Arus Hayat

Dianiaya namun Memberitakan Injil
Kisah Para Rasul 11:19-20
Sementara itu banyak saudara-saudara telah tersebar karena penganiayaan…Akan tetapi di antara mereka ada beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang tiba di Antiokhia dan berkata-kata juga kepada orang-orang Yunani dan memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan.

Ayat Bacaan: Kis. 1:8; 8:4; 11:19-21; 2 Tim. 4:2

Sesudah Stefanus di hukum mati, di Yerusalem terjadi penganiayaan terhadap orang-orang beriman. Karena penganiayaan ini, mereka menyebar dari Yerusalem ke tempat lain dan melakukan perluasan Injil (Kis. 8:4; 11:19-20) untuk menggenapkan perkataan Tuhan dalam Kisah Para Rasul 1:8. Ini adalah keadaan yang luar biasa. Seharusnya mereka dalam keadaan yang sedih, penuh tekanan, dan ketakutan. Namun keadaan yang mereka alami itu tidaklah menghentikan mereka dalam memberitakan Injil. Mereka selalu memberitakan Injil baik atau tidak baik waktunya (2 Tim. 4:2a).
Jika kita merenungkan kembali apa yang mereka alami, maka kita akan menyadari bahwa kaum beriman yang tersebar ini sebenarnya bisa memilih kehidupan yang lebih baik. Mereka bisa saja hidup seperti orang-orang pada umumnya, mencari nafkah, menghidupi keluarganya, dan mulai membangun masa depannya. Namun mereka tidak memilih jalan yang demikian. Mereka lebih memilih kehidupan yang sulit bagi Tuhan. Sebab saat itu penganiayaan terus berlanjut. Jika mereka terus memberitakan Injil, maka mereka mungkin saja akan mengalami apa yang dialami oleh Stefanus. Akan tetapi karena kesetiaan mereka terhadap Injil, maka tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan (Kis. 11:21).
Saudara-saudari, maukah kita mengalami tangan Tuhan yang menyertai kita di dalam hidup kita? Jika kita mendambakan tangan penyertaan Tuhan, maka kita perlu setia dalam memberitakan Injil. Hari ini kita mungkin tidak akan mengalami penganiayaan seperti kaum beriman dalam Kisah Para Rasul. Karena itulah kita harus lebih setia. Janganlah membiarkan pekerjaan, keluarga, atau hobi kita membuat kita tidak memberitakan Injil. Kita harus menjadi orang-orang yang keluar memberitakan Injil. Jika kita tidak dapat pergi setiap hari, kita harus pergi paling sedikit sekali seminggu. Setiap orang dapat melakukan ini. Paling sedikit satu malam atau satu siang dalam setiap minggu, kita harus keluar. Kita harus terlebih dulu pergi ke “Yerusalem” kita, yang berarti kita harus pergi mengunjungi sanak keluarga kita. Kemudian kita harus pergi ke Yudea, ke Samaria, dan akhirnya ke ujung bumi (Kis. 1:8).