arti tinggal diam

Hallo semua. Saya member baru pada forum ini. Saya ingin menanyakan tentang arti/ maksud dari tinggal diam.
Ada ayat yang mengatakan kurang lebih seperti ini: “Dalam tinggal diam dan percaya terletak kekuatanmu.” Apa sih arti tinggal diam di sini? Apa kita tidak melakukan apa pun juga dan menunggu Tuhan menolong kita?
Saya jadi ingat cerita yang kurang lebih seperti ini:
Ada seseorang yang kampungnya kebanjiran. Orang ini diajak ngungsi sama temannya tapi tidak mau. Alasannya adalah menunggu Tuhan menolong dirinya. Banjir meninggi, dia naik ke atap. Tim SAR datang dengan perahu untuk mengungsikannya, tapi dia menolak juga. Alasannya tetap menunggu Tuhan untuk menolongnya. Banjir hampir merendam dirinya. Helikopter datang untuk mengevakuasi dirinya. Ia tetap menolak. Alasan yang sama. Akhirnya dia mati. Di akhirat dia ketemu sama Yesus. Dia protes sama Yesus kenapa dia enggak ditolong. Yesus jawab bahwa Ia sudah berusaha menolong si orang itu, tapi dia enggak mau.
Sekarang tentang situasi yang saya hadapi. Selama beberapa tahun ini semua yang saya kerjakan selalu membentur dinding. Semuanya gagal.
Pertanyaannya: Apa saya harus diam dan menanti tanpa melakukan apa pun? Atau bila saya merasa ada kesempatan yang mungkin jalan bagi saya, apa saya harus mengambilnya? Masalahnya, saya sudah mencoba berbagai hal untuk ke luar dari situasi ini tapi selalu gagal.
Thanks untuk jawabannya.

dalam alkitabpun ada, cerita saul yang diam saja saat goliat menantangnya, beda dengan daud yang mau melangkah dengan iman. Melangkah dengan imanpun tetap perlu hikmat, terbukti Daud mengambil batu tidak hanya satu tapi beberapa.
tinggal diam yang dimaksud adalah loyal kapada Yesus, tidak kemana2.

Tinggal diam yang dimaksud di ayat tersebut adalah seperti Maria yang diam di kaki Yesus untuk mendengarkan FirmanNya. Duduk dekatNya, tangkap perkataan2Nya, percaya dengan perkataan2Nya

Jadi kalau ada masalah dalam hidupmu coba berdoa, duduk dekat Tuhan, tinggal tenang, dan percaya FirmanNya, disitulah letak kekuatanmu.

Ilustrasi yang kamu berikan itu benar, namun orang itu maunya ditolong Tuhan dengan cara yang ada di otaknya dia, dengak kata lain dia memaksaka kehendaknya sendiri kepada Tuhan, kan repot kalau sampe Tuhan harus kirim UFO untuk jemput dia di tengah banjir, sedangkan ada saudara2 seiman di sekitar kita yang bisa dipakai Tuhan untuk menolong kita.

Mungkin yang ingin anda bahas ayat ini:

Ratapan 3:26, “Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.”

Jika benar itu yang dimaksudkan, maka kita harus melihat dalam keadaan apa nasihat itu diberikan. Berikut ayat selanjutnya yang akan membantu kita memahami maksud ayat diatas.

26 Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.
27 Adalah baik bagi seorang pria memikul kuk pada masa mudanya.
28 Biarlah ia duduk sendirian dan berdiam diri kalau TUHAN membebankannya.
29 Biarlah ia merebahkan diri dengan mukanya dalam debu, mungkin ada harapan.
30 Biarlah ia memberikan pipi kepada yang menamparnya, biarlah ia kenyang dengan cercaan.
31 Karena tidak untuk selama-lamanya Tuhan mengucilkan.
32 Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya.

Nasihat itu adalah saat hidup didalam tekanan, didalam keadaan yang berat, maka nasihat kitab Ratapan adalah berdiam dirilah dan carilah TUHAN, jangan cari kehendak kamu sendiri. Yesaya 55:6 menuliskan, “Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!”, menasihati kita agar kita bertekun dalam doa dan memohon belas kasihan TUHAN, bukan sebaliknya, Amsal 19:3 mencatat, “Kebodohan menyesatkan jalan orang, lalu gusarlah hatinya terhadap TUHAN.”. Banyak orang dalam himpitan dan kesusahan malah menjadikan Allah musuhnya dan membenciNya, padahal saat itu kita diharapkan merendahkan diri dan mencari kehendakNya.

Demikian janji TUHAN yang ditulis Mazmur 50:15, “Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku.”. Carilah kehendakNya, rendahkan dirimu saat kesukaran besar itu mendatangi kamu, saat beban hidup itu terasa berat bagimu. Itulah maksud kata “menanti dengan diam pertolongan TUHAN”, kata diam disini bukan artinya tidak berkata-kata atau tidak berbuat apa-apa, tetapi menaklukan diri kita sendiri, menenangkan diri kita, dan menundukannya kepada kehendak Allah.

Ayat selanjutnya juga disebutkan tentang memilik kuk, artinya jalani kehidupan itu apa adanya, dengan segala daya dan kemampuan kita hadapi. Tetapi ingatlah bahwa Tuhan punya kehendak atas apa yang dialami anak-anakNya. Carilah kehendakNya maka kamu akan disegarkan dan ditunjukanNya jalan kesukaan.

yang ini ya??
Yesaya 30: 15
Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.” Tetapi kamu enggan,

melihat konteksnya adalah teguran kepada Israel yang tidak mengandalkan Tuhan tetapi kepada Mesir (lambang dunia)
tinggal diam = berserah kepada Tuhan
tinggal tenang = percaya bahwa Tuhan akan memberi pertolongan

thanks untuk jawaban rekan-rekan semua.
Pertanyaan saya, jadi bagaimana kalau ada kesempatan yang muncul? haruskan diambil atau tidak? akui saja, seberapa sering kita mendengar suara Tuhan? kita tidak tahu apakah kesempatan ini jalan dari-Nya atau tidak.

ada masalah tidak boleh diam terus, harus cari solusi untuk selesaikan masalah, jka sendiri tidak tahu solusi maka bicara kepada keluarga orangtua saudara teman untuk bantu cari solusi, jika manusia tidak tahu solusi, maka doa bicara kepada TUHAN bantu cari solusi selesaikan masalah, jika TUHAN diam maka intropeksi perbaiki diri, jika TUHAN belum jawab maka sabar tunggu jawaban TUHAN dan doa terus, jika TUHAN bicara maka dengarkan lakukan sesuai kehendak TUHAN.

awas hati2 jangan salah dengar. manusia tidak sempurna bisa salah lihat salah dengar salah pikir salah kata salah buat. harus selidiki dulu apakah itu suara siapa? suara sendiri? atau suara setan? atau suara TUHAN?

bagaimana bisa tahu itu benar suara TUHAN ? :slight_smile:

Kata Rasul Paulus … Tuhan tidak mencobai manusia tetapi keinginannya sendiri yg membawanya masuk kedalam “pencobaan” …… Siapa suruh masuk kedalam Lautan penuh Gelombang kalau tidak mengerti kata2 BIJAK :

“Laut yg TENANG tidak pernah menghasilkan Pelaut yg Tangguh”.

Kegagalan adalah Kesuksesan yg TERTUNDA !

Pengalaman adalah Guru yg BAIK ! Orang yg GAGAL masih lebih baik daripada orang yg tidak pernah mencoba !

Jangan selalu terpaku pada Satu Pintu yg TERTUTUP, luaskanlah pandanganmu untuk melihat masih banyak Pintu2 lain yg TERBUKA !