[ASK] Bagaimana nasib orang baik yang tidak mengenal TUHAN SEJATI (YESUS)?

Helo, saya ingin bertanya, bagaimana nasib orang baik yang tidak mengenal TUHAN SEJATI / TUHAN YESUS? Apakah mereka diselamatkan? :slight_smile:

Diselamatkan :slight_smile:
asal mengakui Yesus Tuhan.

:slight_smile:

Gimana cara mengakuinya? Terlebih lagi orang2 zaman purba, mereka kan tidak mengenal YESUS?

Gimana cara mengakuinya? Terlebih lagi orang2 zaman purba, mereka kan tidak mengenal YESUS?

Imo

Allah adalah Tuhan orang2 (yang) hidup (secara roh)


Ilustrasi berikut ini semoga bisa memberikan penjelasan

Manakah pilihan anda (2 pilihan saja):

  1. Tinggal satu rumah dengan orang2 yang bersih, rapi, harum tapi mati (ya mati! tidak berbapas tidak bergerak)

  2. Tinggal satu rumah dengan orang2 yang kumal, acak2an dan bau tapi hidup (ya hidup, bernapas, bergerak)

Orang mati itu tempatnya didalam kuburan, bukan didalam rumah. Tidak peduli betapa bagus pakaiannya, betapa cakep dan cantik orangnya, betapa elok rupanya.

Namun betapa kumal dan leceknya, betapa jeleknya orang, kalau masih hidup, tempatnya bukan di pekuburan. Mereka tinggal dibersihkan dan dirapikan saja, bajunya, penampilannya, tingkah lakunya.

Kristus datang bukan untuk mencari orang baik, tetapi untuk membuat orang mati jadi hidup.

Soal bagaimana dg orang2 purba?

  1. Mereka berasal dari satu keturunan adam-hawa, nuh – yang mengenal Tuhan, namun generasi berikutnya tidak mengajarkan untuk mengenal dan takut akan Tuhan

  2. Hukum yang ada pada mereka merupakan ‘hukum Taurat’ bagi mereka

Salam

kayaknya, ditanya langsung ama Tuhan lebih pas, soalnya hanya Tuhan yang menentukan siapa yang diselamatkan (masuk surga).

Mungkin ayat-ayat ini agak bersinggungan dengan pertanyaan TS

Rom 2:13 Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, [b]tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan.[/b] Rom 2:14 Apabila [b]bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri. [/b]

Rom 2:15 Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.

Mengenai keselamatan orang non Kristen tentu hanya YESUS yang tahu karena dia sebagai hakim pada hari akhir.

Yoh 14:6 Kata YESUS kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Dalam arti luas orang non Kristen-pun akan melalui YESUS pada hari akhir, karena YESUS adalah hakimnya. Jadi hanya YESUS yang tahu pada saat penghakiman nanti orang-orang “pelaku Taurat”, termasuk orang Yahudi ini sampai kepada Bapa atau tidak, tentu setelah dihakimi oleh YESUS.

Just pendapat.

Shalom Aleikhem

Jadi betapa baiknya mereka, mereka akan tetap binasa???
Sedangkan seorang penjahat semasa hidupnya berbuat dosa, tapi waktu nafas terakhir dia menyesalinya dan percaya akan diselamatkan?
Ok tentang penjahat yang bertobat di nafas terakhirnya diselamatkan, aku masih dapat menerimanya sebab TUHAN itu baik dan kasih. Tetapi tentang orang baik dari lahir tapi tidak mengenal TUHAN SEJATI tidak diselamatkan, kok aku kurang bisa menerimanya.
Apakah itu terlihat seperti ketidakadilan?

bicara soal keadilan, apakah adil bila seharusnya yg mati kita, namun justru yang dihukum mati itu Yesus?

Apakah tidak ada jawabannya dalam Alkitab?
Jika begitu, betapa malang dan sia2nya orang yang baik itu ada/dilahirkan ke dunia ini, tapi tetap harus binasa? Apakah itu tidak terlalu kejam? Apakah tidak lebih baik, jika orang yang baik itu tidak dilahirkan ke dunia? Dalam artian lebih baik tidak ada sama sekali, daripada ada, tapi harus binasa juga?

Kerjakan bagian yang ditetapkan Tuhan dalam hidupmu

Bila panggilan hidupmu untuk penginjilan, lakukan dg sukacita – namun harus disadari, penginjilan itu bisa berarti penolakan dan penganiayaan

apa yg anda pikirkan adalah memang sangat manusiawi, namun keselamatan bukan soal manusiwi (jasmani), tetapi soal sorgawi (roh).

Allah adalah Kasih, namun fondasi dari Kasih adalah Kudus.

Tanpa kekudusan tidak ada satu orangpun yang akan bisa melihat (baru melihat) Allah – apalagi tinggal bersama Allah.

Kekudusan bukan lah sekedar norma kebaikan manusia

.

Ketika apa yg nampak baik itu anda injili, saat itulah anda akan tahu apa itu ‘baik’, anda mungkin akan diterima, namun bisa juga ditolak, bahkan bisa berujung pada penganiayaan

Salam

teringat pendapat pak Gembala adanya 3 model penghakiman

  1. berdasarkan hati nurani → sebelum hukum Taurat diberikan
  2. berdasarkan hukum taurat → dari hukum taurat diberikan hingga Yesus sebelum mati disalib
  3. berdasarkan iman + kasih karunia karya keselamatan KRISTUS & perbuatan baik → setelah Yesus menggenapi hukurm Taurat hingga sekarang
    nah tinggal yang bersangkutan hidup di jaman yang mana…
    begitu “mengutip” pendapat Pak Gembala
1Ptr 3:19 dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara,

TUHAN YESUS selama 3 hari setelah WafatNYA turun ketempat orang mati memberitakan Injil dan pertobatan, sebab:

Yoh 14:6 Kata YESUS kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Yoh 6:44 Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.

Jadi menurut Gereja Katolik:

Orang-orang beriman kepada YESUS (dan pastinya berdosa sehari-hari karena tidak ada manusia yang tak berdosa) disucikan di Purgatory sampai pada kebangkitan pertama dan naik kesurga (mengikuti para kudus Allah yang telah duluan nginap disana)
Wahyu 20:5-6
20:5 Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu. Inilah kebangkitan pertama.
20:6 Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan KRISTUS, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.

Dan yang TIDAK BANGKIT pada KEBANGKITAN PERTAMA adalah yang nantinya calon penghuni Neraka:

Wahyu 20:11-14
20:11 Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya.
20:12 Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.
20:13 Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya.
20:14 Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api

Pembagiannya:

Orang Katolik —>Kematian Pertama—>Purgatory—>Kebangkitan Pertama—>Surga

Orang Kafir nan jahat—>Kematian Pertama—>Hades/Seol—>Tidak Bangkit pada Kebangkitan Pertama—>Kebangkitan Kedua—>Neraka

Sedangkan orang-orang pada masa transisi antara Adam dan YESUS (tidak mengenal YESUS):

1 Petrus 4:6
“Itulah sebabnya maka Injil telah diberitakan juga kepada orang-orang mati, supaya mereka, sama seperti semua manusia, dihakimi secara badani; tetapi oleh roh dapat hidup menurut kehendak Allah.”

Manusia Purba (kita sebut saja begitu)—>Kematian Pertama—>Purgatory—>Kebangkitan Pertama—>Surga

* Matius 5:26 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana , sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.
  • Matius 18:34
    Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.

  • Lukas 12:58-59
    Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana , sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.

Yesus memberi pengajaran kita pada ayat-ayat di atas, bahwa untuk suatu kesalahan yang kita lakukan, kita harus menebusnya sampai lunas. Jika kita tidak mempunyai dosa berat dalam hidup ini, kita akan masuk ke suatu keadaan sementara yang disebut penjara, dan kita tidak akan keluar sampai kita membayar lunas hutang kita kepada Tuhan. “Penjara” ini adalah api pencucian di mana kita tidak akan dapat keluar sampai tebusan terakhir dibayar.

Matius 5:48 Yesus mengatakan, “ Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna. ” Kita hanya dibuat sempurna melalui pemurnian, dan di dalam ajaran Katolik, pemurnian ini, jika belum diselesaikan di atas bumi semasa hidup, dilanjutkan dalam suatu keadaan transisi yang disebut api penyucian.

Matius 12:32 Yesus mengatakan “ Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia , ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak ”. Yesus secara jelas memberikan bahwa ada pengampunan setelah kematian. Ungkapan “di dunia yang akan datang” (dari bahasa Yunani “en to mellonti”) secara umum mengacu pada keadaan setelah kematian (lihat contoh pada Markus10.30; Lukas 18.30; 20.34-35; Efesus 1.21 untuk bahasa serupa). Alkitab KJV mengatakan dengan kalimat yang sama (world to come) untuk Markus 10.30; Lukas 18.30. Pengampunan tidak diperlukan di sorga, dan tidak ada pengampunan di neraka. Ini membuktikan ada status yang lain setelah kematian, dan Gereja selama 2,000 tahun telah menyebut status ini api penyucian.

  • Lukas 12:47-48
    Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut."

Ketika tuan datang (pada waktu akhir), beberapa akan menerima pukulan ringan atau pukulan berat tetapi akan tetap hidup. Status ini bukanlah neraka atau sorga, sebab di sorga tidak ada pukulan, dan di neraka kita akan tidak lagi ada kehidupan bersama Tuhan.

Lukas 16:19-31 - dalam cerita ini (Lazarus dan orang kaya), kita lihat bahwa orang kaya yang mati sedang menderita tetapi masih merasakan rasa kasihan untuk saudara laki-lakinya dan ingin memperingatkan mereka tentang tempat penderitaannya. Tetapi tidak ada penderitaan di sorga, ataupun belas kasihan di neraka sebab rasa belas kasihan adalah rahmat dari Tuhan, dan mereka yang di neraka sangat kekurangan rahmat Tuhan untuk semua keabadian. Jadi dimana orang kaya itu? Ia di dalam api pencucian.

  • 1 Korintus 15:29-30.
    Jika tidak demikian, apakah faedahnya perbuatan orang-orang yang dibaptis bagi orang mati? Kalau orang mati sama sekali tidak dibangkitkan, mengapa mereka mau dibaptis bagi orang-orang yang telah meninggal? Dan kami juga mengapakah kami setiap saat membawa diri kami ke dalam bahaya?

Paulus menyebutkan perbuatan orang-orang yang dibaptis untuk kepentingan orang mati, dalam konteks menebus dosa-dosa mereka (orang-orang dibaptis untuk yang mati sehingga yang mati dibangkitkan). Orang-orang mati ini tidak di dalam sorga sebab mereka masih dengan dosa, tetapi mereka juga tidak berada di dalam neraka sebab di neraka dosa mereka tidak bisa lagi ditebus. Mereka ada di dalam api penyucian. Ayat ini secara langsung sesuai dengan 2 Makabe 12:44 yang mana juga menunjukkan doa khusus untuk orang mati, sedemikian sehingga dosa mereka mungkin diampuni.

  • 2 Makabe 12:44
    Sebab jika tidak menaruh harapan bahwa orang-orang yang gugur itu akan bangkit, niscaya percuma dan hampalah mendoakan orang-orang mati.

Filemon 2:10 – Supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada “di bawah bumi ”, yang mana sebenarnya adalah dunia orang mati atau api penyucian.

  • 2 Timotius 1:16-18 –
    Tuhan kiranya mengaruniakan rahmat-Nya kepada keluarga Onesiforus yang telah berulang-ulang menyegarkan hatiku. Ia tidak malu menjumpai aku di dalam penjara. Ketika di Roma, ia berusaha mencari aku dan sudah juga menemui aku. Kiranya Tuhan menunjukkan rahmat-Nya kepadanya pada hari-Nya. Betapa banyaknya pelayanan yang ia lakukan di Efesus engkau lebih mengetahuinya dari padaku.

Onesiforus sudah mati tetapi Paulus meminta belas kasihan Tuhan “pada hariNya” Penggunaan kata “hariNya” oleh menunjukkan konteks eskatologis (lihat contoh, Roma 2.5,16; 1 Korintus 1.8; 3.13; 5.5; 2 Korintus 1.14; Filemon 1.6,10; 2.16; 1 Tesalonika 5.2,4,5,8; 2 Tesalonika 2.2,3; 2 Timotius 4.8). Tentu saja, tidak diperlukan belas kasihan di sorga, dan tidak ada belas kasihan diberikan di neraka. Dimana Onesforus? Dia di Api Penyucian.

Ibrani 12:14 - tanpa kekudusan tak seorangpun akan lihat Tuhan. Kita memerlukan penyucian akhir untuk mencapai kekudusan yang sebenarnya sebelum berhadapan dengan Tuhan, dan proses ini terjadi selama hidup kita, dan jika tidak diselesaikan selama hidup kita, akan diselesaikan dalam kondisi transisi api penyucian.

  • Ibrani 12:23
    Dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna . Roh manusia yang baru meninggal di dalam ketuhanan, akan dibuat menjadi sempurna, sehingga dalam ayat tersebut ada ungkapan “yang telah menjadi sempurna”. Mereka tidak perlu datang sempurna, mereka dibuat sempurna setelah kematian mereka. Tetapi mereka yang di sorga telah sempurna, dan mereka yang neraka tidak bisa lagi dibuat sempurna. Roh ini adalah di dalam api penyucian.

1 Petrus 3:19; 4:6- Yesus mengajar kepada roh di dalam “penjara”. Ini adalah jiwa yang benar yang sedang dibersihkan untuk tujuan yang berbahagia.

Wahyu 21:4 –
Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu . Tuhan akan menghapus air mata mereka, dan di sana tidak akan ada perkabungan atau rasa sakit, tetapi hanya setelah datangnya sorga yang baru dan meninggalkan langit dan bumi yang sekarang. Penghapusan air mata dan rasa sakit hanya terjadi pada ujung waktu. Tetapi tidak ada kesedihan atau rasa sakit di sorga, dan Tuhan tidak akan menyeka air mata mereka di neraka. Ini adalah jiwa yang mengalami api penyucian.

Wahyu 21:27- Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu . Tidak ada apapun yang kotor akan masuk sorga. Kata “kotor” berasal dari kata Yunani “koinon” yang mengacu pada suatu korupsi rohani. Bahkan cenderung mengarah ke dosa yang secara spiritual merusak, atau dipandang kotor, dan harus dibersihkan sebelum memasuki sorga. Adalah mengherankan banyak orang gereja lain tidak ingin mempercayai api penyucian. Api penyucian ada oleh karena kemurahan hati Tuhan. Jika tidak ada api pencucian, ini akan juga berarti tidak ada keselamatan untuk banyak orang. Tuhan Maha Pemurah, tentu.

Lukas 23:43– Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus”.Banyak orang gereja lain memperdebatkan bahwa, karena Yesus mengirim penjahat yang baik ke sorga, maka di sana bisa saja tidak ada api pencucian. Ada beberapa bantahan. Pertama, saat Yesus menggunakan kata ”Firdaus”. Ini tidak berarti sorga. Firdaus, dari bahasa Ibrani ”sheol” yang dimaksud adalah dunia dari orang benar yang mati. Ini adalah tempat orang mati yang akan masuk sorga, tetapi ditahan sampai kebangkitan Tuhan. Ke dua, karena tidak ada pemberian tanda baca dalam naskah yang asli, perkataan Yesus “ Aku berkata kepada kamu hari ini kamu akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus ” tidak berarti ada tanda koma setelah kata kamu yang pertama.” Ini berarti Yesus bisa saja berkata, “Aku berkata kepada kamu hari ini , kamu akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus ” (maksudnya, Yesus bisa saja menekankan seruan perkataannya itu “hari ini” atau “sekarang,” dan bahwa suatu saat di masa datang penjahat yang baik akan pergi ke sorga). Ketiga, sekalipun si penjahat pergi langsung ke sorga, ini tidak membuktikan tidak ada api pencucian (mereka secara penuh disucikan di dalam hidup ini – mungkin oleh suatu kematian yang penuh penyesalan dan berdarah – bisa siap untuk masuk pintu sorga).

  • Kejadian 50:10;
    Setelah mereka sampai ke Goren-Haatad, yang di seberang sungai Yordan, maka mereka mengadakan di situ ratapan yang sangat sedih dan riuh; dan Yusuf mengadakan perkabungan tujuh hari lamanya karena ayahnya itu.

  • Bilangan 20:29;
    Ketika segenap umat itu melihat, bahwa Harun telah mati, maka seluruh orang Israel menangisi Harun tiga puluh hari lamanya.

Ulangan 34:8 –
Orang Israel menangisi Musa di dataran Moab tiga puluh hari lamanya. Maka berakhirlah hari-hari tangis perkabungan karena Musa itu.

Di sini adalah beberapa contoh ritual doa dan penyesalan, ratapan berduka-cita untuk yang mati untuk periode waktu tertentu. Ratapan dan perkabungan oleh orang-orang beriman untuk yang mati tidak mungkin tanpa maksud atau hanya sekedar meratapi saja, hati orang beriman selalu mengarah kepada Tuhan. Pemahaman Yahudi tentang praktek ini adalah bahwa pendoa membebaskan jiwa-jiwa dari status pemurnian yang menyakitkan, dan mempercepat perjalanan mereka kepada Tuhan.

2 Makabe 12:43-45. Doa untuk yang mati membantu membebaskan mereka dari dosa dan membantu mereka ke dalam penghargaan sorga. Mereka yang sorga tidak punya dosa, dan mereka yang neraka tidak bisa lagi dibebaskan dari dosa. Mereka ada di dalam api pencucian.


Bersambung…

Ibrani 12:29 – Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan . Tuhan adalah suatu api yang menghanguskan (api cinta di sorga, api yang membersihkan di dalam api pencucian atau penderitaan. dan api kutukan di dalam neraka).

1 Korintus 3:10-15, 17 Pekerjaan dihakimi setelah kematian dan yang diuji oleh api.
3:10 Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.
3:11 Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.
3:12 Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami,
3:13 sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.
3:14 Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.
3:15 Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.
3:17 Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.

Beberapa pekerjaan hangus, tetapi orang masih diselamatkan. Paulus mengacu pada status pembersihan yang disebut api pencucian. Dosa yang ringan (pekerjaan tidak baik) yang dilakukan, setelah kematian akan dibakar, tetapi orang masih dibawa kepada keselamatan. Status setelah kematian ini bukan sorga (tak seorangpun dengan dosa ringan boleh datang) atau neraka (tidak ada keselamatan dan pengampunan).

  • 1 Korintus 3:15 “Bila ada pekerjaan orang dibakar, ia akan menderita kerugian, meskipun demikian dia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.” Ungkapan untuk “menderita kerugian” dalam Yunani adalah “zemiothesetai”, asal kata adalah “zemioo” yang juga mengacu pada hukuman. Ungkapan “zemiothesetai” digunakan di dalam Keluaran 21:22 dan Ams. 19:19 yang mana mengacu pada hukuman (dari bahasa Ibrani “anash” yang maksudnya “menghukum” atau “hukuman”). Karenanya, ayat ini membuktikan bahwa ada suatu penebusan dari hukuman sementara setelah kematian kita, tetapi orang masih diselamatkan. Ini tidak bisa berarti sorga (tidak ada hukuman di dalam sorga) dan ini tidak bisa berarti neraka (kemungkinan penebusan tidak lagi ada dan orang tidak diselamatkan).

1 Korintus 3:15 Lebih lanjut, Paulus menulis dia sendiri akan diselamatkan “sekalipun begitu” seperti dari dalam api. “Ia akan diselamatkan” dalam bahasa Yunani adalah “sothesetai” (yang mana berarti keselamatan abadi). Ungkapan “sekalipun begitu” - KJV (atau “tetapi hanya”) dalam bahasa Yunani adalah “houtos” yang mana berarti “dengan cara yang sama”. Ini berarti bahwa manusia menerima kedua-duanya baik pembalasan dan keselamatan dengan cara yang sama oleh api.

1 Korintus 3:13 - Saat Paulus menulis tentang Tuhan menyatakan kualitas dari pekerjaan manusia dengan api dan memurnikannya, pemurnian ini berhubungan dengan dosa-dosanya (tidak hanya pekerjaan baiknya). Gereja lain mencoba untuk membuktikan kebalikannya tentang kenyataan api pencucian, mengatakan bahwa Paulus hanya menulis tentang penghargaan dari pekerjaan baik, dan tidak menghukum dosa (sebab menghukum dan membersihkan seorang manusia dari dosa akan mengakui ada api penyucian).

1 Korintus 3:17 Tetapi ayat ini membuktikan bahwa pembersihan setelah kematian berhubungan dengan penghukuman dosa. Membinasakan bait Allah adalah pekerjaan tidak baik, yang mana adalah dosa berat, yang membawa ke arah kematian. 1 Korintus 3:14,15,17- api pencucian mengungkapkan status kebajikan/pekerjaan baik (ay. 14), status dosa ringan (ay.15) dan status dosa berat (ay.17), di mana semua dihakimi dan harus ditebus setelah kematian.

  • 1 Petrus 1:6-7
    Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu–yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api–sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

Petrus mengacu pada api yang berkenaan dengan kesucian jiwa untuk menguji buah-buah dari iman kita.

  • Yudas 1:23-
    Selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa. Orang-orang yang diselamatkan direnggut ke luar dari api. Orang-orang telah diselamatkan jika mereka adalah di sorga, dan tidak ada kemungkinan keselamatan jika mereka di dalam neraka. Orang-orang ini dibawa ke arah sorga dari api pencucian.

  • Wahyu 3:18-19 -
    Maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat. Barangsiapa Kukasihi , ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

Yesus mengacu pada api yang memurnikan emas yaitu, Ia mencintai mereka jika mereka menyesali dosa mereka. Ini adalah dalam konteks setelah kematian sebab Yesus mengatakannya dari sorga, menghadiahi pakaian putih, yaitu keselamatan setelah pembersihan dengan api (kedua-duanya setelah kematian).

  • Daniel 12:10
    Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorangpun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.

Daniel mengacu pada pemurnian dengan mengatakan banyak orang akan memurnikan diri mereka, membuat diri mereka bersih dan murni.

  • Kebijaksanaan Salomo 3:5-6
    3:5 Setelah disiksa sebentar mereka menerima anugerah yang besar, sebab Allah hanya menguji mereka, lalu mendapati mereka layak bagi diriNya.
    3:6 Laksana emas dalam dapur api diperiksalah mereka olehNya, lalu diterima bagaikan korban bakaran.

Yang mati disiksa dan diuji oleh api untuk menerima penghargaan sorgawi mereka. Ini adalah api di api penyucian.

  • Zakaria 13:8-19
    Maka di seluruh negeri, demikianlah firman TUHAN, dua pertiga dari padanya akan dilenyapkan, mati binasa, tetapi sepertiga dari padanya akan tinggal hidup. Aku akan menaruh yang sepertiga itu dalam api dan akan memurnikan mereka seperti orang memurnikan perak. Aku akan menguji mereka, seperti orang menguji emas. Mereka akan memanggil nama-Ku, dan Aku akan menjawab mereka. Aku akan berkata: Mereka adalah umat-Ku, dan mereka akan menjawab: TUHAN adalah Allahku!"

Tuhan mengatakan 2/3 akan binasa, dan 1/3 akan dibiarkan hidup, dimasukkan ke dalam api, dan dimurnikan seperti perak dan diuji seperti emas. Mereka yang binasa pergi ke neraka, dan tidak diperlukan pemurnian di dalam sorga, maka yang sedang dimurnikan adalah di dalam api penyucian.

  • Maleakhi 3:2-3
    Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.
Purgatory (Lat., "purgare", to make clean, to purify) in accordance with Catholic teaching is a place or condition of temporal punishment for those who, departing this life in God's grace, are, not entirely free from venial faults, or have not fully paid the satisfaction due to their transgressions.

@chrisma dan semua, berdasarkan hati nurani? Apakah ada ayat dan penjelasannya dalam alkitab?
Apakah manusia purba yang menyembah batu, pohon dan roh dapat dibenarkan dan diselamatkan? Jika tidak dapat diselamatkan, apakah ini bisa terlihat seperti tumbal? Jika ia mereka terlihat seperti tumbal, betapa malangnya nasib mereka? Dan betapa tidak adilnya hidup ini bagi mereka? Toh mereka belum menerima hukum taurat, terlebih lagi belum mengenal YESUS?
Balik ke masa sekarang, berapa miliar orang yang beragama beda dengan keyakinan mereka masing2, apakah mereka akan binasa semua? Hmm apakah itu tidak terlihat seperti pembantaian terhadap manusia di saat penghakiman nanti? Dapatkah saya berkata dimanakah belas kasih TUHAN? Kenapa harus lebih banyak yang binasa daripada diselamatkan? Bukankah lebih baik bagi mereka untuk tidak ada sama sekali, daripada ada tapi hanya untuk dibinasakan?

bicara soal keadilan, apakah adil bila seharusnya yg mati kita, namun justru yang dihukum mati itu YESUS?
[/quote]
Seandainya ketika TUHAN menciptakan manusia untuk hidup di dunia bertanya terlebih dahulu sebelum mengirimnya lahir ke dunia “Apakah kamu bersedia untuk lahir dan hidup di dunia?”
Salahkah saya jika saya menolaknya dan berkata “TUHAN, saya tidak bersedia lahir dan hidup di dunia, lebih baik saya tidak ada (tidak diciptakan), daripada ada (diciptakan) tapi hanya untuk mengenal dosa, menderita dan binasa”

Kura, setiap coin punya dua sisi…

Demikian juga hidup… Bila kamu hanya melihat satu sisi, maka kamu kehilangan kesempatan utk melihat keindahan sisi yang lain.
Coba bacalah Pengkotbah 3:1-11

God bless you, brother!
:slight_smile:

Note: saia koreksi post di atas krn ternyata topik ini berbeda dg topik yg Kura buat di thread sebelumnya…

@St_Yopi, hehe panjang bener penjelasannya, sampe2 saya pusing sendiri :slight_smile:
Btw, jikalau benar TUHAN YESUS memberitakan injil dan pertobatan kepada roh orang yang telah mati, kenapa ya aku berpikiran ah pasti semua roh orang yang telah mati itu bertobat, percaya dan mengakui kalau YESUS adalah TUHAN, dan pasti tidak ada satu roh pun yang akan binasa dalam neraka. Karena jikalau mereka tidak percaya dan tetap menolak, maka neraka sudah ada didepan mata mereka.
Analogi dalam pikiran saya begini: ada seorang pencuri/penjahat (manusia), ketika dia ditangkap, dia dibawa ke hadapan big bos (TUHAN) untuk diadili. Lalu big bos itu menodongkan pistol revolvernya (Neraka) ke kepala si pencuri itu sambil berkata “aku adalah big bos disini, apakah kamu percaya? Dan apakah kamu mengakui segala perbuatan mu dan bertobat? Jika kamu tidak juga percaya aku adalah big bos nya dan bertobat, maka kepalamu akan ku tembak dengan pistol revolver ini (dilempar ke dalam api neraka), dan kamu pasti mati (binasa)”
hmm kenapa aku berpikaran tentu sajalah pasti pencuri itu mengaku dan bertobat agar bisa tetap hidup tidak ditembak kepalanya hehehe.
Lalu timbul lagi pertanyaan di pikiran ku, jikalau memang begitu keadaannya, apakah neraka diciptakan hanya untuk menakut2i manusia?
Tapi jika bukan begitu keadaannya, apakah TUHAN menciptakan 2 Sorga? Satu Sorga untuk orang2 yang percaya YESUS adalah TUHAN, satu lagi Sorga untuk orang2 baik semasa hidupnya yang berbeda keyakinan tapi tidak mengenal YESUS adalah TUHAN?

tolong cermati kembali jawaban yang telah saya posting sebelumnya ya…
menambahkan: untuk kriteria berdasarkan hati nurani bisa diartikan apakah perbuatannya seperti binatang atau tidak? kalau seperti binatang tentu tidak dibenarkan, contoh kasus sodom gomora :happy0025:

Bdk dengan lucifer yang nota bene adalah “KEPERCAYAAN” TUHAN ALLAH, dia “berani” ama BIG BOSSnya dia tuch :smiley: