(ask) pacaran beda agama

Mau tanya FKers :smiley:
Gmana menyikapi pacaran beda agama?
Soalnya banyak teman2 yang pacaran dengan tetangga sebelah,
Gmana ya mengingatkan mereka? Makasih
Gusti mberkahi

Kalau menurut saya sih sebenarnya tergantung dari orangnya sendiri sih.
Kalau emang keputusan dia kaya gitu ya gimana lagi? Kita sudah capek capek bilangin sampe mulut kebakaran juga percuma.
Tapi kembali ke agama masing2… Seperti di kristen kan udah di tuliskan di alkitab 2 korintus 6:14 “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?”
Kalau agama lain saya kurang tahu hehe.
Dan dari pengalaman teman2 saya yang pernah cerita sama saya/ dengar cerita dari temen saya tentang ortu nya yg beda agama, keluarganya menjadi tidak harmonis dan berujung dengan cerai tapi ya TIDAK semuanya begitu hehe tapi semua pasti ada bayar harga :’)
Kamu bilang ke mereka kalau bisa nyari pacar dan pasangan hidup yang seiman. Nanti semisal pacaran sampai nikah mau pemberkatan dimana dong? Masa beda tempat? Pasti harus ada yg mengalah… Dan kalau perbedaan agama gitu pasti kontra dengan ortu lebih besar seperti tidak disetujui dll.

Menurut saya sih gitu udah cukup untuk menyadarkan mereka hehe. Kalau mereka masih kurang sadar doakan mereka agar Tuhan berikan pengertian kpd mereka hehe
God bless :smiley:

Pacaran beda agama tidak masalah, tetapi kalau menikah beda agama itu musibah.

Masalahnya kalau telanjur sayang sama pacar yang beda agama terus mau nikah terbentur masalah agama. Kadang ada yang ngalah, ikut agama kekasihnya supaya bisa nikah.

Tujuan pacaran buat apa? Kalau tujuannya menjajaki pendamping hidup ya salah. Kalau sekedar buat having fun, mungkin tidak berdosa, tetapi buang-buang waktu (kecuali kalau cinta monyet ;D).

Cara mengingatkannya, ingatkan mereka bahwa mereka adalah milik Kristus, jadi seluruh hidupnya harus tunduk pada Kristus, termasuk dalam membentuk keluarga. Seandainya menikah dengan yang tidak seiman berarti mereka mendukakan Kristus, apalagi sampai murtad. Jadi kembali ke orangnya, mau tunduk kepada Kristus atau mencari kesenangan sendiri. Ikut Kristus memang bukan hal gampang. Perlu menyangkal diri dan memikul salib.

Nah itu, karena pertanyaannya adalah pacaran, maka saya katakan tidak masalah.
Tetapi, kalau mau menikah, itu urusan serius, dan sebaiknya dihindari.
Dari sudut netral, sebaiknya calon istri ikut agama suami.
Dari sudut Kristen, saya akan sarankan ‘jangan melepaskan Jesus demi calon pasangan’

Jadi yang mau dibahas pacarannya atau nikahnya?
He he he

Makanya saya tanya tujuan pacarannya buat apa? Sekedar having fun? Kalau masih ABG (cinta monyet) mungkin gak terlalu masalah, tetapi kalau sudah dewasa artinya buang-buang waktu.

Kalau masih ABG belum stabil. Yang patah hati bisa bunuh diri.

Salam

Atau saling bunuh

:mad0261:

Kisah tragis almarhumah Ade Sara Angelina Suroto bisa menjadi pelajaran.
Maksud saya, tidak selalu remaja pacaran beda agama akan berakhir seperti ini, tetapi kondisi emosi yang labil pada masa remaja bisa berakibat kurang baik.


Maka, sebagai ortu Kristen, awasi dan bimbing putra putri remaja anda.
Sebagai remaja Kristen, patuhi dan taati ortu anda, karena mereka lebih lama jam terbangnya dalam kehidupan ini.

Klo sampai nikah beda agama. (Meskipun salah satu mengalah dalam agama ktp) dan tidak perang karena agama (ortu ku agnostik dan rukun)
Akibatnya bisa ke anak anda. Akan agak sulit nampaknya buat mendidik anak anda akan kristen

Sudah pasti.
Kalau orang tua tidak beriman Kristen, bagaimana bisa mengajarkan iman Kristen kepada anak anaknya.

Uhm… maksudku anaknya bisa ga tertarik sama kristen krn salah satu ortu, memberi hak milih agama apa aja.

Betul, itu bisa terjadi.
Sepupu saya Kristen, menikah dengan wanita muslim.
Masalah timbul ketika sang bapak mengajarkan doa Bapa kami, sang istri ngamuk.
Ketika sang istri mengajar anaknya ngaji, suaminya ngamuk.

:mad0261:

Kembali ke topik thread, masalah pacaran (bukan pernikahan) beda agama.

Alkitab tidak mengatur tentang pacaran, hanya mengatur tentang pernikahan dan perilaku seksual. Dengan demikian, pacaran (sekali lagi, pacaran bukan pernikahan) beda agama harus dilihat apa tujuan pacaran tersebut, apakah untuk menjajaki pasangan hidup (suami/istri) atau sekedar “senang-senang” alias having fun.

Kalau sekedar having fun, memang tidak salah, tetapi belum tentu berguna. Untuk yang masih remaja, pacaran (seagama maupun tidak) bukanlah hal yang, menurut saya, berguna. Kalau mau sekedar berteman boleh, tetapi tetap ada batas-batas yang harus ditaati. Saya sendiri sewaktu remaja suka berteman dengan lawan jenis, yang berbeda agama, tetapi saya berprinsip tidak mau terikat dan tidak pernah mengatakan dia pacarku. Sekedar untuk rekreasi, seperti makan bareng atau nonton film bareng, silakan aja. Hanya saja, emosi remaja masih labil, sehingga berpacaran, apalagi berbeda agama, bisa menimbulkan masalah.

Kalau sudah dewasa, usia pernikahan yang lazim, tentunya pacaran adalah untuk penjajakan pasangan hidup. Kalau sekedar having fun, anda membuang-buang waktu. Nah, dalam rangka menjajaki pasangan hidup ini, sebagai orang Kristen harus selektif. Mereka yang jelas-jelas berbeda keyakinan haruslah dikeluarkan dari daftar calon pasangan sejak awal, alias tidak masuk kriteria.

OK, bagaimana mengingatkan mereka? Menurut saya beri mereka pengertian kalau orang percaya tidak boleh berpasangan (menikah) dengan yang tidak percaya. Dengan demikian, pacaran (yang bertujuan menjajaki pasangan hidup) dengan yang tidak seiman merupakan langkah yang keliru. Kalau masih tetap ngotot, ya silakan saja melakukannya, dengan catatan bahwa jika sampai menikah dengan yang beda agama (seandainya aturan negara memungkinkan) maka artinya anda tidak peduli dengan agama/kerohanian keluarga yang akan anda bina. Apalagi sampai pindah agama, itu artinya anda memang tidak layak menjadi pengikut Kristus karena lebih mencintai pasangan anda daripada Yesus.

Ya paling gampang sekaligus menantang adalah ente jangan sekalipun melakukannya.

Tetapi masih banyakan yang tidak kan?

Jadilah best friend buat mereka selalu. Ajak mereka ke komunitas anak muda dan gereja. Semangati mereka untuk melakukan hal-hal positif, misalnya di bidang olahraga, musik, pelayanan, lintas alam, kuliner dsb.

Menurut saya masalah bro ;D pacaran itu adalah proses preNIKAH , kalau dari ABG sudah mulai pacaran dan tidak tahu makna pacaran yang sebenarnya seharusnya bisa diluruskan. Kalau dari Pacaran sudah gonta2i pasangankan artinya “Tidak Setia” nah, menurut saya itu paradigma yang harus diubahkan.

jangan bermain api kalau tidak mau terbakar.

Beri tahu, apa konsekuensi jika kelak mereka menikah dengan pasangan beda agama.
jika dia rela pindah agama dan masuk ke neraka, yah jangan menyesal di kemudian harinya

telah banyak orang yg menikah beda agama, dan mereka sejujurnya tidak benar benar bahagia. pada akhirnya akan terjadi PEMAKSAAN pindah agama,dan juga pada anak anaknya

singkatnya , tanya ke temenmu : APAKAH KAMU SIAP MASUK KE NERAKA demi cinta (cinta monyet)?

(umur berapaan sih yg kamu bicarakan ?)