<ask> Tuhan marah karena terlalau ngeRoh

shalom,
saya ingin bertanya, apakah Tuhan bisa marah karena perkataan kita yang seharusnya rohani ? contoh kita sering mengatakan “Tuhan di mana Engkau”, “Tuhan kapan sakit saya sembuh”, “Duh…Tuhan kok saya gini ya”
karena jujur, saya mendengar org bicara seperti itu saya dongkol…kesel bgt…seolah2 apa Tuhan tidak memperlihatkan karunia nya selama ini…

pendapat temen2 gmn ?

GBU

Tuhan itu selera humornya tinggi, tidak cepat marah tuh :smiley:

Kita tahu, manusia tak ada yg sempurna. Dalam kelemahan atau kesakitan, kita berdoa pada Tuhan, tapi terkadang Tuhan tidak langsung memberi apa yg kita inginkan. Bahkan justru makin parah yg kita alami. Inilah yg membuat sebagian orang mengeluh pada Tuhan. Mereka merasa Tuhan tidak mendengar doanya. Padahal sebenarnya ada rencana Tuhan yang indah di balik semua itu.

Kalau jujur merasa ga melihat TUHAN, ga merasa melihat pertolonganNya, apakah tidak boleh berkata dengan jujur, “TUHAN dimanakah engkau saat aku butuhkan???”

Mazmuru 39:13
Dengarkanlah doaku, ya TUHAN, dan berilah telinga kepada teriakku minta tolong, janganlah berdiam diri melihat air mataku!

Pakai tanda seru lagi waktu Raja Daud meneriakan Mazmur tersebut. Bagaimana menurut anda?

Karena itu jangan menghakimi, sebab mereka sebenarnya orang-orang yang membutuhkan pertolongan dan doa-doa kita, biarlah kita berdoa juga untuk mereka agar TUHAN memalingkan mataNya untuk melihatnya, sebelum mereka habis masa hidupnya.

wah itu mah kaya debt collector lagi nagih hutang?
emangnya Tuhan Yesus berhutang apa? :slight_smile:
GBU

Berhutang janji

Masih mending berdoa begitu, berarti masih mencari Tuhan, walaupun mungkin gak sadar sebenarnya Tuhan selalu ada dekatnya. Biarlah orang lemah mencari Tuhan… :slight_smile:

Saya setuju dengan sobat Krispus dalam hal ini, jelas adalah sesuatu yang wajar kalo kita berteriak minta tolong kepada Tuhan, toh kita berteriak minta tolong karena kita tahu bahwa Dialah satu2nya penolong, dan yang pasti adalah jika kita tidak pernah sakit, berbeban berat dan merasa enjoy pada zona nyaman kita maka kita tidak akan pernah melihat pertolongan Tuhan, tetapi oleh karena kita merasa sakit, dan penuh bebanlah saat kita ditopang olehNya kita merasa bahwa Tuhanlah yang menolong dan kita merasa kita membutuhkanNya, oleh karena itu kita minta tolong kepada Tuhan.
saya ulangi lg Mazmur 39:13
“Dengarkanlah doaku, ya TUHAN, dan berilah telinga kepada teriakku minta tolong, janganlah berdiam diri melihat air mataku!”
sungguh Daud merasa membutuhkan Tuhan, walaupun dia tahu sebenarnya Tuhan ada, tp terkadang Tuhan pengen kita menghadapi hal tersebut sehingga pengharapan kita satu-satunya hanya padaNya. itu sebenarnya yg diharapkan Tuhan. Jadi janganlah kita merasa marah ataupun ada terbersit menghakimi orang lain, sesungguhnya jika kita tahu fakta yg sebenarnya makan katakan kepada mereka bahwa Tuhan pasti tolong kamu, Tuhan pasti menyembuhkanmu…dan ikutlah berdoa buat mereka tunjukkan kasih kita itu yg Tuhan inginkan bukan? :happy0025: :happy0025:

[quote="pa_ul post:5, topic:179680"] wah itu mah kaya debt collector lagi nagih hutang? emangnya Tuhan Yesus berhutang apa? :) GBU [/quote] [quote="Krispus post:6, topic:179680"] Berhutang janji [/quote]
Janji penyertaan Tuhan itu bkn berarti bebas dr masalah :) Janji-nya adalah memberikan kekuatan dlm segala situasi yg DIA ijinkan terjadi, asal percaya DIA tdk pernah salah. GBU

lah bagaimana jika TUHAN justru memberi KARUNIANYA dengan sakitnya dia…??? gmn coba… bukannya bersyukur kok malah marah hehehe… TUHAN sih ga akan marah cuma sedih…

baca : Yesus memberkati anak2…

setiap perkataan tidak lah harus rohani…

perkataan rohani apa sih>???

perkataan yang harus dibuat2 seprti rohani???

Ada tertulis dalam "Sejarah " Perjanjian lama pengkotbah mengatakan : JANGANLAH TERLALU SALEH

GBU

Ada cerita tentang seorang pendeta di daerah yang suatu hari mengalami banjir yang makin lama makin meninggi hingga akhirnya para penduduk di sana terpaksa naik ke atap rumah masing-masing. Sebagai seorang pendeta, tentu saja dia berdoa memohon pertolongan kepada YHWH. Sementara banjir semakin mendekati atap rumah, lewatlah sekeluarga tetangga pendeta dengan perahu karet mainan anak yang berukuran cukup besar. “Mari ikut, pak Pendeta, masih ada tempat koq,” ajak kepala keluarga tetangga itu. Si pendeta menolak, “Tidak apa, saya sudah minta pertolongan YHWH.”

Sementara air sudah mencapai atap, lewatlah serombongan penduduk lain dengan perahu karet dari dinas sosial. “Mari, pak Pendeta, masih ada tempat,” ajak petugas yang memimpin rombongan itu. “Tidak perlu,” kata si pendeta, “saya sudah meminta pertolongan YHWH. Dia pasti menolong saya.”

Ketika air sudah menelan separoh atap, lewatlah perahu karet tim sar yang hanya berisi dua petugas SAR. “Mari, pak Pendeta,” ajak salah seorang petugas. “Tidak,” lagi-lagi si pendeta menolak, “saya menunggu pertolongan YHWH.”

Akhirnya si pendeta mati tenggelam. Di hari penghakiman, dia menuntut kepada Yehushua kenapa dia dibiarkan mati tenggelam sedang dia percaya akan pertolonganNya?

Yehushua menjawab, “Tiga kali aku mengirimkan pertolongan kepadamu, dan kamu sendiri yang menolak ketiga-tiganya.”

Seringkali, seseorang merasa YHWH tidak mendengar doanya atau menolongnya karena, secara tanpa sadar, dia sudah menetapkan dengan cara bagaimana YHWH seharusnya menolong dia. Bahwa YHWH sebenarnya sudah mengirimkan pertolongan, namun karena dia menunggu pertolongan sebagaimana seperti yang dikehendakinya dan bukan seperti sebagaimana yang dikehendakiNya, dia lalu menuntut, “TUHAN, di manakah Engkau?”

Layakkah kita marah terhadap seseorang yang seperti itu? Atau akan lebih baik kalau kita berbelas kasihan kepada mereka?

Bagaimana pun juga, Alkitab mencatat hanya sekali ada orang yang begitu percayanya kepada YHWH hingga mengguncang sorga, karena begitu percayanya hingga sekali pun YHWH tidak menolong, mereka tidak akan berbalik dariNya.

Yaapppp silahkan NANYA aja Bro…lebih BAIK BERTANYA daripada SESAT di Jalan, kata Orang BIJAK !

1. apakah Tuhan bisa marah karena perkataan kita ........yang seharusnya rohani ? [b]contoh :[/b] kita sering mengatakan *) [b]"Tuhan di mana Engkau"[/b], *) [b]"Tuhan kapan sakit saya sembuh"[/b], *) [b]"Duh...Tuhan kok saya gini ya"[/b]
Kalau ORANG nya BERTANYA seperti ITU.....dibalik Pertanyaannya yg TERSURAT , kalau si Bro JELI ama SMART....sebenarnya ada yg TERSIRAT dari si "dia" itu, yaitu BELUM MENGENAL yg namanya TUHAN kok ! Lihat aja Pertanyaan2 "nya" ITU, OK ??

Coba si Bro JAWAB dulu deh pertanyaan2 “nya” itu !

*) “Tuhan di mana Engkau”,…apa jawaban si Bro ?

*) “Tuhan kapan sakit saya sembuh”, …apa jawaban si Bro ?

*) “Duh…Tuhan kok saya gini ya”…apa jawaban si Bro ?
Kalau si Bro GAK BISA menjawabnya… lalu apa BEDA nya si dia ama si Bro ?

2. karena [u][b]jujur[/b][/u], saya mendengar org bicara seperti itu saya [b]dongkol...kesel bgt[/b]...seolah2 ........apa Tuhan [u][b]tidak memperlihatkan [/b] [/u] [b]karunia-Nya [/b] selama ini...
Ha ha ha si Bro [b]GEDE AMBEKAN [/b] nya kalau kek begitu.....kechian dong yg bertanya itu......bukannya dikasih AJAR an dan di HAJAR ...malahan [u][b]di MUSUHIN pake' SEBE'L [/b] [/u] segala lagi !!!
pendapat temen2 gmn ? GBU
Daripada DIOMELIN ama DISEBE'LIN (entar dia malahan makin JAUH dari TUHAN lho ! :mad0261: ) mendingan suruh dia baca DIALOG Tuhan ama seseorang "seperti dia yg suka banyak TANYA"........

Chating dengan Tuhan
Suatu malam yang hening tiba2 muncul dalam layar monitor Computerku…

TUHAN : Kamu memanggil-Ku ?

Aku : Memanggilmu? Tidak…Ini siapa yah ?

TUHAN :
Ini Tuhan.
Aku mendengar setiap doamu.
Jadi Aku ingin ngobrol2 dengan kamu.

Aku :
Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik.
Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.

TUHAN :
Sedang sibuk apa ? Semua juga sibuk.

Aku :
Enggak tahu ya,
Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun.
Hidup jadi seperti diburu buru.
Setiap waktu telah menjadi sibuk.

TUHAN:
Benar sekali.
Aktifitas membuat kamu sibuk.
Tapi ingat, produktivitas memberimu HASIL.
Aktifitas memakan waktumu, produktivitas membebaskan waktu…kamu akan punya banyak waktu luang ,
kalau kamu bekerja produktif bukan sekedar akftifitas.

Aku :
Saya mengerti itu.
Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya.
Sebenarnya saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting
seperti ini.

TUHAN:
Aku ingin memecahkan masalahmu dengan WAKTU,
dengan memberimu beberapa petunjuk.
Di era Internet ini, Aku ingin menggunakan MEDIUM yg lebih
nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.

Aku:
Oke, sekarang beritahu saya mengapa hidup jadi begitu rumit?

TUHAN: Berhentilah menganalisa Hidup

Aku :
Tapi bagaimana mungkin kita tidak chawatir,
jika begitu banyak KETIDAKPASTIAN yg datang menerpa ?

TUHAN:
Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari.
Tapi kechawatiran adalah sebuah PILIHAN.

Aku :
Tapi, begitu banyak rasa sakit akibat Ketidak pastian.

TUHAN:
Rasa sakit tidak bisa dihindari, tetapi penderitaan
adalah sebuah PILIHAN.

Aku :
Jika penderiotaan itu sebuah pilihan,
mengapa orang baik selalu menderita?

TUHAN:
Intan tak dapat diasah tanpa gesekan.
Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api.
Orang baik melewati rintangan, tanpa merasakan derita.
Laut yg tenang tidak menghasilkan pelaut yg tangguh.
Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik.

Aku :
Maksudnya pengalaman pahit itu , berguna ?

TUHAN:
Ya.
Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras.
Guru pengalaman memberi UJIAN dulu, baru pemahamannya.

Aku:
Tetapi mengapa kami harus melalui semua ujian itu ?
Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah ?

TUHAN:
Masalah adalah sebuah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan Mental.
Kekuatan dari dalam diri bisa keluar melalui perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.

Bersambung…

Sambungan…

Aku :
Sejujurnya, ditengah segala persoalan ini, kami tidak tahu
kemana harus melangkah.

TUHAN:
Jika kamu melihat keluar, kamu tidak tahu akan kemana melangkah.
Lihatlah kedalam .
KEPUASAN adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri.
Mengetahui TUJUAN perjalanan akan terasa lebih memuaskan,
daripada kamu mengetahui kamu sedang berjalan.
Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain berkejaran
dengan waktu.

Aku :
Didalam saat saat sulit, bagaimana saya bisa tetap
termotivasi ?

TUHAN:
Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan,
daripada masih berapa jauh saya harus berjalan .
Selalu hitung yang harus kau syukuri karena kau peroleh,
jangan hitung apa yg tidak kau peroleh.

Aku:
Apa yang menarik dari manusia?

TUHAN:
Jika menderita, mereka bertanya,“Mengapa harus aku?”
Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya," Mengapa harus aku?"

Aku :
Kadangkala saya bertanya,“Siapa saya? Mengapa saya disini?”

TUHAN;
Jangan mencari siapa kamu, tetapi tentukanlah ingin menjadi APA kamu ini.
Berhentilah mencari mengapa saya ada disini.
Ciptakanlah TUJUAN itu.
Hidup bukanlah suatu Proses pencarian, tetapi sebuah Proses Penciptaan.

Aku :
Bagaimana saya mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini ?

TUHAN:
Hadapi masa lalumu tanpa penyesalan.
Peganglah saat ini dengan keyakinan.
Siapkan masa depan tanpa rasa takut

Aku :
Pertanyaan terachir, Tuhan .
Seringkali saya merasakan doa doaku tidak dijawab

TUHAN:
Tidak ada doa yang tidak dijawab.
Seringkali jawabannya adalah TIDAK

Aku:
Terima kasih Tuhan atas chating yang indah ini.

Lalu aku “checkout” terus berdoa dan
tidur dengan pikiran nyaman dan tenang…sebab gue’ makin KENAL ama TUHAN gue’ itu !!