[ASK]Saya merasa menjauh dari tuhan dan tidak mendapat lawatan

Hai smuanya

saya ingin bertanya gini nih…

Kmaren pas gw ke greja dan di greja ada seorang pendeta dan berkhotbah tentang kasih

Sewaktu sesi ke 4 adalah pengampunan
Semua jemaat didoakan sampai ada yg nangis,tumbang,menjerit jerit dan merasakan lawatan tuhan

tetapi hanya saya seorang diri yang merasa biasa" saja dan tidak meraskan apa2

apakah saya sudah ditinggalkan oleh kekudusan?dan bgaimana solusinya?

nggak ada solusi om,
menurut saya anda seorang yang beriman dengan tenang, dan realistis.

relasi dengan Tuhan yang Mahakuasa seharusnya bisa dinikmati dalam semua aspek, baik intelektual, afectin (perasaan/emosi) dan perwujudan tingkah laku. jika anda memilih beribadah dengan tenang, kalem, berpikir jernih, dan anda tidak “memaksakana” perasaan anda meluap-luap, dan anda tetap yakin bahwa di dalam ketenangan, emosi yang datar namun pikiran terang, itu juga merupakan manifestasi dari keimanan yang teguh.

jika karunia anda seorang pemikir (bukan skeptik), anda memiliki iman, maka ketenangan anda dengan sedikit emosi adalah tanda karunia Roh Kudus juga bagi anda. Jadi jika dalam ibadah anda tidak merasakan emosi meluap-luap tetapi kepercayaan kepada Tuhan dalam keteduhan, tanpa hingar bingar, tanpa kepura-puraan, tanpa kediabuat-buatan, maka itulah karunia bagi anda.

anda tidak usah takut dan berpikir anda tidak kudus. kekudusan tidak harus dimanifestasikan dengan amosi meledak-ledak. justru bagian kekudusan adalah menerima mensyukuri karunia spesifik kita. anda yang tidak emosional, maka itu karunia anda, maka kejarlah kekudusan dalam sifat anda yang tidak emosional itu.

ada orang yang mendedikasikan ketenangan dan intelektualnya pada kekudusan. ada yang mendedikasikan emosionalnya pada kekudusan dengan menjadi pendoa yang menyentuh, atau penyanyi yang sangta indah, dll.

salam :slight_smile:

jangan kaget ya klo dateng ke ibadah di gereja aliran konservatif & ga ada jemaatnya yg meluapkan emosi selama ibadah he he

meluapkan emosi adalah seperti menyanyi penuh perasaan, dan diekspresikan, dan ekspresinya bermacam-macam, ada yang berdiri dengan khidmat, ada yang memerdukan suaranya, ada yang menggoyang-goyangkan badannya, dan ada juga yang “agak lebih” dengan mengangkat tangan bahkan berteriak. untuk 2 yang terakhir ini nggak ada di gereja Reformasi, tetapi ekspresi emosi yang normal banyak kok, ya kayak saya barusan contohkan.

jadi, kekudusan dan lawatan Tuhan tidak harus diresponi dengan “keseragaman pola emosi” dan semuanya “porsi gede/lebih”, :slight_smile: porsi normal, bahkan small pun oke kok.

dan pola emosi yang “SEHAT” TIDAK HARUS bersifat “GEMBIRA DAN HISTERIS” bukan?

dan selayaknya manusia normal, maka sifat manusia tersebar merata, ada yang tenang, ada yang penggembira, ada yang intelektual menonjol, ada yang enmosional menonjol, ada pikiran yang dimajukan, ada yang perasaan dimajukan.

semua itu tidak menjadi soal karena semua itu adalah KARUNIA TUHAN, yang menjadi penting adalah SEMUA KARUNIA UNTUK KEMULIAAN TUHAN.

nah yang justru tidak normal adalah memaksakan KESERAGAMAN. bukankah indah rancangan yang Tuhan beri bagi tiap=tiap orang??

jadi beribadalah sesuai dengan karunia sifat pribadi kita, dan jangan menjadi orang lain, just be yourself as Almighty God gives you :afro:

anyway, ini hanya soal style kelihatan, dan style kesaksian. intinya adalah TUHAN dan relasi dengan Beliau :slight_smile:

salam

saya juga dulu kaget, waktu dari kampung ikut ibadah di kampus, banyak orang yang berbahasa roh “katanya”, tapi tak satupun aku mengerti apa yang mereka bilang .

Bentuk lawatan Tuhan yg nyata itu : damai, sukacita, kekuatan baru dan sejenis itu,
jadi gak perlu ekspresi yg dpt dilihat org lain, krn yg gitu cenderung utk mengekspos diri
yg perlu apa yg anda rasakan sendiri, krn Allah itu Roh adanya, dan bekerja di dlm roh anda.
GBU

:slight_smile: ya ndak lah… moso yg dijadikeun “patokan-ukurannya” itu ?
saia ndak ngerti dg sentence sudah ditinggalkan oleh kekudusan :coolsmiley:
Faham awam saia sbb: sebelumnya TS sudah KUDUS, namun kemudian KUDUS berlalu meninggalkeun TS :char12: … begitukah ? ? :rolleye0014:

hmmmm… saya sih tidak mengerti tentang yang tumbang, menjerit, apalagi yang berbahasa tidak jelas… namun yang pasti bila TUHAN melawat… anda akan merasakan damai di hati… merasakan aliran yang menyejukkan merambat dari kepala seperti merinding menjalar ke sluruh tubuh… dan anda akan menangis tak tertahankan… dan itu terjadi bisa kapan saja menurut kehendak TUHAN… biasanya saat anda berdoa sendiri…

lawatan Tuhan bisa terjadi dg demikian …ttp jika tidak tumbang bukan berarti tidak dilawat Tuhan

ANDA tidak usah khawatir tentang hal seperti itu. Memang ada GAYA DAN KECENDERUNGAN yang sedang NGETREN untuk mengalami manifestasi ketika DILAWAT TUHAN, tetapi selama saya mengiring Tuhan 25 tahun lamanya BELUM PERNAH SEKALIPUN SAYA DILAWAT SAMPAI TUMBANG. Satu2nya pengalaman saya adalah ketika saya meneguhkan MENERIMA YESUS SEBAGAI TUHAN DAN JURUSELAMAT, yaitu ketika saya masuk ke dalam PENGAKUAN DOSA, maka lawatan Roh Kudus membuat saya menangis yang tidak tertahankan, bahkan pada waktu sekarangpun, saya TIDAK PERNAH merasa sedih bila menghadiri suatu pemakaman atau kematian seseorang tetapi ada waktu2 tertentu saya BISA MENANGIS DI SAAT saya justru sedang menyanyikan lagu2 pujian kepada Tuhan.
Jadi anda TIDAK USAH KHAWATIR dengan keberadaan anda, yang penting TETAP SETIA membaca Firman Tuhan, karena:
Heb 4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
Heb 4:13 Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Firman Tuhan itu HIDUP dan BERKUASA; itulah sebabnya mengapa kita perlu BERTEKUN dalam membaca Firman Tuhan karena
Rom 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Sebenarnya psebelum anda lemparkan ke forum, pertanyaan anda akan lebih bermanfaat untuk intropeksi diri saudara :happy0025: :afro:

Roh Kudus adalah Roh yang manis dan Lembut. KehadiranNya tdk bisa dipaksakan. KehadiranNya juga tdk semata-mata harus diwujudkan dengan berbagai manifestasi.
Saat Roh Kudus hadir, Kadang kita bisa meneteskan airmata yg bening, saat merasakan jamahannya.
Kadang kita merasakan aliran lembut dlm keheningan.
Kita bisa merasakan kedamaian dan sukacita luar biasa di hati kita.
Yang jelas, Roh Kudus bekerja dengan Cara Nya sendiri, kita tdk semestinya membatasi karya Roh Kudus dengan cara kita menginginkannya.
Anda tidak sedang ditinggalkan Roh Kudus.
Saat anda mengaku percaya bhw Yesus adalah Juruselamat, saat itulah Roh KudusNya tinggal di dalam hidup anda. Anda tidak sendiri lagi, tetapi roh Kudus menyertai anda senantiasa.
Galatia 2:20 : Hidupku bukannya aku lagi, melainkan Dia yang hidup di dalam aku.
Selamat menjalani kehidupan bersama dengan Roh Kudus, setiap hari setiap saat Dia bersama anda.

Jawaban yang saya sangat setuju dengannya.