bukan hal yg alami
Bicara Dia manusia kita bicara duniawi dan alami
Bicara Tuhan tentulah kita bicara hal rohani saja

Kita tau apa ttg roh? Jelas roh bukan benda
Apakah roh bisa mati? Apa sama dgn nyawa?

Luk 23:46 Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring:
“Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.”
Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.

Jadi yg diserahkan bukan sesuatu yg mati
Melainkan itu lah persembahan yg hidup
Persembahan sejati yg berkenan kpd Bapa

“Aku adalah alfa dan omega, yg awal dan yg akhir”

Tuhan itu rohani mustahil bisa mati
Lalu apanya Yesus yg mati?
Yg mati itu manusianya

Dia yg pernah dilahirkan itu yg hrs pernah mati
Yg tak pernah dilahirkan mau mati gimana
Sebab Tuhan adalah alfa omega!

Salam Damai!

That’s not the point, siip.

Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seORANG anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel

ORANG (manusia laki2) itu dinamakan “Allah beserta kita”.

Bukan fatalistik, Kl ketulis 'manusia' brarti 'udah pasti bukan Allah', Kl ketulis 'Allah' maka 'udah pasti bukan manusia'.
Nggak begitu ambilan pengertian saya.
Tentu saja ada banyak ayat yg hurufiah menuliskan bhw Yesus Kristus [b]menjadi 'manusia'[/b].
Point-nya, [Tuhan MENJADI Tuhan_dan_manusia ataukah Tuhan MENJADI manusia], siip.
Tp juga ada ayat-ayat yg mengatakan bhw [u]yang datang [b]sbg manusia[/b][/u] itu adalah Allah.
Nah... point-nya saya adalah yang datang itu [sebagai manusia ?] ataukah [sebagai manusia dan Allah] ?

So… kalimat siip parafrasenya sbb :

X. ada ayat-ayat yg mengatakan bhw yang datang sbg manusia dan Allah itu adalah Allah

ataukah

Y. ada ayat-ayat yg mengatakan bhw yang datang sbg manusia itu adalah Allah

siip tentu nangkep bahwa saya jelas gak sedang cerewet thdp point Y.
thdp point Y, tanpa memerlukan saya memeriksa ada ato kagaknya ayat tsb atopun saya mengharuskan diri saya membaca dulu ayat tsb - nggak timbul kecerewetan saya thdp kalimat di point Y.

siip (Y) :
ada ayat-ayat yg mengatakan bhw yang datang sbg manusia itu adalah Allah

oda :
oleh karena itu manusia tsb disebut manusia_allah.

ada ayat terbaca :
Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seORANG anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia "Allah berserta kita

oda :
oleh karena itu orang tsb disebut manusia_allah.

Ada hal-hal yg [b]Dia [/b]lakukan yg hanya bisa dilakukan oleh Allah, ada hal-hal yg [b]Dia [/b]katakan yg hanya bisa dikatakan oleh Allah.
Dan penggunaan kosakata "Dia" disitu ngerujuk ke [u]SESEORANG[/u], kan siip.

Begimana pula dikatakan kosakata “Dia” itu ngerujuk ke suatu sosok yang BUKAN orang saja dan BUKAN Allah saja - melainkan ke SESOSOK yang orang-dan-Allah ?

Jangan juga menetapkan standarnya sendiri, pokoknya saya hanya menerima kl dalam suatu kalimat dituliskan 'Allah dan manusia' baru saya mau pcaya. Kl hanya ditulis salah satu maka nggak valid.
Nggak begittuuuuuuu...... :D. Saya nggak sedang kayak yang siip paparkan diatas.

Point-nya ini :
A. manusia/orang itu adalah Allah.

B. manusia_Allah / orang_Allah itu adalah Allah.

Saya bilang yang A.

Tuh tulisan siip sendiri di point Y juga seperti A.
Tapi anehnya kok dibilang “sebenernya yang bener itu adalah yang B” (???)

Dimana kelogisannya itu yang B ?

:slight_smile:
salam.

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

kronologi oda :

  1. Yesus adalah Allah
  2. mengosongkan Diri
  3. menjadi sama dengan manusia / orang.

selanjutnya

Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

  1. Setelah dewasa, manusia/orang itu merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati.

lanjut

Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama

  1. Oleh karena nomor 4, Allah meninggikan Dia.

menjadi sama dengan manusia

siip :
sewaktu keadaannya sebagai orang/manusia, ada ayat-ayat yg mengatakan bhw manusia/orang ini adalah Allah

however, menurut siip sebenernya padahal yang bener itu :

menjadi sama dengan manusia_allah

parafrasenya jadi sbb :
sewaktu keadaannya sebagai manusia_allah, ada ayat-ayat yg mengatakan bhw manusia_allah ini adalah Allah

oda :
??? :char11:

:slight_smile:
salam.

Jika Allah masuk logika,
Maka selesailah allah
Menjadi yg ilmiah
Taat kaidah kita

Salam Damai!

SAMPAH !

Ya!

Oda, yang dipercaya Kristen itu Tuhan Yesus adalah manusia dan Tuhan

kamu ingin memisah2kannya, ya ga bisa

kamu tanya yang mati itu siapa? ya manusia-Tuhan Yesus GodMan
kamu argue yang terbaca nggak begitu? karena kamu fokusnya ke satu ayat, ngga bisa begitu, harus dilihat keseluruhan Alkitab

banyak sekali ayatnya yang menegaskan Yesus itu GodMan

and jawaban itu final udah, kalo kamu masih mau argue lagi, artinya kamu ingin merubah doktrin hypostatic union :slight_smile:

dan itu ngga bakalan terjadi
sekian dari saya

Sifat keilahian itu kekal tidak pernah berubah “menjadi” !

Sifat manusia itu tidak kekal sehingga mengalami proses menjadi.

Didalam Inkarnasi sifat Allah tidak pernah berubah hanya didalam inkarnasi ditambahkan sifat kemanusiaan kepadanya dalam pengertian hypostatis.

Jelas ?