APAKAH TUJUAN KITAB SUCI?

saudara saudari dalam Kasih Tuhan Yesus,

setelah lama saya bergabung dalam FK ini, saya mendapati beberapa oknum yang menjadi Ayat Kitab Suci sebagai suatu pembenaran meskipun apa yang jadikannya sebagai pembenaran terkadang bertentangan dengan ayat yang lainnya atau tidak sesuai dengan maksud dan tujuan dari ayat itu.

nah pertanyaan saya, apakah Tujuan dari Kitab Suci itu?
a. jadi pembenaran argumen
b. jadi dasar pedoman hidup kristen

mohon tanggapan brotha and sista…

terima kasih sebelumnya.

a. Hanya sebagai pendukung cara berpikir mereka.
b. Sudah pasti ini, saya pilih yang kedua, tapi lebih tepatnya membentuk kita menjadi semakin serupa dengan Kristus.

Salam… :slight_smile:

hmmm… saya setuju, jika tujuannya seperti kedua point diatas, tetapi jika kita melihat, apa yang terjadi dalam forum ini, tidak demikian, ada beberapa oknum doyan meng-oprek ayat-ayat Kitab Suci sampai sesuai dengan Pemahamannya. apakah ini sudah sesuai dengan point B?

Firman Tuhan tidak untuk diperdebatkan hanya untuk mencari doktrin siapa yang paling benar, itu masalahnya.

“Ketika aku hendak meneruskan perjalananku ke wilayah Makedonia, aku telah mendesak engkau supaya engkau tinggal di Efesus dan menasihatkan orang-orang tertentu, agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain ataupun sibuk dengan dongeng dan silsilah yang tiada putus-putusnya, yang hanya menghasilkan persoalan belaka, dan bukan tertib hidup keselamatan yang diberikan Allah dalam iman”.

Paulus jelas mengingatkan kepada Timotius bagaimana caranya hidup di dalam keselamatan yang benar di dalam iman kepada Yesus.

Jadi boleh diuji, jangan diperdebatkan untuk mencari doktrin yang paling benar, itu sama saja debat kusir.

Salam… :slight_smile:

[email protected]

Wah…kalau jawabannya dari luar Alkitab…sangatlah banyak…

Tapi jika kita ambil jawabannya dari dalam Alkitab itu sendiri…maka Ayatnya pun ada dan jelas untuk apa tujuan Kitab Suci itu diadakan…Yaitu untuk kita dapat menjadi Kudus dan dapat Masuk kedalam KERAJAAN ALLAH / Kerajaan Sorga…Karena KITAB SUCI / ALKITAB itu sendiri adalah KUNCI KERAJAAN ALLAH…

Salam GBU…

Serbaguna spt yg tertulis dalam:
II Timotius 3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan,
untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

Kitab Suci jangan dibahas dengan menggunakan LOGIKA,
Saya setuju dengan anda.
Kebanyakan di forum ini sudah banyak membahas ayat ayat yang ada ALKITAB dengan menggunakan LOGIKA nya.
Bagaimana menurut anda? :smiley: :smiley:

Kalau gak boleh pakai logika, mungkin kitab suci ditujukan buat hewan bukan buat manusia. Makin gak punya otak makin tokcer :slight_smile:

GBU

Bagus…
Teruslah pakai logika anda dalam membahas Kitab Suci…
Saya semakin tertarik untuk mengenal anda… :cheesy: :cheesy: :cheesy:

Perlu kita ingat bahwa pekerjaan ROH KUDUS adalah menerangi akal budi kita sehingga justru diberdayakan, sedangkan pekerjaan iblis adalah menjajah dan memberangus akal budi kita.

Daniel diterangi oleh ROH KUDUS, ia sepuluh kali lebih berhikmat dibanding orang-orang paling berhikmat di kerajaan.
Yusuf disertai Tuhan, dia menjadi orang yang paling berhikmat di Mesir sehingga mewakili Firaun menjalankan roda pemerintahan di Mesir.
Para Rasul dipenuhi ROH KUDUS, menjadi jauh lebih berhikmat dibanding sebelumnya.

Jadi kita menelaah kitab suci bukan gak boleh pakai akal budi, tetapi justru harus menggunakan akal budi, di mana akal pikiran kita akan diterangi (illuminated) oleh ROH KUDUS dan tunduk pada pimpinan ROH KUDUS.

GBU

apakah pekerjaan Roh Kudus yang membuat perselisihan dari beberapa yang mengambil pembenaran dalam Kitab Suci?

Jadi boleh untuk melakukan pembenaran argumen?

Justru karena Roh Kudus tidak menjajah / merasuki pikiran orang Kristen, maka dalam berpikir terdapat kemerdekaan sehingga menghasilkan perbedaan dalam derajat tertentu.
Kebenaran tidak selalu unik (hanya satu dalam arti jika yang satu benar maka otomatis yang lain salah), karena dalam hal yang berbeda-beda bisa saja semuanya benar dalam sudut pandang masing-masing.

GBU

Kalau benar ya benar, salah ya salah.
Bukan soal benarnya itu boleh atau tidak boleh . :cheesy:

GBU

hmm… sudut pandang masing-masing… tetapi yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana caranya bisa sampai Pembenaran itu saling bertolak belakang, nah dari itu yang muncul benih perselisihan (EGO). kembali lagi dalam kedagingan. apakah itu yang dilakukan ROH KUDUS?

yang benar saja mas bro~~ saya rasa tidak demikian.

saya kan bertanya: “Jadi boleh untuk melakukan pembenaran argumen?(ini kita ambil dari ayat Kitab Suci)”
kalau kamu tentang pertanyaan saya, artinya kamu tidak setuju(tidak memperbolehkan)…
atau bagaimana?

[quote="pa_ul post:6, topic:181200"] [b]Serbaguna spt yg tertulis dalam:[/b] II Timotius 3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat[b] untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.[/b] [/quote] [quote="gandrunk post:12, topic:181200"] Jadi boleh untuk melakukan pembenaran argumen? [/quote]
[b]Argumen yg Alkitabiah[/b]

Dalam hal apa dulu.
Ada dua hal yang berbeda namun sama-sama benar, ada juga dua hal yang berbeda namun sama-sama salah, dan bisa juga ada dua hal berbeda namun satu benar sedangkan yang satunya salah. Ada juga yang masing-masing terdapat bias (ketidak tepatan) sekian persen.

Bisa beda-beda tergantung case :slight_smile:

GBU

Loh masak kalau benar harus argumen menjadi salah (atau sebaliknya).
Tentunya diargumentasikan sesuai Alkitab, sehingga bisa diuji sesuai apa tidak sesuai.

GBU

hmmm~
Argumen yang Alkitabiah.

tentu jika argumen dengan mengutip salah satu ayat, sudah jadi Alkitabiah yah?