[ASK] Pluralisme [ASK]

sebelumnya saya minta maaf apabila saya bertanya pada subforum yang salah, karena saya masih pemula. Saya seorang pelajar kelas 12 SMA. Saya mendapat tugas untuk mebuat essai tentang pluralisme beragama. Saya sempat mencari materi pluralisme di google, dan justru menjadi bingung, karena beberapa sumber menyebut bahwa pluralisme itu salah dan ditolak, dengan dasar Yohanes 14:6 (Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”).
Sedangkan, yang saya faham, dalam pluralisme, semua agama dianggap menuju hal yang baik, hanya jalannya yang berbeda. Yang ingin saya tanyakan, sebenarnya apa itu pluralisme? bagaimana kita sebagai umat kristen menanggapinya? Apakah kita harus mengkotakkotakkan agama, dan menganggap jika ingin selamat kita harus menjadi kristen? Jika demikian, bagaimana hubungan kita dengan agama lain seharusnya?

Terimakasih. GBU

anu mas…

tanya dulu yah…

tugas ini untuk mata pelajaran apa?
agama kah?
Pancasila kah?
atau apa kah?

karena:

  1. Maksud guru-nya bisa macem-macem
  2. Pak / Bu Guru mungkin bermaksud Pluraisme itu POSITIF atau Pluralisme itu NEGATIF

Nah…
Sebagaimanapun juga bahwa Pluralisme itu suatu KENISCAYAAN HIDUP yang TIDAK MUNGKIN TIDAK TERHINDARKan kecuali kita hidup soliter di hutan…
dan sebagaimanapun memang barangkali Tuhan pun Ber-KEHENDAK bahwa Manusia itu Memang Tuhan ciptakan secara Plural…

yang paling penting adalah…
mas tahu dulu maksud nya pak/bu guru…

biar nilainya dapet bagus mas…

He…3x pernyataan yg sangat menarik.
Bagaimana Kekristenan menyikapi pluralisme.
.
Moga2 ada yg mo ngejelasin. Krn sy juga pengen tahu. He…3x

tambahan :

Kis 4:12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

Pluralisme agama adalah sebuah konsep yang mempunyai makna yang luas, berkaitan dengan penerimaan terhadap agama-agama yang berbeda, dan dipergunakan dalam cara yang berlain-lainan pula:

  • Sebagai pandangan dunia yang menyatakan bahwa agama seseorang bukanlah sumber satu-satunya yang eksklusif bagi kebenaran, dan dengan demikian di dalam agama-agama lain pun dapat ditemukan, setidak-tidaknya, suatu kebenaran dan nilai-nilai yang benar.
  • Sebagai penerimaan atas konsep bahwa dua atau lebih agama yang sama-sama memiliki klaim-klaim kebenaran yang eksklusif sama-sama sahih. Pendapat ini seringkali menekankan aspek-aspek bersama yang terdapat dalam agama-agama.
  • Kadang-kadang juga digunakan sebagai sinonim untuk ekumenisme, yakni upaya untuk mempromosikan suatu tingkat kesatuan, kerja sama, dan pemahaman yang lebih baik antar agama-agama atau berbagai denominasi dalam satu agama.
  • Dan sebagai sinonim untuk toleransi agama, yang merupakan prasyarat untuk ko-eksistensi harmonis antara berbagai pemeluk agama ataupun denominasi yang berbeda-beda.

Saya cenderung memilih poin keempat di atas. Semua agama pasti mengklaim bahwa apa yang diajarkannya adalah benar sedangkan yang lain salah, atau setidaknya kurang lengkap/kurang tepat. Maka itu perlu adanya ko-eksistensi harmonis antar pemeluk agama yang berbeda-beda.

Lukas 9
49 Yohanes berkata: “Guru, kami lihat seorang mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.”
50 Yesus berkata kepadanya: “Jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu.”

Kisah tersebut menunjukkan sikap toleran Yesus kepada mereka yang tidak menjadi pengikut-Nya.

Ini untuk pelajaran agama mas, siswa di instruksikan untuk memahami, dan membandingkan pluralisme dengan sikap komunitas kristen yg lain (dalam hal ini inklusif dan eksklusif). kemudian siswa diminta menjelaskan mana yang menurut siswa benar dan baik, berserta alasannya. makanya saya stuck di situ, saya bingung, pluralisme itu termasuk sikap yang patut diterapkan atau tidak. terimakasih. GBU

terimakasih penjelasannya. tapi sikap apakah yang harus diambil warga kristen terhadap warga non kristen? apa kita harus membiarkan atau mencoba membawa ke kristen? karena menurut saya ini sedikit membingungkan.

Sebelum tambah BNGUNG bin MUMET :mad0261:, coba dimulai dengan bertanya kepada Diri Sendiri !

  1. Mengapa saya memilih suatu Agama atau Ber Agama ?
    Saya ingin mengajak anda Actif dalam menyusun essai yg ditugaskan Guru anda ! Sehingga setiap kalimat yg anda susun dan tuliskan , anda bisa menjawab dan menjelaskannya. Jadi biasakan bila ada suatu kalimat PERNYATAAN (bukan Pertanyaan) yg anda buat, coba anda tanyakan pada kalimat anda itu … WHY ? atau MENGAPA BEGITU ?
    Bila anda bisa dan mampu menjelaskannya maka anda SIAP MEMPERTANGGUNGJAWABKAN APA YG ANDA TULIS ITU !
    Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab = MENJAWAB kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab= JAWABAN dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, 16 dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu. (1 Petrus 3 :15-16)

Oke coba anda JAWAB Pertanyaan Nomer SATU ini dulu ya, setelah itu saya akan lanjutkan dengan Pertanyaan No 2 dstnya !
Tidak usah Takut atau Ragu menjawabnya sesuai pengertian dan Pemahaman kamu sesuai umur kamu yg “Kawula Muda” ini ! :coolsmiley: :happy0062:
Yang Tua2 saja kalau ditanya seperti itupun … banyak beraneka ragam jawabannya !

kalau boleh saya ikut diskusi, saya temannya tanDK, juga mendapat tugas ini

rujukan 1:

~~~

Secara fungsi, dapat dideskripsikan bahwa falsafah pluralisme agama adalah sebuah falsafah yang cuba meleraikan persoalan yang timbul akibat “plural truth claims”

Secara ‘terminologi khusus’, istilah ini tidak dapat disamakan dengan istilah ‘toleransi’, ‘saling menghormati’ (mutual respect), dan sebagainya.

A. Dalam konteks falsafah klasik Greek.

Pluralisme ialah lawan bagi monisme dan dualisme.
The term has different meanings in metaphysics, ontology, and epistemology.

B. Dalam konteks falsafah modern.

Pluralisme agama ialah lawan bagi ekslusivisme.
Deskripsi:

  1. Pluralisme agama mengajarkan faham bahwa setiap agama mempunyai pandangan, persepsi dan respon yang berbeza-beza terhadap Allah/Kebenaran mutlak.
  2. Ekslusivisme agama mengajarkan faham bahwa hanya terdapat satu agama aza yang membawa kebenaran mutlak manakala agama-agama lain adalah palsu.
  3. Inklusivisme agama jalan tengah di antara pluralisme dan ekslusivisme iaitu yang bermaksud wujudnya satu agama yang mutlak manakala agama-agama lain hanyalah sebahagian dari kebenaran mutlak itu.

Dalam faham pluralisme agama, pernyataan ‘jalan kebenaran’ dari masing2 agama itu sifatnya relatif dan bukan mutlak

So, hubungan antara falsafah pluralisme agama dan relativisme ini dijabarkan dengan lebih lanjut oleh Peter Byrne (salah satu tokoh faham pluralisme) yang menyimpulkan tiga premis utama falsafah ini:

  1. Semua agama adalah sama dalam merujuk kepada Allah/Kebenaran Mutlak.
  2. Semua agama adalah sama dalam menjanjikan keselamatan kepada pemeluknya.
    Kerana itu kalimat seperti “extra ecclessiam nullas salus” atau “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup, tidak ada seorangpun yg dapat datang kepada Bapa selain melalui Aku” dianggap enggak berlaku.
  3. Semua agama memiliki informasi yang terbatas terhadap Allah/Kebenaran Mutlak.
    Sebab itu, tidak ada agama yang layak mengklaim bahwa agamanya sajalah yang mutlak paling benar.

Demikianlah sekelumit tentang falsafah pluralisme agama yg mengajarkan bahwa setiap agama adalah relatif dan tidak mutlak.

notes:
Peter Bryne, Prolegomena to Religious Pluralism, London: Macmillan Press Ltd., 1995, m.s. vii.

Pandangan Gereja tentang non christian dapat dibaca disini.

Orthodox:

Katolik:
http://ekaristi.org/konsili_vatikan/vat_ind.php

Protestan:
– sila bagi link –

kenapa mesti bingung ?

anda perlu jelaskan kepada mrk, bahwa keselamatan hanya ada dalam TUHAN YESUS KRISTUS.

alkitab dengan jelas, mengatakan, sesuai dengan ayat yang anda kutip, bahwa Yesus adalah Jalan menuju kehidupan kekal. Tidak ada yang lain dan dipertegas lagi dalam Kisras, bahwa di kolong langit ini, tidak ada nama lain, selain DIA yang dapat menyelamatkan manusia.

nah dengan dasar kedua ayat ini, mesti berpijak, bila mau hidup kekal bersama Yesus.
karena keselamatan adalah tanggung jawab masing masing.

pada waktu Yesus menginjil, banyak juga yang menolak, tidak mau menerima.

salam, silahkan menjadi terang dalam dunia yang sudah dalam kegelapan dan menjadi garam agar dunia ini tidak menjadi busuk karena dosa.

hi, kalau masih ada yang baca dan emang tertarik buat belajar (dan bukan berdebat), bisa PM gw yah.

Benar, menurut argument pluralisme bahwa semua kebenaran dari semua agama yang ada didunia ini memiliki tingkat dan nilai yang sama benar. Oleh karena menurut mereka obyek yang kepadanya semua agama terfokus adalah sama, hanya di pandang dari perspektif yang berbeda.

Menurur mereka bahwa kebenanaran Kristen adalah sama dengan kebenaran agama-agama lain…Jadi semua agama mengimani obyek/realitas ilahi yang sama…Karena itu, secara otomatis, semua agama sekalipun memiliki kebenaran berbeda, namun subtansinya adalah sama, yaitu ttg obyek/realitas ilahi…ditambah lagi bahwa, semua agama tidak hanya memiliki kebenaran berbeda tetapi memiliki tujuan yang sama?

Karena tujuan ini berasal pada satu realitas ilahi yang sama. Inilah yang disebut pluralisme…Cita-cita pluralisme yaitu sedapat mungkin meminimalkan perbedaan, atau bahkan meniadakan perbedaan yang menjadi batu sandungan komunikasi antar agama.

Dengan kata lain cita-cita pluralisme hanya ada satu agama di dunia yaitu “agama global”
.

Dan untuk mencapai tujuan tsb mereka kaum pluralisme harus membangun teologi global atau teologi mendunia seperti yang diusulkan oleh Paul F. Knitter.

Teologi global tsb, tidak lain dari teologi Abu-abu, teolgi yang tidak beridentitas…

nah…
mas TS,

kalau pertanyaan mas itu di Mata Pelajaran Agama Kristen…
dan mas lihat bahwa Pak/Bu Guru itu modelnya spt mas Scout dan beberapa gelintir oknum di sini yang sejenis…

maka jawaban seperti Mas Scout ini di jamin akan membuat mas mendapat nilai A+++++++++ plus lima jempol dari pak guru…

siapa tahu mas juga ditawarin beasiswa ke sekolah theologia yang model beginian…
hehe…
lumayan mas… gratisan…
siapa tahu termasuk asrama & makan sehari 3 kali,
plus uang Pulsa untuk praktikum mata kuliah"mengkoreksi iman yang keliru"

btw, tugas mata pelajaran apa sih mas?

Selain pluralisme agama, ada juga pluralisme teologi pluralisme teologi, ialah sikap menerima semua bentuk dan hasil penafsiran ttg iman dalam gereja.

Pluralisme teologis ini juga ditemukan dalam persekutuan gereja-gereja seperti World Council of Churches (WCC) atau Dewan gereja-gereja sedunia (DGD)…
Kaum Pluralis mengembangkan pluralisme agama, sedangkan terhadap para teologi Kristen, mereka menggali potensi Alkitab utk merekonstruksi teologi Kristen guna cita-cita pluralisme agama.

Pluralisme bukanlah hal yang baru dan bukan pula tantangan yang baru bagi gereja. sejak zaman PL sampai PB, umat Allah terus diperhadapkan dengan fenomena dan tuntutan kemajemukan agama dan budaya.

Seperti yang Paulus ungkapkan dalam surat roma bahwa manusia mengetahui ttg Allah sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka.

Persoalannya ialah sekalipun mereka mengetahui Allah namun mereka tidak memuliahkan Dia (Rom. 1:19-21)
Inilah yang terjadi umat Allah, yakni Israel di era PL dan gereja diera PB.

Allah memanggil Abraham sebagai Bapa / nenkmoyang bangsa Israel, secara khusu utk menerima penyataan Allah dan menjadi alat Allah utk dunia ini.

Disinilah asal muasal agama orang israel, yaitu bukan lahir dari usaha manusia utk mencari Allah seperti diupayakan oleh Adam setelah kejatuhan dalam dosa, yaitu menyemat daun pohon ara utk menutupi akibat dosa…Bahwa agama-agama diluar israel adalah lahir dari tanggapan yang berbeda, sesuai dengan kemampuan diri manusia sendiri, terhadap penyataan Allah secara umum… Kemajemukan yang dihadapi israel adalah bersumber pada persoalan penyataan umum dan penyataan khusus. Oleh karena itu kaum pluralis masa kini berusaha utk membuang klaim orang Kristen mengenai penyataan khusus…Dimana kaum pluralis waktu itu, apakah dia nabi atau imam, pegawai kerajaan israel / raja israel dengan mencoba mempratikkan keyakinan dan ibadah agama-agama lain yang menyembah berhala.

Padahal Allah sudah menyatakan diri utk dikenal, dan Allah telah berkali-kali mengadakan perjanjian dengan mereka yang diikat dengan Taurat.

Pluralisme Era PB…pertanyaan2 yang muncul pada masa kini dikalangan orang kristen, berkenan dengan kemajemukan agama didunia. Apakah tradisi agama Afrika, Hindu dan Budha sungguh2 berada di luar jalan keselmatan? Apakah tidak ada keselamatan dalam iman dan ajaran agama lain? silakan anda menjawab sendiri?

Apakah hmereka harus mendengar Injil lagi padahal mereka sudah memiliki hukum dan Taurat yang mereka yakini dari Allah?

Haha, TS nya msh newbie, mana bisa PM?

Dari sononya agama itu sdh ter kotak2 sesuai dgn ajaran / doktrinnya
Hanya saja dlm masyarakat kita tdk perlu seolah terkotak2
Kalau bicara tt keselamatan memang tdk ada cara lain agar selamat, yaitu hanya melalui Yesus,
Itu adalah jaminan memperoleh keselamatan yg diberikan oleh Allah sendiri
Dlm agama lain hanya merupakan usaha manusia untuk memperoleh keselamatan, bkn dari Allah
Jadi pandai2lah menjawab sesuai konteksnya, apakah konteks sosial atau keselamatan

YESUS datang kedunia… dalam misi penebusan… yang mana dunia dalam keadaan majemuk / prural. Banyak agama pada waktu itu. Kecuali satu yang belum ada yaitu ISLAM. Sebab ISLAM merupakan agama baru 400 M merupakan (aliran baru dari pencampuran yahudi - kristen - dan islam ).

Pesan YESUS bukan menjadikan semua bangsa menjadi kristen. Jadikan semua bangsa murid KU. Seolah2 YESUS tidak melihat pruralisme.

Sebab visi dan misi YESUS adalah penyelamatan dan penebusan dosa. DIA dengan tegas mengatakan bahwa semua ajaran / agama tidak membawa kepada keselamatan akan tatapi kepada pengetahuan akan yang baik dan benar.

Hanya mempercayai DIA YESUS, maka kita beroleh keselamatan.

agama / pruralisme hanya membawa kepada pengetahuan akan yang baik dan yang jahat. Tidak membuat orang masuk sorga.