Ask about glossolalia

[url=http://www.youtube.com/watch?v=pB35Eije7yA]

Apa itu glossolalia ?
Siapa penemu glossolalia ?
bagaimana cara untuk melakukan glossolalia ?
apa bedanya kesurupan, kejang kejang, dengan “glossolalia”?

trims :slight_smile: no offense yah, sekedar ingin tahu aja

Glossolalia, atau Bahasa Lidah, berasal dari kata Yunani “γλώσσα” (glossa), “lidah” dan “λαλώ” (lalô), “berbicara”.

Glossolalia adalah suatu ucapan atau ungkapan, yang pengertiannya tergantung pada si pendengar dan konteksnya, bisa sebagai bahasa asing (xenoglossia), bisa sebagai suku-suku kata yang tampak tidak berarti, atau sebagai bahasa yang tidak dikenal; di mana ucapan/ungkapan ini biasanya muncul sebagai bagian dari penyembahan religius (glossolalia religius).

Sementara Glossolalia semakin tersebar luas dan didokumentasikan dengan baik, terjadi perdebatan serius di antara komunitas-komunitas religius (khususnya Kristen) dikarenakan status glossolalia itu sendiri.
Glossolalia tercatat dalam Kitab Injil Kristiani dan dipraktikkan oleh beberapa denominasi Kristen dan kaum Kristen kontemporer. Namun demikian, konsep-konsep glossolalia/bahasa Roh sebagai “bahasa-yang-diilhami-Allah” maupun bahasa Roh sebagai “praktik Kristiani yang relevan/sah” belum diterima secara universal.

Di Indonesia, kata glossolalia ditemukan di Alkitab sebagai “bahasa roh”. Walaupun demikian, sering juga disebut sebagai “Bahasa Lidah” maupun “berbicara dalam lidah asing”.
Dalam Perjanjian Baru, kitab Kisah Para Rasul menceritakan peristiwa “Pentakosta”, di mana “lidah-lidah api” hinggap pada para orang percaya dan dilanjutkan secara ajaib mereka mulai berkata-kata dengan bahasa-bahasa lain.

Kitab Kisah Para Rasul (2:1) menggambarkan fenomena “penerjemahan mujizat”, di mana ketika Para Rasul sedang berbicara, orang-orang dari berbagai belahan dunia yang hadir mendengar mereka berbicara dalam bahasa mereka sendiri. Di lain pihak, beberapa pengulas mengajarkan bahwa kasus Biblikal ini merupakan contoh dari xenoglossia religius, yakni berbicara secara ajaib dalam bahasa-bahasa asing yang tidak dikenal oleh si pembicara itu sendiri.
Beberapa lagu himne Ortodoks mengenai Hari Raya Pentakosta, yang memperingati peristiwa di Kisah Para Rasul ini, menggambarkan hal ini sebagai pembalikan dari kejadian Menara Babel (Kejadian 11). Dengan kata lain, bahasa umat manusia yang dikacaubalaukan dalam peristiwa Menara Babel direunifikasikan dalam peristiwa Pentakosta, yang menghasilkan penyebaran Injil bagi orang-orang yang sedang berada di Yerusalem dari berbagai negara.

Bersambung…>>

Sambungan… >>>
Di bagian lain Perjanjian Baru versi terjemahan King James (King James Version, KJV, terjemahan tahun 1611 Masehi, atas penugasan Raja James I dari Inggris), terdapat kata “unknown tongue” (“lidah asing”) dalam 1 Korintus 14:2. Dari hasil penelitian sarjana Alkitab, kemudian kata “unknown” (“asing”) ini dituliskan dengan huruf miring (italics), yang menandakan bahwa kata tersebut sedianya tidak terdapat dalam manuskrip aslinya dalam Bahasa Yunani. Para penerjemah KJV memasukkan kata “lidah asing” ini dalam hasil terjemahannya. Dalam Alkitab Terjemahan Baru (LAI), kata-kata ini diterjemahkan sebagai “bahasa roh” (dengan “roh” huruf kecil).

Bahasa roh, menurut Paulus:

  • berkata-kata kepada Allah; bukan kepada manusia; oleh Roh mengucapkan hal-hal yang rahasia, dan tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya (1 Kor 14:2)
  • orang yang berkata-kata dalam bahasa roh membangun (memperbaiki) dirinya sendiri (1 Kor 14:4)
  • merupakan doa yang dilakukan oleh roh (1 Kor 14:14)
  • merupakan bahasa pengucapan syukur yang sangat baik (1 Kor 14:16-17).

Tulisan Paulus lainnya menyatakan juga beberapa hal:

  • Paulus meminta jemaat agar “jangan melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh” (1 Kor 14:39),
  • dan bahwa ia berharap jemaat semua “berkata-kata dengan bahasa roh” (1 Kor 14:5),
  • dan bahwa ia “berkata-kata dalam bahasa roh lebih dari pada kamu semua” (1 Kor 14:18).

Sekalipun demikian, Paulus meminta agar jemaat berlaku bijak dalam berbahasa roh, karena bila dalam suatu ibadah setiap orang berkata-kata dalam bahasa roh, maka orang-orang yang tidak percaya bisa mengatakan mereka “gila” (1 Kor 14:23).

Alkitab juga mencatat gambaran akan tata cara ibadah berkaitan dengan bahasa roh:

  1. Jika dalam suatu ibadah sepenuhnya diwarnai oleh bahasa roh, maka orang lain tidak dapat mengerti apa yang dikatakan (1 Kor 14:11)
  2. Karunia-karunia Roh harus diusahakan untuk dipergunakan membangun Jemaat (1 Kor 14:12)
  3. Siapa yang berkata-kata dalam bahasa roh, haruslah berdoa agar diberikan juga karunia untuk menafsirkannya (karena bila berdoa dalam bahasa roh, maka roh yang berdoa, dan akal budi tidak ikut berdoa) (1 Kor 14:14)
  4. Oleh karena itu, dalam suatu ibadah/pertemuan Jemaat, Paulus menyarankan agar didominasi dengan penggunaan bahasa yang dimengerti oleh semua orang (1 Kor 14:19)
  5. Jika ada yang berkata-kata dalam bahasa roh, haruslah ada yang dapat menafsirkannya (1 Kor 14:27).

Penemu Glossolalia adalah Roh Kudus sendiri yang ada dalam diri kita.
Glossolalia tidak dapat diajarkan begitu saja, tetapi saat kita menerima karunia Roh Kudus dalam hidup kita dan namanya juga karunia, tentu harus diminta kepada Tuhan
Jelas sangat berbeda antara kesurupan, kejang2 dengan glossolalia, karena glossolalia itu bukanlah kesurupan, dan bukan pula kejang2, tetapi berkata-kata dalam bahasa roh.
Demikian…
Shalom elohim…

Diawali
Yesaya 28:11 (TB)
Sungguh, oleh orang-orang yang berlogat ganjil
dan oleh orang-orang yang berbahasa asing
akan berbicara kepada bangsa ini

Dijanjikan
Markus 16:17 (TB)
Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,

Diteguhkan
1 Korintus 14:22 (TB)
Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.

Digenapkan
Kisah Para Rasul 2:4 (TB)
Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Catatan: Dalam kisah Pentakosta dalam Kisah Para Rasul 2:1-13, ada dua karunia bahasa Roh yang diberikan, satu karunia berbahasa lidah dan satu lagi karunia menafsirkan/menterjemahkan bahasa lidah keberbagai bahasa manusia (1 Korintus 14:13).

kalo ngelakuinnya secara ga sadar, berarti ga bisa dipelajari atau diajari ?

apakah bahasa roh wajib mutlak dimiliki atau “dikuasai” oleh pengikut kristus ?

status maksudnya ? apa glossolalia ilegal ? tapi kalo udah tertulis di alkitab, kenapa ada yang kontra ?

Saat kita dipenuhi oleh Roh Kudus tentunya dan meminta karunia itu ya bisa jadi kita dengan sendirinya bisa berbahasa roh, Ingat bahwa Bahasa Roh atau Bahasa Lidah itu adalah karunia, karunia ga bisa diajarkan dan juga diajari, namanya juga karunia sob.

bahasa roh tidak wajib atau mutlak dimiliki oleh pengikut Kristus, seperti awal tadi itu hanya karunia saja. rasanya hal ini sudah ada di treat sebelumnya deh. mungkin kalo sobat simak trus treat2 di FK ini pasti ada tuh treat mengenai Bahasa Roh beserta perdebatannya didalam Forum ini.
:happy0025: :happy0025:

Status disni tidak selalu disangkut pautkan dengan ilegal atau legal, menikah atau single, tetapi status disini bermakna “penetapan” karena walaupun tertulis dalam Injil tetapi masih ada denominasi gereja yang masih belum menerima hal tersebut begitu mksdnya sob…

ada yg menganggap bahasa roh dan nubuatan sdh berakhir,
itu mengacu pada ayat dlm I Kor.13:8-10
13:8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.
13:9 Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.
13:10 Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap
Karena menganggap bahwa yg sempurna itu adalah kanonisasi Alkitab,
sedangkan yg menganggap karunia2 itu masih ada krn menganggap bahwa yg sempurna itu adalah Kristus yg datang pd kali kedua.
Disitulah letak perbedaan pemahamannya tt bahasa roh & nubuatan.
GBU

TIDAK
Bahasa Roh tidak memiliki kosa kata, gramatika dan tidak bisa dipelajari.
Juga bukannya ga sadar, tetapi sadar. Kalau ga sadar artinya kesurupan. Kalau sadar artinya karunia ROH KUDUS.

apakah bahasa roh wajib mutlak dimiliki atau "dikuasai" oleh pengikut kristus ? status maksudnya ? apa glossolalia ilegal ? tapi kalo udah tertulis di alkitab, kenapa ada yang kontra ?
TIDAK Sebab karunia iti diberikan oleh ROH KUDUS atas kehendakNya, sesuai apa yang dianggap ROH KUDUS diperlukan bagi jemaat maupun bagi pribadi masing-masing.

1 Korintus 12:11
Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.

Kontra yang terjadi diawali dari pemikiran bahwa Bahasa Lidah itu adalah tanda mutlak seorang telah dibabtis oleh Roh Kudus oleh gerakan Pentakosta awal.