Apakah Yesus tidak berdosa sejak awal ?

Apakah dari Awalnya Yesus tidak berdosa ?

Apakah YESUS tidak berdosa sejak di rahim Bunda Maria ?

Apakah darah Yesus bukan berasal dari darah Bunda Maria ?

Apakah DNA Yesus tidak sama dengan DNA Bunda Maria ?

Apakah Maria “tidak mempunyai dosa “ “Hanya” selama mengandung / selama Yesus berada di rahim Bunda Maria ?

Apakah setelah Yesus lahir Maria berdosa lagi ?
Detik Yesus lahir , Allah Bapa dengan kuasa yang absolute menyatakan Maria berdosa kembali ? Apakah Bapa di Surga berbuat demikian ?.

Tidak bolehkah dengan kuasa Absolut Allah Bapa mengutus Malaikat Gabriel menyatakan “Salam” pada Maria dengan “PENUH RAHMAT” disertai juga dengan semua dosa dalam Maria dibersihkan.
Tidak bolehkah / tidak mungkinkah ?

3:2 Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.
3:3 Musa berkata: “Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?”
3:4 Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: “Musa, Musa!” dan ia menjawab: “Ya, Allah.”
3:5 Lalu Ia berfirman: “Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.”
3:6 Lagi Ia berfirman: “Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.” Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.

Ayat diatas menyatakan tanah saja menjadi Kudus. Apalagi yang didiami oleh Allah selama 9 bulan 10 hari . Apakah tidak boleh meng-imaninya.

Apakah darah Yesus yang menebus dosa manusia berupa darah beneran ? Atau hanya symbol.

Tidak bolehkah saya yang meng-Imani dan sangat mengasihi Yesus, dan menyatakan bahwa Maria tidak berdosa dengan konsep saya pribadi diatas yang terbukti dengan test DNA ? Iman saya relevan dengan adanya test DNA zaman millennium ini.

Tidak bolehkah saya meng Imani , bahwa Bunda Maria dan Yesus adalah satu daging. Karena saya meng Imani Yesus adalah Allah Putera , maka Maria Bunda Allah.

Akhir kata saya meng Imani Tri Tunggal Maha Kudus sama dengan saya meng Imani Maria adalah Bunda Allah.

GBU all.

ini dari kamar sebelah ya…???

boleh2 saja sich membuat gelanggang baru… tapi mbok ya kasih kabar dong… saya kan di kamar sebelah nungguin jawaban atas pertanyaan extreme saya…

jarang-jarang saya ngomong extreme bahkan terkesan tidak sopan menjurus jorok bin menjijikkan…

ya sudah, kalau mau dibuat sebuah topik baru… jadi pertanyaan extreme saya tidak mau anda jawab nich? atau ada member FK yang katolik mau membantu jawab…??? ditunggu di sebelah yaaa… (Goliath menunggu dikalahkan Daud).

oh iya, satu lagiii…

jangan karena pertanyaan extreme saya, maka iman anda goyah yaaa… :frowning:

saya tidak ada keinginan kalau pertanyaan saya membuat ada yang goyah imannya atau meninggalkan Tuhan…

kalau memang tidak bisa dijawab, lebih baik dilupakan saja, dan kita anggap saja pertanyaan saya itu cuma episode nakal dalam kehidupan saya…

Gbu all…

Apakah dari Awalnya YESUS tidak berdosa ?
Semua orang yang ber -Iman pada YESUS KRISTUS, menyatakan YESUS tidak berdosa sejak awal.

Selanjutnya anda menjawab dalam hati…

Apakah YESUS tidak berdosa sejak di rahim Bunda Maria ?

Apakah darah YESUS bukan berasal dari darah Bunda Maria ?

Apakah DNA YESUS tidak sama dengan DNA Bunda Maria ?

Apakah Maria “tidak mempunyai dosa “ “Hanya” selama mengandung / selama YESUS berada di rahim Bunda Maria ?

Apakah darah YESUS yang menebus dosa manusia berupa darah beneran ? Atau hanya symbol.

Seorang yang terdidik , berpendidikan dan ber-Iman pada Kristus tidak akan memberikan jawaban dari … pertanyaan yang sangat kotor tersebut yang dibuat oleh seorang yang juga sama dengan pertanyaannya.

Silahkan saja kalau anda merasa lebih baik dengan menambahkan hal itu.

Maria adalah bunda YESUS, YESUS adalah Anak Allah. Tidak salah kalau menyebut Maria adalah bunda Allah atau bunda Tuhan (Lukas 1:43) dalam pengertian jasmani, ibu dari YESUS. Tetapi didalam roh, Maria tidak melahirkan YESUS sebagai Anak Allah.

Memang Maria mengandung dari ROH KUDUS, memang YESUS lahir dari benih yang ditaruh oleh Allah dalam rahim Maria, tetapi tidak benar bahwa sel telur Maria dibuahi oleh ROH KUDUS.

Ada batasan saat menyebut Maria sebagai Bunda Allah, sebab Maria bukan Allah yang menjelma menjadi wanita ataupun bukan juga manusia yang kemudian mendapat kemuliaan sebagai Allah. Berbeda dengan YESUS, adalah Allah sebelum dikandung oleh manusia (dititipkan dalam kandungan) dan setelah menamatkan janjiNya, Ia bangkit dan menerima kembali kemuliaan yang dimiliki sebelum Ia merendahkan diri dalam wujud manusia.

Maria adalah Bunda Allah, dimana kata Bunda menunjuk sosok manusia dan kata Allah menunjuk juga sosok manusia pula, yaitu YESUS sebagai Anak Manusia, keturunan Adam yang meremukan kepala si ular tua. Ingata YESUS itu adalah manusia seutuhnya, bukan manusia setengah Allah, juga bukan Allah setengah manusia.

Melebihkan posisi Maria setara dengan Allah sebagai pribadi Bunda, adalah salah dan sesat dalam memahami dengan benar sebuatan tradisi Maria, Bunda Allah. Kadang istilah ini menjadi kerancuhan besar saat pribadi Allah dihubungkan dengan pribadi Allah Bapa, Anak Allah dan Bunda Allah, seperti sebuah keluarga, Bapa, Anak dan Bunda. Hal ini sering menjadi olok-olok antikristus.

Tempatkan dengan benar Maria sebagai manusia yang menjadi ibu jasmani dari YESUS jasmani. Maria sebagai salah satu dari orang-orang kudus yang diteladani hidupnya. Bukan sebagai salah satu dari pribadi Allah yang memiliki kuasa dan otoritas sebagai Allah dalam posisi sebagai Ibu di Surga disamping Bapa di Surga.

Sama seperti halnya Petrus, Yakobus, Yohanes, Paulus demikian juga dengan Maria. Berikutnya umat Katholik juga meneladani orang-orang suci seperti Stanislaus, Ignatius, Damianus, Yustinus dll.

Berdoa kepada orang-orang kudus saya rasa pembahasan terpisah.

sudahlah broer, tidak usah menggunakan tameng pendidikan atas ketidakmampuan anda…

Apakah realitas kehidupan Maria sebagai wanita tidak pernah eksis di muka bumi ini?

Apakah karena kekudusan Maria, maka kodratnya sebagai wanita tidak diakui oleh Gereja Katolik?

Itu saya baru bertanya masalah kodrat Maria sebagai seorang wanita (yang pasti sebelum mencapai usia menopause juga pernah mengalami yang namanya menstruasi), dan kodrat Tuhan YESUS sebagai manusia 100% yang juga pasti buang hajat… (atau ada doktrin dalam Gereja Katolik bahwa Tuhan YESUS tidak pernah buang hajat?)

yang berdiskusi di sini pasti sudah dewasa, pasti tahu apa itu kodrat pria dan wanita… dan melihatnya dalam perspektif yang rohani dan dewasa… (entah jika anda memandangnya secara cabul, itu kembali kepada pribadi anda).

itu baru berbicara masalah kodrat manusia broer… anda sudah goyah imannya… bagaimana nanti ada pertanyaan mengenai incest antara Lot dan putri-putrinya…? yang akhirnya nanti menjadi garis keturunan Tuhan Yesus…? bagaimana kondisi iman anda…???

Makanya, dewasalah broer, jangan terus-menerus maunya susu saja…

Ini pernyataan yang menarik sekali. Hal ini memang tidak dibahas di Alkitab. Tapi bagaimanakah kita bisa memahami keunikan dari peristiwa mengandungnya Maria? Karena zigot terbentuk dari pertemuan sel sperma dengan sel telur. Jika sel telur Maria tidak dibuahi oleh Roh Kudus, apa implikasinya? Apakah karakteristik yang dibawa Maria menular kepada Yesus? Saya sedang berpikir mengenai kromosom. Apakah dalam Yesus terkandung kromosom, gen, DNA Maria jika sel telur Maria tidak dibuahi oleh Roh Kudus? Bagaimana memahami peristiwa ini? Apakah benih dari bayi Yesus itu dicangkokkan sehingga Maria hanya sebatas inang dan tidak lebih dari itu (maaf jika ada istilah yang kurang berkenan)? Mungkin yang mengerti bidang biologi bisa membantu?

Dalam Injil jelas Maria mengandung YESUS. Apakah anda ragu-2 ?. Bukan Malaikat datang lalu muncul bayi YESUS … YESUS 100% manusia , dikandung oleh Maria .( KREDO ).

Lalu anda tanya "Apakah kandungan Maria berumur 9 bulan 10 hari " dan YESUS lahir ke dunia…

Kalau aku jawab ntar dijawab “di Injil gak ada , dan gak tertulis” :char12: :huh:

Mengandung YESUS " PASTI " ada tali pusar. Sebab YESUS 100% manusia , punya darah , kulit , paru-2 , jantung dan perlu makan minum setiap hari layaknya manusia kita-kita ini.

“di Injil gak ada , dan gak tertulis” bahwa YESUS punya jantung , paru-2 , rambut. :char12: :huh:
:huh: :huh: :huh: :huh: :huh: :huh: :huh: :huh: :huh: :huh: :huh: :huh: :huh: :huh:

Saya tidak akan membahas dan tidak mau berpikir , awal mula terjadinya bayi YESUS dalam rahim. Itu kuasa Allah yang Maha besar.
Jadilah maka jadi. Kun faya Kun.

Aku percaya pada para ahli yang memeriksa Hosti menjadi darah.
Dan para ahli menyatakan bahwa benar-2 darah manusia ber golongan darah AB.
Aku percaya YESUS ber darah golongan AB.

“di Injil gak ada , dan gak tertulis” bahwa YESUS darahnya punya golongan darah sebab DIA ALLAH.
:huh: :huh: :huh: :huh: :huh: :huh: :huh: :huh: :huh: :huh: :huh: :huh: :huh: :huh:

Gak masalah ini dunia maya , hanya mengisi kekosongan waktu , emosi diredam saja hanya bisa :smiley: :smiley: :smiley: :smiley: :smiley: :smiley: :smiley: :smiley: :smiley: :smiley: :smiley: :smiley: :smiley: :smiley: :smiley: :smiley: :smiley: :smiley: :smiley: ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D
:slight_smile: :slight_smile: :slight_smile:

lebih baik ada di forum ini daripada ke web web yang membangkitkan surga dunia dengan kemaksiatannya.
:’( :’( :’( :’( :’( :’( :’( :’( :’(

@breakdance

Saya tidak ragu mengenai Maria mengandung Yesus. Yang saya pertanyakan adalah proses bagaimana Maria itu mengandung? Apakah zigot Yesus terjadi tanpa adanya pembuahan sel telur Maria seperti yang disebutkan @krispus? Atau adanya pembuahan terhadap sel telur Maria seperti yang dikatakan @roderick?

Jika tidak terjadi pembuahan sel telur Maria maka peran Maria sebatas inang – dan ada kemungkinan Yesus tidak mewarisi kromosom Maria (setahu saya kromosom itu dibawa oleh sel telur dan sel sperma).

Tapi jika sel telur Maria dibuahi maka Yesus mewarisi kromosom Maria.

Apa itu kromosom? Kromosom adalah pembawa gen, sedangkan gen adalah unit pewarisan sifat dari organisme hidup. Jika benih/zigot bayi Yesus dicangkokan ke dalam rahim Maria, maka Yesus tidak mewarisi sifat dan karakter Maria. Sehingga ada jurang yang memisahkan karakteristik Maria dengan Yesus, baik sifat maupun karakteristik fisik,

Sedangkan jika sel telur Maria dibuahi oleh Roh Kudus, maka Yesus mewarisi karakteristik Maria, baik sifat maupun karakteristik fisik.

Jika ingin dibahas apakah Yesus tidak berdosa sejak dalam kandungan atau setelah dalam kandungan → yang mengerucut pada Maria dikandung tanpa noda. Maka yang saya jadi tertarik untuk mengetahui karakteristik dosa. Apakah dosa itu diwariskan atau tidak? Setahu dosa yang diwariskan adalah dosa asal. Lalu bagaimanakah dengan dosa lain? Sebutlah seorang ayah yang pembunuh, apakah anaknya juga akan mewarisi dosa ayahnya? Jika si anak mewarisi dosa ayahnya, dalam hal apa si anak mewarisi dosa tersebut → kecenderungan untuk menjadi pembunuhkah atau beban dosa (hukuman) yang ditimpakan kepada si anak?

Oke … aku mengacu pada darah Hosti menjadi Darah di Lanciano .
Golongan darah AB. Maka Bunda Maria golongan darah AB juga.
Sebab tidak ada sperma. Kromosom sama dengan Bunda Maria.

Suami gol darah O dengan istri O , anak semuanya O. Kalau bukan O, hahha selingkuh.

Suami B istri O, anak nya bisa O dan B saja. Selain itu selingkuh …hahahah
dst …dst…

Maka saya mengimani YESUS seluruh tubuhnya berasal dari BUNDA MARIA dimulai dari darahnya.
Memang tidak dapat dibuktikan sebab darah Bunda Maria kita tidak punya dan lagi tubuh jasmani Bunda Maria juga diangkat ke Surga .

Dan saya meng Imani , YESUS dan MARIA berada di SURGA dengan tubuh jasmani.
Tubuh Jasmani YESUS saat sesudah bangkit sama dengan tubuh Jasmani Maria yg skrg berada di SURGA. Sebab MARIA diangkat ke Surga oleh Bapa sesudah ia WAFAT. Bukan saat masih hidup bernafas.

Untuk sel telur dibuahi saya merasa dengan cara “Jadilah maka Jadi” ALLAH melaksanakan tersebut.

Sekarang kita berpikir saja mengapa Sel Sperma Singa bertemu dengan sel telur Beruang tidak bisa jadi Embrio ? Ini saja kita gak bisa dipikirkan.

Kemanusiaan YESUS kalau kita percaya dari Roh Kudus , apakah tidak ada sedikitpun kesamaan dengan Bunda Maria. Apakah itu darah, kromosom , kemiripan wajah, warna kulit.

Memang kita tidak perlu berpikir warna kulit Yesus, berjenggot , berambut pirang dlsbgnya.
Yang penting kita harus YAKIN bahwa YESUS benar-2 datang dari SURGA dan skrg berada di SURGA menuggu kita.

AMIN.

Apakah anda ingin bersama NYA … Lakukan (perbuatan nyata) yang diperintah TUHAN YESUS.

Dosa asal diwariskan.
Dengan Darah YESUS yang disebut “ANAK DOMBA ALLAH yang menghapus DOSA DUNIA” maka sejak DIBAPTIS dalam nama BAPA , PUTERA dan ROH KUDUS . Dosa asal yang mempunyai iman KATOLIK , dosa asal terhapuskan ( bersih).
Setelah bersih , selama berada di dunia kita berziarah …perjalanan hidup masih panjang.
Apakah kita bisa melaksanakan perintah TUHAN ? Iman dan perbuatan
Kalau lulus masuk SURGA,
ada sedikit dosa ringan ke Purgatory ,
dosa berat ke Neraka.

Ini adalah pengadilan Khusus. Doktrin dari GEREJA KATOLIK. Sayapun meng Imaninya.

Skrg yg belum ialah Saya belum melayani Gereja dengan full time.

Dosa seorang ayah yang membunuh tidak diwariskan pada anak.
Dosa asal yang diwariskan kepada anak , dari orang tua karena kedagingan.

Maka YESUS tidak punya dosa asal , sebab orang tua nya tidak punya dosa asal.
Dosa asal diwariskan melalui daging manusia. Alkitab sering membahas apa yang dilakukan daging berdosa.
Dosa asal MARIA , dengan KUASA PENUH ALLAH dihapus / dibersihkan (SELURUH DOSA MARIA DIHAPUS), sebelum mengandung YESUS.

Sebab kalau dosa asal BUNDA MARIA ada , maka YESUS akan mendapatkan dosa asal juga.

@breakdance

Jadi Anda berpandangan bahwa sel telur Maria dibuahi oleh Roh Kudus? Sejauh-jauhnya otak saya berpikir rasanya memang mungkin terjadi jika sel telur Maria entah bagaimana kemudian berkembang menjadi zigot bayi Yesus. Atau bahasa sederhananya Allah merekayasa sel telur Maria menjadi zigot bayi Yesus.

Kendala yang saya temukan, sejauh ini, hanyalah pada permasalahan etis —> terkesan Allah “mengawini” Maria.

Tapi entahlah, mungkin saja ada orang yang telah bersiap-siap menyanggah pendapat ini.

Mengenai dosa, saya menjadi tertarik apakah Maria dibersihkan dari dosa asal saja? Ataukah Maria dibersihkan dari keseluruhan dosa? Jika Maria dibersihkan dari keseluruhan dosa berarti bagaimana dia menjalani hidup kesehariannya? Apakah ada semacam upaya pribadi untuk menghindari dosa atau ia diistimewakan Allah sehingga apa pun yang dikerjakan, dipikirkan, atau diinginkannya tidak dianggap dosa?

@Velmar,

Kisah Para Rasul 2 : 29 - 32

2:29
Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini.
2:30
Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya.
2:31
Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan.
2:32
Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.

Dari ayat kitab suci diatas, jelas bahwa Yesus (Mesias) berasal dari keturunan Daud.
sebagaimana kita ketahui bahwa baik St Yoseph maupun SP Maria, berasal dari keturunan Daud. Sementara Yesus sendiri tidak berasal dari sperma St. Yoseph, sehingga seluruhnya terhubung oleh tubuh SP Maria.
Sehingga dalam YESUS terkandung kromosom, gen, DNA Maria, yang juga merupakan turunan dari kromosom, gen, DNA Daud sesuai ayat diatas.

mengena ini, ada beberapa pendapat, salah satunya Testicular feminization syndrome

[i]
…Mary may have had a condition called testicular feminisation. Women with this condition have an X and a Y chromosome like a man, but their X chromosome carries a mutation that makes their bodies insensitive to testosterone. This leads to their developing as a female.

Genetically male, and probably sporting ambiguous genitals, Mary would have been sterile. But had she become pregnant spontaneously, her child could have inherited an intact Y chromosome.[/i]

kromosom pria XY, sementara kromosom wanita XX,
Menurut pendapat itu, kromosom Maria kemungkinan juga mengandung kromosom Y.
jadi, tanpa laki-laki pun masih memungkinkan.

semoga sedikit membantu.

Jika aku tidak keliru, rasanya aku pernah baca bahwa bukan hanya Maria yang mengalami kehamilan ajaib seperti ini. Tapi ada beberapa kasus di dunia, hanya saja sangat jarang terjadi.

Oke, back to topic. Jadi sejauh ini dari sudut pandang Katolik adalah bahwa sel telur Maria secara ajaib mengalami rekayasa dari Allah sehingga menjadi zigot bayi YESUS.

Saya menunggu argumen dari orang-orang yang membantah pendapat ini :slight_smile:

Bantah membantah… Rasanya konsep berpikir anda perlu dilutuskan. 1 Korintus 11:16, bukan kebiasaan jemaat Kristus. Perbedaan pendapat didalam Tubuh Kristus tidak dipertemukan dengan saling bantah membantah. Dasar tentang Maria mengandung dengan proses “pembuahan” atau menerima benih ilahi langsung dari Roh Kudus, keduanya tidak memiliki dasar yang kuat. Kebanyakan dari penafsiran dan andai-andai saja. Beberapa cerita diluar canon Alkitab sering kali menjadi acuhan juga. Padahal cerita yang demikian besar kemungkinannya telah tercampur dengan berbagai unsur dan persepsi yang diceritakan dari generasi ke generasi.

Jika ada yang merasa sel telur Maria “dibuahi” oleh Roh Kudus, silahkan menyampaikan argumentasinya. Jika ada yang merasa benih Allah itu ditaruh dalam rahim Maria oleh Roh Kudus, silahkan didengarkan. Biarlah semua pendapat saling memperkaya pengertian kita dan mempertajam toleransi kita atas varian dari ajaran gereja.

Saya pribadi merasa lebih condong sepakat dengan pemikiran Allah menaruh benih ilahiNya didalam rahim Maria lewat karya Roh Kudus. Jika kita mencoba berbicara tentang DNA dan Kromosom, tentang gen dan zygot, maka bukan sesuatu yang mustahil Allah menjadikan Yesus dari tidak ada menjadi ada (tentang tubuh). Sehingga Yesus memiliki DNA dan gen yang tidak diwariskan dari Maria, karena bukan zygot hasil pertemuan sel telur dengan sperma. Menempatkan Maria lebih tinggi dari yang lainnya, memaksakan untuk memasukan unsur sel telur Maria dalam proses terbentuknya zygot Yesus. Secara biologi Yesus akhirnya menjadi separuh unsur manusia dari Maria dan separuhnya unsur ilahi dari Roh Kudus. Separuh gen Yesus adalah dari Maria yang juga membawa karakter dan sifat bawaan dari Maria. Bagi saya hal ini menempatkan Yesus bukan sebagai sesuatu Yang Kudus dari Allah, tetapi sesuatu yang ajaib oleh Allah.

Jika bicara hal rohani. Bukan sebuah kebetulan Yesus disebut Adam Terakhir. Sebab Yesus lahir dari benih yang diciptakan Allah, sama seperti Adam, dari tidak ada menjadi ada (tubuh). Bukan zygot yang membawa DNA Adam lagi yang diwariskan lewat sel telur Maria.

Saat Yesus terlahir, ia tidak membawa dosa asal, sebab Yesus tidak membawa DNA Adam dalam dagingNya. Karena itu Yesus disebut Anak Domba Allah yang tak bercacat cela. Yesus mati dikayu salib bukan menanggung sebagian dosanya yang diwariskan Adam dan juga dosa umat manusia, sebab nubuat para nabi menuliskan Ia yang tidak berdosa menanggung dosa umat manusia. Jadi bagaimana mungkin Yesus menebus dosa jika Ia sendiri memiliki dosa asal yang diwariskan dari Adam?

Secara singkat konsep dasarnya adalah demikian. Secara detilnya panjang dan lebar, capek nulisnya.

Semoga menambah wawasan.

Sebenarnya malas bagi saya menaggapi diskusi anak kecil yang mengomentari kata perkata dan akhirnya menjadi debat kusir atas kata perkata yang panjang, tak berujung dan melebar kemana-mana.

Satu hal yang menurut saya merasa perlu saya tanggapi adalah soal Maria yang tidak melahirkan Yesus didalam roh.

Dalam dunia ini ada perkara jasmani dan perkara rohani. Maria melahirkan Yesus secara jasmani, Yesus jasmani adalah Yesus sebagai manusia, bukan sebagai Tuhan. Ia menjadi anak, remaja dan dewasa sama seperti kita, bukan sama seperti anak dewa. Yesus makan, minum, dididik, diajar, jatuh dan berdiri, sakit dan juga sedih, gembira, tertawa sama seperti kita.

Secara roh Yesus tidak dilahirkan oleh Maria, Ia adalah Firman yang menjelma menjadi manusia. Secara roh Yesus dilahirkan oleh Allah, karena itu Yesus disebut Anak Allah. Roh Yesus datang dari Allah kedalam dunia ini, bukan datang dari Maria. Kita dilahirkan baik secara jasmani dan roh oleh ayah dan ibu kita. Tetapi tidak dengan Yesus. Seperti halnya berbicara tentang dilahirkan kembali kepada Nikodemus, perkara rohani tidak dapat dibayangkan secara jasmani. Ada perkara jasmani juga ada perkara rohani. Maria memang melahirkan Yesus (sebagai manusia), tetapi bukan melahirkan Allah.

Berbahagialah mereka yang dapat memahaminya.

@krispus

Masalah “bantah-membantah” saya rasa kita cuma berbeda dari segi bahasa. Intinya saya sangat menantikan sanggahan atau pendapat yang berbeda dari yang sudah diutarakan oleh orang-orang Katolik di sini.

Sejauh ini yang menurut saya menarik dan patut diperhitungkan dalam argumen-argumen yang sudah dilontarkan di sini adalah :

Pernyataan bro @calvin_fabian yang menyebutkan bahwa Yesus disebut sebagai anak Daud. Di mana gelar anak Daud ini bisa didapat entah dari Yusuf atau Maria (karena keduanya sama-sama keturunan Daud). Hanya saja dalam Mrk. 6 : 3a disebutkan bahwa :

“Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas, dan Simon?”

Sekalipun begitu ada sanggahan bahwa gelar “keturunan Daud” yang diterima Yesus diwariskan dari Yusuf (sekalipun Dia bukan anak biologis dari Yusuf). Kenapa? Karena budaya patriarki dalam masyarakat Yahudi. Itu sebabnya dalam Injil Matius (Injil untuk orang-orang Yahudi) silsilah Yesus dirunut hingga “ayah angkatnya”, Yusuf. Sebutan anak Maria dalam Injil Markus tersebut merupakan hinaan orang-orang Nazaret itu, bahwa dalam budaya patriarki (di mana seorang anak diperhitungkan berdasarkan nama ayahnya), Yesus dipanggil “anak Maria” → menunjukkan kontroversi mengenai asal-usul-Nya.

Dan sejujurnya, klaim bahwa Yesus merupakan keturunan Daud karena Dia adalah anak Maria belum menjelaskan terperinci bahwa Yesus benar-benar anak biologis Maria.

Kalau saya pribadi, otak saya baru nyandak ke pemikiran bahwa zigot bayi Yesus merupakan rekayasa Allah atas sel telur Maria.

Sedangkan argumen lain yang menarik adalah dari @krispus, yaitu bahwa kondisi “nihil dosa” yang disandang Yesus adalah karena Dia bukan dari benih manusia, melainkan Roh Kudus (dan murni Roh Kudus – bukannya pencampuran antara benih Maria dan Roh Kudus). Jadi, sekali lagi, kondisi “nihil dosa” yang disandang Yesus adalah karena Dia lahir secara murni dari Roh Kudus tanpa ada pencampuran dari manusia mana pun, termasuk Maria.

Berikutnya yang perlu dibahas adalah karakteristik dosa itu sendiri, khususnya dosa asal. Ada yang menyebutkan bahwa dosa asal merupakan “tabiat atau kecenderungan untuk berbuat dosa”. Ada trit yang membahas mengenai dosa asal :

Dan salah satu member ada yang menyebutkan bahwa Yesus tetap memiliki natur atau kecenderungan untuk berbuat dosa ini tapi Dia memilih untuk tidak berbuat dosa (memiliki dosa asal tapi tidak membiarkan diri-Nya melakukan dosa perbuatan/dosa aktual) :

Apakah pernyataan ini sejajar dengan :

“Sebab Imam Besar (Yesus Kristus) yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.” (Ibr. 4 : 15)

Dari mana dan kapankah pencobaan itu datang kepada-Nya? Apakah frasa ini menunjuk pada peristiwa pencobaan di padang gurun? Jika ya, maka pencobaan itu dari Iblis dan ini sejajar dengan :

Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” (2 Kor. 5 : 21)

Frasa “Dia yang tidak mengenal dosa” dalam surat Paulus kepada jemaat di Korintus meruntuhkan argumen bahwa Yesus bukan saja memilih untuk tidak berbuat dosa tetapi bahkan Ia tidak memiliki natur atau kecenderungan atau godaan-godaan untuk berbuat dosa.

Tapi jika frasa dalam surat Paulus ini merujuk pada kondisi sang Firman sebelum Ia berinkarnasi menajdi manusia Yesus, sehingga konteks kalimat selanjutnya (“telah dibuat-Nya menjadi dosa”) merupakan penjabaran bahwa manusia Yesus juga menanggung dosa asal atau tabiat dosa atau kecenderungan berdosa atau godaan untuk berdosa, hanya saja Ia memilih untuk tidak melakukan-Nya.

Sehingga Yesus bersih dari dosa aktual (dosa perbuatan) tapi tetap mengalami kuk dosa asal, yaitu godaan untuk berbuat dosa.

Intinya, untuk membedah status Yesus yang bersih dari dosa, yang berimplikasi pada konsep Maria dikandung tanpa noda dosa karena ia mengandung Anak Allah (Allah sendiri) perlu dipahami dosa dan natur dosa. Sehingga permasalahannya bukan pada taraf biologis tapi juga filosofis.

Silahkan berdiskusi. Saya nyimak aja (secara saya gak se-master itu :tuzki10:)

Saya tidak berpandangan seperti itu … Saya berpandangan Jadilah maka Jadi.

Kendala yang saya temukan, sejauh ini, hanyalah pada permasalahan etis ---> terkesan Allah "mengawini" Maria. -> itu pandangan Anda terserah.

Jadilah maka akan Jadi. Kun Fa Ya Kun …

Mengenai dosa, saya menjadi tertarik apakah Maria dibersihkan dari dosa asal saja? Ataukah Maria dibersihkan dari keseluruhan dosa? Jika Maria dibersihkan dari keseluruhan dosa berarti bagaimana dia menjalani hidup kesehariannya? Apakah ada semacam upaya pribadi untuk menghindari dosa atau ia diistimewakan Allah sehingga apa pun yang dikerjakan, dipikirkan, atau diinginkannya tidak dianggap dosa?

Iman saya mengatakan Maria dibersihkan dari keseluruhan dosa.
Dan Bunda Maria sama dengan YESUS tidak melakukan / berbuat dosa sampai wafat.
Maka Jiwa dan Raga nya diangkat ke Surga.

Dosa Adam adalah melanggar satu-satunya hukum Allah ditaman Eden. Karena itulah maka kematian datang kepada Adam. hari itu juga (waktu Allah) dihadapan Tuhan, Adam mati. Tetapi oleh anugrah Tuhan, ia diperkenan memiliki keturunan, dimana kelak keturunannya tersebut akan diselamatkan dari maut.

Kita tidak diciptakan Allah dari debu tanah. Kita terlahir dari darah dan daging Adam, membawa segala dosa dan akibat dosa dari Adam sebagai bagian dari tubuh Adam. Sama seperti Adam pertama, YESUS datang kedunia sebagai Adam Terakhir, yang bukan dilahirkan dari darah dan daging Adam tetapi diciptakan dari benih ilahi melalui perawan Maria. Mengapa Allah memakai perawan? Bukan sedang membuat atraksi sulap, tetapi untuk menunjukan bahwa YESUS terlahir bukan dari benih manusia, tetapi dari banih Allah. Sebagai Adam Terakhir, YESUS membawa anugrah dan kehidupan kedalam dunia. Sama seperti didalam daging kita adalah bagian dari tubuh Adam yang berdosa dan menanggung akibat dosa, maka secara roh kita menjadi bagian dari Adam Terakhir yang menghidupkan, yang bukan terdiri dari tubuh yang berdosa, baik oleh dosa Adam juga oleh dosa YESUS sendiri sebagai Adam Terakhir.

Pada waktu itu orang tidak akan berkata lagi: Ayah-ayah makan buah mentah, dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu,

melainkan: Setiap orang akan mati karena kesalahannya sendiri; setiap manusia yang makan buah mentah, giginya sendiri menjadi ngilu.

Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah Firman Tuhan, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda,

Yeremia31:29-31

Dosa asal bukan keinginan berbuat dosa saja, tetapi secara harafiah, daging kita berhubungan dengan daging Adam, secara keren, DNA kita adalah bagian dari DNA Adam, kita bukan manusia yang diciptakan dari debu dan tanah, tetapi manusia yang menjadi bagian dari Adam. Dihadapan Allah, kita adalah dagingnya Adam. Karen itu gereja Katholik mengimani semua manusia yang lahir telah berdosa, karena daging yang dibawanya bukan daging baru yang dari debu tanah.