ask about nun

ane nonton film sister act 1 sister act 2, disana menceritakan tentang kehidupan seorang nun

ane lihat kamar 1 nun itu cuma ada ranjang, maksudnya, ga ada listrik, ga ada internet, ga boleh maen HP, benar benar “primitif”

mengapa demikian ? apa ini melanggar HAM ?

@TS

Anda belum melihat kenyataannya, bro. Itu yang tergambar di film.
Kenyataannya, anda tidak tahu apakah kasur di atas ranjang itu empuk atau keras, apakah makanan yang mereka santap sehari hari enak atau sangat sederhana.
Supaya tahu, tidak ada paksaan bagi seseorang untuk menjadi pastor, bruder atau biarawati. Tetapi aneh kan, kalau kehidupan mereka begitu ‘menderita’ mengapa ada orang yang mau dengan sukarela bersedia menjadi seperti mereka?

Itulah iman, sma seperti para rasul dan murid Jesus, mereka tahu dengan kematian Jesus, beikutnya adalah giliran mereka yang akan disiksa dan dibunuh. Koq mereka mau, ya?

Sekarang, kita tinggal menjalani iman kita yang seolah tanpa ‘ancaman’, koq sepertiny berat ya? Hanya sekedar mengaku sebagai Kristen saja koq ‘malu’, hanya sekedar hidup jujur dan setia pada pasangan saja koq ‘sulit’, hanya sekedar tidak nyontek saja koq ‘sulit’, hanya sekedar berdagang secara jujur koq ‘sulit’ dan segala macam tantangan yang ada. Mari kita renungkan sendiri.

Syalom

Mereka tidak menderita dan tidak merasa ada masalah dengan kondisi kamarnya, sebab hidupnya untuk Tuhan dan sesama, tidak untuk dirinya sendiri. Jadi mulailah dari memahami hatinya bukan kamarnya…

nanya lagi, pastor/uskup (gatau yang mana) ga menikah ya ?

ane pernah baca tentang “berkembang biak dan beranak cuculah”

pencerahannya gimana ni ?

Sepertinya anda salah kamar, nanya masalah hidup selibat di thread ini, karena sudah pernah di bahas.

Mudahnya, bisa anda pelajari dari ayat ayat ini saja ya :

1Kor 7:1 Dan sekarang tentang hal-hal yang kamu tuliskan kepadaku. Adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak kawin,

1Kor 7:8 Tetapi kepada orang-orang yang tidak kawin dan kepada janda-janda aku anjurkan, supaya baiklah mereka tinggal dalam keadaan seperti aku.

1Kor 7:37 Tetapi kalau ada seorang, yang tidak dipaksa untuk berbuat demikian, benar-benar yakin dalam hatinya dan benar-benar menguasai kemauannya, telah mengambil keputusan untuk tidak kawin dengan gadisnya, ia berbuat baik.

1Kor 7:38 Jadi orang yang kawin dengan gadisnya berbuat baik, dan orang yang tidak kawin dengan gadisnya berbuat lebih baik.

Semoga tercerahkan.

Syalom

hmmmm… rasanya di alkitab sudah jelas… saya bukan katolik… namun saya mengerti tentang pilihan bebas manusia untuk selibat seperti paulus… yaitu untuk mengabdikan diri sepenuhnya untuk melayani TUHAN… mungkin maksud dari TS adalah yang berhubungan dengan HAM atau manusiawikah keadaan mereka…??? itu sekali lagi adalah aturan yang harus dijalankan… orang itu memiliki kehendak sendiri untuk selibat dan orang itu memiliki kehendak sendiri untuk memakai tata cara KATOLIK maka… apapun yang menjadi aturan didalamnya harus dijalani… bagi saya keadaan mereka begitu karena untuk memberi pengertian dan kesadaran akan halnya keduniawian bahwa itu semua adalah semu… yah mirip2 biksu… tidak begitu berbeda jauh… kecuali bila orang itu dipaksa untuk selibat… itu adalah hal lain lagi…

Betul, menjadi seorang romo Katolik ataupun biarawati Katolik, adalah panggilan hati, tidak ada paksaan untuk itu. Jika seseorang merasa terpanggil, dan ingin sepenuh jiwa raga melayani Tuhan, ia akan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan dengan hidup selibat. Menyangkal dirinya dan melayani Tuhan dan sesama sepenuhnya.

Kalau seseorang tidak sanggup bagaimana, tinggal lepas jubah, dan hidup sebagai umat biasa di tengah masyarakat. Mudah dan tanpa paksaan.

Syalom

di vatikan sana, nun di sangat di proteksi yah ? mengapa demikian ?

soalnya di film sister act itu, dia menghindar dari buronan, dan menjadi nun :smiley:

Kya nya korban film ya bro?? :rolleye0014:

Idem… sepikir bro.

Kalau mengenai kisah dalam film, ada baiknya anda bertanya langsung kepada pengarang ceritanya, bro. Kalau saya, karena kebetulan tidak berkecimpung dalam dunia film, kita bicara yang nyata nyata saja lah.

Oke?

;D