Ask: Mengapa?

Halo,
Seringkali aku menbandingkan diriku dengan teman2ku. Aku melihat beberapa dari mereka ada yang mempunyai iman yang besar, ada yang sukses dalam pendidikan, ada yang sukses dalam pekerjaan dan usaha, ada yang memiliki pacar yang cantik dan baik hati, ada yang sudah menikah dan bahagia serta punya anak dan masih banyak lagi.
Singkat kata, aku memandang mereka bahwa mereka telah menjadi apa apa, sedangkan ketika aku melihat diriku sendiri aku belum memiliki itu semua, aku belum menjadi apa apa. Bahkan hingga detik ini pun aku tidak mengetahui kelebihan apa yang aku miliki? Malah aku melihat justru aku memiliki banyak kekurangan.
Timbul pertanyaan didalam benak ku, mengapa TUHAN yang begitu MAHA SEMPURNA menciptakan aku sangat tidak sempurna dan tidak berguna? Mengapa tampaknya TUHAN tidak adil padaku? Jika TUHAN hanya menciptakan kesia2an dalam hidupku, untuk apakah aku ada?

nggak gitu kok kura2… Tuhan itu selalu adil
km mungkin msh belum dpt jawaban yg ssngguhnya sudah ada ddpn km, tp km blm menydari.
setiap manusia itu unik n pny kelebihan. dulu aq jg bpikir kl aq ga pny klebihan ky org lain, yg cantik, yg dikejar byk cowok.
itu sbnrny kpuasan duniawi semata.
hal yg Tuhan minta itu, kita ttp bersyukur n brtrimakasih pdNya, maka dari sanalah akan dibukakan segala pintu berkat.
seiring itu, iman km jg bertumbuh makin dewasa, dan pikiran km makin terbuka.

kadang kita hanya blm cukup dewasa untuk menjalani hidup.

1 lagi, apa yg tak pernah dilihat, dan tak pernah didengar, dan tak pernah timbul dalam hati kita, semua disediakanNya bagi kita semua yang MENGASIHI DIA…

Wah makanya kok namanya kura² yah ;D just kidding bro…

Meskipun kura² lambat, tapi dalam pertandingan lari dengan kelinci, kura² lah pemenangnya. Karena kura² setia tetap melangkah. Demikian juga Anda bro, tetaplah setia melangkah bersama dengan Tuhan.

Nih ada ayat untuk bro:
Amsal 20:6, “Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah yang menemukannya?”

Oh iya, kura² adalah binatang yang berumur panjang loh. Dan lagi, kura² meskipun bertelur banyak sekali, tetapi tetap tidak bersuara (rendah hati). Beda ama ayam, cuma bertelur satu aja udah teriak² pada seluruh dunia (tak tahu diri) ;D

Teruslah berharap pada Tuhan bro.

Terimakasih atas saran teman2, tapi saat ini saya sangat sedih, iman ku telah jatuh berbelas2 tahun lamanya, aku telah gagal melewati segala ujian. walaupun sampai saat ini aku masih mengharapkan TUHAN. Dan aku terlalu malu untuk bertemu dengan teman2 gereja ku, terlebih lagi aku terlalu malu untuk menghadap TUHAN lagi karna begitu besarnya dosa yang ada padaku.
Karna aku merasa, pasti ada sebagian dari mereka akan memandang rendah menghina diriku yang berdosa ini, bahkan aku merasa TUHAN sendiripun sudah tidak mengindahkan aku lagi, penantianku selama berbelas2 tahun lamanya, tidak mendapatkan perhatian dari TUHAN, malah aku jatuh lebih dalam lagi dan lebih dalam lagi.
Bersyukurlah kalian teman2, karna kalian diciptakan seperti permata bagi TUHAN, sedangkan aku hanya diciptakan seperti debu yang tidak berguna bagiNYA.

kl aq
ga pny klebihan ky org lain, yg
cantik, yg dikejar byk cowok.
itu sbnrny kpuasan duniawi
semata.

QOUTE¤¤¤

iya, sbnarnya kalimat yg ada kata Tuhannya, apalagi disertai kata tidak adil, bukan sepadan. Firman Tuhan: “hendaklah kamu tidak menjadi sama dgn dunia”, karena orang2 dunia selalu mengejar keinginan daging. FT: “Apa yg datang dari daging adalah kedagingan”, semuanya adalah keinginan daging.

Mungkin teman² bro yang memandang rendah memang ada, tapi emangnya siapa mereka? Mereka toh juga manusia yang belum sempurna.
Yang penting adalah apa yang dirindukan oleh Tuhan. Tuhan rindu Anda kembali lagi kepadaNya bro, seperti seorang Bapa yang menanti-nantikan anaknya yang terhilang.

Jika Anda saat ini sudah jatuh, maka cepat²lah bangkit kembali bro. Cepat² minta ampun pada Tuhan atas segala dosa yang telah kita perbuat. Dan mulai hidup baru bersama denganNya.
Tuhan pasti mengampuni kita sebesar apapun dosa yang telah kita perbuat, asalkan kita benar² bertobat.
Ia mampu memutihkan seperti salju walaupun dosa kita sudah merah seperti kirmizi.

Kotoran² dirubah oleh kerang menjadi mutiara.
Demikian juga Anda. Walaupun Anda menganggap diri Anda sebagai debu, Tuhan sanggup membuat Anda menjadi mutiara yang indah, asalkan Anda bersedia hidup dibentuk/dipakai olehNya bro.
Kembalilah pada Tuhan bro, HANYA itu SATU²nya pengharapan bro.

jgn blg gitu bro… mana ada manusia yg ga berdosa… km hanya kurang bersykur
ingat kasih Allah tak berkesudahan.
aq ga ada bedanya dr kamu kl km prnh baca postingan aq sebelumnya di trit lain.
trus juga, ngapain kamu malu?
kan km k greja buat ktmu Tuhan, bkn buat ketemu manusia…
sekali lg, hanya Tuhan yg bisa meniilai hati setiap org

aq, kamu, tmn2 lain, ga ada bedanya, semua dpt posisi yg sama dimata Tuhan

Kura-kura, Tuhan menciptakan Anda bukan tanpa maksud.
Dunia tidak akan lengkap tanpa kehadiran Anda…!

Coba beli puzzle di toko, pasang semua TAPI BUANG SATU piece ke tong sampah.
Apa yang kamu lihat? tidak lengkap, tidak bagus, dan tidak bisa dibuat hiasan dinding.

Kamu salah adalah satu puzzle itu, tapi kamu sendiri membuangnya…!

Jadi, wake up, jangan mengasihani diri sendiri terus.
Berdoa, minta Roh Kudus tunjukkan pada kamu apa kelebihan yang TUhan taruh dalam hidup kamu.
Mulai gali potensi itu, perlengkapi diri dan berkarya.
Cobalah explore hal2 yg tak pernah kamu pikir kmu bisa lakukan itu.

Cobalah fotografi, jurnalistik, desain grafis… dll dll banyakkkk…
klo kamu tak mencoba, maka kamu tak tahu bahwa kamu bisa…

Wake up man…!
You are God’s master piece!
And you are in God’s master plan!

Salam
:slight_smile:

masing-masing orang punya salibnya sendiri yang harus dipikul ! jangan sering membanding2kan orang lain !

anda adalah anda , mereka adalah mereka

GBU

Kamu ada untuk bersyukur atas keberadaanmu,melihat orang lain boleh sbg pesemangat apa yang kita cita citakan ttp bukan untuk menjadikan kamu kurang bersyukur lebih lebih tidak bisa bersyukur… Kalo toh belum spt apa yang mereka raih, jangan kecewa berjuang tetap taruh harap kepada Tuhan…belajarlah bersyukur untuk hal2 kecil yang telah Tuhan beri dlm hidup ini…krn dengan belajar bersyukur hidup kita tidak stres dan lebih ringan

Terimakasih atas saran teman2, tapi saat ini saya sangat sedih, iman ku telah jatuh berbelas2 tahun lamanya, aku telah gagal melewati segala ujian. walaupun sampai saat ini aku masih mengharapkan TUHAN. Dan aku terlalu malu untuk bertemu dengan teman2 gereja ku, terlebih lagi aku terlalu malu untuk menghadap TUHAN lagi karna begitu besarnya dosa yang ada padaku. Karna aku merasa, pasti ada sebagian dari mereka akan memandang rendah menghina diriku yang berdosa ini, bahkan aku merasa TUHAN sendiripun sudah tidak mengindahkan aku lagi, penantianku selama berbelas2 tahun lamanya, tidak mendapatkan perhatian dari TUHAN, malah aku jatuh lebih dalam lagi dan lebih dalam lagi. Bersyukurlah kalian teman2, karna kalian diciptakan seperti permata bagi TUHAN, sedangkan aku hanya diciptakan seperti debu yang tidak berguna bagiNYA.
2 Kor 12:9......sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.

iman dan anugrah itu berdampingan bersama, ketika bro imannya tenggelam, apa yang harus kita cari ?
hanya perkenan Tuhan

karena iman yang tenggelam akan di tolong oleh yang namanya anugrah Tuhan, yang kalo kita sudah tidak mampu dan kita serahkan kepada Dia, maka Dia yang akan campur tangan…sehingga apa yang terjadi benar-benar luar biasa dan kita akan benar-benar mengerti bahwa yang terjadi itu adalah pekerjaan Tuhan bukan pekerjaan kita.

apa yang harus kita lakukan bila kita dalam kondisi jatuh berkali2 walaupun sudah bertobat?

tetap bergantung kepada Tuhan apapun yang terjadi, jangan pernah keluar melangkah dari iman dan pengharapan. tunggu saat kairos Tuhan datang, saat tanganNya yang kuat itu menarik bro.

bro harus sadar TIDAK ada satupun manusia yang tidak berdosa, walaupun itu adalah seorang pendeta sekalipun, karena semua adalah anugrah dan perkenan Tuhan alias dibenarkan Tuhan, bukan hasil dari perbuatan kita yang benar tetapi kita semua di benarkan oleh Tuhan, semua itu hasil dari pembenaran Tuhan.

kalo bro tahu pendetapun juga jatuh kok bro…ga ada yang kebal, jadi jangan menyalahkan diri sendiri.

GBU

Jangan terbawa oleh perasaan…minder …
itu yang tidak bisa membuat maju baik dlm jasmanai maupun kerohanian

makin hidup di dalam perasaan hidupmu makin ancur…
Bangkit berdiri … pandang Tuhan… minta ampun sama Tuhan … kalo selama ini ngga bisa bersyukur…

buang masa lalu yang minderan … step by step jalan maju
jangan kuatir… Tuhan menyertai kura kura…

bersyurkur apa adanya…
percaya setiap manusia ada keistimewaan dan berkat tersendiri

semuanya kan “INDAH PADA WAKTUNYA”

“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir” ~PENGKHOTBAH 3:11~
:onion-head25:

Bro kura2… coba konsultasikan dengan bro ardillin…

good luck!

Dear kura-kura,

Sempurna atau tidak, adil atau tidak, berguna atau tidak. Semuanya itu adalah perbandingan yang diciptakan antara kamu dengan dunia ini. Jika ada yang perlu disalahkan, itu bukanlah Tuhan, melainkan manusia yang telah menciptakan sistem penilaian seperti ini.

Cobalah untuk bersyukur dan menghargai atas apa yang ada di tanganmu atau di sekelilingmu saat ini, supaya suatu saat bila kamu terpaksa kehilangan itu semua, kamu tidak akan menyesal karena telah menyia-nyiakan apa yang dulu sempat kamu pegang.

Cobalah cari sesuatu untuk diperjuangkan. Entah itu karir atau apapun. Dengan begitu, kehidupan akan lebih terisi. Kemudian, bila belum berhasil, cobalah cari cara yang tepat untuk memperjuangkannya.

NAAAHHH, karena itu ada peribahasa RUMPUT DI LADANG TETANGGA LEBIH HIJAU DARIPADA RUMPUT DI LADANG SENDIRI…

Mungkin kau lihat mereka beruntung karena ini itu, tapi belum tentu juga mereka merasa senang lho bro… bisa juga mereka liat situ malah lebih beruntung…hehe

itulah manusia, tak pernah merasa bersyukur dengan apa yang telah di punyai…untuk itu, marilah kita mulai bersyukur dengan apa yang telah kita punya sekarang… :slight_smile:

Seringkali aku bertanya pada TUHAN, talenta/bakat apa yang kumiliki? Tapi tak pernah ada jawabannya, sampai detik ini aja aku tidak mengetahui keistimewaan apa yang aku miliki.
Sepertinya aku diciptakan tanpa talenta/bakat, bahkan seorang yang terlahir cacat saja bisa memiliki iman yang besar, bakat yang besar dsb. Sedangkan aku ini apa? Aku tidak cerdas, aku tidak pandai bicara, aku bukan orang yang bergelimang harta, aku memiliki iman yang lemah (seringkali setiap kali aku diuji, aku pasti gagal), aku tidak pandai dalam kesenian, aku tidak pandai dalam bidang olahraga, aku tidak tampan dan masih banyak lagi kekurangan ku. Bahkan hanya untuk mencari satu saja kelebihan yang aku miliki, aku tidak dapat menemukannya. Tanpa talenta yang aku miliki, bagaimana aku dapat menyenangkan keluarga ku, orang banyak, dan terlebih lagi menyenangkan TUHAN? Malah yang kudapat aku terus tenggelam dan tenggelam lebih dalam lagi.

Aku gak suka pemikiranmu…

menyenangkan Tuhan itu semua orang bisa karena semua orang punya yang namanya hati…hanya sediakan hati untuk Tuhan all out.

buat apa kaya ? lihat mereka orang2 kaya dunia; uang mereka tidak bisa mendatangkan lawatan Tuhan…apalagi menyenangkan hatiNya.

buat apa bertalenta ? mereka yang bertalenta…akan dituntut lebih banyak, orang yang bertalenta banyak lebih beresiko ketimbang bertalenta sedikit, dan pada kenyataannya sehari-hari orang yang bertalenta banyak lebih banyak gagal mengembangkan talentanya ketimbang mereka yang bertalenta sedikit…saking banyaknya telentanya…

buat apa pandai ? mereka yang punya ‘otak sejagat’ malah berteori bahwa jagat semesta alam tercipta dengan sendirinya…tanpa Tuhan…

buat apa tampan dan cantik ? mereka mempergunakan dan menyalahgunakan anugrah kecantikannya untuk hal2 duniawi dan dirinya sendiri bukan untuk menyenangkan hati Tuhan, contoh2 di alkitab sudah banyak …orang2 yang jatuh

Pengkhotbah 9 9:11. Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua.

Pengkotbah menggaris bawahi semua yang cepat,kuat,berhikmat, yang cerdas, berkarunia tidak menjamin untuk menang perlombaan. perlombaan apa? sampai di garis akhir menyelesaikan apa yang jadi bagian kita tepat seperti yang Tuhan inginkan ! bahkan mungkin hari ini YESUS masih berkata :

Matius 8:20 YESUS berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”

jadi berbicara tentang segala ‘modal’ tidak menjamin kemenangan dan semua itu sia-sia jika tidak menyenangkan hatiNya…buat apa kita diciptakan kalau kita hidup untuk diri kita sendiri bukan untuk pencipta dan Bapa kita ?

GBU

ngga mungkin orang terlahir tanpa talenta.
mungkin ngga sama dengan orang lain…
ttp coba gali…jangan di malah disimpan di dalam tanah spt kisah di bawah ini…
terlebih merasa tidak memiliki talenta sama sekali …

Mat 25:14-29

14 "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.
15 Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.
16 Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.
17 Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.
18 Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.
19 Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.
20 Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.
21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
22 Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta.
23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
24 Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.
25 Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!
26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
27 Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.
28 Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.
29 Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.