[ask] bagaimana mengajar anak sekolah minggu usia 10-13 tahun

bagaimana ya mengajar anak yang suka ribut ya ? :slight_smile:

Yg dimaksud ‘suka ribut’ di sini mengarah yg mana-kah ?

  • ribut biang berisik ?
    atawa
  • suka ribut berantem sama kawannya ?

Uhmm… bukankah anak umur 10-13th memang masih di ‘masa nya utk ribut2’ aka berisik y :smiley: … masa di mana umumnya voice tone-nya ga bisa di setel fa mi re do rendah ;D ;D

Menurut para masterteacher, banyak cara taktis yg gak ada di teori yg harus dilakukeun demi utk merebut fokus atensi mereka ketika mengajar… personal contact handling pun perlu coz masing2 anak punya ‘tipikal karakter’ sendiri2 yg justru adalah ‘kunci’ how to communicate & menaklukkeun mereka di kelas sekolah minggu… bahan ajar bisa dicoba yg menggiring mereka utk ‘berdiskusi’ max.berdua saja
Yg lainnya adalah rules di jam mengajar, harus dipastikeun kali ya bahwa mereka PAHAM betul perihal RULES ini, ketika masuk mereka menyadari bahwa di dlm kelas ada 2 kedudukan yg tidak sama: yakni guru, dan murid, dan mereka adalah murid. :slight_smile:
Tentu beda dg kelas balita … pastinya anak2 di kelas ini sudah lebih gape membaca menulis & berkomunikasi verbal, kuras saja semaksimal mungkin energi antusiasm mereka ke hal2 tsb selama di kelas, arahkan energi mereka utk menulis / menggambar / saling membacakan Alkitab utk duo partnernya, dlsb bentuk2 praktik belajar di kelas sesuai materi kurikulum… sebisa mungkin hindari / minimalisasikan ‘menit2 lowong’ yg bisa mereka pakai utk banyak ngomong gak keruan :smiley:

itu petunjuk para master teacher yg sy kenal… monggo mari kita cobaa… good luck :wink:
Selamat begaol dg anak2 unyu :happy0025: Have fun DONT mad! :azn:
JBu

Hukum + Kasih = Sempurna

ada kisah nyata kesaksian pengalaman dari guru-guru sekolah:
guru A masuk kelas semua murid tenang, kenapa bisa begitu?
guru B masuk kelas semua murid berisik, kenapa bisa begitu?

karakter guru menentukan keadaan murid dalam ruang kelas.

karakter yang sempurna adalah kombinasi yg seimbang antara Hukum dan Kasih.
karakter yang kurang sempurna adalah kurang seimbang antara Hukum dan Kasih.

karakter yang seimbang Hukum dan Kasih akan mengakibatkan terkendali damai sukacita.
karakter yang terlalu dominan Kasih (terlalu lembut) akan mengakibatkan terlalu bebas liar.
karakter yang terlalu dominan Hukum (terlalu keras) akan mengakibatkan tertekan berontak.

Pertemuan antar manusia pastilah menyuguhkeun “perbedaan”… jadi yg “dewasa” (bc: guru) memang yg semestinya menyelami karakter murid2nya (bc: notabene masih anak2)… jd rasanya kaakter guru juga harus mau dikembangkeun, di fleksibelkeun, karakter di ‘luar’ kelas bisa jadi akan sedikit ‘berbeda’ dg ketika sedang berada di ‘dlm kelas’ … karena depends on siapa yg sedang mereka hadapi: anak2 :slight_smile:

Teori banyaq… yg lebih nyata jika dipraktekkeun… setiap kali praktik pasti beda kesan & experience… yg menuju pengembangan diri…
siapa bilang di kelas hanya murid2 yg ‘belajar’ ? ehehee… guru PUN! :happy0062:

maksud ribut disini adalah suka bertengkar n ribut sendiri dengan teman nya :slight_smile:

Shalom bro met siang :slight_smile:
May i share a little ?..
Anak2 dg ‘bibit provokator tawuran’ macam gini menarik bwt bahan observasi demi pemulihan dini :wink: (klo udah ‘terlambat’ ditangani sejak kecil, makin susah dirubah pas mereka makin dewasa usia)…
tanpa mereka sendiri sadari, actually they need + demand “extra attention” yg tdk dapatkeun-mungkin di rumahnya/envi lain, atau sebenarnya sudah didapat namun dirasanya blm cukup :smiley: (gol.‘makan gizi’ banyaq)

Teori2 psikologisnya sih sudah ada bukan, berikut resep2 doc-nya :cheesy:, tentunya ‘obat’ mana yg cucok baru bisa diketahui setelah research observasi mendalam (deeper approach) terhadap anak2 tsb done :slight_smile:
Based on testimo experiences para pelaku case yg sama; setelah tahu ‘background/musabab’ tingkah behaviournya, then we need to make an intensive-4-eyes-contact, fisikly contact (elusan di kepala-tepukan di kedua pipi-rangkul bahunya-pegang & satukeun kedua tgnnya di dlm genggaman tgn kita sambil bicara ke matanya dg tenang tegas senyum berwibawa), talk heart2heart secara intens perlu utk sllu update letupan2 gejolaknya; akan berpengaruh besar in purpose ‘menaklukkeun & memulihkeun’ ketengilannya ;D
(well, Super Nanny did it too ^,^ -JustJoke- )

And maybe sometime, tipe2 ini perlu ‘dipisahkeun’ sejenak dari habitat/gank-nya, pertemukeun dg ‘superior’ lain, amati perubahannya sbg ‘si yg tdk berkuasa’ ;D
Rutin komunikasi dg parentsnya, apa dia berulah hanya saat sekolah minggu saja, atau di rumah & di sekolahnya pun ?
Step by step sih pakbro no instant ehehee…
klo ada waktu sesekali ajak olahraga bareng misal: berenang / PS’an / jl2 ke TB.kristen / somewhere else tempat yg kira2 dia suka (hobinya apa)… then nextime ajak hang out tapi barengan temen2 kelas sekolah minggunya jg lalu lihat behave-nya beda-kah ?
(cannot say handling such kids always been fun! ;D ;D ;D )
Don’t give up aja ngadepin children dg karakter2 ‘unique’ yg “ga lurus” macam ini… challenging uhuhuy… coz surprisingly ketika we find out ternyata they have ‘potentials’ … i do believe every child born to be GOOD kids :happy0062:, naughty kids heemm they may become BETTER than other yg ‘normal2 lurus2 aja’ :happy0062:

Wqwq suddenly reminds me of this, ihihiirr… monggo mampirlah sejenak, u 'r not alone :azn: :smiley: JBu

setuju sama semua reply di atas…
praktek mengajar n pengenalan karakter…

mau tambah tips aja dikit…
sebelumnya coba Kuras dlu tenaga mereka yg sangat powerfull itu…
Jadi setelah itu anak2 udah duduk tenang n siap utk mendengarkan firman Tuhan…

Selama ini itu cukup membantu, beda banget kalo pas pujian mereka lempeng2 aj…
Semangat melayani “guru2 kecil” itu… :wink:

waduh kasihan dong, tenaga dikuras… klo disalurkan ke arah yg baik gimana? gak ngerti sih bgm caranya …

guwe kasi saran ya, belilah stiker yang banyak, terus siapa yang bisa jawab pertanyaan yang paling banyak,
dia stikernya yang paling banyak. tanggung berhasil broh. tapi gw kasi saran jangan stikernya naruto, nanti
mereka terpengaruh roh kekerasan.

Awal tahun ini di tempat kerjaku diadakan Natal bersama, kali ini giliran Pastor yg kotbah. Sebelum memulainya Pak Pastor mengajak hadirin utk berdiri dan nyanyi lagu anak-anak “Topi Saya Bundar”. Tapi dimodifikasi dikit: kata TOPI diganti dg kata TUHAN, dan kata BUNDAR diganti dg kata BAIK. Gerakan tangan pun dimodifikasi. Kemudian lagi beberapa kata juga diganti dengan BERDIAM/TIDAK BERSUARA … Hadirin nya itu 80% orang dewasa lho

Suasana dingin + kaku pun berubah menjadi hangat + FOKUS. Pinter juga neh Pak Pastor ini… mengalihkan energi + potensi energi ke fokus yg diharapkan. Semoga menginspirasi.

GBU. Selamat melayani Tuhan + sesama.

:love0056: